Laporan Perjalanan menggapai Gn. Rinjani

Laporan Perjalanan

Gunung Rinjani.

Perjalanan menggapai Indahmu

Meraih sesuatu yang indah memang memerlukan perjuangan, keteguhan hati serta kesabaran yang cukup tinggi….Indahmu Rinjani……terbayar segala keletihan dengan kepuasan yang terengkuh saat menggapai segala keindahan yang kau tawarkan….luar biasa………

Prolog….

Sebenernya nda pernah kebayang hari gni vi masih aja naik gunung, gunung yang indah pula dengan danaunya yang luar biasa. tanpa persiapan dan nekat aja daftar pendakian massal Gunung Rinjani bersama Komunitas Jejak.

Awalnya vi diajak Mimi(temen vi dari SMA yang mang doyan naik gunung, bahkan bersuami pendaki gunung juga….mang dunianya ga jauh berbeda) sebenernya malaaaas banget untuk ikut, secara sebenernya dah sadar diri, vi dah lama nda olah raga berat selain berenang, perlengkapan mendaki gunung siy masih lengkap sebenernya, nyaris vi museumin, secara dah nda pernah dipake dan dah pada uzur. lagipula acaranya tuh dah berangkat dari hari ke-3 lebaran….duuuuh….berat juga ninggalin rumah secara baru hari ke-3 lebaran….. L

Mimi dah ngabarinnya dari akhir bulan Juli, dan vi Cuma bilang ’pikir-pikir dulu deh mii…’ tapi ternyata mimi tuh ngotot banget mo ikut, vi sampe binun juga,secara dia dah bekeluarga dan kudu ninggalin anaknya yang umur 3 taon dan suaminya sekian lama (kalo nda salah perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 10hari secara akan menempuh jalan darat over land Jawa-Bali).

Sampe akhir Agustus mimi nanyai terus…akhirnya vi bilang kalo Cuma kita berdua aja (cewe dan cewe) v nda PD ikut….karena vi tau mimi gmana, makanya nda PD kalo Cuma b2, jadi vi bilang kudu ada cowonya yang ikut, akhirnya mimi puntangpanting cari cowo yang mo ikut.

Pas kita ikutan rafting camp di Citarum, mimi berhasil ngbujuk Zimbonk untuk ikut, dan entah knapa tuh anak semangat banget menerima ajakan mimi ke Rinjani, dan karena dah ada cowo yang ikut, jadi nda ada alasan lagi buat vi menolak ajakan ke Rinjani ini.maka dengan riang gembira mimi mendaftarkan kita ber-3; mimi, vi dan Zimbonk.

Pas ada technical meeting seminggu sebelum puasa, vi nda bisa ikut, secara hari minggu siang itu vi baru pulang dari Palu – tugas kantor sekalian jalan2 (dasaaaaar….tetep diusahain ada unsur jalan2nya walaupun tugas kantor juga) J jadi apapun yang diinformasikan pas TM itu vi percayakan kepada Mimi dan tinggal terima laporannya aja….

Sepulang TM mimi langsung laporan ke vi mengenai TM, bahwa kita akan satu kelompok bersama Abhu dan Ita. Dan hal2 lainnya yang berhubungan dengan segala tatib pendakian. Trus sekitar minggu menjelang puasa vi, mimi dan Zimbonk janjian niiy, untuk rembugan mengenai kelengkapan logistik kita.

Menjelang Lebaran Zimbonk buat penyataan buruk bahwa dia ternyata nda bisa ikut…waduuuh gawat niiiy…vi langsung ilfil niiiy…

Ternyata ada lagi temen vi yang mo ikut; Agus atau yang vi panggil Ajus.….temen di UVB yang tau kalo vi mo ke Rinjani setelah lebaran pas buka puasa bersama UVB. Dan usaha banget minta ikut, katanya dah lama nda jalan2 J akhirnya vi tanya mimi dan mimi tanya ke Rini yang katanya ketua panitianya…..beruntungnya Ajus bisa ikut.

Buat penggantinya Zimbonk akhirnya mimiyang cari dan dapatlah Bolay bin Hidayat anak Beji,yang baru vi kenal pas hari keberangkatan kita dengan sangat jaimnya, dan ternyata kelakuannya antjoeeeeer bangeeet…..J

H1 – alias lebaran hari ke-2, atau 25 Oktober 2006

Sore ni sebenernya janjian untuk packing bareng di rumah, tapi dah jam 3 blum ada yang datang juga, dan akhirnya Ajus, yang kebetulan rumahnya mang deket (di pramuka blakang pasar burung) nongol juga dibonceng ma ojeg dengan membawa tas karielnya.

Ngobrol2, keluarin barang yang mo vi titip di tempatnya ajus ; tenda dan minta Ajus untuk beli spritus buat trangia. Nda lama mimi sms isinya = vi gw masih di Bogor dah mo pulang niiy…tunggu yaaa. Akhirnya vi bilang ma Ajus, setelah ditunggu sampai jam 5 kog blum nongol juga yaaa….dan mimi sms lagi = vi gw masih di Bogor, mo pulang niiiy…..sampai akhirnya Ajus pulang dan mimi tetep usaha sms = vi gw mash di Bogor, sori yaa, gw usahain malam ke rumah. Dah ga vi tanggapin, dah males kaleee……sementara vi ngberesin barang vi yang mash bersisa sekitar jam 9 malam, Mimi Sms lagi = vi gw mampir ke Depok dulu, jemput Bolay, besok pagi2 ke rumah lo deh. Dan vi Cuma bales = teserah lo deeeh……(dah males kaleeeee……..untungnya vi dah biasa ma kelakuan mimi yang kaya gni, kalo nda dah ngamuk2 kleee…..) L

Hari Keberangkatan – Kamis, 26 Oktober 2006

Pagi ini bangun pagi,. Beberes, secara hari ini hari keberangkatan vi ke Rinjani dan overland Jawa bali yang bakalan 2 harian di Bis, maka vi menyiapkan daypack vi dengan segala kebutuhan selama perjalanan tsb; jaket buat di bis, 2 buku bacaan buat di bis (secara biasanya vi rada susah tidur di perjalanan), lampu baca buat malam, handuk kecil dan perlengkapan mandi buat mandi di somewhere besok pagi, serta cemilan, cepuluh, cebelas J

Di Itenerary yang vi dapat, jadwal kita untuk daftar ulang sekitar jam 9 pagi, maka Sekitar jam 8 vi telp mimi (yang katanya pagi2 mo kerumah…) ternyata masih blum jalan dari rumahnya di Kartini, jadi akhirnya kita langsung ketemuan di Basecamp Jejak – Buaran aja, yang saat itu vi bahkan nda tau dimana tempatnya. Katanyanya mimi siy didepannya bioskop Buaran, nanti bisa tanya2 deeeh…yang penting vi jalan dulu.

Beruntungnya vi pagi ini adek vi bersedia untuk nganter dan kita janjian ma Ajus di pintu kereta Pramuka. Diperjalanan tibatiba ada telp…yang ternyata dari Ita (yang sekelompok ma vi itu….)nanyain vi dah dimana…vi bilang dah dijalan, dan mumpung dia dah di BC jejak, sekalian aja vi tanya2 ancer2 menuju kesana….setelah beberapa kali vi telp2 untuk mastiin bahwa vi sudah di jalan yang benar, akhirnya kita mendarat juga di meeting point itu, di samping kolong jembatan depan bioskop Buaran, untungnya ke-2 bis safari itu bertengger dengan manisnya, jadi mudah ditemukan J

Begitu mendarat tampak lah para peserta yang saat itu masih pada Jaim dengan kostum dan atribut’anak gunung’ yang terlihat jelas, serta tumpukan tas kareil yang gede2 bgt (jadi minder niiy, secara vi hari itu bawa travelbag berupa koper geret…..heheehe….)dan vi langsung mencari Ita, melewati gang dengan binun (secara mang baru kali itu ke daerah situ, maka dengan tanya2 ke orang2 yang terlihat seperti peserta juga, sampailah dimuka meja pendaftara dan bertemu juga dengan ita..yang ternyata Ita itu Cewe manis berjilbab (lirik ita yang GR…hehehee) dan vi juga akhirnya kenalan ma Abhyu yang bernama asli Lingga Prabowo yang ternyara sohibnya Ita dan bergabunglah kita….sementara itu vi ma Ajus ke Pendaftaran untuk mendaftar ulang diri kita, dab kita mendapatkan 1 nametag yang sudah ter
tulis nama dan kelompok, 1 kaos berwarna merah meriah (vi ambil yang ukuran L), beberapa stiker dan cover bag…asssiiiiiikkkk, tengkiu yaaa……

Sambil menunggu2 waktu keberangkatan dan panitia Packing tas Cariel raksasa milik peserta ke dalam bis, kita saling mengakrabkan diri, ngobrol2, mulai poto2, vi celingukan liat2 kelakuan peserta lainnya, ada yang dah poto2, beberapa ada yang dah ngobrol dengan bergerombol, ada yang makan mangga sendirian di pojokan, ada yang bengong2 juga, dll.

Sekitar ½ 10 am mimi muncul dengan taksinya bersama Bolay bin Hidayat, dan ga lama kita semua digiring masuk ke bis kita masing2, tanpa didahului dengan ’basabasi dari panitia untuk mengumpulkan kita bersama dan doa bersama’. Vi kebagian di Bis 2, dan secara duduknya dah diatur, maka dengan tertibnya kita menuju bangku kita dan duduk dengan tertib. Vi kebagian bangku rada kebelakang, tapi nda papa.

Jam 10.00 am bis berangkat…..akhirnya perjalanan panjang ini dimulai juga….bismillah, semoga kita semua diberi keselamatan diperjalanan dan dapat kembali dengan selamat…amiiin…..

