D-2 Garut Trip

Laporan Perjalanan Garut

17 – 19 Agustus 2006

hari Kedua dari tiga hari perjalanan

Jumat, 18 Agustus 2006

Duuh….sepertinya masih subuh kog kamar ini dah berkicau ramai sekali yaaa….secara matahari aja masih malas2an untuk bersinar, tapi warga kamar ini kog sudah semangat….???

Dengan masih menikmati tempat tidr vi mulai memperhatikan aktivitas pagi warga kamar ini, ada yang dah antri kamar mandi, ada yang shalat subuh, ada yang dah mulai buka2 biscuit karena mulai lapar….akhirnya vi bangun juga… minum..gleg-gleg-gleg, pipis pagi (kedua ini ritual tiap pagi) trus ikutan ngriung…..beberapa yang dah diluar ada yang mulai buat keramaian, karena subuh ini langit sangat cerah ceria, sehingga bintang tampak cemerlang…indaaah….trus kita rame2 kluar untuk liat bintang, ga lama, entah atas inisiatif siapa, tiba2 Kak Mida ’Sang Instruktur senam aerobik’, memulai aba2 persiapan petanda bahwa senam akan segera dimulai….maka dengan juga bersemangat tersusunlah 4orang yang rela bersenam pagi bersama kak Mida, yaitu : Olive, vi, Ita dan Endang…..sambil meng-instrukturi, dengan semangat kak Mida bikin keributan di pagi buta, AYO MANA SEMANGATNYA….SATU, DUA, TIGA EMPAT……AYO MANA SUARANYA BERSAMA-SAMA….SATU, DUA, TIGA, EMPAT…

Selesai senam, antri mandi, dandan dikit (pake sunblock, soalnya yang namanya puncak gunung pastinya panas), bebenah kamar, persiapan brangkat, dan cari sarapan pagi. Pagi ini kita bersama-sama sarapan bubur ayam, si Ibu sang penjual buryam, sampai panik diserbu gerombolan kelaparan macam kita. Sarapan Buryam semangkok + teh manis anget = Rp. 5.000 saja….

Perjalanan dihari kedua ini direncanakan ke Gunung Papandayan dan Kawah Kamojang, sekitar jam ½ 9 kita dah meluncur menuju tujuan pertama, yaitu Gn Papandayan.

Gunung Papandayan terakhir meletus sekitar tahun 2001, dan sekarang sudah dinyatakan aman kembali, sehingga kita bisa mengunjunginya. Perjalanan dari penginapan kita (Cipanas) menuju Gn papandayan sekitar 1 jam-an, dan secara masih pagi, jadi pemandangan sepanjang jalan masih bagus.

Penghuni mobil kita berkurang 1; Endul, yang harus diungsikan ke mobil lain secara dia harus bertukar duduk dengan seorang ’penunjuk Jalan’ yang ’diculik’ dari penginapan. Perjalanan menuju Gn. Papandayan nanjak abiiis….yang mengakibatkan salah satu mobil mogok, katanya siy mesinnya panas, jadi kudu di’dingin’ kan dan ditambah air.

Sambil nunggu mobil ’dibenerin’ kita pada berkeliaran poto2, berawal dari pinggir jalan, trus mulai merambah ke ’sesemakan’ yang berilalang. Vi berhasil moto kupu2 yang lagi bertengger manis di ilalang.

Akhirnya acar pendakian dimulai…..

Menurut pemandu Gn. Papandayan yang mendampingi perjalanan kita, menuju kawah ga terlalu jauh, Cuma sekitar 1 jam-an….maka dengan awal yang penuh semangat dan riang gembira kita mulai merintis perjalanan menuju puncak….awalnya rombongan masih berjalan rapat, walau tetep poto-poto sepanjang jalan, makin nanjak yang mulai licin karena banyak batuan lepas yang merupakan dampak dari letusan gunung beberapa tahun lalu, rombongan mulai renggang…mulai jalan satu-satu, ada yang dah kepayahan karena jalannya nanjak banget, dan mataharinya terik skali….ada yang dah pesimis untuk sampai puncak…but…ayo tetap semangat, ga jauh lagi kog….

Diperjalanan kita ketemu kelompok kecil yang bawa perlengkapan photografi yang lmayan lengkap, ternyata mereka mo poto pre-wedding, dan menurut gosip yang beredar mereka datang dari jauh, orang Medan…horas baah….niat banget yaa, jauh2 ke garut, pake acara naik gunung pula, secara di Sumatra juga banyak tempat yang indah2…..

