D3 – Garut Trip

Laporan Perjalanan Garut

17 – 19 Agustus 2006

Laporan ketiga dari tiga hari perjalanan

Sabtu, 19 Agustus 2006

Pagi ini niatnya pada mo senam pagi lagi, tapi berhubung kemaren cape banget, jadi hari ini bangunnya rada jam 6-an. Seperti biasa pada ngantri mandi, jadi pagi ini vi mandi di tempatnya Ndul aja, secara penghuni kamar mrka aja blum ada yang mandi. Selesai mandi packing, karena hari ini kita kudu check out.

Setelah kita semua selesai berdandan, kita pagi ini sangat berkeinginan untuk ’photo session’ di Kampung Sumber Alam yang indah itu, maka berbondong2 lah kita ber-6 (ndul belum beres mandi soalnya, jadi nanti nyusul aja) memasuki penginapan ’Kampung Sumber Alam’ dan mulai explore tempat, poto2 dengan sejuta gaya, poto2 lanscape, dan ikut menikmati segala keindahan penginapan itu. Teratai pond-nya bagus….bungalow-nya menggoda untuk di-inapi (next time kudu banget nginep dsini) cuma sayangnya pagi ini rada mendung, jadi pemandangannya rada terganngu, tapi ndapapa tetep masih bagus koq…..

Pagi ini kita kehabisan sarapan buryam, jadinya vi pesan mi goyeng + telur mata sapi, selesai sarapan, kembali ke penginapan, lalu check out.

Tujuan kita hari ini cuma satu yaitu Kampung Naga.

Kampung Naga merupakan komunitas yang mengelompokkan diri secara exclusive untuk menjaga adat istiadat, dan kepercayaan mereka, mirip dengan komunitas masyarakat adat Badui di Banten.

Sayangnya kita datang di hari Sabtu, yang merupakan hari dilarang bicara mengenai leluhur yang dipercayai masyarakat Kampung Naga akan membawa musibah bila dilanggar, maka kita jadi tidak bisa mendapatkan banyak info mengenai asal-usul masyarakat Kampung Naga. Tapi tak apalah, yang penting kita dah boleh datang dan poto2 itupun sudah cukup.

Kampung Naga memiliki 108 bangunan, termasuk masjid, aula, dan balai ageng (bangunan yang dikeramatkan dan tidak boleh ditunjuk maupun dipoto dari dekat) serta 308 penduduk (tua muda). Seluruh bangunan rumah yang ada di Kampung Naga menghadap ke Timur sebagai pintu masuk. Mata pencaharian bertani dan beberapa rumah terlihat menjual souvernir khas Sunda yang terbuat dari bambu yang beberapa diantaranya merupakan hasil karya masyarakat setempat. Agama yang dianut oleh masyarakat Kampung Naga adalah Islam, dan memilki seorang kepala adat.

Perjalanan menuju Kampung Naga lumayan jauh, sekitar ± 30an menit dari kota Garut ke arah Tasikmalaya. Sepanjang perjalanan kita ke Kampung Naga, Bang Napi sempat bertanya beberapa kali, untuk memastikan kita sudah di jalan yang benar…(sebenarnya tau ga siiiiy….????)

Halaman muka menuju Kampung Naga adalah parkiran luas (sepertinya mang disediakan untuk parkir pengunjung) dan beberapa warung2 yang menyediakan souvernir dan makanan besar maupun kecil. Jadi inget ’Ciboleger’ kalo mo ke Badui.

Disini kita pamit dulu ma salah seorang bapak (semacam ketua gtu deeh) yang untungnya mengijinkan kita untuk masuk, karena seharusnya buat surat ijin dulu untuk datang, karena kita berombongan, beda dengan kelompok kecil yang boleh langsung datang tanpa pamit.

Setelah dapat ijin, kita langsung menuju jalan menuju Kampung Naga yang didampingi oleh Mang udjo.

Memasuki Kampung Naga harus menuruni anak tangga yang katanya jumlahnya sekitar 300an (secara vi ga ngitung dan emang tangganya banyak jadi pecaya aja deeeh), pemandangan indah langsung terpampang. Ada sawah yang hijau…perkampungan Kampung Naga dari
kejauhan dah kelihatan susunan rumahnya yang teratur, sungai dan air terjun kecil di sebrang sawah…..

Sesampainya di Kampung Naga kita kudu silaturahmi dulu ma Pak RT setempat, pamit bahwa kita akan berkeliling dan memoto2. kita berkumpul di aula kampung. Di sini Pak RT menjelaskan sedikit peraturan bagi pendatang, apa yang boleh dan apa yang tidak. Setelah itu kita diantar keliling Kampung Naga oleh Mang Udjo. Kita di bawa ke rumah2 penduduk, ke tempat penumbukan padi, ke masjid yang terletak ditengah2 kampung, hingga ke empang.