Bis mulai bergerak dengan mengarahkan diri menuju tol Cikampek, dan dengan sigapnya panitia mulai membagikan jatah nasi makan siang yang dikemas dalam ’sterofoam putih’. Beberapa ada yang langsung makan dengan lahapnya, tapi vi dan Ita nunggu sampe agak siang, karena menurut info siang ini nda ada berenti untuk makan siang, selain berenti untuk shalat….waduuuh….

Diawal perjalanan ini duduk bersama vi dan Ita, Panitia bernama ’Inyoy dan Shendy’Cendol’ bergantian, dan kita tanya2in tentang Komunitas Jejak ini, secara vi memang belum kenal, jadi lmayan ada yang bisa menjelaskan. Selanjutnya Ita dan Inyoy nglanjutin ngobrol, secara ternyata mereka tetanggaan dan vi mulai baca buku. Ada juga Ibor (poto anaknya mengisi tempat poto di nametagnya)yang kadang bergantian duduk di bangku sebelahnya Ita yang mang kosong. Beberapa peserta lain terlihat mulai melanjutkan bobo indah mereka.

Sekitar jam ½ 2 pm kita berenti di Indramayu untuk Shalat, dan dengan bergerombol kita beramai-ramai menuju mushala yang terletak dibelakang rumah makannya. Sekitar 30 menit kita istirahat, dan kemudian perjalanan dilanjutkan. Perjalanan di sepanjang Indramayu diwarnai dengan deretan pedagang mangga yang menggoda (sayang nda boleh berenti, padahal vi yakin banget kalo bisa berenti, abang2 penjual mangga itu pastinya diborong dagangannya J ), trus karena mo menikmati perjalanan dengan lebih leluasa vi usaha pindah kedepan, dan untungnya ada Ibor yang merelakan bangku yang lagi didudukinya buat vi….jadi senang bisa duduk depan di belakang pak sopir yang sedang bekerja . Karena duduk depan jadi lebih banyak yang dilihat, kondisi jalan yang lagi dibetulan (yang diliput beberapa media dalam laporan mudik), kecelakaan motor yang nda 1x, tapi ada beberapa, pedagang batik pekalongan yang ternyata meriah banget, dan didaerah Tegal (kalo nda salah) ternyata ada beberapa peseta lagi yang mang dah janjian, dan pas liat bis kita lewat dengan semangat mereka berhamburan mengejar bis, dan mereka di tempatkan di bis 1 (klo nda salah mereka adalah Tedjo, Purwa dan entahlah sapa lagi). menjelang maghrib vi kembali ke bangku vi, karena dah gelap, jadi nda seru aja, lagipula garink juga nda ada yang ngajak ngobrol L

Jam 7.00 pm kiita berenti di Kendal, ISHOMA, vi ma temen2 sepakat untuk makan dulu, secara mushalla dan kamar mandinya langsung diserbu ma peserta laiinya. Pas dah ambil makan yang ditata secara buffet, beberapa temen langsung ngeluh…ternyata harganya lmayan mahal….dan karena nda ada imbauan dari panitia untuk berhati2, jadi pada ngrutu aja, tapi sudahlah….pelajaran untuk besok2 yaa…..abis makan, vi sempetin untuk mandi, enak seger bangeet….dan shalat, trus perjalanan dilanjutkan. Secara sekarang dah malam, beberapa peserta ada yang langsung bobo…tapi kerena dah mandi vi jadi segeer niiy, nda bisa bobo niiy…..untungnya cowo2 yang duduk diberlakang vi rame…seru bangeet….mereka tuh gerombolannya Cmat, ari, gege, dll lagi ngledek seorang peserta cewe yang duduk sendirian dibelakang….awalnya ledek2an biasa, sampai akhirnya ada yang nyletuk ’mirip suzanna yaa…..’ kondisi nya didukung dengan niy cewe gi asik sms dan sinar dari hpnya pas mengenai muka, jadi mukanya bercahaya gtu, dan secara bis kita dah gelap, maka dengan bahagianya para cowo itu langsung buat julukan baru ’nyi blorong’ atau dikemudian hari selama perjalanan ini akrab dipanggil ’nyai’ J. FYI bahwa namanya Riana atau akrabnya Nona Ana. Selain itu juga terlihat aktivitas beberapa peserta yang duduknya di kursi depan pada sibuk dengan kain gorden bis untuk menutupi angin AC yang lmayan dingin, mereka tuh kreatif banget, ada yang kainnya diiket ke tali daypack yang mang ditaro diatas, sampai ada yang keluarin selotip gde dan kain2 gorden itu akhirnya ditempel keatas…..ada2 aja siiy. Malam itu kita juga masih mengangkut peserta tambahan yang janjian di Semarang, dan ternyata ada ’Pringgo Didgo’ sepupunya Vitri (sohib di di kampus) dan mereka ditempatkan di bis
2, jadi tambah rame aja, pa lagi ternyata cowo2 ribut diblakang vi itu kenal juga ma digdo, jadi pada reunian deeh, secara mereka dulu ternyata pernah ketemu pas pendakian massal Mahameru 2 tahun lalu. Selanjutnya usaha untuk tidur…zzzzzzz…..

H2 – Jumat, 27 Oktober 2006

Sekitar tengah malam jam 3-an vi terbangun karena bis tiba2 ribut…LAPINDO…LAPINDO. dan vi juga langsung liat ke Jendela (kebetulan vi duduknya pas disisi jendela), dan terpampanglah pemandangan tanggul-tanggul urugan dengan asap panas membumbung dan bau belerang yang menyusup masuk….beberapa temen ada yang usaha untuk poto, ada yang naik2 bangku, ada yang rame sendiri, ada yang kegirangan karena bisa liat langsung…dasaaar

Jam ½ 5 am kita mampir shalat subuh di sebuah masjid di Probolinggo. Masjidnya bagus, dan ada aliran air pas kita mnuju ke tempat wudhu, jadi ingat masjid di Puncak….slesai shalat lanjut lagiii…..dan baru brenti sekitar jam 7-an am di Rumah makan di Pasir Putih, Situbondo, dan lagi2 vi dan ita sepakat untuk sarapan dulu, dengan pesan nasi goreng spesial + teh manis anget, baru mandi…..pasir putih ini tempatnya indah…di sisi pantai yang banyak pohon bakau disekitarnya dan pantainya landai sekali….terlihat beberapa temen ada yang dah semangat hunting poto….kita duduk lesehan dan disebelah meja kita sepertinya gerombolan panitia, karena mereka rame sendiri dan ada yang mengeluarkan hasil buruannya ; yuyu (anak kepiting) dan umang2 yang banyak berkeliaran di pantai. Selesai makan vi dan ita mandi, trus kembali ke bis dan melanjutkan perjalanan.

Pemandanangan yang terhampar sepanjang Perjalanan menuju pelabuhan Ferry di banyuwangi ini bagus…secara kita menyusuri pesisir dan pantai2 serta hutan bakaunya menggoda sekali untuk dikunjungi…..

Sesampainya di Pelabuhan Banyuwangi, sekitar jam ½ 10 am, kita semua turun dari Bis dan berbondong2 menuju kapal Ferry. Kita juga bertemu komunitas pendaki lainnya yangke Gunung Agung di Bali. Di Ferry ini kita berkumpul di Anjungan kapal. Padahal ditangga ada tulisan dilarang naik, dan diawali dengan Inyoy yang naik, dikuti abhyu, vi, dan teman2 lainnya, akhirnya anjungan kapal ini jadi penuh dan rame. Perjalanan di Ferry yang kurang dari 1 jam ini jadi meriah, ada yang poto2 dengan sejuta gaya, duduk lesehan dibawah, hingga yang menikmati pemandangan yang terhampar di selat Bali.

Mendarat di Plabuhan Gilimanuk – Bali jam 12 am, dan tanpa basabasi langsung naik bis dan siap2 overland Bali….Nuansa Pulau Dewata langsung terasa, disepanjang jalan terhampar rumah2 masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu dengan pura menghiasi halaman rumah sebagai tempat sembahyan dan sajen yang menghias setiap rumah.

Makan siang kita kali ini di Negara- Bali sekitar jam 2 am. Di sebuah rumah makan Padang. Vi ma Ita ditemenin Inyoy sempet keliling dulu cari makanan lain, dan kita mampir ke sebuah warung, kita beli buah2an, vi bli pisang dan ita beli beberapa mangga, lalu kita kembali ke RM. Padang tsb untuk makan siang, secara ini akan jadi makan terakhir hingga nanti di Lombok/Mataram……

Sekitar jam 3an pm kita melanjutkan perjalanan ini. Dan didalam bis kembali terjadi kerusuhan, nyai Ana yang kemaren ulang tahun di daulat untuk karaoke, nyanyi ’SMS’, dan beruntungnya dia dah hapal juga ma lagu dangdut yang lagi tenar ini, maka fasihlah dia bernyanyi di tambah dengan gaya2 centilnya, seru banget, semua jadi semangat…….yuuuuk…..goyang nyaiiiiii……J

Setelah perjalanan panjang overland Bali akhirnya kita tiba di Padang Bai, Pelabuhan Feri menuju Lombok pada jam 8an Pm dan kita nda langsung masuk Ferri, kudu nunggu dulu, dan secara sebenarnya laper juga malam itu, maka vi ditemenin Digdo coba beredar di sekitar Pelabuhan, dan kita cuma berhasil menemukan toko yang njual makanan kecil, jadilah kita beli cmilan biskuit aja dan minuman…..setelah rada lama nunggu2 kita diperbolehkan untuk menuju Ferri yang akan membawa kita nyebrang yang katanya akan memakan waktu sekitar 4 jam…wheeewww..lama juga niiiy…..

Menuju Kapal dengan riang gembira, rombongan besar ini langsung digiring naik keatas, mo poto bareng katanya…tapi gelap banget siiiy…..dan secara yang mo dipoto banyak banget, jadilah poto2 dengan posisi nda keruan, umpel2an pada usaha biar bisa nongol di depan….

