Laporan Perjalanan Lombok – Bali

 

Mataram-Lombok,

Kuta-Bali

Beautiful Beaches, shopping & Kulit

yang Terbakar

Prolog

Usai pendakian ke Gn Rinjani yang luar biasa, menyisakan keletihan dan kepuasan yang tak terkira. Yang ga kalah serunya adalah kulit yang terbakar. Beberapa teman ada yang ‘gosong’ banget mukanya, khususnya yang berhasil menggapai puncak Gn. Rinjani. Muka mereka rata2 belang2 ga jelas, ada yang mukanya kaya pake ‘cadar’ secara dia pake kacamata item, jadi dari batas kacamata dan sisa mukanya item alias gosyong (lirik tejo), adalagi yang saking belang2nya dah kaya korban kekerasan rumah tangga, kulit muka meletek dimana2 (lirik ita) dan adalagi telapak kaki yang lecet dimana-mana, serta banyak keanehan lainnya…ancoeeer bangeet d….tapi keceriaan tetap berlanjut…

Kamis, 2 November 2006

Senangnya malam ini bisa ketemu kasur dan bantal, jadi bobona bisa lebih nyaman. Dan pagi ini kita sudah di Mataram, di Wisma LPMP. Setiap kelompok kebagian 1 kamar yang terdiri dari 6 tempat tidur dan 1 kamar mandi.

Pagi ni ada hal tidak menyenangkan; uangnya Ita hilang, katanya siy sebelumnya pernah hilang juga selama perjalanan ini, kita yang sekelompok jadi nda enak, secara permasalahan uang adalah hal yang sangat sensitive sekali. L

Secara kita memulai pagi dengan tidak nyaman, sisa hari ini jadi terasa agak ngganjal. Tapi semua berusaha untuk melupakan permasalahan pagi itu, dan berusaha untuk menikmatinya dengan normal. K

Kostum hari ini jatuh pada baju kaos item tanpa lengan dan kain lilit bunga2 warna unguterong yang selutut, secara acara kita hari ini mo ke Pantai Senggigi, jadi pilih yang simple, dan kayanya enak banget bisa pake rok.

Selesai packing, mandi, berusaha dandan dikit biar cantik (halaaah…masih kepikiran cantik, secara baru turun gunung, badan masih kummel….hehehe….). dan pagi ini kunjungan pertama kita adalah Museum NTB, yang kebetulan disebelah wisma LPMP. Dengan semangat vi, dan beberapa temen langsung berangkat menuju museum. Keluar kamar ketemu beberapa temen2 lain yang terlihat gi santai2 dan seperti biasa vi sapa dengan riang gembira. Tapi kog sepertinya tatapan mereka rada aneh yaa….aaah..sudahlah, mari kita lanjutkan menuju ke museum. Baru keluar dari halaman penginapan, kita ketemu ma penjual ‘souvernir mutiara Lombok’ dan
terjadilah pilih2 dan tawar menawar yang sengit, selesai ma penjual souvernir, vi ditemenin Abu langsung masuk Museum Negeri Nusa Tenggara Barat, dengan membayar tiket masuk seharga Rp. 1000 dan kita dapat brocure. Secara vi belakangan suka sekali berkunjung ke museum, jadi rada exciting buat liat2, dan kebetulan ada bapak ‘guide’ yang nemenin dan menjelaskan, jadi rada enak buat berdiskusi dan ngobrol2 mengenai koleksi museum ini, yang terdiri dari meriam, baju2 adat, tembikar, peralatan perang, mata uang kuno, perhiasan emas masa kerajaan di Lombok/NTB, dll. Kita rada lama juga di dalam museum ini

Dari hasil ngobrol2 ma Bapak ‘guide, ternyata kebudayaan yang berkembang di Lombok ini banyak mendapat pengaruh dari Bugis/Makassar dan Minangkabau, khususnya agama Islam, yang merupakan agama mayoritas di Pulau Lombok, ternyata berawal dari pedagang Minangkabau.

