Rafting Camp – Saguling, Cipatat, Jawa Barat

Laporan Perjalanan Rafting Camp

Saguling, 2-3 September 2006

Prolog

Pertama dapat infonya pas Agus Rheno kerumah ngbawa brosur Rafting Camp, dan ternyata yang ngadain ‘empunya’ Equator yaitu Bang Eddy dan Mba’ Ika, jadi pengen ikut niiiy, secara dah lama juga ga rafting.

Trus infonya vi terusin ke beberapa teman dan milis yang vi ikuti, kebetulan Shella ternyata berminat juga, maka tambah semangat untuk ikut….. J

Beberapa hari menjelang penutupan pendaftaran ada beberapa teman yang menyatakan berminat juga, namun akhirnya ada 2 pengikut lainnya yang menyatakan untuk ikut juga, mereka adalah Agus dan Cony.

Awalnya mo transfer uang pendaftaran aja langsung ke Bang Eddy, namun, secara Agus Rheno juga dijadikan sebagai tempat pendaftaran, maka lebih enak untuk daftarmelaluinya, secara dia juga rela untuk datang kerumah (haree gnee apa siy yang ga ‘delivery service’…..senangnya….) maka dilakukanlah transaksi pendaftaran di teras rumah vi. J

Pas daftar ternyata ada formulir yang kudu diisi, dan secara itu isiannya banyak banget dan bersifat rada personal, maka ketiga teman vi yang daftarnya nitip tersebut, dengan sangat menyesal terpaksa dikosongkan dulu isian formulirnya, Cuma diisi no HP aja, selebihnya nyusul. L

H-2 dan H-1 menjelang keberangkatan

Rada rame Imel dan Ym ma Shella dan Conny, ada aja yang mo dijanjian, mulai dari perangkat sleeping bagdll, ingetin digicam Shella, sampe jumlah pakaian baik luar maupun daleman yang mo dibawa..maksudnya siy biar ga kurang atau kebanyakan bawanya….K

Sabtu, 2 September 2006

Pagi-pagi HP dah rame….siapa siiy yang sms pagi2 bgini…..ternyata Cony…ada apa niiy….ternyata isinya Cony nda’ bisa ikut, secara dia ternyata demam dan mual2 (waduuuh…) kasian juga…padahal kmaren-kmaren dia semangat sekali, tapi apa daya laah….

Pagi niy bebenah kamar dulu, trus mencuci segala pakaian yang dah dipake seminggu, trus packing, trus bli cemilan, cepuluh, cebelas, trus makan siang.

Sekitar jam 1 Mimi dah mendarat di rumah vi dengan suami tercintanya ‘ Agus Rheno, dan dengan cengengesan penuh bahagia. secara vi janjian ma Shella skitar jam ½ 2an, maka judulnya Mimi kecepetan niiy, maka dia pulang dulu bebenah (again…!!!)

Sekitar jam 1 lewat entah berapa Shella telp, masih nanyain packing-an dan jumlah pakaian yang dibawa (masih nda PD juga ma bawaan sendiri J )

Baru sekitar jam 2 kurang Shella sampe rumah vi naik Ojek, dan langsung pamit sama mama. Maka berangkatlah kita menuju Equator dengan sarana transportasi massal yang cukup terkenal dengan segala ke-agresifannya, yaitu; Bajaj

Pas dibajaj Agus Telp,L waduh…secara itu bajaj suaranya kuenceng buanged, maka pas babajnya brenti ngegas, tanpa basabasi langsung ngomong ‘ gw dah dibajaj niy dikit lagi nyampe, tunggu yaaa’ dan selanjutnya suara jawabannya Agus ga kedengeran, karena tu bajaj langsung ngega
s yang kenceng….wadaooow…..