Setelah itu setiap orang cari posisi enak, dan secara di atas itu dingin banget, maka vi cari tempat yang rada nyaman untuk nglanjutin baca buku, karena kalo bgini vi pastinya nda bisa tidur….dan sampailah vi keruang tivi yang terang benderang dengan deretan bangkunya…pesen minuman anget dulu, trus cari tempat duduk yang nyaman (mangnya ada tempat yang nyaman, secara disana tempatnya sama semua..L ) pas lagi baca2 itu datanglah Emma dan Alam (Emma niy temen kuliahnya Ajus), dan kita sempat ngobrol2 dulu, trus ternyata dia mo sewa kasur buat bobo, lanjutin baca lagi, trus datanglah Nyai Ana, Goya dan teman2nya yang dengan bahagianya membuat kerusuhan dan keributan, dengan ketawaketiwi tiada henti, ada aja yang bisa diketawain…hehehehee…..menjelang kapalnya mo nyampe Lombok, vi jalan keluar dan ngobrol2 ma seorang PM yang lagi pulang kampung. Si PM tersebut baik sekali, dia cerita2 tentang tanah air Lomboknya yang memang bagus banget, trus menunjukkkan ikan terbang ’ indosiar’ yang kena sorot lampu kapal terlihat meloncat-loncat, trus dia juga ngjelasin beberapa mercusuar yang nampak dikejauhan, dan menerangkan mengenai pelabuhan Lembar – Lombok, yang ternyata terletak di teluk yang tersembunyi, sehingga dari kejauhan nda kelihatan, dan pas kapalnya mo mutar, si PM tersebut juga menunjukkan gmana putaran dari baling2 kapal itu membuat pusaran air laut yang lmayan kuenceng…waaahhh keeereeennn….setelah itu kapal siap mendarat di Pelabuhan Lembar – Lombok Barat…..

H3 – Sabtu, 28 Oktober 2006

Waaah…..hari ini hari sumpah pemuda looo….hari kebangkitan dan persatuan para pemuda…. ayo kita sebagai anak muda harus semangat…jangan malas2an……chayoooJ

Turun dari kapal, kita dah disambut ma temen2 dari UNRAM, ada Nita yang terlihat sangat exciting pas ketemu ma Ibor, dan kita naik bis untuk melanjutkan perjalanan ini menuju tempat beristirahat kita, yang rencananya di UnRam…..tapiiii……L

Perjalanan dari Pelabuhan Lembar ke tempat istirahat kita ternyata dekat, sekitar 30 mnt, dan sialnya pas vi akhirnya bisa tidur, tiba2 dibangunin karena dah nyampe, pas vi lihat jendela…….kog sekolah SD yaa….SD Mataram Timur 20 tepatnya??? Kampus UnRam-nya mana…..dengan masih sangat ngantuk kita turun dari bis, dan temen2 terlihat langsung bongkat muatan , dengan gontai, vi geret2 aja kopergeret yang untungnya beroda itu, jadi nda usah mikul2 tas, dan pas masuk ke SD tersebut terlihat beberapa peserta lainnya yang dah menemukan posisi di teras kooridor SD tersebut (jadi inget persami jaman SD dulu, tapi masih enakan persami, bobonya masih di dalam kelas =P ) dan secara kelompok kita masuk rada terakhir, maka kita kebagian di pojogan, dan vi langsung gelar matras, ngeluarin sarung ’baduy’ dan tanpa basabasi lagi langsung bobo…ngantuuuk….dan nda lama temen2 pada ngbangunin untuk makan malam, yang dah disiapin ma panitia, dan secara vi dah ngantuk banget, dan badan dah pegel banget, males kali kalo makan dulu, maka ya bablas aja bobona…zzzz

Sekitar jam ½ 6 am vi bangun, dan karena terbiasa bangun tidur pipis, maka buru2lah vi cari kamar mandinya yang katanya dibelakang. Ada 4 kamar mandi, dan tiap kamar mandi dah ada yang ngantri, akhirnya vi minta duluan secara dah pengen pipis banget, untungnya diijinin, itujuga cuma boleh pipis doang, jadi vi akhirnya wudhu untuk shalat subuh di keran yang ada di taman.

Selesai shalat vi mulai packing2, menghitung baju, beresin makanan, dll…ternyata bawaan kita banyak banget loooo…..kita aja binun ma bawaan kita yang ternyata banyaaaaakkkkk…..dan semua mo dibawa…..bisa pingsan niy porternya…. J

Beres packing vi ma Ita mandi di kamar mandi umum ditengah kampung, vi kudu nimba dulu siiy, tapi lebih baik dari pada kudu ngantri di kamar mandi sekolahan itu yang airnya terbatas. Dan secara kita dah beres dan belum ada pengumuman dan pengarahan dari panitia, maka kita memutuskan untuk beredar dan cari sarapan pagi…pas lagi di jalan ternyata ada cidomo, atau dokar, maka setelah nawar2 ma pak kusir dan vi duduk di muka, jadilah kita keliling…horeeee…..setelah keliling kita lanjut sarapan pagi di warung setempat. Dan pas kembali ke sekolah di depan sekolah ada beberapa anak2 kecil yang gi metik buah ’jamblang’, buah warna ungu yang mirip2 anggur, hanya lebih lonjong dan bijinya besar di tengahnya, rasanya manis kecut gtu deeh….dan kita dengan senanghati ikutan mencicipi buah ini pastinya….senangnya….J

Sekitar jam 9an ada truk datang dan parkir di depan sekolah, terlihat beberapa panitia dengan tergopohgopoh menggotong beberapa cariel besar untuk di atur di dalam truk dan akhirnya para peserta lainnya juga ikut menyerahkan tas besar mereka untuk ditumpuk-tumpuk dengan pasrah diatas truk ukuran sedang itu, sementara para panitia sibuk ngatur2 tas di truk, para pesertnya nontonin aja disebrang jalan, malah kita juga dah aktif untuk poto2, sambil nunggu bis kita datang, dan bener a
ja nda lama kemudian sekitr jam ½ 10 bisnya datang, dan dengan berbondong-bondong kita menuju bis masing-masing dan mengatur diri didalamnya.

Vi dah niat banget mo bobo di bis, secara perjalanan katanya masih jauh….jadi pas naik bis langsung mengatur dan memaksakan diri untuk tidur….belum berapa lama bis jalan, tiba2 bisnya berenti, nda ngerti niy mo ngapain ????nda ada penjelasan soalnya..????ternyata kita singgah di pasar Mataram, katanya ada yang mo blanja dan melengkapi logistiknya….secara vi merasa bahwa bawaan vi dah cukup aman untuk pendakian nanti, jadinya nda berminat untu turun, tetep usaha untu tidur, tapi apa daya bis ini panas sekali…..kita singgah cukup lama di pasar ini, hampir 1 jam, nda jelas kenapa lama banget…..pas semua dah masuk bisnya nda kunjung jalan juga, vi tanya ma Digdo adapa???katanya masih ada yang kurang, vi tanya siapa???ternyata mereka nyariin nyai Ana, yang ternyata gi enak bobo di pojogan bangkunya….aduuuhhh…plis deeehhh…biasain di absen donk pesertanya, jadi nda sia2 gneee….dan perjalanan pun dilanjutkan…..dan vi tetep usaha untuk tidur….

Tambah siang, suhu di bis tambah panas aja, dan vi denger cowo2 diblakang dah buat keributan lagi, maka vi akhirnya bangun aja, dan ternyata pemandangan indah dah terhampar di depan mata, kita sedang melewati lembah dan dikejauhan terlihat laut yang membiru…indah nya….

Tiba-tiba bis brenti di terminal Bayan, dan kebetulan vi mo pipis, jadi vi ijin ma panitia dan ditemani Emma yang juga mo pipis, kita menghampiri sebuah warung di sebrang jalan dan numpang pipis. Sekembalinya ke bis, ternyata teman2 di bis 1 kog pada turun dari bis dan pindah ke mobil Elp-L300, sementara temen2 di bis 2 masih pada bobo dan santai2 aja, pas vi tanya2 ternyata kita disuruh pindah mobil dan temen2 di banyak yang nda tau….waduuuh…gmana siiiy….kog nda ada instruksi yang jelas, gmana siiy niiiy..binun…akhirnya dengan binun kita pindah mobil…. L

Perjalanan menuju Sembalun Lawang kita lewati di dalam mobil L-300 yang melaju dengan sangat kuenceng…..meliuk kesana kemari….sampai akhirnya di suatu tanjakan si mobil dah nda kuasa bertahan dan daripada ngeri mobilnya meluncur mundur, maka kita para penumpangnya kesadaran untuk turun dari mobil dan memberi kesempatan mobil tersebut melewati tanjakan terjal tersebut……

Tibalah kita di Pusat Informasi Taman Nasional Gunung Rinjani di Desa Sembalun Lawang(1156 mdpl) sekitar jam ½ 2 pm, para peserta yang exciting, langsung ngrumunin papan informasi, masuk ke kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, liat peta topografi yang lengkap ma kontur2nya dan beli souvernir. Vi bli pin kecil. trus slanjutnya ngriung di bale2 yang terdapat di muka, bengong-bengong nda jelas, secara nda aja penjelasan dari panitia, dan kita juga binun, maka jadilah pada bengong2 ndajelas…sampai akhirnya vi diajakin nyai Ana makan baso yang mangkal dibawah pohon dan ternyata dah banyak juga temen2 yang terlihat dah menikmati baso…yaaa…daripada nda ada yang dimakan, secara perut lapar dan kita belum kunjung jalan juga….L

Setelah penantian panjang sekitar jam 3an pm, muncullah truk ukuran sedang yang bermuatan tas2 besar kita….dan teman2 pun terlihat semangat menyambut kedatangannya, setelah memperoleh kembali tas2 kita, maka kelompok vi langsung ngriung, karena kelompok kita sewa porter (secara bawaan kita lmayan banyak jadi kita perlu 2 porter untuk perjalanan 5 hari ini). Setelah ngobrol2 ma porternya ’mas Celi dan pak rojak’, maka kita ngbongkar lagi tas2 kita untuk di packing ulang ma porter, karena mereka akan memikul dengan menggunakan sebilah bambu dan logistik kita diatur sedemikian rupa dalam karung, dan kardus.