Satu hal yang sebenarnya penasaran adalah Lombok kan artinya cabe ya, dan ternyata makanan apapun di pulau ini rasanya pedeees…..gawats, sesuailah dengan nama pulaunya – cabe = pedeees…..Selesai keliling museum kita kembali ke penginapan, dan ternyata temen2 gi santai2 di halaman wisma, rame banget dan beberapa ada yang ngrubungin tukang rujak…waaaah asik niy panas2 gni makan rujak…tapi lagi2 pas vi dateng, kog sepertinya semua orang memandang gw dg aneh dan takjub ya?? sepertinya karena vi berpakaian rada ‘seronok’ (bahasa Malaysia niiy….) secara semua baru turun gunung dan tiba di peradaban, ngliat perempuan pake rok, kayanya ajaib banget kali yaa…..duuuh jadi berasa saltum niiy, atau salah komunitas yaaa…??? pas vi liat nyai Ana & beberapa cewe2 keluar deri penginapan, sertamerta gw langsung menghampiri mereka dan bertanya ‘nyai, gw saltum ya?? Kalo mang iya, gw langsung ganti baju niiy’ dan nyai Ana Cuma bilang ‘girly’ skali secara rok “kain lilit’ gw bermotif bunga kecil2 dan ndapapa ma kostum gw..ya sudahlah, PD aja kaliii….yang penting gw mrasa nyaman, lagipula kita gi piknik kaan, ? J

Siang ini kita mulai dengan ‘city tour’ trus shopping oleh2 di daerah Cakranegara, yang katanya pusat oleh2 di Mataram. Semua peserta di giring untuk menyerbu toko yang menjual kaos2 motif khas Lombok, ada juga kain tenun, sarung, hingga keychain dan stiker. Smua blanja dengan tingkat kewarasan yang berbeda, ada yang langsung kalap blaja banyak banget, ada yang cma bli beberapa, bahkan ada yang nda blanja juga, tapi ikut2 ngacak2, yang penting senang….JBeres urusan blanja kita kembali di giring menuju bis dan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Senggigi yang nda jauh dari Kota Mataram, sekitar ½ jam.

Pantai Senggigi merupakan pantai yang indah di teluk Mataram, jadi ombaknya kecil2, airnya bening banget, kita bisa liat ikan kecil2 diantara karang, pasirnya bersih dan banyak penyewaan kanoo….setibanya di Senggigi ternyata temen2 kel. 7 dah duluan, jadilah vi langsung bergabung ma mreka dan dipinjemin kanoo ma mreka…tanpa basabasi langsung ikut nyebur kelaut dan usaha buat nyobain kanoo, tapi mang dasar kebanyakan becanda2, jadi ga bisa seimbang di kanoo-nya, kecebuuur teruss….capee deeeh….akhirnya vi memutuskan untuk berenang aja, dan kanoo-nya di pake Ari, jadi vi bisa numpang di berenang di belakangnya Ari. Pas berenang2 ketemu gerombolan Nyai Ana ma cewe2 gi poto2, dan jadilah gw ‘model’ buat Nyai yang seneng banget moto gw ma para cowo2 yang ikutan nimbrung poto bareng. J

Selesai poto gw ikutan kanoonya tejo, enak juga niy…tapi saking semangatnya dia ngdayung ternyata digeret2 sampai ketengah…waduuh gawat niiy. Dah nyampe tengah tejonya ngaso dulu, kecapean, jadilah gw terapung2 , secara dia diatas kanoo dan gw tetep berendem di laut..asin deeh….