Sesampainya kita berdua di Equator langsung di Sambut ma Agus yang dah nyampe duluan dan juga dah banyak peserta yang kumpul (waaa…..banyak lelakinya niiy..jadi semangat J……secara setelah beberapa kali vi ikut acara jalan2 yang diselenggarakan beberapa milis, persertanya kebanyakan perempuan mlulu, yang paling parah pas 17an ke Garut pesertanya 24, lelakinya hanya 3 L ) dan langsung menuju si Uda Eddy yang bilang daftar ulangnya di atas langsung ma si Uni Ika Jmaka tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, naiklah kita bertiga menuju meja pendaftaran dan disambut oleh mba’ Ika dengan memberikan kita kaos kegiatan (horeee…..dapat kaos ‘gratisan’ lagiiii….) dan stiker Equator. Trus selanjutnya vi bantuin mba’ Ika di meja pendaftaran…karena sepertinya mba’ Ika tuh ribet sekali dengan pernak-perniknya…..tapi ndapapa, bantuin pendaftaran kan bisa skalian ngenalin peserta2 lain yang ikut…(pastinya ada maksud terselubung…hahahaaaa…J mengerti laaah yaaaa)

Ga lama Mimi datang juga diantar oleh suami tercintanya, dan langsung bikin keributan (biasalah mimi gtu looh…kalo ga rame malah ada yang perlu dikuatirkan)

Berdasarkan itinerary kita kudu berangkat jam ½ 3, tapi masih ada 3 orang peserta yang blum daftar ulang, dan salah satunya ada nama yang vi kenal niy, pas check no. HP-nya ternyata benar, mba’ Nelly di KWWF, langsung aja vi telp, dan ternyata dia dah di Arion…sip dah deket, tinggal satu lagi, namanya Anas, mba’ Ika yang telp…aluyaaabaru masuk tol Cawang???? Oh..oke deh, kita tunggu yaaa….aduuuh gawat niiiy…..ga lama mba’ Nelly sampe juga, dan kita jadi rame reunian J dan kemudian ada pesertayang dah ngingetin….dah jam ½ 3 niiy…maka vi bantuin bebenah meja pendaftaran dan peserta lain pun berkumpul di atas semua, mo ada sdikit pengarahan dari perwakilan panita; Herman (pria yang tidak memiliki dirinya sendiri = Her Man = lelaki/pria miliknya J )

Selesai pengarahan yang ditutup dengan doa bersama (yang didaulat oleh Herman dan didukung peserta lainnya dipimpin oleh gw….daasaaaar…padahal kan gw usul doang, secara berdoa bersama harus menjadi kebiasaan saat akan memulai suatu perjalanan dan kegiatan bersama) kita turun kebawah dan menuju tronton untuk cari tempat duduk favorit masing2, dan vi kebagian duduk di bawah pake matras, soalnya tempat duduknya dah sempit, dan Shella tetep keukeuh untuk ngasi tempat nyelip, dan secara gw ga mungil, jadi tau diri dwoonk yaaa…..

Sekitar jam 3 entah lewat berapa kita berangkat dengan terlebih dahulu mampir ke halte depan arion plasa untuk ‘ngangkut’ peserta terakhir yang didudukkan dengan manisnya didepan.

Pas di tronton mulai ada yang kenalan2. begitu juga dengan vi J yang langsung berakrab ria dan saling menghina dengan Ajeng (yang ternyata kita dah kenal sebelumnya pas kemping bareng di Sukamantri acaranya Ultah Natrek I – dunia kecil yaaaa)

Dan ada Nana dan Zimbonk (dibaca dengan awalan ‘J’ dan akhiran ‘G’, dan tetep maksa dipanggil bgini scara nama aslinya Rakhmat J ) yanglmayan enak dilihat dan ternyata temen di Tradyakala – STMI yang seharusnya vi dah kenal secara dulu pernah bantu kasi materi buat Pelatihan Dasar dan mereka juga dulu ikutan sepedahan di monas…..dasaaar gw tuh pikun banget yaaaa….dan untungnya mereka berdua ga ngambek secara gw sama sekali lupa ma mereka.