Sesampainya di puncak ternyata belum ada siapa2….jadi kesimpulannya yang nyampe pertama di puncak gunung Papandayan ini Vi dan Ita…horeeee….padahal kita mengira dah ada beberapa teman yang jalan duluan di depan kita, secara kita jalannya juga nyantai2 aja. Akhirnya kita poto-poto duluan sambil nunggu beberapa teman yang lain, yang masih berusaha mendaki, dan sambil ngasi semangat buat yang dah kepayahan….AYOO……

Akhirya kita berkumpul juga di atas, pose2 sgala gaya, dan secara matahari bersinar dengan megahnya dan mengakibatkan panas sekaliii…..maka kita ga lama2 dipuncak, langsung turun…ternyata turun jadi kendala lagi…jalannya licin dan banyak batu lepas, jadi ada beberapa yang terjatuh karena tergelincir…..vi turun bareng ma Adel, Endang dan Mary, bergantian megangin biar ga pada jatuh. Sesampainya di bawah ternyata ada beberapa teman yang mengurungkan niatnya untuk naik dah mengerubungi sebuah warung sambil makan goyeng2an dan teh manis…..dan kita pun bergabung, dengan lahapnya ngabisin goyeng pisang yang anget (baru mateng niiiy…..enaaak…) entah lapar atau doyan atau rakus, pokoknya sampai rombongan terakhir bergabung ma kita goyengan si Ibu yang ’awalnya’ cukup banyak jadi tandas…..

Next destination…..Kawah Kamojang, tapi sebelumnya kita mo makan dulu niiy, secara sekarang sudah menunjukkan waktu bagian lapar…..dan secara mobil kita merupakan mobil pertama dalam konvoi kecil ini, maka kita bisa menentukan mo makan dimana (mengingat makan siang kemaren yang cukup menyedihkan, maka kita dengan agak dendam membara niat mo cari tempat makan yang lebih baik), sampai akhirnya kita menemukan sebuah Rumah Makan ala sunda ’Sari Papandayan’, yang secara bentuk siy cukup bagus. Maka kita memutuskan untuk makan siang disini. Turun mobil dengan semangat, didepan mobil ada 2 saung diatas empang, yang langsung kita huni, ternyata atas saran beberapa teman kita pindah ke dalam yang katanya lebih luas, tapi koq yang lain nda ikut yaaa…..ya sudahlah jadinya makan siang ini kita ber-10 aja (vi, Endang, Endul, Adel, mary, Olive, kak Mida, Lenny, Ita dan Dona) terpisah dari rombongan lainnya, menempati sebuah saung diatas kolam yang banyak ikannya.

Makan siang ’penuh dendam’ ini kita pesan ’paket ulang tahun’ (katanya Ita loo, secara ga satupun dari kita hari itu rela untuk ulang tahun) yaitu : Ikan gurame bakar 2, Ikan goreng asam manis, kredok 2, tahu, tempe, gado2, sayur asem, lalapan, minumannya : minum teh anget, jeruk anget, es kelapa muda.

Lalu kita menunggu…….15 menit berlalu….30 menit minumnya datang…..hore……1 jam mulai resah, kak Mida sampai nyusulin ke Dapur, inspeksi, lalu Bang Napi nyamperin kita untuk memprovokasi membatalkan pesanan, karena dia bilang kelamaan, tapi berhubung kita dah PW dan rela untuk menunggu (karena kalo dibatalin dan pindah tempat bukannya jadi lebih lama lagi..????) maka kita bertahan dan ga lama setelah Bang Napi pergi datanglah mba’ nya membawakan piring kosong, mangkuk berisi air untuk cuci tangan dan serbet, sekitar 15 menit kemudian, barulah satu persatu pesanan kita berdatangan, mulai dari nasi 2 bakul, ikan, dll. Dengan ga basabasi lagi, dengan lahapnya kita menyantap hidangan yang tersedia…mmmhhm….enaaaak…..gini dwoong makan siang….namanya juga liburan, semuanya harus dinikmati….semua makanan abis, bahkan kepala ikannya pun abis (lirik olive yang ga ninggalin secuil pun untuk si meong)…puas makan, kekenyangan, senyum puas pun merekah…..lalu dilanjutkan dengan pengumpulan dan patungan buat bayar…masing2 dikenakan Rp. 35.000,- layaklah untuk sesuatu yang nikmat…hehheheee….

Selesai makan kita poto2 dulu di terasnya rumah makan yang tampak mukanya ’ala county’ banget, sampai kita menyebutnya ’rumah nenek’

Selesai makan, dengan tertib dan senyum puas kita kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan. Perjalanan menuju Kawah Kamojang, sekitar 30-an menit, melewati Kampung Sampireun (yang menurut info beberapa teman penjaganya galak euy…..jadi ga bisa dikunjungi sembarangan, selain yang nginep…..sombong kali yaaa…), lalu perjalanan naik turun, memasuki kompleks ’geothermal Pertamina’ yang banyak pipa2 besar berseliweran sepanjang jalan, sampai akhirnya di pintu gerbang ’Kawah Kamojang’

Kawah Kamojang merupakan komplek pembangkit tenaga panas bumi (geothermal) yang dikelola oleh Pertamina. Ada beberapa kawah yang sudah di explorasi oleh Pertamina, dan ini tidak boleh dikunjungi, namun tempat lainnya memang di sediakan untuk wisata, sehingga kita boleh mengunjungi.