Kita menyudahi bermain di laut pas maghrib menjemput dan semuanya dengan teratur kembali menuju bis. Vi ganti baju dulu dengan yang lebih kering dan ternyata badan cape juga yaaa…kaki tambah sakit, secara baru kemaren turun gunung, hari ni dipaksa berenang pula…dan lecet di telapak kaki yang gembung2 pedih banget kena air laut….wadaws..sakit sekali… L

Dipenginapan semua kembali ke kamar masing2, bersih2 dan packing, secara malam ini juga kita kudu nglanjutin perjalanan kita ke Bali, berarti ini malam terakhir kita bisa kumpul bareng, karena diperjalanan pulang pastinya akan banyak di bis.

Vi inisiatif untuk kumpulin temen2 semua, sekedar curhat2an dan mnambah keakraban. Vi mnta pendapat beberapa orang, diantaranya Qply, om dudung, opa babe, babay ‘yayang, dan mereka semua setuju untuk kumpul bareng, tapi semua minta waktu untuk ngberesin barang2 mreka, smentara vi menghubungi semua teman2 yang gi leyeh2 dikamar dan ijin ma panitia pastinya.

Sekitar jam 8an kita mulai kumpul di tengah, awalnya dikit banget yang partisipasi, sampai2 Qply dengan suara nyaring buat pengumumam di lorong dan vi bolakbalik menghampiri kamar2 yang terlihar masih berpenghuni, but the show must go on. Dengan beberapa matras terhampar di lantai dan vi bertindak sebagai pembawa acara kita mulailah malam ‘curhat’ kita, diawali dengan curhatan Qply yang lmayan seru, trus berlanjut ke temen2 lain, memang musti dipancing dengan memanggil namanya, secara vi nda hapal nama semua orang, jadilah yang pertama kudu cerita oarang2 yang gw tau namanya aja…J tapi akhirnya temen2 yang bergabung jadi banyak juga, dan hampir semua orang berbagi ceritanya, namun yang paling mengharukan sekaligus penutup adalah curhatannya ‘Babay yayang.

Selesai ajang curhat makan malam pun tiba, lalu kita bubar dan kembali ke kamar untuk bersiap2 menjelang keberangkatan.

Beres makan, angkut barang kemobil, poto2 sejenak di depan wisma, dan perjalanan pun dilanjutkan. Ada beberapa temen2 yang tinggal di Mataram, diantaranya Wiceng kel.7 yang mo ketempat adiknya, hasbi’jasamarga dan om dudung yang mo lanjut ke Gn. Tambora.

Perjalanan menuju pelabuhan Lembar kurang dari 1 jam, jadi vi bertahan untuk tidak tidur, karena mo naik kapal feri lagi. Sesampainya di Pelabuhan Lembar ternyata kita kudu nunggu rada lama, secara kapalnya antri labuh dulu.

Jumat 3 November 2006

Setelahnunggu rada lama sekitar jam 1 barulah kita naik kapal dan memulai pelayaran menuju Bali. Aktivitas awal di kapal lmayan seru, semua temen2 pada keliling kapal, usaha cari tempat yang nyaman buat bobo, dan seperti biasa walaupun ngantuk banget tapi kalo diniatin bobo pastinya susah banget. Jadi vi ngobrol2 aja ma Adrian kel.7, Qlpy dan Ibor, dan baru pas sempet tertidur dan angina terasa dingin banget kita masuk kedalam kapal dan ternyata didalam ruangan ber-AC ini ada penayangan film Zorro 2,. waah lmayan sambil nunggu sunrise yang kurang dari 1 jam lagi.

Pas sunrise gw dah niat nunggu, sambil bersiap2 dengan kamera.

Vi bersyukur banget diberikan kesempatan untuk menyaksikan sunset dan sunrise dari 2 tempat yang berbeda selama perjalanan ini (digunung dan dilaut) luar biasa indahnya, secara pagi itu lmayan cerah. Vi dah bersiap mulai dari semburat merahnya menyeruak di langit hingga perlahan mentari mendaki kaki langit…

Pas matahari mulai bersinar terang, teman2 dah pada kumpul dan mukanya dah kaya drakula ketakutan ma cahaya…lucuuu bangeet..

