Padang kota tercinta

Exploring West Sumatra,

PadangKota Tercinta

Prolog…..

Rencana ke Padang sebenernya dadakan banget, secara long wiken ini banyak banget rencana yang mo dikerjain, tapi secara ‘titah’ dari keluarga tercinta untuk bantu2 nikahnya Unipit, Jemput mama pulang ke Jakarta,dan sekalian liat ponakan baru anaknya Milla yang baru 3 bulan, maka dipesanlah tiket pulang ke Padang untuk tanggal 14 Maret 2007

Secara wiken mingdepan adalah longwiken, maka gw menawarkan ke beberapa temen untuk ikut berlibur keliling Sumatera Barat, dan yang bersemangat confirm ikutan adalah Nyai Ana dan Ichy, yang disusul dengan Aree dan Mr. Cris (temen kantornya Nyai orang Swiss) dan segeralah mereka pesen tiket sabtu tanggal 17 Maret 2007 pagi naik LionAir.

Sabtu, 17 Maret 2007

Dari subuh dah pada berisik niy sms, ngabarin persiapan berangkatnya mereka, secara kita di rumah juga mulai sibuk, secara hari ini pestanya uniPit, jadi kudu bergantian pake mobil niiy….

Jam ½ 10 vi dah jalan dianter ma supirnya Firman; Pak Mus ke bandara, secara para Nyonya itu dah rame sms, bahwa mereka dah mendarar di MIA dengan selamat, walau pake degdegan (katanyalho…)

Sesampainya di MIA, mereka dah duduk manis menunggu dan pas ketemu kita exciting sekali, secara ketemu bukan di Jakarta, dasar norak yaaaa…..hehehehe J dan dengan ga mo rugi sedikitpun, langsung nyari ‘plang’ tulisan Minangkabau International Airport, sebagai ‘barbuk’ kalo dah menjejakkan kaki di tanah Minangkabau…..

Secara mobil mo dipake oleh banyak umat, maka tamu agung ini kudu transit dulu ke rumah, dan nyantai2 dulu, dan baru jam 12an mobil kembali kerumah untuk mengantar mereka makan soto padang di ‘Bofet Rajawali’ yang untungnya masih menyediakan Soto Padang dan es ‘air mata pengantin’ yang enak itu, biasanya kalo siang dah abis…..

Dan Vi pun bergabung dengan para saudara ke ‘baralek UniPit’…..

Selanjutnya mereka di antar ke Taman Melati dan Museum Adityawarman…

Sekitar jam 4 sore barulah mereka bisa vi jemput di Museum, dan kita melanjutkan perjalanan keliling Padang, dengan tujuan pertama adalah beli Keripik Sanjai untuk oleh2, trus lanjut ke Klenteng tertua di Padang di daerah Pondok, yang merupakan kawasan Kota Tua Padang dan pastinya kita poto2 dulu…hehehehe….

Sebelum semakin sore kita berangkat ke Pantai Air Manis, yang terkenal dengan batu Malinkundang

Kisah Malinkundang ini lumayan kondang, begini kisahnya….

Once upon the time, there’s a naughty boy living with his poor mother, his father is death while fishing on the sea….one time….lanjut pake Bahasa Indonesia yang baik dan benar yaaa……datanglah seorang pelaut kayaraya dan mengadopsi Malinkundang sebagai awaknya. Karena ketekunan dan kepandaian Malinkundang, dia berhasil memikat hati sang pemilik kapal dan menikahkan anak perempuannya dengan Malinkundang, sehingga Malinkundang pun menjadi kayaraya dan memiliki kapal besar mengarungi lautan. Suatu hari singgahlah kapal tersebut di Pantai AirManis, yang merupakan kampung halaman Malinkundang, kedatangan kapal megah tersebut disambut dengan sukacita oleh penduduk kampung, dan mendengar kapal Malinkundang mendarat, dengan tergopoh-gopoh datanglah ibu Malinkundang untuk menemui anaknya yang telah berhasil itu. Melihat seorang ibu tua yang compangcamping, Malinkundang pun malu mengakui ibunya dan mengatakan bahwa ibunya telah meninggal. Mendapat perlakuan yang jahat dari anaknya Ibu Malinkundang pun menjadi murka dan mengutuk anaknya menjadi batu…..dan replica batu tersebut dapat dijumpai di Pantai Air Manis – kampung halaman Malinkundang si Anak durhaka…..

