My last day in Palu

My Last Day in Palu

Exploring Palu & Beautiful Beaches of Donggala

17 Sept 2006

Dari awal mo ada rencana kunjungan ke Palu, vi dah menghubungi Tean buat nganterin vi jalan2 keliling Palu dan tempat bagus lainnya yang bisa di kunjungi.

Kenal ma Tean tuh pas ada financial clinik – SGP PTF di Bogor bulan Juli lalu. Tean salah satu fasilitator dari Regio Sulawesi, dan secara vi yang bertugas untuk menghubungi semua peserta dan fasilitator yang akan menghadiri acara tersebut, maka berakrabrialah dengan semua orang……termasuk ma Tean J

Vi ke Palu dalam rangka ‘mendampingi field visit RCO dari Philipina’ dan secara si Pak Ed tersebut nda bisa berbahasa Indonesia, maka vi juga bertugas sbg translator (keluh…)L

Dari hari pertama sampai di Palu (Rabu, 13 Sept 2006) langsung sibuk, karena jadwalnya mang padat banget. Dilanjutkan dengan field visit ke site-nya Grantees SGPPTF di TN Lore Lindu selama 2 hari. Maka baru bisa bebas hari Sabtu, secara si Om Ed (dah akrab niiy…..) pulang duluan ke Jakarta J

Malam sabtu vi dah telp Tean buat mastiin, dan akhirnya kita spakat dia jemput vi di hotel jam 8 pagi (catet yaaa…..)

Sabtu pagi dah bangun, dan buru2 mandi, siapin segala peralatan perang; air minum, tripot, sunblock, dan lain2. dan langsung sarapan. Waktu telah menunjukkan Jam 8, tapi koq blum klihatan yaaa….vi sms ; kalo dah sampe lobby kbri ya…dan langsung dijawab : ok vi…(berarti blum jalan niiy…curiga…) skitar ½ 9 ditelp : vi di hotel Rama kan..??? tunggu ya 5 menit lagi….(waduuuh…berati masih blum jalan juga…..dasar-dasar…) nda lama akhirnya muncul juga di lobby…. Basabasi dikit dan vi suguhkan print out hasil browsing ttg segala tempat wisata di Sulawesi Tengah. Awalnya Tean nawarin ke Lembah Besoa (lokasi prasejarah zaman batu), sebenernya sangat berminat, tapi mengingat tempatnya jauh banget dan waktu tempuhnya sekitar ³ 3 jam (kebayang ga siiiy bakalan pegel linu) dan kita bakalan naik motor (untungnya motor cowo yang gede bukan bebek, jadi rada nyaman), daripada menghabiskan waktu dijalan, maka diputuskan untuk exploring kota Palu dan beberapa pantai yang Indah di Donggala, yang bisa ditempuh sekitar 1 jam-an dari Palu….akhirnya…..J

Kita berangkat sekitar jam 9 …keliling kota Palu yang bersih dan tertib, trus nglewati lokasi MTQ Jabal Nur yang bagus, namun sayangnya tidak dimanfaatkan dan lanjut ke Kampus Tadulako-keliling kampus, liat teluk Palu dari Kampus ternyata bagus banget, juga terlihat kotanya, lancape kota Palu kalau menurut vi mirip dengan kota Padang karena pemandangannya perpaduan antara pantai dan bukit di belakangnya dan ada sungai besar yang membelah kota. Selesai di kampus kita jalan lagi susuri pantai yang sedang tidak berombak (mungkin karena kota Palu di teluk Palu, sehingga ombaknya tidak terlalu besar). Dan tempat selanjutnya yang mo kita kunjungi adalah Museum Sulawesi Tengah (ternyata Tean juga blum pernah memasuki museum tsb, secara dia warga Palu), dengan membayar tiket masuk seharga Rp. 1.500/orang, kita keliling.