Mang Udjo juga menerangkan betapa nuansa gotong royong masih sangat kuat di kalangan masyarakat Kampung Naga, dan memberikan contoh pada sebuah rumah kayu yang baru dibangun secara gotongroyong dengan masa pembuatan hanya 6 hari…..hebaaat…..

Kampung Naga tidak menggunakan Listrik, bukan tidak dipasang pemerintah, namun mereka yang tidak menginginkan, sehingga untuk barang elektronik yang memerlukan listrik mereka menggunakan accu/aki.

Puas keliling Kampung Naga maka kita kembali ke mobil, dengan melalui ke-300an tangga yang cukup menyiksa dan membuat ngos-ngosa, hingga sampai di mobil dengan kelaparan dan kehausan…untungnya (tetep ada untung lagi) stok makanan dan minuman kita masih ada, maka langsung kita lahap, lmayan buat ganjel…

Setelah kita kumpul semua perjalanan dilanjutkan dengan mencari tempat makan siang…..tapi berdasarkan request sebagaian besar peserta (tidak termasuk kita ber- 10 yang tetep mau makan siang seperti kmaren yang nyammie skali…) yang menginginkan makanan ala express (tempat makan padang misalnya) maka akhirnya dengan penuh keengganan kita makan di rumah makan padang yang pertama berhasil kita temukan sesampainya kita di kota garut, dan secara kita dah kelaparan (again..!!!) tempat makan tersebut langsung kita serbu yang membuat kebingungan si Uni, dan akhirnya kita jadi ambil lauk sendiri2……sewaktu makan, sepertinya ada yang nda enak niiy….vi ngambil elur dadar sepertinya dah basi….jadi dipinggirkan, trus ngambil rendang kog keras ya dagingnya….dan sayur nangkanya..hhhmmm….duuuh….ga nikmat lagi niy makan siangnya…tapi apa daya lah, sudah sangat lapar dan perjalanan pulang keJakarta masih sekitar 4 jam-an, sehingga memang harus diisi niy perut……..

Selesai makan kita segera kembali ke mobil masing2, kita segera kembali ke Jakarta.

Perjalaanan pulang pada bobo…..tapi vi terbangun karena ternyata para supir mobil ini pada kebut2an, sampe2 mobil kita hampir nabrak motor yang seenaknya brenti mendadak ditengah2….gawat-gawat….dah nahan ngjerit…..aaarrgh……

Di tol Cipularang kita dapat pemandangan bagus pas ada Kereta Api lewat di jembatan besi buatan Belanda di sebelah Jalan Tol…..kita sempetin brenti di pinggir jalan untuk poto pemandangan yang buat gw lmayan langka itu……Pemberhentian kita selanjutnya di stopan pertama di tol Cikampek, ada yang mo shalat, dan pipis, disini kita sempat menikmati goyengan yang hangat.

Sampe di Jakarta sekitar jam 7-an, kumpul dulu di Al-Azhar nungguin teman2 lain yang belum datang, soalnya kita mobil pertama yang sampai, ada yang makan soto dan somay sambil minum teh botol, setelah semua mendarat, sempetin poto2 dulu niyy….lalu tiba2 ada beberapa kejadian lucu….diantaranya; 1. kantong oleh2 Olive ktuker ma Ardi yang buru2 pulang karena mo nebeng naik taksi, dan akhirnya balik lagi…hahahahaa…..2. ada yang lupa bayar soto, karena pengen buru2 pulang naik taksi, sampe mas penjual sotonya nyariin….mana mba’ yang makan soto tadi yaa????blum bayar kog ngilang???…..hahahaa……3. walaupun kantong oleh2 Olive dan Ardi sudah kembali ke tangan yang benar, namun Ardi ’dengan baik hatinya’ tetap memberikan ’oleh2 khusus’ buat olive, yaitu sapu tangannya yang lembab dan rada ’wangiiiii’ ktinggalan di kresek oleh2 Olive…..HAAHAHHAAA…..

Kita pulang dengan ’carter’ salah satu mobil yang kita pake, langsung dianter kerumah masing2.

Yah lengkap sudah niiy LaPer Garut Trip, 17 – 19 Agustus 2006-08-30

Terima kasih untuk teman2 yang telah meng-ikut sertakan vi dalam perjalanan yang menyenangkan ini….

Iklan

Satu pemikiran pada “D3 – Garut Trip

  1. bandanaku said: walaupun kantong oleh2 Olive dan Ardi sudah kembali ke tangan yang benar, namun Ardi ’dengan baik hatinya’ tetap memberikan ’oleh2 khusus’ buat olive, yaitu sapu tangannya yang lembab dan rada ’wangiiiii’ ktinggalan di kresek oleh2 Olive

    ha …ha… asli tuh saputangan haseuuum, ada ya orang kek Ardy :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s