Pantai Airmanis yang landai dan berpasir halus saat itu sedang kotor banget, karena sepertinya di laut badai, sehingga membawa sampah lautan ke daratan, dan airpun sedang pasang….sehingga kita ga bisa nyebrang ke pulau Pisang, yang kalo air sedang surut kita bisa dengan mudahnya nyebrang ke Pulau Pisang dan keliling pulau kecil itu.

Kita ga menunggu sunset di Pantai Airmanis, kerena masih ada tempat lain yang mo dikunjungi yaitu jembatan Siti Nurbaya, disebut demikian karena jembatan tersebut menghubungkan kota padang dengan bukit Siti Nurbaya – Siti Nurbaya juga merupakan salah satu roman yang cukup terkenal yang punya kisah layaknya Romeo dan Juliet, tapi Siti dipaksa menikah dengan Datuk Maringgih, dan meninggalkan kekasihnya Samsul Bahri….malangnya Siti Nurbaya…hiks….

Yak kembali ke perjalanan kita ya…….di jembatan Siti Nurbaya banyak terdapat penjual jagung dan roti bakar, dan kita juga pastinya ikutan nimbrung disini, secara hari ni adalah malam minggu…yuuuuk…..

Menjelang malam kita makam malam di martabak kubang di dekat pasar padang, dengan memesan martabak kubang, nasi goreng (khususnya buat Aree yang penting banget ketemu ma nasi…cateet yaaa) dan mie goreng…..dengan cepat martabak mendarat dan dengan lahap kita santap, hidangan selanjutnya adalah nasi goreng yang juga langsung disantap…trusss….nunggu…10 menit….20 meniiit…kogga datang,sampe dah ditanya berkalikali, dan gw juga dah bolakbalik nanya, akhirnya datang juga dan kita dah keburu kesel….lama banget….

Menutup hari ini kita ke pantai padang yang lebih dikenal dengan ‘Tepi Laut’, duduk2 dan becanda2 kegirangan ga jelas, sampe sekitar jam ½ 9 kita pulang pake angkot ke rumah…..

Di rumah bergiliran mandi, trus bercanda2 lagi ga ada capenya dan bobo deeeh….

Tapi…malam ini ternyata ada yang ga bisa bobo, yaitu Nyai Ana yang terserang diare dan dengan inisiatif dia buat oralit dengan petunjuk aree ; 1sendok gula dan 1 sendok garam dalam 1 gelas air, yang langsung dibuat dengan antusias oleh Nyai dengan takaran ; 1 sendok garam dan 1 gelas air…..dan hasilnya assssiiiiiin laaaah……dasar nyai….

Minggu, 18 Maret 2007

Hari minggu pagi semua sudah bangun, secara kita hari ini akan beredar keliling Sumatra Barat, jadi pagi ini kita hunting sarapan pagi dulu. Dengan jalan kaki ke belakang kompleks, kita sarapan pagi Lontong Padang, dan ngbungkus beberapa untuk orang rumah dan Cris, yang pas kita pergi tadi dia masih bobo dengan semangat.

Sesampainya di rumah kita langsung ngantri mandi dan packing untuk persiapan nginep di Bukit Tinggi, dan baru jam ½ 10 kita berhasil berangkat, dan tujuan pertama kita adalah pantai di daerah Lubuk Buaya, di muara pantai ini ada delta yang membuat pantai ini tambah cantik. Kita menyempatkan untuk poto2 dulu sebelum kita melanjutkan perjalanan panjang menuju Air Terjun Lembah Anai.

Sepanjang jalan panorama indah terhampar, dan kita sempat bli manggis yang lmayan besarbesar di jalan…nyamnyamnyam…enak dan manis

Memasuki Lembah Anai kita menepi dulu di Pos Panorama, dan ternyata di pos tersebut dah jadi ‘Kerajaan Monyet’, jadilah kita dikawal para monyet yang untungnya berkelakuan manis, ga seperti di Bali yang monyet2nya lmayan ganas….