Sekitar jam 4 kita dikumpulkan bareng oleh panitia dan dengan gaya ’anak PA’ (untungnya vi nda pernah ikutan PA-PA-an…ngeriii deeeh….) kita diatur untuk baris, dan diberi sedikit pengarahan dan sepertinya kita dikenalkan ma ’mentor’ (apaan siy mentor…???)tapi secara kelompok vi rada no blakang, jadi nda kedengeran aja apa yang diomongin…nda pake toa siiiy..heheehe…sebelum berangkat kitapun berdoa bersama…setelah itu satu persatu kelompok dengan nomor urut awal pun mulai berjalan meninggalkan kita…dan secara kelompok vi rada no besar (kita kelompok 17 dari 20 kelompok) jadilah kita jalan belakangan, dan itupun diawali dengan poto2 bareng dulu…tetep usaha…yuuuukkk…..

Akhirnya pendakian ini dimulai juga…masih rada nda PD sebenarnya, mengingat kondisi badan yang dah lama nda olahraga berat, tapi harus tetap optimis dan berusaha dengan mengukur kekuatan diri, nda boleh terlalu memaksakan diri, daripada nantinya malah nyusahin orang….J

Awal pendakian ini vi bareng ma Nyai Ana dan kita masih semangat poto-poto dan ketawa2 aja pas Rangga lewat didepan kita denga celan ’leging ketat’nya…waduuuh…jadi nda konsen…. J

Perjalanan menuju pos 1 ini kita menghadapi padang savana yang terhampar luas didepan kita seakan nda ada habisnya….perjalanan rada santai siiy….sepanjang perjalanan ada aja sekelompok peserta yang berleha-leha di pinggiran, dan vi juga sempat poto2 candid.

Selama perjalanan menuju pos 1 yang lmayan panjang dan jauh sekali vi banyak jalan sendiri, pokoknya selama masih terlihat banyak teman2 vi bisa gabung ma sapa aja…..sekitar maghrib kita istirahat cukup panjang, ketemu ma abhu dan ita yang dah nyampe duluan. Kita sempatin shalat maghrib dulu..dan setelah terasa agak enak kita melanjutkan perjalanan, secara hari dah mulai gelap, kita mengeluarkan senter dan headlamp masing2. diperjalanan ini lagi-lagi vi ketemu ma nyai Ana dan dengan riang gembira kita jalan bareng dan kita mulai nyanyi-nyanyi…menyenangkan, secara hari dah gelap dan perjalanan sepertinya masih jauh…tanpa terasa ternyata vi berjalan mulai menjauhi nyai Ana dan sendiri lagi, waduuh…..diperjalanan vi ngbarengin beberapa orang dan vi sapa aja, awalnya ada Bayhaqi, trus Purwa, untuk bilang kalo vi dibelakangnya dan dengan baaik batinya mau nmenin jalan sampai pos 1…..J

Sesampainya di Pos 1 – Pemantauan (1300 mdpl) sekitar jam ½ 9 pm (hampir 5 jam jalan….wheeeewww…lama banget….) dah ada ita dan Abhu yang langsung manggil vi untuk bergabung, dan didepan kita ada Ibor dan Nita yang dah nyampe duluan. Menurut info yang bisa dipertanggungjawabkan pos 2 nda terlalu jauh, maka setelah istirahat yang nda lama, vi mulai jalan lagi, kali ini bareng ma Abhu dan Ita…ternyata mereka jalannya cepet bangeeet….duuuh vi ketinggalan niiy….pas di jembatan tiba-tiba Ita dan Abhu dah hilang, dan vi ditinggal sendirian, secara teman-teman di belakang juga jauh, dan vi coba teriak2 manggil Abu atau Ita tapi nda denger….waduuuuh L ….gmana niiiy, vi sendirian dan gelap, jalurnya nda kelihatan, walaupun vi pake senter juga…waduuuh ngeri juga niiiy…..tapi vi tetep usaha denger2 sapa tau ada suara temen2 dan bener aja ternyata nda jauh dari tempat vi ada beberapa temen2 yang lagi istirahat (kalo nda salah kelompoknya opa deeh…) dan vi menggabungkan diri aja dengan mereka (alhamdulillah….tadinya vi sempet dah mo nangis aja……ngeri kali sendirian gtuuu….L), pas lagi istirahat gtu ada panitia dengan HT panjangnya lewat (sapa yaaa…????ayo ngakuuu….),dan vi bilang aja kalo mo bareng, tapi sebelumnya vi bilang kalo vi jalannya lama….dan untungnya si Panitia misterius (secara vi nda bisa liat mukanya sapa, karena silau dari cahaya headlamp-nya)ini baik hati juga, dengan relanya dia nungguin vi jalan yang tertatih-tatih hingga di pos 2, tengkiu yaaaa….

Sesampainya di pos 2 – Tangengean (1500 mdpl) jam ½ 10 pm, dah ada Abu, Ita, Bayhaqi, Ibor dan Nita yang lagi istirahat di atas jembatan, dan vi langsung istirahat aja. Ibor motong2 coklat dan berbagi, secara pos 2 itu dingin banget anginnya, jadi kita nda berniat untuk belama-lama. Kali ini vi kapok jalan bareng ma Ita dan Abu, dan kebetulan ada bayhaqi yang waktu awal2 perjalanan vi sempat jalan bareng juga dan dia dengan sabarnya mo nemenin vi jalan, jadi vi minta ma bayhaqi buat nemenin vi jalan menuju pos 3, dan untungnya dia mau aja…makasi yaaa….

Perjalanan menuju pos 3 rada mulai mendaki….waduuh tambah lelet aja niy vi, tapi untung banget bayhaqi mo nungguin. Pas dijalan kita ketemu semacam tanggul dan kita ngaso bareng, disini lagi2 ketemu ma Ibor dan Nita, sambil istirahat Ibor ngluarin bekal lagi, kali ini apel…horee….vi yang potong2 dan bagi2 ke sekitar. Ternyata diantara temen2 yang istirahat ada Didgo juga ….lmayan lama juga kita ngaso dsini, dari nda ada orang sampai jadi ramai. Trus kita mlanjutkan perjalanan lagi….sekitar mo sampe pos 3 kaki vi nyaris kram…waduuuh gawat niiy….vi langsung duduk dan meluruskan kaki sampai kramnya agak enak dan kita lanjut, ternyata kita dah deket banget ma pos 3, dimana kita akan menghabiskan sisa malam ini di tenda2.

Pos 3 – Pada Balong (1800mdpl) terletak di jalur sungai, tempat kita berkemah ini diatas pasir kerikil. Sesampainya di Pos 3 sekitar jam 12 malam vi langsung manggil2 Abu dan Ita, yang dah nyampe duluan pastinya dan vi liat dah ada 1 tenda yang berdiri, tenda vi dan mimi blum berdiri. Vi liat ita gi masak air anget (mang dingin banget malam ini ditambah anginnya yang lmayan kenceng ) dan pas vi datang langsung di suguhkan wedang jahe (yang sebenernya vi nda doyan) dan abu langsung laporan kalo nda’ ngerti mendirikan tenda vi, dan kompor vi blum dipasang. Akhirnya walaupun sebenernya masih cape banget, tapi kita smua juga perlu cepat istirahat, jadilah vi langsung pasang kompor kecil itu dulu, biar Ita bisa masak makanan untuk kita dan vi dibantu Abu dan Bolay mulai mendirikan tenda. Sebenernya tenda vi itu gampang banget masangnya, dirumah aja vi bisa pasang sendiri kog buat main ma ponakan2, tapi pas dipasang bareng2 kog kayanya susah banget yaaa….???mungkin karena buru2 dan nda konsen juga karena badan cape dan gelap. Akhirnya berdirilah tenda vi dan vi beresin juga dalamnya, setelah selesai dengan tenda vi, kita bareng2 mendirikan tendanya mimi yang mang setype ma tenda vi, tapi pas tendanya mimi berdiri, ternyata resleting pintunya macet…duuuhhh…untungnya mas ceni bisa benerin, akhirnya tenda tersebut jadi tempat untuk cowo2, tenda vi buat porter dan logistik dan kita yang cewe2 bobo di tendanya abhu.

Pas gi beberes, datanglah Nyai Ana yang baru mendarat bersama pasukannya. Nyai nanya tempat pipis….duuuh…saya juga orang baru nyai, tapi secara malam itu mang dah gelap banget, akhirnya vi temenin nyai pipis di pojogan yang agak menjauh dari tenda2 lainnya.

Malam pertama bobo di tenda niy, sebelum bobo tetep kudu bersih2 badan, ganti baju dulu…..shalat, dan …..zzzzzzzzzzzzz…….

H4 – Minggu, 29 Oktober 2006

Pagi banget dah bangun, tenda2 lain masih terkunci rapat, sepertinya penghuninya masih bobo semua, tapi nda papa, malahan enak pagi2 bgini, masih sepi, jadi nuansanya enaaakkkk bangeeet….bangun langsung bebenah dan packing barang lagi, trus mulai hunting foto2, menyapa semua orang yang dah terlihat beraktifitas di tenda masing2, dan sarapan pagi. Kelompok vi packing rada cepet, jadi sementara tenda kita dah dirapiin, tenda2 lainnya masih berdiri dengan nyamannya.

Hari ini kita akan menlanjutkan perjalanan menuju Pos 4 – Plawangan Sembalun, yang merupakan camp terakhir menuju puncak. Dan sepertinya akan menjadi perjalanan yang berat.