Perjalanan rada panjaaaang dan lamaaaa, ± 2,5 jam…..maka jadilah kita ngobrol2, dengerin lagu dari MP3 (atau alat Bantu lainnya), baca buku, nglanjutin tidur (mimi misalnya, yang pas mobil jalan, langsung ambil posisi bobo dengan ngiket bandana kemukanya biar pas bobo ga ketauan ‘nganga’).

Sampe lokasi sekitar jam 7 kurang, dan kita langsung di boyong ke sebuah rumah yang direlakan untuk diinepinoleh kita, dan karena Cuma ada 2 kamar, maka cewe2 langsung masukin harta bendanya ke kamar, dilanjutkan de
ngan Shalat di masjid sebelah rumah, dan makan malan…hore…..dan pastinya vi duluan, secara yang lain masih malu2
J

Makan pertama dengan ayam dan tempe goreng, sayur sawi putih + sambel yang menggoda iman. Dan kita makan dengan lahapnya.

Selesai makan vi Tanya ma Herman ada acara apa pas api unggun, ternyata Cuma makan kambing guling dan pengarahan dari pelatih rafting ‘Kang Wawan’, secara kita masih blum kenal satu dan lainnya lalu vi buatin suatu game untuk perkenalan dengan menggunakan 2 kertas kecil2 yang dibagian kesemua peserta, kertas pertama untuk nulis nama dan ciri2 diri dan kertas kedua aktivitas yang disuka dan tidak disuka.

Sekitar jam 9 kita bersama-sama menuju lokasi api unggun, dan kita membuat sebuah lingkaran asal2an, dan dimulai dengan pembukaan dari Herman dan dilanjutkan dengan permainan perkenalan dadakan ala eLVi…(keluh…sebenarnya idenya Cuma biar semua kenal, entah kenapa yang keluar permainan ini yaa….??kan masih banyak permainan lainnya yang lebih seru)

Peserta diminta mengambil satu kertas yang berisikan nama dan cirri lalu mencari orang tersebut, dan setelah ditemukan si pencari harus melakukan aktivitas yang disuka dan tidak disukanya.

Selanjutnya makan kambing…..secara vi nda suka kambing jadi Cuma meriung2 dan gangguin orang aja……

Setelah puas makan kambing, semua peserta ngriung lagi, karena ada pengarahan dari Kang Wawan mengenai rafting, sungai yang akan kita arungi,safety procedur-nya, hingga aktivitas yang akan kita lakukan besok, pesan penutupnya bahwa kita nda boleh begadang malam ini, karena besok harus fit.

Sungai Citarum ternyata salah sungai yang digunakan sebagai tempat ‘Lomba Arung Jeram’ baik tingkat daerah Nasional, maupun antar klub, karena debit dari sungai ini dapat diatur melalui bendungan Saguling yang berlokasi di arah hulu sungai ini. Mulai dibuka untuk pengarungan dari tahun 1972 (lebih tua dari gw niiy…) dan mempunyai kelas jeram 3 – 3+

Kembali kerumah dah sekitar jam 11an dan kita segera bebenah untuk bobo dan memulai ritual sebelum bobo, sikat gigi, cuci muka dan kaki. Para wanita dikamar 2 ternyata lebih memilih untuk bobo di luar pake sleeping bag dan membiarkan kamar kosong melompong tak berpenghuni, dan begitu juga dengan vi yang akhirnya kebagian tempat di deket pintu belakang (nasib-nasib……)

Para lelaki menempati beberapa luar, bahkan beberapa ada yang rela bobo di teras.

Minggu, 3 Sept 2006

Vi bobo ga bisa nyenyak niiy…banyak banget gangguannya…ada yang ‘reli kereta api’….rame banget saling sahut menyahut… dan pas mo nyenyak si ibu pemilik rumah bangun, dan secara kamar nya pas depan vi, maka mundar mandirlah siibu….dan tak lama kemudian terdengar…abah…bangun bah…dah jam 4.15….bangun bah….aaaarrgghhhh……tambah nda bisa bobo…sebeeel…. L

Akhirnya vi ikutan bangun juga…..liat2 situasi masih pada bobo dengan damainya, dan mumpung kamar mandi masih kosong, vi & shella memutuskan untuk “mandi” duluan, dan langsung pake kostum siap tempur dan shalat shubuh.