Trus ga jauh dari Pos Panorama sampailah kita di Air Terjun Lembah Anai, dan dengan penuh semangat kita langsung cari spot2 menarik untuk poto2 dengan beragam gaya J

Puas main air waktunya makan niiiy, secara mang dah laper….kita makan siang di sate Mak Syukur di Padang Panjang – sate ini dah lmayan kondang di Jakarta, secara franchise-nya bisa ditemui di beberapa mall di Jakarta. Kita pesan porsi terpisah, sate dan ketupatnya, jadi kalo mang doyan bisa ambil sate yang banyak J dan pas ditempat ini kita baru ta kalo ternyata aree ga doyan sate padang, dan baru kali ini Aree tau kalo ternyata sate padang enak banget, saking ga doyannya dia makan sate paling banyak, 10 tusuk…xaxaxaaa J

Selesai makan kita lanjut, sebenernya kota Bukit Tinggi dah deket banget dari Padang Panjang, tapi kita mo muter dulu, ke Danau Singkarak, yang merupaka danau terbesar ke-2 di Pulau Sumatra. Disepanjang jalan menuju danau kita melewati persawahan dan beberapa kampung yang menjadi korban ‘gempa bumi’ 2 minggu lalu, masih terlihat tenda2 terpasang di halaman rumah, sebagai persiapan kalo terjadi gempa lagi, dan beberapa rumah terlihat rusak dengan skala beragam.

Di Danau Singkarak kita main2 air lagi…kali ini ada sampan yang terparkir di tepi danau, dan dengan semangat Nyai minjem ma pemiliknya yang kebetulan rumahnya di tepi danau….Girang kepinjeman kapal, Cris langsung antusias nyoba dayung, dan Nyai dengan manisnya jadi penumpang, dan jadilah sampannya oleng kiri dan kanan, dan secara sebenernya airnya masih dangkal, jadi konyooool banget ngliat kelakuan semua orang yang secara bergiliran nyoba ngdayung kapal, dengan segala gayanya….

Selesai main2 dengan sampan, kita dah siap2 mo pulang niiy, tapi seperti biasanya masih aja mo liat2 kampung disana, dan pas liat ada lapangan voli, langsung kita dengan sertamerta acting minta dipoto bgaya lagi main volley dan cris kudu moto2 kita…xexexe

Next destination adalah Istano Basa Pagaruyung di Batusangkar yang tanggal 27 Februari 2007 abis terbakar karena di sambar petir, jadilah yang kita liat Cuma kerangka bangunannya aja, tapi pengunjungnya tetep aja rame walaupun Cuma tinggal sisa kebakarannya. Tapi keinginan kita untuk poto2 di Istana Minangkabau terbayar dengan poto2 di Istana Silinduang Bulan, Istana asli yang menyimpan pusaka2 kerajaan Minangkabau, tapi sayangnya di Istana ini ditutup, jadi kita Cuma bisa disekeliling halamannya aja.

Hari dah makin sore niy, dan sesuai rencana kita lanjut ke Bukit Tinggi, cari penginapan, dan langsung keliling Bukit Tinggi, liat Jam Gadang yang terkenal itu, trus muter ke daerah kampung cina, menaiki jenjang 40 (sebenernya ternyata 100 anak tangga yang dihitung dengan cermat oleh Aree dan Shinta) yang merupakan penghubung pasar atas dan bawah, trus kita cari makan malam deh sebelum akhirnya kembali ke penginapan.

Malam ini ternyata hujan deres, dan sekitar jam 10an mulai lah kita bobo….zzzzzz

Satu jam kemudian terjadi kehebohan niy….ternyata Cris sakit, dia b ilang dadanya sakit, sesak napas gtu…waduuuh….gawats niiiy…penunggu penginapannya dmana y…duuuh kog ga ada yang jaga siiy, akhirnya Aree dan Ichy keluar buat nyari air panas,dan Shinta yang mahasiswi kedokteran itu nanya2 kondisinya Cris, ga lama sedapatnya air panas kita kumpul di kamar lagi, trus kita diskusi niiy, segala kemungkinan2, dan akhirnya kita buat kesepakatan aja, buat ngrokin punggungnya, untungnya Ichy dah pengalaman jadi ‘dukun urut’ yang dengan penuh keyakinan langsung cai koin, dan buat ‘tattoo’ tulang ikan dipunggungnya Cris….dan dengan pasrahnya dia merelakan nasibnya di tangan kita, secara kita yang ngliat ketawa2 aja….selesai urusan urut2an, semua kembali ke kamar masing dengan masih berusaha ngbahas n menganalisa keadaan dan lanjut bobo….