Kita baru mulai jalan sekitar jam ½ 10 am, dah panas sebenernya, seharusnya lebih pagi lagi yaa…..awalnya siy kita jalan berkelompok, begitu juga ma kelompok vi yang awalnya kompakan jalan bareng, tapi baru jalan aja kita dah di hadang ma tanjakan dan nda ada bonus..waduuuuuh… jadilah vi tertinggal lagi sendirian, tapi kalo jalan siang siy santai aja, kan kelihatan dan ada peserta2 lainnya…..kalo vi nda salah ada sekitar 7 punggungan dan yang paling parah 2 punggungan terakhir….waduuuuh….gawaat niiiy…secara baru jalan menuju punggungan pertama aja vi dah kepayahan….perjalanan menuju plawangan ini dinamakan juga ’bukit penyesalan’..tapi apa yang mo di sesalkan…the show must go on….apapun yang terjadi secape-capenya dan selelet-leletnya kudu jalan terus, nda bisa mundur lagi….perjalanan dengan siraman mentari yang cerah ceria menambah lelet perjalanan, panas bangeeet…..dan pohonnya diiikitt…jadi kalo liat ada pohon2 rada rindang dikit, bawaannya langsung mo bersantai-santai dan istirahat aja….jadilah perjalanan ini santai2, dan seperti perjalanan sebelumnya setiap ada yang unik dan ada segerombolan temen2 gi ngaso vi langsung ngluarin camera dan poto2 pastinya….

Semakin keatas pemandangan yang terhampar semakin indah, puncak rinjani makin terlihat menjulang dengan angkuhnya, dan angin juga semakin dingin…paling enak banget kalo lagi ngaso di bawah pohon dan anginnya bertiup basah….duuuuh….nikmat bangeeet…..

Dalam beberapa kali ngaso ada2 aja yang dinikmati, salah satunya mangga manis yang dibeli pas di Bali, sayangnya vi cuma bawa 1, sisa nya di bagi ke temen2 lain di kelompok vi. Trus Ibor punya banyak cemilan, dan yang paling terasa banget diperluin tuh air minuum…karena hari itu panass banget, jadi rada2 dehidrasi aja….

Selama perjalanan ini vi yang dari awal jalan sendiri, makin kebelakang jadi di teminin ma Ibor, Tedjo dan Asep….2 orang terakhir itu mang bertugas jadi sweeper…jadi kesimpulannya vi dah bergabung ma rombongan yang paling blakang niiiy, tapi tak apa…

Pas di punggungan terakhir menuju Plawangan kita ngaso lama banget, ada beberapa peserta yang dah kcapean banget sampai2 tidur di jalan, jadi secara tempat kita ngaso itu nyaman banget, jadi Asep nyempetin untuk naik duluan ke camp, dan kita diminta untuk nunggu asep balik lagi, jadilah kita ngaso hampir 1 jam, sambil ngobrol2 ma Tedjo dan Ibor. Angin makin bertiup kencang dan dingin, vi dipinjemin raincoatnya Ibor yang secara maksa banget nyuruh vi pake raincoat. Pas asep dah balik dan kita mo lanjut jalan, asep tenryata mo ngaso dulu, jadilah kita tambah lama ngobrol2nya, sampe mereka tanya2, ngapain juga perempuan kaya’ vi gni mo ikutan bersusah2 naik gunung,…heheeheee….pas disini juga vi tau kalo Tedjo tanggal lahirnya sehari sebelum vi…senangnya….. J

Melanjutkan mendaki punggungan terakhirn ini kog berat sekali yaa…vi berkali2 berenti dengan menghitung langkah dan vi liat diatas sana Nyai dan Ibor dah teriak2 kegirangan… dengan tertatih-tatih vi sampai juga di plawangan…terhamparlah pemandangan inddaaaahhhh bangeeet….danau segara anak dibawah sana menyempurnakan keindahan …luar biasa…… sertamerta langsung terpesona melihat pemandangan yang luar biasa, dan vi bersyukuuur banget diberikan kekuatan dan kesempatan untuk menyaksikan keindahan alam ini… alhamdulillah…..belum tentu ada kesempatan ke-2

Vi berhasil mencapaiplawangan sekitar jam ½5 pm, dan berarti nda’ lama lagi bakalan sunset….maka kita berniat untuk nunggu sunset, karena kalo liat sunset di camp sepertinya kurang seru…alhasil…kita puas2in deh berlama-lama di plawangan sembalun ini dengan berpoto2 dan ngobrol2, sambil nunggu beberapa temen2 lainnya yang tersisa.

Pas sunset kita dah sedikit bergeser ke arah kumpulan pohon2 pinus, dan hanya tinggal vi Ibor, Tedjo dan Asep…kita ber-4 aja menikmati sunset yang luar bias indah ini….

Setelah turun sunsetnya dan sebelum gelap menyergap kita lanjut menuju camp Pos 4 – Plawangan Sembalun ( 2639 mdpl) yang mang dah deket banget, dan secara k
ita yang paling terakhir sampai di camp, jadi yang terlihat adalah hamparan tenda2 dan penghuninya yang terlihat beraktifitas disekitar tenda.

Vi langsung mencari tenda kelompok vi, dan ternyata gi pada masak untuk makan malam, jadi vi langsung masuk tenda, ganti baju, dan nda lama makan malam dah siap…mmmhhmm…nyamnyamnyam…..

Malam ini angin bertiup kenceeeng banget…tenda kita sampai berkibar-kibar, ngeri aja ikut terbang bersama angin, secra di muka dan belakang kita langsung jurang….dan subuh ini pendakian ke puncak segera dimulai….kudu bobo niiiy…zzzzz….

H5 – Senin, 30 Oktober 2006

Jam 2 pagi dah ada keributan buat ngbangunin yang mo ’summit attact’, tapi secara angin bertiup kenceeng banget, vi jadi nda PD mo ikutan ke puncak, ditambah lagi kondisi kaki vi dah lecet, dan kmaren aja pas mo naik ke plawangan vi dah payah banget, jadi rasanya vi nda ikut menju puncak deeh….takut nyusahin orang….

Beberapa temen yang mo ke puncak Rinjani (3726 mdpl)dah bersiap-siap, vi ma mimi nyiapin sarapan buat yang mo jalan, beberapa ada yang kump di dpan tenda kita, dan kita bantu beberapa temen yang persiapan naik. Sekitar jam 4 rombongan pertama siap berangkat. Sebelum jalan kumpul dulu dan berdoa. Tergabung dalam rombongan pertama ini diantaranya adalah : Abhyu, Ita, Ajus, Ibor (yang bawa kamera vi untuk poto2 dipuncak), Qlpydan lain2 yang nda ketahuan sapa.

Setelah itu vi coba cari Nyai, vi kunjungi tendanya dan tanya apakah dia berminat untuk naik juga???awalnya di sempat mo jalan juga ke puncak, tapi entah knapa akhirnya mengurungkan niatnya…jadilah kita ngobrol2 di tendanya, dan sementara rombongan kedua berkumpul untuk persiapan menuju puncak….

Saat itu sudah jam ½ 5 dan diufuk timur matahari dah mulai mengeluarkan secercah cahayanya dibalik bukit. Dan kita menikmati munculnya matahari, setelah mulai terang vi mulai buat sarapan dan teh anget. Gi enak2 masak tiba2 ada seorang Englishman yang ’perkasa’ lewat dan vi tawarin mampir untuk ngeteh di depan tenda. Gmana nda perkasa, secara dia baru jalan jam 1 malam tadi dari Sembalun Lawang, dan jam 5 dah nyampe Plawangan…..duuuh terbuat dari apa siy ooom…..sekitar 15 ment ngobrol, dia mulai melanjutkan perjalanannya.

Sisa pagi itu vi beberes tenda, mo-nya siy bobo lagi, tapi apadaya dah nda bisa bobo lagi, dan ahirnya vi mulai buat sarapan pagi. Periksa2 makanan yang kita punya, akhirnya diputuskan untuk masak nasi goyeng sosis…. mmm nyamnyamnyam….vi ajak nyai Ana juga untuk bersama-sama menikmati pagi dengan nasi goyeng….selesai dengan nasi goyeng vi sedikit beredar di tenda2 lainnya.

Di Plawangan ini kita cukup terganggu dengan kehadiran monyet2 gunung nan cerdik, ada beberapa teman yang harus merelakan makanannya dicuri dengan cerdiknya oleh si monyet, secara badannya niy monyet lmayan gde..ngeriii deeeh…

Menjelang siang vi mulai masak sop + sosis lagi buat temen2 yang dari puncak, pastinya mereka cape dan lapar kaan….dan pas lagi masak tersebut, si om Englishman dah nongol lagi….dah gila dia rupanya…secara temen2 yang naik dari subuh aja blum ada yang turun, dia dah nyampe lagi……dan sekali lagi di mampir di depan tenda, dan ngobrol2 lagi….

Selesai urusan masak vi nimbrung santai2 di bawah pohon pinus nan rindang, dah ada Ichy, Aree, dan Tedjo yang main ayunan di pohon, Nyai Ana, Goya, Tyas ’Pildacil dan beberapa temen2 lainnya, dan mulai terjadi keributan2, dan kata mereka vi ma Nyai Ana nda boleh bersatu, pastinya bising sekali… J

Siang itu kita langsung beberes lagi karena sore ini kita harus turun ke Segara Anak, dan berusaha biar nda kmaleman, karena berdasarkan info dari porter kita , jalannya rada terjal berbatu dan licin…waduuh….

Setelah temen2 yang dari puncak bermunculan dan langsung pada makan, kita langsung beberes tenda, dan sekitar jam ½ 3 pm kita mulai turun ke Danau Segara Anak, dari Kelompok kita cuma Ita yang nda ikut turun, secara dia baru sampai dari puncak, jadinya dia ikut rombongon yang terakhir turun.