Museum Sulawesi Tengahisinya ternyata lumayan menarik, mulai dari cerita prasejarah peninggalan zaman batu yang ditemui di kawasan TN Lore Lindu, kebudayaan etnis di wilayah Sulteng yang cukup beragam, mata uang jaman dahulu kala, hingga informasi mengenai Ekosistem Taman Nasional Lore Lindu.

Puas keliling dan poto-pot
o di museum kita lanjut dengan makan siang, secara waktu juga telah menunjukkan Waktu Indonesia Bagian Lapar.

Kita makan siang ‘Kaledo’ (Sup kaki Sapi yang kuahnya rada pedas tapi nyamnyam) yang katanya khas Sulawesi Tengah di sebuah rumah makan di Jl. Diponegoro (katanya memang enak dsini, karena yang masak memang asli orang Kaili). Selain makan dengan nasi, Kaledo juga biasa dimakan dengan singkong rebus (binun juga pas dimeja disuguhi juga singkong rebus yang lmayan gde…) dan puding gula merah sebagai makanan penutup…lagilagi nyamnyamnyam……

Puas makan vi cari masjid dulu buat shalat dzuhur dan Ashar, secara perjalanan masih sangat jauh niiy…….dan kita berlanjut ke Rumah Tradisional Banoa Sou Raja. Rumah Sou Raja disebut juga Banua Mbaso yang berarti Rumah Besar yang merupakan warisan keluarga bangsawan suku Kaili, dibangun pada 1892 oleh Raja Palu Jodjokodi. Bentuk rumahnya brupa rumah panggung perpaduan gaya Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan. Sayangnya rumahya ditutup, dan tidak ditemukan ada orangyang bisa membantu, jadi kita memuaskan diri dengan poto2 di teras dan sekeliling rumah.

Sekitar jam 1 kita melanjutkan perjalanan panjang kita ke pantai di Donggala, tepatnya objek wisata Pusentase di desa Towale sekitar 46 km arah barat laut kota Palu (34 km arah barat daya dari Kota Donggala). Pusentase berasal dari bahasa Kaili yang berarti Pusar air Laut atau sumur laut. Sumur air laut terletak didaratan/pantai, seperti palung laut. Airnya jernih dan terdapat ikan-ikan laut yang berwarna warni didalamnya. Disepanjang pantainya ditemukan beberapa gua kecil dan sebuah gua yang cukup besar (bisa dimasuki tanpa menunduk), kemungkinan dari situlah air Pusentase berasal (analisa gw pribadi niiy….kemungkinan ada saluran dibawah yang terhubung dengan gua2 tsb, sehingga bila air pasang, air akan mengalir mengisi pusentase)

Pantainya berpasir putih halus dan tidak lengket, menurut Tean, Pantai Pusentase menghadap selat Sulawesi (berarti didepan adalah pulau Kalimantan, plis cek di Peta). Pantainya bersih sekali dan saat itu laut cenderung tenang, sehingga tidak berombak….sebenernya dah napsu banget mo brenang—–tapiiii……

Secara kita sampai sekitar ½ 3, matahari masih bersinar dengan semangat dan lmayan puanaaas, sialnya dsini nda ada yang jualan karena masih hari sabtu dan pengunjungnya cuma kita…..jadi kita mash menahan diri untuk exploring….masih liat2 situasi dan poto2 dari sebuah dermaga, ngobrol2 sambil baca buku ditambah dengan angin berhembus dengan enaknya, mang menggoda buat bobo deh, pas matahari mulai agak condong, vi mulai exploring pantai sendiri, secara Tean ternyata lebih milih bobo sore, maka vi langsung menuju pantai, liat gua2 kecil dan gua besar….sebenarnya mo masuk lebih dalam, tapi kog ‘feeling not good’ yaa….akhirnya cuma poto2 di depan gua aja, tanpa brani pelongok2 lebih dalam lagi. Trus vi liat sumur air laut yang unik tersebut, karena bentuknya seperti kolam tapi sepertinya siy lmayan dalam, seperti palung, ada karang-karang didalamnya , dan ada beberapa ikan karang kecil dan sedang (seukuran ikan 1 kiloan deeh) yang berenang didalamnya. Menarik juga siiy….