Senin, 19 Maret 2007

Jam 7 pagi kita para wanita dah pada bangun,dan kembali mulai bersiap2 untuk exploring Bukit Tinggi. Pertama yang dicari adalah sarapan pagi, dan kita sarapan di parkiran depan Jam Gadang, lontong sayur dan nasi goreng. Beres urusan sarapan, kita lanjut jalan kaki, tujuan pertama adalah Taman Panorama Ngarai Sihanouk dan Lubang Jepang, tapi karena gempa yang lalu, tempat ini jadi ga bisa dimasuki, karena masih di khawatirkan longsor, tapi dengan negosiasi yang komleks, berhasillah kita meloloskan Ichy masuk dan mengambil beberapa poto2 di sekeliling taman. Tapi kita tidak berputus asa, karena vi inget dulu ada pintu belakang masuk ke taman ini,jadilah kita cari jalan menuju kebelakang, sempat dimarahin ma bapak2, tapi dasar bandel, kita tetep jalan terus…..kita sampai juga di pintu belakang, dan ternyata ada tangga turun menuju ngarai sihanouk, dan kita coba turun, ternyata kita sampai di dasar ngarai, yang ternyata ga terlalu jauh, tapi mengingat keamanan dan memikirkan jalan naik kembali bakalan cape banget, akhirnya kita menahan diri dan Cuma poto2 di sekitar aja, secara kita juga sebenarnya waswas juga niiy….

Setelah dari Ngarai Sihanouk kita melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju Kebun Binatang dan Fort de Kock…di perjalanan nyai liat ibu2 dan anaknya lagi metik sawo.langsung aja dia dengan semangat minta dan akhirnya kita diberi 4 buah sawo yang lmayan besar2, tapi ga bisa langsung dimakan…yaaaa disimpen dulu d…..

Perjalanan menuju kebun binatang ternyata lmayan, secara kudu nanjak…duuuuh dan akhirnya sampailah kita di gerbang kebun binatang, dan dengan membayar Rp. 8.000/orang kita langsung masuk dan liat2.yang pertama kita datangi adalah Fort de Kock yang bentuknya sekarang Cuma seperti menara air…Benteng ini didirikan sebagai pertahanan Belanda menghadapi perlawanan Imam Bonjol sekitar tahun 1825, dan dengan posisinya yang strategis di atas sebuah bukit, Belanda dapat memantau sekeliling kawasan bukit tinggi dari kemungkinan di serang…..

Selanjutnya kita melewati jembatan Limpapeh, merupakan jembatan gantung yang cukup panjang membentang yang menghubungkan kebun binatang, dan di bawahnya adalah kawasan pecinan. Dikebun binatang kita liat2 dulu binatang2 yang ada dan akhirnya sekitar jam ½ 11 kita kembali ke penginapan yang terletak ga jauh dari gerbang kebun binatang….

Kembali di penginapan, dan kita bangunin Cris, yang masih bobo, trus kita pun langsung bebenah karena siang ini kita akan melanjutkan perjalanan. Sekitar ½ 12 kita check out penginapan, dan secara hari juga dah siang, kita langsung makan siang di nasi kapau khas bukit tinggi dilanjutkan hunting souvernir di pasar atas, yang mang bejibun dg souvernir khas minang, mulai dari key chain, sampe pajangan miniatur rumah gadang.