Abis shalat kita jalan2 n photo2 pastinya, balik ke rumah ngupi2 dan tak lama sarapan dimulai.

Sarapan pagi kita adalah telur mata sapi, tempe (again!!) sayur + sambel (tetep…..secara hari masih pagi….) tapi vi nda ambil sayur + sambel, jadi Cuma makan telur mata sapi + tempe, maksudnya siy mo pake kecap, tapi apa daya nda ada…ya terima aja…K

Selesai makan langsung pada bersiap2, karena akan ada penjelasan dan perkenalan alat2 rafting.

Sementara yang lain pada denger dengan seriusnya vi malah sibuk moto2 in, baik peserta yang lagi denger penjelasan, yang ngjelasin, peralatan yang dijelasin, sampai ‘candid’ hal2 lucu J

Penjelasan mulai dari jenis2 perahu karet, baik yang buatan local yang sudah memenuhi standart dan buatan luar yang dah ‘ngetop’ di kelasnya. Trus bagian dari perahu, jenis dayung, pompa, lifejacket, helm dll.

Selanjutnya adalah stretching yang wajib dilakukan oleh semua peserta secara aktivitas kita hari ini lmayan berat. Ada beber
apa temen yang telat bergabung. Selesai starching kita dibagi dalam 5 regu, vi kebagian di regu 4 bareng ma Yuli, Ayu, Wawan, tarmizi dan…mmmmhhhhmmm kog lupa ya namanya…duuh maaf yaaa….
J dan skipper kita perempuan yaitu mba’ Dian dan Mba’ Fitri

Aktivitas kita akhirnya dimulai.

Pelajaran pertama adalah belajar hanyut….(hanyut aja ada belajarnya…..hebat….) ada 2 kondisinya yaitu pertama bila arusnya masih sangat besar maka posisinya adalah memasrahkan diri dengan tiduran telentang dan kaki diusahakan sejajar dengan permukaan air, karena kalo ga bakalan terantuk2 batu,pas dicoba ternyata susah juga mempertahankan posisi ini, karena arusnya membuat tubuh jadi labil, maka jadilah kaki gw jadi korban para batu yang akibat arus yang menggila…..dan di ending point-nya dah disambut ma tali yang membawa gw menepi…..fiiuuw….selameeet…..

Kedua adalah bila arusnya tidak terlalu deras bisa langsung membalikkan badan dan berenang gaya bebas menuju ending point….pas dicoba niiy, ternyata cape banget (secara vi sering berenang di kulam renang bulakbalik) dan sialnya helm vi longgar, jadi nutupin mata pas berenang (secara gw juga rabun di tambah ketutupan helm tambah nda kelihatan….sial-sial…) tapi untungnya nyampe juga…amaan…

Trus selanjutnya kita mulai rafting, tapi kita belajar dulu di jalur pendek yang Cuma 15 menit.

Tapiiiiii sebelumnya kita kudu portaging, yaitu ngangkat perahu menuju starting point…..bussyyyyeeet….perahunya berat bangeeet…..secara kelompok kita terdiri dari 5 wanita dan 3 pria…waduuuh….jadilah kita kepayahan ngangkat itu perahu, dengan panduan mba’ Skipper kita diajarkan beberapa cara portaging; dijinjing, diangkat dibahu atau diletakkan dikepala (dah pake helm niiiy) seperti ibu2 jual sayur….dan sepertinya kita bersepakat untuk melakukan dengan metode yang terakhir, tapi ada lagi kendalanya…tinggi kita nda sama…ya sudah jadi kita kudu ngatur sedemikian rupa deh barisannya biar sama2 enak dan akhirnya sampe di starting point dengan penuh keluh kesah..aduuuuhpala gw….. J

Di starting point kembali semangat….kita dibagiin dayung dan diajarkan cara memegang dayung dan cara mendayung yang benar, trus diatur posisi duduknya di atas tube (bukan di tengah perahu, tapi di samping) dan diajarkan juga untuk menyelipkan kaki di bawah tube….trus kegunaan tali yang ada di perahu, dan perintah gerakan ; maju, mundur, kiri maju kanan mundur dan sebaliknya.