Sekitar jam 4 kita melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tanjung Karang di 5 km utara kota Donggala. Merupakan kawasan pantai dengan pasir putih dan pemandangan yang terhampar perpaduan ujung teluk Palu dan laut lepas menghadap selat Sulawesi. Dan pantai yang terhampar baguuuus banget dan bersih, tapi sekali lagi sayangnya kita niatnya ga berlama-lama disini, jadi harus menahan diri untuk berbasah2an di pantai karena mo ke pantai Taman Ria di Palu….sekitar ½ jam di pantai sambil menikmati minum yang kita bli di warung setempat, kita bersiap pulang. Dah naik motor tapi—–sepertinya ada masalah……ternyata ban belakang motornya Tean kempes……GAWAT—-GAWAT L….duh gmana niiiy…..akhirnya kita mampir di warung tempat kita bli minum sebelumnya dan tanya2 dimana tempat tambal ban, ternyata lmayan jauh, kudu ke kota Donggala, yang berarti 5 km…wheeeew….awalnya kita dipinjami pompa, setelah Tean berusaha pompa kog nda ada kemajuan yang berarti yaaa…..???? akhirnya kita sepakat vi tunggu di Tanjung Karang, sementara Tean membawa motor dengan ban kempesnya mencari bengkel…..kasian juga niy Tean, semoga bisa cepat mendapatkan bengkel tambal ban….sementara Tean pergi, dari pada BT nunggu, vi titip tas dan helm kita di warung, dan vi kembali kepantai, cari tempat duduk yang PW untuk menikmati sore sambil dengerin radio dari HP dan liat beberapa anak kecil yang lagi brenang2 di pantai…jadi iri L….dan beberapa kapal yang terlihat mundarmandir lewat….sekitar maghrib vi kembali ke warung, dan kebetulan depan warung ada masjid maka vi sempetin buat shalat dulu….naah pas mo wudhu vi denger ada motor datang, dan ternyata Tean (thank God….J )urusan dengan ban teratasi….

Pas vi tanya knapa ban-nya kempes…ternyata…….akibat perjalanan panjang dan hari yang panas banget, ditambah tuh motor biasa ber-single fighter, jadi kayanya kali ini rada over weight alias keberatan….HAHAHAHAA……..ditambah lagi ada beberapa jalan yang nda mulus yang bikin kita ‘terloncat’ dari motor….jadi sebenernya tuh ban dah ‘jerit-jerit keberatan’ ….HAAHAHAHHAAA…..ada-ada aja siiiy….J

Urusan ban beres, maka kita pamit ma ibu warung secara hari dah gelap, yang niat awalnya mo muter2 kota Donggala di sore hari jadinya muter2 malam, tapi ndapapa, secara malam itu ternyata langit indah banget…bintang2 terang benderang, semarak pokoknya….

Perjalanan kita ke Palu masih panjang niiiy…secara vi dah mulai pegel dan ngantuk, alhasil setengah perjalanan pulang menuju Palu vi bobo senderan di punggungnya Tean (maap kalo keberatan…)untungnya Tean juga bawa motornya nda ngebut. Sampe di Palu kita lewati Pantai Taman Ria yang dah mulai rame, tapi kita cari makan dulu niiy, dah laper, secara ini my last night, maka vi mo makan ikan bakar aja, dan mulailah Tean cari tempat makan ikan bakar (katanya siy penjual ikan bakar kbanyakan orang Makasar…jadi uenak…)

Tempat makannya unik juga, ikan2nya di jejerin didepan, dan kita tinggal milih, lalu semua diproses didepan kita. Kita pesan ikan (entah apa namanya) yang ukurannya cukup untuk kita berdua dan beberapa cumi dibakar pake rica…..