Pagi ini kita mendarat di Padang bai – Bali dan meneruskan perjalanan ke Kuta. Dan sepanjang jalan semua meneruskan tidurnya.Sampai di ‘sentra Parkir Kuta’ sekitar jam 9 am dan langsung berburu toilet. Vi ma Nyai yang mo hunting ticket langsung buru2 sarapan dan melaju menuju Bandara Ngurah Rai. Tanya2 semua loket untuk tiket termurah, dan akhirnya kita mendapatkan tiket Batavia Air untuk Nyai yang mo pulang malam ini dan Sriwijaya Air buat vi pulang hari Senin. Dan selanjutnya kita menyusul teman2 yang dah pada beredar di pantai Kuta.

Pantai Kuta – Bali yang terkenal itu dah terlihat rame, dan setelah celingukan kesana kemari dan telp2an, kita berhasil juga menemukan teman2 kita dan kembali melancarkan aksi poto2.

Kita nda terlalu berlama2 di Kuta, secara yang lain memang dah lama beredar di Kuta, jadi kita nda terlalu banyak berpose secara hari ini matahari bersinar dengan cerahceria alias puanas banget, beruntung kita sempet makan buah2 segar yang mang banyak dijual di sekitar pantai Kuta. Kita juga sempat berpoto2 dengan ‘norak’nya di depan ‘surfing raksasanya hardrock dan kita lanjut ngobrol. ternyata temen2 lain dah ditunggu ma angkutan wisata yang mang mreka carter dari sentra parkir, secara vi, nyai, ichy dan aree datang ke kuta nda bareng mreka, jadi nda bisa bergabung di angkutan itu, dengan rada sebel dansambil nunggu2 kita makan es cincau dan ngbaso, enaknya, sementara temen2 yang didalam angkutan yang masih menunggu itu ngliatin kita dengan tatap nelangsa, secara hari itu memang cuocok banget buat makan es…nyamnyamnyam

Kita ber-4 akhirnya naik taksi menuju sentra parkir dan bli minuman dingin dulu buat bekal di jalan. Perjalanan selanjutnya adalah ‘pasar Sukowati’ -blanja oleh2 (again..!!!)

Pasar Sukowati mang ngetob banget untuk urusan oleh2 khas bali, segala ada disini, mulai dari pernik2 kecil seperti keychain, sampai yang besar2 seperti bedcover dll. Semua orang larut dalam urusan tawar menawar, segala hal pengen dibeli, sesuai dengan kondisi keuangan masing2.

Saking serunya nawar2 barang sempet2nya Qply mnta dibliin kalung dg hiasan dari batok kelapa, jadi vi beli 2, buat vi satu dan Qply 1,dan pas vi pake kaluangnya ternyata diminta pula ma Dio, jadi vi ga kebagian… L

Selesai urusan blanja2, dan secara hari mang dah siang, maka kita pun cari makan siang, dan dengan rekomendasi Abu yang dah makan duluan, kita rame2 makan ayam betutu khas bali di parkiran bis, vi makan bareng Tejo, secara ternyata persediaan si Ibu warung habis diserbu ma temen2. Temen2 yang tau kalo vi nda’ lanjut pulang bareng ma mreka pada ribut nanya2, nginep dmana, ma sapa, mo ngapain, pokoknya care banget …senangnya…dan Digdo ikutan sibuk ngabantuin mindahin barang vi ke bis 1 secara vi dan nyai kudu pindah ke bis 1, kare
na kita mo turun bareng di p-4an denpasar – Kuta. Sebelum pindah ke bis 2,vi sempetin untuk menyalami satu persatu teman2 di bis 2, jadi terharu….