Pas turun mobil, bang Napi buat pengumuman bahwa kita nda boleh lama2 disini, cukup 20 menit saja, karena mo langsung ke Kampung Naga. Tapi kenyataannya

Selain kawah yang bernama Kamojang, masih ada beberapa kawah lain dengan nama yang lain, diantaranya Kawah kereta, Kawah Hujan, dan Kawah Beureum (merah)….tiap nama punya ke-khas-an sendiri, kawah kereta misalnya, dengan bantuan si Bapak Kuncen yang pegang sebilah kayu, bisa mengeluarkan suara yang mirip kereta yang sedang berjalan, trus kawah hujan itu memercikkan air yang kadang panas banget, kadang dingin banget, trus kawah beur
eum/merah ini, dikarenakan dinding kawahnya berwarna merah, juga memercikkan air yang puanas buanget…wadaaooo….di tempat2 ini kita sempetin untuk poto2, dan uniknya niy…di depan kawah hujan ada tempat keluar uap panas, yang bisa dikendalikan oleh si Bapak Kuncen, jadi kita nyobain ’Sauna’ alami yang seru dan asik banget…..segeeer euuuy……

Kawah kamojang sendiri permukaannya seperti bulan ’close up’ (secara vi dulu pernah neropong bulan di bosscha, jadi pernah secara langsung liat permukaan bulan…) berkerak dan ada bekas seperti ’bisul pecah’ katanya siy itu terjadi kalo suhu buminya panas sekali, yang mengakibatkan kawahnya mendidih…hhhiiiii….

Selesai dan puas di Kawah kamojang dan sekitarnya, maka selanjutnya kita turun gunung menuju Kota garut….City tour…..blanja oleh2 di kota Garut…..karena garut terkenal dengan sebutan kota Dodol,. Maka yang jadi tujuan utama untuk dibeli adalah DODOL. Untungnya dodolnya boleh di coba dulu sebelum beli, jadi kita bergantian cobain dulu dodonya baru menentukan pilihan untuk beli dodol. Vi beli dodol sekilo, ½ buat oleh2 di kantor dan ½ buat oleh2 dirumah, selain beli dodol, ada yang beli kerupuk2juga.

Puas bli oleh2 makanan, vi bareng Ita, Leni dan Dona mampir ke Warung Bakso yang sebelumnya dah dihuni oleh Adel, dan kita juga pesan bakso, sambil nunggu, akhirnya beberapa teman yang lain ikut bergabung makan bakso, yang setelah diitung ternyata ber-20 orang, jadi Cuma sisa 4 orang yang nda ikutan makan. Bakso yang kita makan ini ternyata rada ngetop di garut, ada beberapa kliping koran lokal yang memuat berita tentang bakso ini, dan pengakuan dari seorang ibu2 yang duduk dibelakang kita juga bilang bahwa bakso ini enak dan selalu ramai……porsi bakso ini lumayan banyak, ada mie, bakso besar, pangsit rebus, tahu, dan beberapa bakso kecil, cukup dengan Rp. 7.000, dah dapat semua.

Catatan penting selama kita beberapa kali makan di garut ini adalah, waktu penghidangan yang relatif lama, secara kita terbiasa yang segala cepat, jadi kita bawaannya nda sabaran aja, apalagi ini menyangkut urusan perut, yang bawaannya napsu aja kalo liat makanan orang lewat kog yang punya kita belum yaaa…..

Puas makan baso selanjutnya kita serbu tempat souvernir, yang lokasinya agak sebelahan ma tempat baso,ada yang panik borong tudung saji kecil dari bambu (secara itu tudung saji sbenernya gw duluan yang mo bli…) tiker kecil, angklung angin, dll pokoknya seru blanja disini karena harganya juga murah…..

Puas semua kita kembali ke penginapan…….hari ini memang memuaskan, tempatnya bagus, makan enak, oleh2 juga dah dapat…….sip banget deeeeh…….

Iklan

Satu pemikiran pada “D-2 Garut Trip

  1. bandanaku said: semua makanan abis, bahkan kepala ikannya pun abis (lirik olive yang ga ninggalin secuil pun untuk si meong)

    stttt …jangan dipublikasikan donk, cukup “peristiwa” onrust yg terus dikenang sama Paula & Mary :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s