Regu kita ternyata telah siap duluan, dan berarti kita akan melakukan pengarungan pendek pertama kali……sebelum pengarungan kita berdoa dulu…..

Pengarungan pertama seru banget…vi duduk paling depan, dan pas BOOM…waaah airnya masuk semua ke perahu dan kita kuyup….seruuuu….

Finish pointnya adalah di finish point latihan hanyut….dan dengan penuh semangat regu kita langsung portaging lagi….karena mo pengarungan kedua ditempat yang sama, tapi…..pas semangat jalan kog mba’ skipper kita nda ada yaaa……tunggu dulu depan masjid…..ternyata mba skipper kita masih dibelakang, nyusulin kita sambil bawa tentengan plastik item isi pisang goreng…..ya ampyuuun…ternyata sebenarnya disediakan air + pisgor di finish point….saking semangatnya kita melawati semua itu….

Kembali ke starting point dengan bersusah payah portaging, tapi kali ini nda terlalu nyiksa, soalnya dah pengalaman dari yang pertama kaaan….

Kali ini regu kita jadi yang ke-2 pengarungan pendek ini, dan kali ini posisi duduknya kita tukeran, vi kebagian di belakang, tapi tetep seru…

Pas sampe di finish point gantian kita yang leha2, ngabisin sisaan pisgor yang tinggal beberapa dan minum, sampe semua kelompok dah naik keatas, kita jadi yang terakhir naik J

Kali ini kita kembali ke rumah dan semua ngriung di teras depan, soalnya masih kuyup niiy dan langsung rame ngomongin keseruan masing2, dan kita disuguhi semangka…enaaaakkk…..

Sehabis pada shalat dzuhur kita makan siang dengan menu sayur asem, ikan, tempe goreng (again..!!!) + sambel yang pedes banget plus krupuk….

Selese makan pada persiapin baju dan perlengkapan buat mandi ‘air anget’ di finish point dan di packing berdasarkan kelompok. Dan secara siang ini matahari bersinar dengan penuh semangat, mengakibatkan semua peserta berusaha melindungi dirinya dengan pake ‘sunblock’

Pengarunga kedua ini bakalan panjang, sekitar 2 jam-an dan starting point nya di tempat kita finish tadi….jadi langsung aja pada nurunin perahunya.

Pengarungan panjang ini regu kita memulai pengarungan pertama…. Dan makin ke hilir jeramnya makin ‘ramah’ dan secara arusnya lumayan, jadi kita nda terlalu banyak mendayung dan kita jadi banyak becanda2 di perahu….kita ber-dadadada ria dan menghampiri kalo liat ada orang di tepi sungai dan den
gan anekdot ‘ semua harap tenang banjir telah tiba (inget iklan Amild yg di tipi???) ditambah dengan kehadiran ‘pak mentri agama “Tarmizi” sehingga kita kasi nama regu kita ‘perahu pejabat’ hahahaa……
J di tengah pengarungan kita disusul ma regu lain, dan terjadi perang siram2an air, dan kedua skippernya main dorong2an (koq jadi mereka yang seru yaaa….)

Pas sungainya dah tenang kita diajarkan flipflop (cara membalikkan perahu dan mengembalikannya seperti semula dengan menggunakan tali yang dikaitkan disalahsatu ring pada bagian perahu dan dengan menggunakan berat tubuh kita perahu dibalikkan dan kita melompat kesungai supaya tidak ketindihan perahu) ma skipper kita maka kita melakukannya bergantian 3-3….vi kebagian yang pertama, dan setelah melakukannya..ternyata asik juga…..beruntungnya..secara kelompok lain ternyata ada yang ga nyoba J

Kita sampai di finish point di bawa jembatan lama sebagai regu terakhir, trus kita lanjut dengan acara ‘ngempesin’ perahu bersama-sama dan photo2 dan sampai diatas ternyata dah ditunggu dengan kelapa muda…asiiik…..