Temen2 di bis 1 ternyata lebih tertib dibanding ma temen2 di bis 2 yang selalu rusu. Sepanjang jalan yang ga lama ini, mereka duduk dengan manis, pas dipoto ga ada kerusuhan seperti di bis 2 yang pantang liat kamera langsung bertindak agresif, dan mereka rela banget ngdengerin temennya nyanyi karaoke, secara di bis 2 pastinya dah dihinadina dengan penuh keributan ga perduli nyanyinya bagus atau jelek….tapi kondisi bisnya lebih baik, ac-nya lebih dingin, dibanding di bis 2 yang lebih terasa ‘angin cepoi2’ Cuma malam aja terasa dingin.

Vi nyai, aree dan Ichy turun di per-4an denpasar, dan ke-2 bis pun melaju melanjutkan menuju gilimanuk, dan kita pun hunting taksi menuju Kuta, secara Ichy dan Aree dah punya kamar di poppies 2 jadi kita ngikut aja d…

Sesampainya dipenginapan kita langsung aja leyeh2..menikmati sore dengan santai2 di kamar mang enak banget, sementara nyai packing barang2nya karena malam ini juga kudu lanjut ke bandara. Sebelum keberangkatan nyai kita sempetin dulu buat beredar di seputaran poppies 2 yang mang rame ma pedagang dan turis. Kita poto2 dulu di lokasi pengeboman Bali 1, dan sekitar jam 6-an barulah nyai meninggalkan kita menuju bandara, tinggallah kita ber-3

Sepeninggalan nyai kita bertiga Cuma leyeh2 aja, mandi bergantian dan baru berasa ternyata badan capeee bangeet…kaki vi bengkak dah kaya oaring sakit beri-beri, dan malam ini vi langsung tidur aja.

Sabtu, 4 November 2006

Bangun tidur dengan malas2an, bergiliran mandi, sarapan, pilih2 baju buat di laundry, berdandan dan akhirnya sekitar jam 11 barulah kita keluar dari kamar, makan siang murah meriah, dan cari penyewaan motor buat kita beredar hari ni dan besok.

Tujuan pertama kita hari ni adalah ‘JOGER’, blanja gila2an dengan alasan titipan. Vi bli beberapa kaos buat ponakan2, selanjutnya ke matahari square karena aree dan ichi mo bli jaket buat naik motor, sebelum kembali ke penginapan kita keliling Kuta dengan motor. Sekitar jam 4-an temennya Ichy jemput kita di penginapan dan kitapun menuju Tanah Lot untuk liat sunset.

Masuk ke Pura Tanah Lot bayar tiket masuk Rp. 7500 /orang. Secara hari mang dah sore, waktu buat pose2 dah ga lama, jadi dimaksimalkan dan sewaktu sunset indaah banget, dan beruntungnya hari sangat cerah sekali. Setelah sunset kita diajak oleh para bapak2 penunggu pura untuk ‘membersihkan diri’ di ‘air suci’ yang mengalir di bawah pura Tanah Lot, dan uniknya airnya tawar, padahal persis di pantai.

Maka kitapun mengikuti ritual dengan panduan si bapak ; cuci tangan dan muka sambil mengucapkan keinginan yang terpendam, katanya semoga terkabul, setelah itu kita di’cipratin air’, dikasi beras di kening dan diselipkan bunga kamboja di telinga kiri…. J

Kita kembali ke sisi pantai dengan dikawal beberapa orang yang seakan bisa mengendalikan ombaknya biar nda terlalu besar, tapi tetep aja celana kita pada basah, sampai akhirnya Aree bli celana baru buat ganti.

Malam ini kita lanjut dengan makan malam dan setelah berkeliling liat tempat makan yang banyak berjejer di jalan raya Tuban, akhirnya kita memutuskan untuk makan ‘seafud’ secara selama perjalanan ke rinjani kita nda pernah makan yang enak2, jadi sekaranglah saatnya….