Kita baru memulai perjalanan lagi sekitar jam ½ 1 menuju danau Maninjau…perjalanan lumayan jauh, sekitar 1 ½ jam dan lagi2 mata kita dimanjakan dengan pemandangan indah. Sebelum sampai di danaunya, kita singgah dulu di panorama maninjau, disini kita bisa menikmati pemandangan danau Maninjau yang indah banget, sayangnya ga lama kemudian kabut mulai datang, dan hujan pun turun, dan kita harus bergegas menuju ke mobil untuk melanjutkan perjalanan menuju danau Maninjau.

Perjalanan menuju danau Maninjau melalui ‘kelok 44’ (terbukti jumlah keloknya 44, karena ada tandanya di tiap kelok) yang kalo saat itu ga hujan, biasanya ada banyak monyet2 berkeliaran di sepanjang jalan, dan berharap kita memberi sedikit buah atau penganan….

Sesampainya di Danau, kita langsung exploring, liat ada beberapa orang yang mincing, kitapun dengan semangat menghampiri dan Ichy ma Cris langsung nimbrung mincing, sementara vi liat ada kapal untuk keliling danau dan sepertinya seru juga kalo kita bisa ikut kapal itu, tapi pas ditanya ternyata rada mahal, secara kita dah kesorean ga ada pengunjung lainny, dan pas kita tunggu, kapalnya ga kunjung datang juga…akhirnya dengan petunjuk dari Milla, vi mencari tempat yang menurut dia enak untuk di renangi, secara kita mang dah semangat mo berenang, jadi semangatlah kita pas liat ternyata sungai kecilnya memang bening dan enak banget buat berenang, saat itu dah ada 2 anak perempuan yang lagi asik berenang, jadilah kita cewe2 ber-5 meramaikan suasana dengan berenang bareng ma mreka….asiiik banget, airnya lmayan dingin, seger tapi batu2nya besar2, jadi kalo berenang kudu hati2 ma batu…dan arus air yang keluar dari pintu air danau membuat tantangan tersediri bagi kita untuk melawan arus, yang ternyata berat banget untuk direnangi..tapi seruuu….

Selesai berenang, ganti baju dan secara hari dah jam 4 lebih, kita masih mo lanjut ke Pantai Arta di Pariman, dan Pak Mus melajukan mobil dengan kencang, karena perjalanan masih sekitar 1 jam lagi…

Pantai Arta di Pariaman, merupakan pantai yang lmayan curam, secara langsung menghadap samudra Hindia, dan sore itu ombak lumyan besar, sehingga Cris yang tadinya semangat mo berenang di Pantai jagi gentar juga, jadilah akhirnya Cuma main2 air di pinggir pantai, dan setelah sunset yang sayangnya tertutup awan barulah kita kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Padang.

Sebelum pulang kita makan malam dulu di ‘Pauh’ di tempat ini terkenal dengan gulai kepala ikan, dan secara ga satupun dari kita bisa menikmati kepala ikan, jadi kita makan biasa aja, dan memang enak banget makan di sini, secara tempatnya sepoi2 sekali dan lauknya enak…..selesai makan trus pulang….tapi lagi2 masih ada request yang harus dipenuhi, yaitu makan durian…untungnya masih ada beberapa penjual durian, dipinggir jalan secara seharusnya sekarang musim durian dah lewat….kita makan 3 durian langsung,dan nyamnyamnyam pastinya…..barulah kita pulang ke Padang…akhirnya…

Perjalanan pulang sekitar 1 jam, dan kita sampai di rumah sekitar jam 10 malam…

Walaupun badan sebenernya cape banget, tapi sesampainya di rumah masih aja becanda2 dan usaha untuk transfer poto2 ke laptopnya firman, karena dah ga sabar mo liat semua poto yang dah dihasilkan…sampe jam 1 kita masih aja berkutat, kalo ga inget besok kudu bangun pagi karena naik pesawat jam 8 pagi caritanya pasti ga tidur2 tuuh….

Selasa, 20 Maret 2007

Subuh dah rame. Karena mo pulang, jadi semua dah bersiap-siap, kali ini ga pake mandi, yang penting seger dan wangi…..packing barang2 dan sekitar jam 7 pagi berangkatlah para perusu ini dengan diantar oleh Ajo Roni yang memang pagi ini mo ke Pariaman, jemput adeknya….

Akhirnya sepi lagi deh rumah……

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s