Perjalanan turun menuju Danau Segara Anak vi bareng ma Qply, sofie, Robby ’Medan, Ramdhan ’babel, mimi, Ajus, dan nda lama Ibor nyusul….selama perjalanan, setiap kali kita ngaso ada aja kelucuan yang hadirkan Qply.

Track yang kita lalui ini berupa bebatuan dan jurang, dan pastinya panaaas….kalo ada pohon rindang dikit, usaha untuk beteduh. Kita jalan sanati aja, dan pas selesai menuruni jalan berbatu itu selanjutnya adalah padang yang berkelokkelok.

Secara hari makin senja dan menjelang gelap, kita jadi mempercepat langkah, dan sesampainya di Danau Segara Anak (2000 mdpl) sekitar jam 7 pm. Disekitar Danau kita menemukan banyak sekali tenda-tenda, jadi bingung juga dimana camp kita, secara nda ada tanda2nya.

Setelah menemukan tenda kita, seperti biasa vi langsung mencari tenda kelompok vi, bergabung ma yang dah duluan datang, dan mulai persiapan masak.

Malam ini secara dah gelap, vi cuma masak sup macaroni ’instant’, lmayan anget, dibanding makan mie terus…kembung…..

Selesai makan vi nimbrung di sekumpulan tenda kelompoknya Ibor dan kelompok 10 yang dah api unggun dan ternyata mereka sedang menyiapkan makan malam berupa ikan bakar…asiiikkkk……vi langsung duduk di tenda cewe2 kelompok 10, ada Ichy, Aree, dan Mala, langsung ngobrol2, dan ternyata Ichy ma Aree juga mo mampir di Bali sepulang dari Rinjani ini, asiiik…bakalan ada temen buat jalan-jalan di Bali niiy….trus kita juga ngobrolin perjalanan ini dan para panitianya…ehhehee…. J vi ngobrol2 ma mereka sambil nunggu Ita yang belum kunjung datang juga, sambil ngobrol, ada teh manis anget dan ikan bakar pun terhidang..senangnyaaa…..

Sekitar jam ½ 12 Ita akhirnya datang juga bersama dengan kelompoknya Nyai Ana..vi langsung buatin teh anget dan makanan…karena malam ini dah dingin banget…sambil Ita makan, vi ma Bolay bantuin kelompoknya Nyai diriin tenda didepan tenda kita, pas mo bantuin masak, tiba-tiba Ita nangis dan muntah dari tenda sambil manggil-manggil Abhyu…..langsung vi samperin, setelah ditenangin, dan di balur ma minyak kayu putih seluruh badannya, dan minum obat, Ita baru bisa bobo…kayanya siy masuk angin, dan badannya rada shock, mungkin juga terlalu kecapean karena baru turun dari puncak…..

H6 – Selasa, 31 Oktober 2006

Danau Segara Anak (2000 mdpl) -Segara anak yagn berarti Anak Laut (Child of the sea) merupakan danau kawah (crater lake) yang menurut info (boleh percaya boleh nda, ga akurat juga soalnya, belum dapat referensi yang benar) dahulunya ini adalah kawah Rinjani yang sebenarnya…jadi tebing-tebing di sekeliling danau ini adalah tebing kawah, maka dari itu ada Gunung Baru di tengah danau segara anak,yang merupakan anak dari gunung Rinjani (seperti halnya dengan Gunung Anak Krakatau,secara Induknya dah meletus di tahun 1700-an (maaf lagi kalo salah…)) dan kawah di puncak rinjani yang sekarang berupa kawah mati, secara yang terlihat hidup adalah si Gunung Baru ini, alias anak Rinjani…yang menurut info juga si anak ini semakin tinggi saja…waduuh…

Malam di Danau Segara Anak diiingiiin bangeeet……dan embunnya membasahi tenda, jadi menambah dingin malam.

Vi bangun sekitar jam ½ 6, dah keluar tenda, menikmati pagi di danau yang masih sunyi, temen2 lain masih terlelap dalam dinginnya pagi, dan matahari baru muncul dan menyinari punggungan yang ada di seberang kita (mungkin itu punggungan menuju Senaru) dan perlahan sinarnya menyinari permukaan danau…..waaaw…luarbiasa indahnya…..J

Yang terlihat bangun juga pagi itu Nita ’Unram, dan ada suara-suara dari HT yang sepertinya dari temen2 yang semalam harus bermalam di jalur atas sana. Secara panitia lainnya blum ada yang bangun, jadi kasian aja rada di cuekin tuh yang manggil dari HT…maaf nda bisa membantu. L

Nda lama terdengar juga kehadiran nyai Ana, dan kita kembali membuat keributa, liat ke sekililing, ternyata ada juga teman2 yang dah mulai mengebulkan dapurnya, ternyata Om Dudung dan lain2 yang gi buat teh anget, akhirnya vi numpang dimasakin Energen dan susu coklat…mmmhhh…enak angeet….tengkiu yaa…

Setelah minum anget kog jadi ngantuk lagi yaa……cari tempat yang lmaya lega, akhirnya vi numpang di tendanya Nyai Ana yang masih ada gege dan ari gi bobo, dan nglanjutin bobo pagi…..zzzzz

Duuuh….sepertinya ada keributan di luar tenda, ada yang ribut nyariin vi, dan dah mulai panas juga niiy….dengan malas nongolin muka keluar tenda, ternyata dah ramai, gi sarapan, ternyata semua orang dah bangun dan beberapa pada ngriung di depan tenda, pantesan berisik banget yaa…..vi akhirnya ikutan ngriung dan secara hari bertambah panas, Ibor dengan relanya pasang flysheet di atas kita, yang duduk berkerumun di antara beberapa tenda. Jadi enak niiy, dah adem. Dan kita jadi bisa mlanjutkan ngobrol2 nda kepanasan. Setelah sarapan, inyoy ngajakin berenang di danua….asiiikkk…gw suka banget berenang dan danau ini menggoda sekali (sebelumnya pas masih pagi banget tadi Digdo dah ngajakin juga
mandi tapi di air panas…..duuuh..kalo air panas enaknya sore kali, sekarangkan masih pagi, jadi cari yagn seger aja)…dan dengan semangat langsung persiapan, bawa baju dan perlengkapan mandi. Dan kita ngikutin Inyoy menuju lokasi berenang kita, secara dia sepertinya dah tau tempat. Yang ikutan jalan menuju tempat berenang rada banya juga, kelompoknya Qply, vi Ita emma, Ibor, trus ada juga Ari’cewe dan teman2nya….

Yang pertama PD untuk nyemplung tuh Qply dan Ramdhan…dan ternyata airnya dingiii bangeet…..trus ibor juga ikutan nyemplung, trus vi juga nyeburr…..waaahhh…beneran loo…airnya dingin banget…segeeer…..vi berenang kesanakemari, dan yang lain terlihat bersih2, dipinggiran danau..Qply yang lagi semangat mandi, tiba2 ngluarin sikat untuk gosok2 kaki (secara vi rabun niiy, jadi ga ngeh juga itu sikat apa)….dan sepertinya enak tuh bisa mengurangi sedikit ’daki’ di kaki, jadigw pinjem juga, pas gw terima….astaga…OMiGod….ini kan sikat sabut kelapa yang buat bersiin lantai kamarmandi….duuuh Qplyyyy…..adajuga kulit bukannya bersih tapi baret2…..tapi secara kaki mang dekil banget….pelan2 dipake juga tuh sikat…dasaar….. J

Disisi lain danau terlihat beberapa temen2 lain ada yang mancing, dapat nda ya ikannya????secara kita disini berenang dengan riang gembira, ikannya pasti dah ngungsi semua ke sisi yang jauh dari kerusuhan kita.

Temen2 yang nda berenang tapi ikut gabung, ternyata punya inisiatif yang tinggi, mereka masak teh anget dan energen, jadi enak aja, abis berenang dingin, langsung minun teh anget…makasi yaa… J

Selesai mandi dan poto2 (pastinya) vi ma emmalangsung menuju MCK yang ada di bawah, mo download, secara dah 3 hari nda download…MCK kering ini, kalo bukan karena kubutuhan males banget deeh….

Kembali ke perkemahan, terlihat temen2 dah mulai menyiapkan makan siang. Temen2 kelompok vi bli ikan, dan nyiapin, yang mimpin masak mimi, jadi secara yang masak juga dah rame, jadi vi beredar aja ke dapur2 lainnya yang terlihat ngebul, berusaha untuk masak untuk makan siang. Di dapur gabungan kelompok 10, 14 dan Opa rada rame,banyak makanan kecilnya…pas vi mampir di kasi dodol goreng…mmmhmm enaaak, dan terlihat juga mereka lagi goreng uli,,,asiiik…tapi secara blum selesai, jadi vi tinggal beredar lagi, menyapa teman2 dan dapur2 lainnya J kembali ke dapunya kel. 10 ternyata ulinya dah abis, untungnya masih ada 1…memang rejeki nda kemana..hahaha….

Makan siang kelompok vi akhirnya selesai juga, dan kita ngriung untuk berbagi dan makan bersama. Ikan tadi di masak gulai oleh mimi, secara kita mang bawa bumbu kare dan santan instant, sisanya digoreng tepung…mmmm….nyamnyamnyam…………..

Selesai makan, vikembali beredar, dan ngobrol2…sampai akhirnya sekitar jam ½ 3 ada panggilan berkumpul dari panitia yang awalnya mo kumpul jam 1, dengan menginstruksikan kita untuk pake baju merah ’seragam’….secara baju merah vi tadi dipake buat berenang di danau, jadi kesimpulannya masih rada basah niiiy…jadi vi tetep pake baju putih…dan kita berkumpul di bawah camp kita, ditempat yang agak lapang.

Dimulai dengan poto2 narsis semua peserta, yang dah pada kumpul kegirangan dan ketawaketiwi nda jelas apa yang diketawain, yang penting partisipasi..halaaaah….