Selesai makan kembali ke penginapan, dan kembali bergiliran mandi. Ternyata hari ni cape juga, mungkin karena kondisi badan memang belum pulih dari letihnya Rinjani, jadi kalo dah liat kasur langsung aja badan bawaannya lemes dan pengen bobo…yuuuk…

Minggu, 5 November 2006

Pagi ini kembali dengan ritual yang sama, tapi kali ini kita keluar kamar agak lebih cepat, karena ichy dan Aree masih mo blanja oleh2 (secara oleh2 mreka berdua dah banyaaak banget, mulai dari yang di Lombok, Sukowati, Joger, dan masih kurang ajaaa….heran…) oleh2 yang di-hunting hari ini adalah Makanan khas Bali, jadi melajulah kita menuju toko penjual oleh2 makanan, segala yang ada hubungannya dengan Bali dibeli, mulai dari Kacang Bali, Kopi Bali hingga Arak Bali.

Beres urusan belanja dan selanjutnya kita musti berburu poto lagi niiy, tujuan kita adalah ‘Bali Slingshoot’…whhiiii seruuu…..dan wilayah sekitarnya yang masih baru banget. Sekitar jam 12 kita kembali ke penginapan dan ngembaliin 1 motor, secara 1 motor lagi masih vi pake buat besok.

Siang ini temennya Ichy masih berminat untuk nganter kita jalan2..asiik..dan tujuan kita kali ini adalah wilayah selatan Bali, yaitu Pura Uluwatu, Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan pantai Dreamland.

Sebelum berangkat jalan2, vi bantuain Ichy dan Aree packing oleh2 mereka yang banyaaak bangeeet….secara malam ini mereka kudu kembali ke Jakarta.

Secara hari ini masih siang dan masih jam Bali bagian makan siang, maka kita memulai perjalanan ini dengan makan siang di warung Nikmat, Bakung Sari….seru aja makan disini, murah meriah dan rameee banget, kita aja nyaris kehabisan makanan, padahal baru jam 1-an selesai makan, kenyang dan perjalanan dilanjutkan.

Perjalanan menuju Pura Uluwatu lmayan jauh dari Kuta, dan secara malam ini bakalan bulan purnama, disepanjang jalan banyak banget pura2 yang dah bersiap2 untuk upacara nanti malam (jadi ingat sekelompok masyarakat Hindu-Bali yang sedang dalam persiapan upacara di danau Segara Anak – Gn. Rinjani, kalo nda salah siy persiapan untuk upacara permohonan hujan dan untuk menyambuthari raya Galungan di akhir November ini)

Pura Uluwatu terletak di sisi tebing yang menjorok ke laut…indah banget, tapi ngeri ngliat tebingnya tinggi banget (untungnya ga phobia ketinggian) dan ada banyak banget monyet yang berkeliaran bebas disini, jadinya kudu waspada banget ma tas dan aksesoris di badan, daripada dirampas dengan polosnya oleh monyet2 ini.

Memasuki Pura Uluwatu kita diharuskan untuk berpakaian sopan, sehingga disediakan kain berwarna ungu dan ikat pinggang berwarna kuning yang harus dipakai untuk memasuki areal pura Uluwatu.

Pura Uluwatu ini memang indah banget buat poto2 segala gaya, tapi kudu hati2 banget kalo mo poto2, karena pas kita gi seru poto2 dan aree ngletakin tasnya, dengan sigapnya nyaris dibawa kabur ma monyet yang cerdik banget, sampai tarik2an tas ma monyet…aduuuh

Para monyet di area Pura Uluwatu ini ceritanya mang dikramatkan, sehingga para Monyet tersebut bebas banget mengdiami area Pura Uluwatu, bahkan mereka juga diberikan makan secara berkala.

Puas poto2 di Pura Uluwatu kita melanjutkan perjalanan menuju Garuda Wisnu Kencana, dengan membayar tiket masuk Rp. 10.000/orang.