Ada lagi uniknya…..selain disuguhkan nasi putih di tempat terpisah, kita juga diberi semangkok kuah kaldu (entah kaldu apa…)yang rasanya enak, trus ada berapa macam sambal di mangkok, diantaranya : sambal kacang, sambal tomat dan sambal …..(sesuatu yang kehijauan, mungkin cabe ijo…entahlah)

Beres makan kita masih lanjut ke tujuan terakhir kita hari itu…..Pantai Taman Ria…yang ternyata rame sekali, secara malam itu adalah malam minggu..akhirnya diantara semua keramaian itu untung masih ada tempat yang kosong buat kita berdua duduk2 sambil menatap pantai teluk Palu dan Bintang2…indah bangeeet….

Pantai Taman Ria ini mang asik buat kongkow2…tempatnya bersih dan tertib…ada siiy anak2 kecil ngamen, tapi nda terlalu mengganggu seperti di tempat lain yang biasanya rada maksa, bikin ga nyaman berlama-lama……disepanjang pantai ini memang disediakan kursi2 dan meja untuk duduk2 sambil minum kopi. Dan malam itu kita pesan ‘wedang jahe’ yang lmayan enaklah….secara gw biasanya nda terlalu suka wedang jahe…secara pantai ini merupakan tempat terakhir dikunjungi, jadi vi bener2 puas2in…..leha-leha, secara badan mang dah pegel banget, ngobrol2 ma Tean tentang segala kelucuan selama seharian kita jalan dan sebenernya pengen banget lebih berlama-lama di Pantai, kalo nda inget dah ada janji ma Ibu Rukmini dan Selma di hotel L

Sekitar jam 10-an kita pulang ke Hotel, dan secara vi mang dah ngantuk berat…lagi2 vi ketiduran pas dimotor, dan kbangun pas Tean kasi tau gedung Gubernur, DPRD, dan selanjutnya sampai di hotel vi lanjut tidur di punggungnya Tean (maap sekali lagi kalo berat…dan ga nyambung pas ngomong di motor) sampe akhirnya kita mendarat di hotel, baru bangun dan dengan gontai masuk kedalam dan teryata di lobby dah ada Ibu Rukmini dan Selma nunggu dengan kresek item satu gembolan buat oleh2(maap ya kelamaan nunggunya dan makasi dah disiapin oleh2) dan berusaha buat senyum2, ambil kunci dan ngajak semua untuk naik ke kamar vi no. 132 di lantai 3 (naik tangga….waduuuh…)

Dikamar vi langsung cuci muka biar lebih seger dan ganti celana panjang biar lebih nyaman, dan ternyata tean langsung cerita2 seruma Selma seputar perjalanan kita dan ban Kempes…..nda lama Bu Rukmini nyusul dan langsung vi transfer bbrapa file ke laptopnya.

Kita lanjut ngobrol2 tentang segala perjalanan vi selama di Palu, sampe akhirnya sekitar jam 11 mereka semua pulang,dengan tidak lupa vi pesan supaya di telp bsk pagi (secara pesawatnya jam 07.15 am, jadi kudu bangun rada subuh) sapa tau vi kebablasan bobo…..

Setelah semua pulang, vi mandi, lanjut shalat, dan packing….bobo sekitar jam 12-an..

Puas banget jalan2 hari ini, exploring pantai2 yang indah banget dengan pasir putihnya yang lembut, makan enak, dan perjalanan yang seru…..dan makasi banget buat Tean yang telah merelakan satu harian dan sebuah ban motornya J untuk nganter vi jalan-jalan…..

Info tempat wisata di Sulawesi tengah :

www.infokom-sulteng.go.id

www.myindonesia.com/sulawesitengah

Iklan

6 pemikiran pada “My last day in Palu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s