Bertugas sebagai ’jubir’ panitia adalah Rangga – yang masih pake celana leging ketat nan menggoda J – membuka acara, dengan penjelasan2, dan sambutan2, dilanjutkan dengan pengenalan semua peserta secara berkelompok, ada 20 kelompok, jadi rada laaamaaaa…..karena setiap orang kudu memberkan kesan dan pesan…..lama deeeh…..ada beberapa penampilan peserta yang lumayan seru, diantaranya pas Babay ’sayang….yuuuk….’, kel. Anak seribu pulau – Sofi, ramdhan ’babel, Robby’Medan dan Qply bin Effendiyang langsung di goendong ma Shendyuntuk dicemplungin ke danau, ada Dudung juga yang kudu memperkenalkan dirinya sendiri dan mempermalukan dirinya sendiri dihadapan kita, Tyas ’Pildacil secara dia memperkenalkan dirinya dengan bahasa arab –entah apa artinya, ga nyimak juga, dan seru ktawa-ktawa, trus ada Sidiq yang gondrong dan ganteng (baru menyadari kalo ternyata ada yang bagus juga diantara 100an orang ini…heheheh…) ada Opa’Babe yang sampai sekarang gw nda tau namanya sapa, yang memberikan wejangan cukup panjang bagi p
anitia…cateeet ya panitia…Hasbi’jasamarga – secara dia selalu pake baju oranye dengan tulisan belakang ’jasamarga, sponsor ya mas…???, Bolay dari kelompokku dengan panampilan sulapnya dan tak lupa ada Nyai dan gerombolannya yang terdiri dari orang2 ancoer – Cmat, agus, ari,rio dan gege.Ada masih banyak lagi, tapi nda inget semuanya….100an orang kaleee…
J

Acara selanjutnya yang katanya dinanti adalah ’pembagian doorprise’…secara vi bukan termasuk orang2 yang beruntung dalam hal doorprise, jadi nda ngarep dapetlaaah…..ternyata doorprise-nya banyak looo…tetep aja nda kbagian….kuacian deeeh…tapi yang paling ngarep dan nda dapet tuh Qply…dengan muka penuh harap ngapalin nomor yang tercantum di belakan nametag-nya dan deg-degan setiap ada nomor disebut, dan tetep bukan nomornya dia(lirik Qply…)…hahahaa….sampe vi bilang kalo nomornya mang nda dimasukin, secara dia salah satu perusu paling rusu…hahaha…J

Selesai dengan urusan pembagian doorprise, kita bersama-sama menuju tepian danau untuk poto bersama dengan latar belakang danau segara anak dan gunung baru…rada rusu aja pas mo poto, biasalah berebut tempat didepan, khususnya bagian pegang spanduk….secara vi telat menuju tempat pemotretan, jadi nda kebagian tempat yang ideal..jadi nda napsu poto2 deeh….vi ambil tempat di belakang, yang ada batu-batu, jadi agak tinggi, se-ga’nya kalo dipoto masih gampang dicari…dan secara yang moto camera titipannya banyak banget, jadi capeee deeeh….dengan iseng vi ngrecok aja di depan, sampe di teriakin semua orang, dan melanjutkan sesi poto dengan duduk dibawah spanduk bareng Qply yang juga membuat kesuruhan….

Slesai acara poto kita kembali ke tenda, acara selanjutnya adalah….mandi air panas..horeeee… kembali bersiap-siap, ambil perlengkapan untuk mandi. Kita jalan ber-6 ;vi, Ichy, Aree, Ibor, Inyoy dan …spa yaa…(panitia juga pokoknya…), yang nunjukin jalannya Inyoy, dan setelah kita berjalan menurun kebawah, dan sampailah kita di air terjun kecil, dan sepi, nda ada sapa2, jadi cuma kita aja ber-6…asiiikkk…….J

Tempat kita mandi air panas ini bagus, ada semacam gua, jadi kita sebelum berendam air panas sempat poto-poto dulu kleee……dan selanjutnya berendam….enaaakkk…secara ada air terjunnya kita dengan nikmatnya sauna + pijat gratisan dari air terjun…enaaakkk bangeeeddd…lmayan lama juga kita bermandi-mandi dsini,dan secara hari semakin senja dan kita nda bawa senter, jadi buru-burulah kita menyudahi mandi asik ini dan kembali menuju camp.

Sesampainya di tenda temen2 mo nyiapin makan malam,dan binun mo buat apa, secara kita mo ngabisin logistik kita, karena besok perjalanan akan berakhir, nda ada acara masak-masak lagi, jadinapsu mo ngabisin.

Logistik yang masih banyak adalah kornet, yang ternyata nda tersentuh, dan beberapa kaleng sarden. Akhirnya vi buat saus chilly dngan daging kornet dan saos tomat, sayangnya nda ada kacang merahnya..dan niatnya mo buat bakwan jagung, secara dah ada jagung dan wortel yang tersisa, tapi pas digoreng, karena nda ada minyak goreng jadi di goreng pake mentega, jadilah bakwannya nda menyatu….tapi lmayan lah buat makan malam.

Setelah makan vi ngobrol2 ma Ibor di tepi danau…menikmati danau terakhir niy..secara bulan dah bersinar dengan sangat terangnya, cerah banget…hari minggu bakalan bulan purnama niiy…pemandangan di sekeliling danau jadi terang banget, gunung baru di seberang kita terlihat jelas, padahal dah jam 9an malam….menurut cerita niiy (ibor yang ngasi tau) di kaki gunung baru itu ada komunitas ghaib..(duuh jadi ngeri niiy…) kalo mo tau, akan terekam kalo kita mengarahkan handycam kearah kaki gunung itu, palagi pas purnama gni…(percaya nda percaya silakan dicoba…kalo gw siiy…nda laaah…..percaya aja….).

Vi kembali ke tenda sekitar jam 10an, mo bobo niatnya, tapi pas sampe di tenda, tiba-tiba Goya bilang kalo vi dicariin Elang (panitia) dan diminta untuk menemuinya di tenda panitia, seharusnya berdua ma Nyai, tapi Nyai dah persiapan bobo dan dah masuk dalam sleeping bagnya…ya sud vi sendiri aja ksana..waduuuuh…adapa siiy…buat persiapan berangkat besok yaa..secara katanya medannya akan berat sekali dan karena pas kmaren2 vi jalannya lelet banget….yasudlah lah apun, yang penting menghadap dulu….L

Di depan tenda panitia vi setor muka, dan disambut ma Asep yang menyediakan tempat di dalam tenda yang dah ada Elang, Tedjo, Iyang dan Myway’sang photographernya panitia. Duuh…grogi juga niy dikerubutin ma panitia gnee….adapa siiy…binun….????

Ternyata para panitia ini mo nanya kesan2 dan saran selama perjalanan ini, karena menurut mereka pas disesi perkenalana tadi vi cuma bilang permasalahannya adalah ’ komunikasi’ jadi mereka menuntut dijabarkan lebih banyak lagi…waduuuh… jadilah vi beberkan satu persatu ketidaknyamanan yang dirasa dan sedikit saran agar diperjalanan berikutnya lebih menyamankan peserta, mulai dari awal sekali perjalanan, hingga malam ini…..sekitar 1½ jam vi ngobrol ma mereka, dan berakhirn sekitar jam ½ 12, dan itu juga kalo mo lanjut masih banyak lagi yang bisa diobrolin….tapi mengingat, menimbang dan memperhatikan bahwa besok kita akan berangkat pagi dan perjalanan yang akan ditempuh menuju plawangan senaru cukup berat, jadilah gw pamit dari gerombolan pria-pria panitia ini…idiih…seperti tertawan di sarang penyamun……haalaaah….J

Pas menuju tenda vi liat Ichy, Aree dan Ibor masih ngrumpi di depan tenda mreka, jadilah vi mampir lagi dan ngobrol2 ma mreka, sambil Ibor buatin Energen buat kita…enaknya….

Skitar jam 12an baru kembali ketenda dan tiduur….zzzz

H7 – Rabu, 1 November 2006

Subuh-subuh Abu dah buat keributan, ngbangunin kita supaya segera bersiap2, karena kita mo jalan pagi ini, sebelum matahari bersinar dengan garangnya….

Bangun tidur, langsung beberes, sarapan pagi, dan kita sekelompok menyempatkan berdoa bersama, secara ini akan jadi perjalanan terakhir di Gn. Rinjani dan pastinya akan sangat melelahkan, kerena kita harus mendaki bibir tebing di sekeliling danau ini menuju plawangan Senaru (mendaki setinggi 641 m = dari selisih danau segara anak 2000 mdpl – plawangan Senaru 2641 mdpl)dan selanjutnya perjalanan turun sejauh ± 10,5 km (liat di tanggul di sepanjang jalan) menuju batas hutan dan Rinjani Trek Center di desa Senaru (601 mdpl)waddduuuh……

Kita mulai jalan sekitar ½ 7 dengan diawali rombongan para wanita dan selebriti…ada gw yang mengangkat diri menjadi manager artis, ada Nyai Ana, Tyas ’Pildacil dan beberapa artis pendukung lainnya…halaaah….ribet, jadilah kita sepanjang awal perjalanan yang berat ini dengan tetep poto2 danketawaketiwi…secara jalurnya nanjak ga ada abisnnya….capeee….

Baru mulai nanjak aja kita dah banyak berenti….dan kembali tertatih, secara plawangan itu masih jauuuh…banget…..duuuh….

Pas gi jalan, ternyata Nur rada2 sakit kakinya lecet, jadi susah jalannya, pas di tempat yang agak lapang dan landai, vi bantuin Nur, ngberesin lecet kakinya, dan untungnya Tedjo punya sekantong peralatan p3k,jadilah kita bedah kakinya nur yang lecet tersebut, supaya bisa jalan lagi dengan nyaman, secara nanjaknya masih jauuuuh….