Garuda Wisnu Kencana (GWK) merupakan patung perunggu raksasa berupa patung Wisnu yang menunggang Garuda Raksasa, namun secara keseluruhan patung tersebut belum jadi, baru badannya Wisnu dan kepala Garuda, tapi itu aja dah besar banget, jadi ngeri ngliatnya sepeti raksasa…apalagi kalo dah jadi keseluruhannya yaaa…..patung ini merupakan buah karya seniman patung terkenal di Bali (lupa namanya). Area GWK ini sering dijadikan sebagai tempat konser2 musik, secara memang fasilitasnya sangat memungkinkan dan masih luas banget. Dari lokasi GWK yang memang didataran tinggi ini , kita bisa melihat sisi barat yang mengarah ke pantai, jadi indah banget.

Tempat yang terakhir kita kunjungi adalah pantai Dreamland, yang letaknya rada terpencil di dalam suatu komplek perumahan Dreamland, dan menurut info tempat ini memang baru dibuka sebagai tempat wisata, jadi blum terlalu rame, dan menurut gosipnya yang memiliki area perumahan Dreamland ini adalah Tommy Soeharto dengan pembebasan lahan yang rada2 memaksa menggusur masyarakat asli yang tinggal diarea tersebut.

Di pantai Dreamland ini ombaknya seru banget, jadi banyak yang surfing, dan pantainya dikelilingi tebing (masih sejajaran tebingnya Uluwatu) pasirnya putih dan bersih banget.

Secara pantai ini bagus dan hari juga dah sore, jadilah kita kembali ber-narsis ria untuk pose2 dan saking serunya poto2 sampe Camera vi kecebur pas kita becanda2 slagi ombak datang. Ga ngerti aja gmana judulnya tuh camera sampae jatuh dari tangannya Ichy, tapi ya sudlah…semoga msih bisa diperbaiki di Jakarta.

Pas sunset selesai kita kembali ke penginapan, secara kudu buru2, mengingat pesawatnya Ichy dan Aree jam 8-an.

Sesampainya dipenginapan dengan tidak berlama-lama mereka Cuma ngambil tas, yang untungnya dah di-packing dan langsung berangkat ke bandara. Dan vi tinggal sendiri sekarang, tapi malam ni temen vi jenny yang mang orang bali dah janjian mo datang dan makan malam bareng.

Sementara nunggu Jenny datang vi mandi2 dan bebenah dulu, sekitar ½ 8 Jenny dan cowonya dah muncul, dan kitapun bredar cari makan malam.

Jenni ini teman waktu dulu kita masih seru2nya di Kerabat WWF dan dia perwakilan teman2 di Surabaya, jadi dari teman ke teman dan akrab, secara kita jarang ketemu, paling chatting dan imel2an aja, jadi kalo ada kesempatan ketemu diusahain banget, walau sibuk.

Malam ini cerah banget, pura2 dah penuh dengan orang2 yang sembahyang, sehingga jalan cukup lengang, kita makan di suatu tempat dekat pasar Kuta. Ngobrol2 tentang segala hal, dan selesai makan Jenny dan cowonya kembali ke Denpasar, secara besok mereka kudu kerja dan vi lanjut ke Pantai Kuta, soalnya malam ini cerah dan bulan terang banget, sayang aja kalo langsung kembali ke kamar penginapan.

Menikmati malam bulan purnama di Pantai Kuta Bali sendiri ternyata asik juga, nuansanya lebih tenang, secara ombaknya masih aja menderu, tapi dengan sinarnya rembulan yang terang benderang jadi nda gelap. Beruntung sekali bisa menikmati kesempatan langka seperti ini.

Sebelum pulang ke penginapan vi sempatin dulu untuk beredar Kuta dengan motor. Dan sesampainydi penginapan, bersih2 packing barang dan tidur….