Tronton kita nunggu di jembatan dan perjalanan naik ke atas jembatan itu ternyata syusyah…nda ada jalur dan banyak ilalang kering..dan terjal, jadinya licin banget…untungnya ada Zimbonk yang bantuin…kalo ga, bisa nda naik2… L

Kembali ke Tronton dan duduk manis, secara badan dah kuyup, kita melanjutkan ke tempat pemandian air panas.

Sesampainya di pemandian air panas kita kudu bayar Rp. 1.000/orang trus mandinya ada kamar2-nya dan bayar lagi Rp. 1.000/orang. Vi mandi berlima bareng Mba’ Ika, Shella, Mimi, dan Ayu. Enak juga tempatnya ada pancurannya buat masing2 orang J

Kita mandi dengan sangat ributnya, secara itu airnya panas buanged….

Selesai mandi, dandan dikit, dilanjutkan dengan shalat di masjid setempat, dan kembali ke tronton untuk pulang ke rumah karena kudu bebenah dan makan malam tlah menanti.

Tapi ternyata ada peserta yang kurang…ditunggu koq lama yaaa..setelah di cek oleh 3 panitia; Herman, Jack n rudi ternyata Mas Nunu (aih….tapi jangan berharap untuk membayangkan si ganteng mas nunu ‘keanu’…jauh banget soalnya)yang orangnya yang saat itu berlari2 dengan badan yang masih basah (kayanya dah ga sempet ngeringin pake anduk)….duuuh mandinya lama sekali yaaa…..ngapain aja siiy…..vi pikir tadi kita dah yang paling terakhir menuju ke tronton, secara kita keasikan ngobrol di masjid

Sesampainya di rumah langsung pada packing, dan ga lama kemudian makanan tlah siap dan langsung diserbu…kali ini lagi2 vi yang pertama makan J dasar gembul….menunya Ikan mas dan tahu goyeng (akhirnya nda ketemu ma tempe…hehehee…)+sambel andalan…

Selesai makan, shalat maghrib, sambil pada sibuk tuker2an no. telp n imel (berharap semoga no. telp n imel peserta dibagiin ma ‘empunya’ equator)

Sekitar jam 7 kurang kita dah bersiap2 di tronton, walaupun kali ini sebenarnya vi masih kebagian tempat duduk, tapi sekali lagi vi keukeuh duduk di bwah, karena dah nyiapin matras dan ngatur tas buat senderan….soalnya mo menikmati perjalanan pulang sambil selonjoran sepertinya enak….dan ternyata mang nyaman sekali….sayangnya vi bukan tipe ‘pelor’ jadi susah sekali memaksakan mata untuk tidur diperjalanan, walau mata dah dipejamkan, dan dibantu ma anduk kecil buat nutupin muka, tetep aja nda tidur.

Sepanjang jalan semuanya ‘tewas’ bobo dengan damainya…baru pada bangun sekitar pintu tol cawang, karena ada yang mo turun, yaitu Zimbonk dan seorang cewe (sapa ya namanya…mmmhmmm) karena mreka rumahnya di daerah timur sana.

Selanjutnya kita semua mendarat dengan selamat di halaman muka ‘Equator’ dan turunin barang, trus masih cerita2 buat janjian burning photo, selanjutnya kita pamit ma panitia dan mulai berpisah…ada yang dah dijemput suaminya…ada yang langsung jalan kaki (secara rumahnya deket kaliii…) ada yang naik Bajaj, naik bis dan vi naik taksi bareng Agus, Ajeng dan mas Nunu secara rumah kita memang searah…..

Akhirnya selesai niy LaPer Rafting Camp di Sungai Citarum, 2 – 3 September.

Beda acara, beda orang, pastinya selalu punya kesan yang berbeda.

Until d next Laper ya….

Cheers,

eLVi

Iklan

3 pemikiran pada “Rafting Camp – Saguling, Cipatat, Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s