Pendakian menuju Plawangan Senaru ini berjalan lambaat…banget…secara mang nanjak banget dan hari semakin panas juga…tapi pemandangan ke arah danau segara anak semakin indah….vi yang akhirnya tergabung dengan rombongan terakhir (lagi-lagi….jadi yang terakhir…padahal berangkatnya duluan…kereta ekonomi banget sssiiiy…) mencapai puncak plawangan Senaru sekitar ja 11-an…dan hari itu dah panas bangeeet….

Dari puncak plawangan Senaru ini pemandangan kearah danau beserta gunung baru dan puncak rinjani…sempurna…seperti yang tercetak di uang Rp. 10.000 yang didepannya ada gambar pahlawan nasional Tjut nya’ Dien…..dibelakang gambar tersebut tercetak gambar danau segara anak…dan yang cetak disana sama persis dengan apa yang kita lihat di plawangan Senaru tersebut….luar biasa indah……kita sempatin untuk poto2 dulu…(secara batere camera vi dah abis…jadi cma bisa nitip di potoin….)

Secara di puncak plawangan Senaru in panas banget….maka kita segera menuju pos dan istirahat sejenak….nda nahan panas banget soalnya…..dan track yang terhampar gersaaang bangeeet, pohonnya jarang, cuma batu-batu….dan ada bekas2 terbakar gtu, dan gilanya lagi niiy, matahari lagi gahar-gaharnya….duuuhh…panaaas….mana air dah sekarat….duuuhhh dehidrasi deeeh…dan celakanya air baru ada dipos 2..gawaaatsss….

Nda berlama-lama niy vi langsung turun aja….jalannya berdebu banget…dan nda ada tempat untuk beristirahat yang nyaman, secara nda ada pohon dan nda’ nahan ma mataharinya…jadi vi jalan terus sampai akhirnya menemukan hutan yang agak adem, tapi tetep aja masih panas, dan semakin dehidrasi, secara air persediaan vi, tadi dah dibagi ma Nur yang kelihatan dah kekeringan. L

Sesampainya di pos 3 – Mondokan Lolak (2000 mdpl) ada rombongan turis yang gi istirahat makan siang, secara dah sekarat kehausan banget, vi minta aja ma bule-bule itu, dan untungnya dikasi..alhamdulillah, setelah minum beberapa teguk, vi siap jalan lagi…vi liat temen2 kelompok 7 (adrian’Baim, wicenk dan tim giant) gi duduk2 istirahat…sepanjang jalan turun ini vi selalu bareng ma mereka, rame aja, biar cape’, haus dan dehidrasi juga tetep rame….

Selanjutnya menuju pos 2 yang gosipnya ada sumber air…..masih jauh niiy sepertinya….tapi untungnya hutannya mulai rimbun, dan kalo diperhatiin ada monyet2 berkeliaran didahan2 pohon yang masih berlumut ini, jadi nda terlalu panas…tapi sepertinya kaki mulai sakit niy, jalan jadi nda nyaman, nda bisa cepet. Dan ngantuuuk bangeeet…..sampai akhirnya vi istirahat di pinggir jalan di temenin ma Ibor dan vi sempet ketiduran…duuh enak banget tidur…baru kebangun pas Shendy ngbangunin, dan mulai jalan lagi….nda berapa lama jalan ternyata kita dah sampe di Pos 2 yang ternyata deket banget ma tempat vi ktiduran tadi…tau bgitu….

Pos 2 – Montong Satas (1500 mdpl), terlihat banyak teman2 gi istirahat dan masak2…berarti benar ada mata air…senangnya bisa berkumpul bersama lagi..secara mang lapar juga dan masih ngantug….dengan sigapnya Nyai Ana buatin mie instant, teh manis hangat dan vi juga dibagi redoxon ma kelompok 7 (baiknya mereka…) J

Istirahat disini lumayan lama, sekitar 1 jam, vi ma Nyai Ana juga sempat nggangguin dan ngobrol2 ma beberapa orang cowo2 yang dalam perjalanan naikdan lumayan ’gud looking’ yang ikutan istirahat di Pos 2 ini dan setelah Nyai Ana jalan, yang terakhir muncul adalah segerombolan panitia dan Reginalulu yang dah digendong ma Arief dan dikawal ma Tedjo….duh kasian juga sampe digendong, pastinya kakinya dah sakit sekali yaa….langsung kita siapin minuman anget buat mereka. Pas Reginalulu, penggendongnya Arief dan Tedjo mo jalan lagi, vi perhatiin gendongannya, ternyata gendongannya dibuatin dari tali webbing dan dipasang di badannya Arief, supaya bahunya nda terlalu sakit karena tali, di sekeliling bahunya di lapis ma jaket kaos, dan naiklah Reginalulu, jadinya rada aman buat si penggendong dan yang digendong….

Pejalanan dilanjutkan lagi, dan kita diingatkan untuk tidak berhenti di Pos 1, khususnya kalo ketemu maghrib, langsung jalan aja….

Perjalanan menuju pos 1 dan batas hutan dah nda terlalu terjaln, lebih landai, tapi saking landainya jadi terasa jauuuh……di pos bayangan vi masih ketemu ma Nyai Ana dan Patihnya ’gege. Dan kita sempat istirahat dulu,secara selanjutnya nda boleh istirahat lagi.

sampe di Pos 1 – Bunun Ngengkang (850 mdpl) sekitar maghrib, untungnya Ibor dah ngluarin headlamp, jadi kita bisa langasung bablas, tanpa berenti di Pos 1 yang katanya rada ’angker…uuuutakuuut…..

ceritanya niiy, di sebut sebagai Bunun Ngengkang, dikarenakan di Pos 1 ini terdapat pohon berupa 3 batang pohon yang melintang di atas jalan (jadinya kita jalan dibawahnya tanpa harus menunduk, secara pohonnya tinggi banget) dan dibagian atasnya menyatu menjadi 1 pohon, dan kalo dilihat dari kejauhan seperti raksasa yang berdiri (mengangkangi jalan) dengan kedua kakinya.

Dan selanjutnya hingga mencapai batas hutan bareng ma kelompok 7 dan baru sampe sekitar jam 7. Di batas hutan ini kita disambut ma Rangga, yang menyalami kita satupersatu dan Asep. Di batas hutan ini terdapat satuwarung, dan sertamerta langsung kita serbu, pesen apa yang tersedia dan yang kita mo lahap saat itu. Secara badan cape banget dan ngantuk. Vi tiduran aja di bale2 depan warung tersebut, dan selanjutnya bergabung ma kelompok 7 yang ternyata mang konyol2 banget, ada aja yang jadi bahan ketawa2. kita bertahan di warung itu sampai menunggu rombongan terakhir yang notabene adalah rombongan yang membawa Reginalulu. Dan baru muncul sekitar 2 jam kemudian dan Reginalulu dah digendong ma Tedjo…yang ternyata kudu ngegantiin Arief di Pos bayangan…..wheeew….hard work yaaa…..

Setelah rombongan terakhir itu muncul, barulah kita melanjutkan perjalanan kita menuju Rinjani Trek Center, yang merupakan pos terakhir. Jalan sekitar ½ jam, melewati perkampungan Desa Senaru dan tibalah kita di pos tersebut, dengan disambut Nita, yang menginformasikan bahwa kita bisa bersih2 dan mandi dulu disini.

Sambil nunggu rombongan terakhirn datang, vi sempetin mandi dulu…whhheeew..dingin…. dan segera setelah itu menuju bis…secara temen2 lain terlihat gi santai2 di warung sambil nyanyi2.

Nda lama kemudian bis mulai jalan dan malam ini kita akan kembali ke kota Mataram, untuk beristirahat…dan selama perjalanan ini vi langsung tidur…capeeeboww…

Setibanya di penginapan, sempet binun juga, karena bis berenti tepat didepan SMAN 2 Mataram, waduuh….. jadi selanjutnya di SMA niy, setelah kmaren di SD….lmayan siy naik kelas J tapi ternyata salah…penginapannya ada di sebrangnya SMAN 2, semacam wisma, LPMP, maka berbondong2lah kita segera menuju ke penginapan tersebut. Masing2 kelompok dapat 1 kamar, atau beberapa temen menyebutnya ’bangsal 13…iddiiih…ngeri….

Dikamar masing2 kita langsung pada bebenah, yang blum mandi langsung mandi, secara vi dah mandi, jadi cma ganti baju aja, tapi lapar juga niiy….iseng2 coba telp 14045 karena disemangatin ma temen2 yang lain, sialnya di Mataram ternyata nda ada yang buka 24 jam, secara malam itu sudah menunjukkan jam 2 am…ya sudahlah siap2 untuk tidur, …secara badan mang dah cape…zzz J

—————————————————————————————————————-

Untuk cerita pendakian Rinjani berakhir di sini saja yaa…..untuk lanjutannya akan ada lagi, tapi mungkin ganti judul, secara dah nda’ ada rinjani-rinjaninya…

Dan secara laporan pendakian ini dinantikan oleh banyak umat, jadi dibatasi disini dulu….cerita di Lombok dan Bali segera menyusul…

Sumber Informasi :

Pusat Informasi Taman Nasional Gunung Rinjani

Hasil browsing di beberapa website ’ Rinjani’ (maaf luapa nama website-nya)

Berbagai sumber lainnya, baik secara lisan maupun yang sempat terbaca

Maaf- maaf kalo ada salah kata ataupun kejadian yang ternyata tidak menyenangkan, karena cerita ini berdasarkan sudut pandang pribadi diriku dan kepentingan pribadi.

Maaf banget buat teman2 lainnya yang tidak tersebut disini yang sebenarnya menjadi bagian dari kemeriahan ini, tapi secara ga nda hapal nama seluruh peserta.

salam jalan-jalan yuuk,

eLVi-

Iklan

2 pemikiran pada “Laporan Perjalanan menggapai Gn. Rinjani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s