Senin, 6 November 2006

Pagi ini sendiri di bali, dan langsung bebenah, karena niatnya mo beredar sebelum siang, tapi apadaya ternyata pagi ini di Bali hujan lmayan de
ras (jadi ingat ma upacara permohonan hujan di Segara Anak yang puncak acaranya semalam) jadi nda bisa jalan2 pake motor…aduuuh…ada aja kendalanya yaaa….hujan baru reda sekitar jam 10 dan akhirnya bisa keluar dari penginapan dan mulai keliling, pagi ini ada yang kudu dibeli, kaos ‘jangkrik’ titipan Tejo, kmaren sms nitip dibeliin (masih ada aja yang mo dibeli….ga ada habisnya urusan beli2) yang tokonya di ‘area sentra parkir Kuta’ – tempat bis rombongan parkir pas di Bali. Scara vi belum terlalu hapal jalan, maka vi banyak bertanya2 ma orang2 di jalan. Gi enak2 jalan hujannya turun lagi…waduuuh..mana vi nda pake jaket, jadi kehujanan deh untungnya dah mo nyampe..setelah beres blanja2 titipan, mulai lagi beredar sendiri, asik juga siiy…muter2 nda jelas, pokoknya sampai jam 12 baru kembali ke penginapan, mulangin motor ke penyewaan, mandi, beres2 barang, check out, nitip tas, dan makan siang.

Vi makan siang di warug murahmeriah, dansecara semeja ma bule perancis, yang awalnya bilang ga terlalu suka ngobrol (so what?? Emangnya gw mo ngapain…idiih GR aja tuh bule..) tapi akhirnya jadi dia yang banyak ngobrol, jadilah sekitar 1 jam-an kita ngobrol2 ga jelas, ternyata dia males banget kalo ngobrol ma cewe2 Bali, yang katanya kecentilan dan ujung2nya ‘menawarkan badan dan menguras uang’…idiiih…amit2 deeeh..ga gw banget.

Secara ini saat terakhir sebelum pulang , maka obrolan ga jelas ma bule’aneh itu harus disudahi, karena vi masih mo santai2 di pantai, menikmatinya untuk terakhir sebelum pulang, masih ada waktu 1 jam, lmayan….

Pantai Kuta siang ini dah rame, dan ribet banget banyak pedagang, ada aja yang nawarin barang, pijet, kepang rambut, cat kuku, belajar surfing, dll. Padahal gw Cuma mo santai aja..

Gi enak2 duduk2, tiba-tiba ada yang manggil nama gw dengan fasihnya…waduh kaget juga niy, ternyata masih ada yang ngenalin, ternyata Alan dan temen dari Coremap,yang gi survey di Bali…waaduuuuh….dunia kecil…dah jauh2 gw ke bali masih ada aja temen.

Sekitar jam ½ 3 vi meluncur menuju Bandara, karena pesawat vi jam ½ 4 dan Bandarnya nda terlalu jauh, tapi ternyata di jalan ada yang menghadang, rombongan ‘NGABEN’ yang berarti taksi yang vi tumpangi harus bergerak pelan di belakang rombongan yang berjalan kaki ramai ini…Omigod…bisa telah registrasi niiy….sampai di bandara dengan buru2 vi check in ternyata pesawatnya delay sampai jam 5 WITA…aaarggh…nyebeliiiin…..dah buru2, tau gtu kan msih bisa nyantai2 di Pantai….sebeeel,jadi garink nunggu di bandara. Beruntung vi selalu bawa buku untuk dibaca diperjalanan, tapi tetep aja sebel.

Setelah menunggu 2 jam, akhirnya vi berhasil naik pesawat dan terbang kembali ke Jakarta niiy, perjalanan di udara sekitar 2 jam….dan dah ditunggu ma mama n papa di bandara, secara hari ni kebetulan nganter adek vi ke Bandara untuk pulang ke Padang, tapi seharusnya waktu kita bareng (adek vi berangkat jam 4 dan seharusnya kalo nda delay vi dah nyampe jam 4 WIB di Jakarta)

Mendarat di Jakarta sekitar maghrib, dan langsung dah ditunggu dan segera berangkat pulang…

Senangnya kembali ke rumah…home sweet home

Terima kasih buat semua teman2 diperjalanan ini, dan sampai diperjalanan berikut yaaa…

Salam jalan-jalan yuuk,

-eLVi-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s