Perjalanan ke Ujung Genteng

Penyu Bertelur di Pantai Pangumbahan – Ujung Genteng, Sukabumi

17 – 20 Oktober 2007

Liburan panjang Lebaran jadi ga jelas, secara sebelumnya kita punya rencana cantik mo ke kawah Ijen di Jawa Timur, tapi karena pesertanya kurang dari 10 orang, jadi batal deh, dan berakhir dengan ketidakpastian mo kemana niy liburan lebaran, sayang banget kalo Cuma di rumah aja….

Sempat ada usulan mo ke Pangandaran dan Cilacap, tapi dibatalin secara sepihak oleh Bholay yang tiba2 kepengen banged ke Labuan (entah kenapa, menurut gossip yang beredar budget dirinya sangat terbatas, secara gw punya budget jalan2 juga terbatas kaleeee….)

Akhirnya vi keinget ma Ita yang pernah jalan2 ke tempat peneluran penyu di pantai Pangumbahan, Ujung Genteng – Sukabumi. Jadilah Ita di iterogasi mengenai jalur dan ongkos yang di habiskan untuk perjalanan menuju tempat tersebut (secara vi buta banget niy ke tempat tersebut, jadi Cuma berbekal catatan perjalanan Ita) dan langsung di informasikan kepada para dayang kerajaan piknik…tapi yang merespon kog Cuma Are aja ya…yang lain pada kemana siy, secara dah di sms & telp tapi tak ada kabarnya…ya sudahlah, beruntung Are semangat juga mo ke Ujung Genteng, jadi kita tak gentar untuk memulai perjalanan menuju tempat yang masih ‘buta’ buat kita tersebut.

Rabu, 17 Oktober 2007

Kita sepakat untuk memulai perjalanan malam ini menuju Sukabumi, secara menurut info dari Ita, kalo baru berangkat pagi kita akan kehabisan angkot dari Surade. Maka untuk menghemat waktu dan memperdekat jarak ke rumah Are di Kranji, vi mampir ke rumah temen dulu di kalimalang, dan janjian ma Are sekitar jam 8an.

Tiba-tiba sekitar jam 7an HP vi berdering dengan gegapgempita, ternyata Firman telp menanyakan kepastian keberangkatan kita menuju Ujung Genteng, dan secara tidak ada penghalang yang berarti dengan sangat yakin dijawab ‘Jadi dwooonk….gw tinggal nunggu Are aja niy, malam ini kita berangkat ke Sukabumi dan pagi melanjutkan ke Ujung Genteng, menghemat waktu’ selang 15 menit kemudian Hp vi bernyanyi lagi dengan theme song ‘VOLTUS 5’ ternyata Ichy yang telpon, surprise niy, secara 2 hari ini dirinya seperti ditelan bumi, sulit banget dihubungi….’aluuu jeung, apakah dirimu jadi ke Ujung Genteng ??? lo yakin berdua aja…? mending lo ikutan kita(Ichy dan Mala)ke Jogja, secara ada temen gw mo balik ke jogja, dan kita bisa ikut mobilnya trus pulangnya naik travel d, kan lebih seru kalo perjalanannya beramai2’….waduuuuh, piliihan sulit niy, kanapa juga pas injury time gini baru ngasi kabar siiy L gw kan dah pamit ma orang rumah ke Sukabumi, dan gembolan gw juga isinya dah ‘pantai abis’ gmana judulnya pindah haluan ke jogja, coba itu…lagi pula duit yang gw bawa juga ga banyak (secara kalo ke Jogja pastinya lapar (mata dan mulut)….bisa berabe niiy, sempat goyah juga niy, tapi gw harus meyakinkan diri dan dengan pasti gw jawab ‘waah ga d, gw ke ujung genteng aja’ nyaris mo dijawab ‘teserah Are’ tapi beruntung vi inget bahwa posisi Are masih di bekasi yang berarti kalo terserah Are = teserah Ichy…bisa kacau niy..

Setelah memberi kepastian bahwa gw akan ke Ujung Genteng, ga lama Are pun telp dan menanyakan jawaban yang vi berikan ke Ichy, dan hasilnya adalah 1 jam kemudian Are dah mendarat di rumah temen vi, lalu dengan pasti kita segera berangkat menuju Sukabumi…..

Dari Kalimalang kita naik mikrolet M19 menuju cawang dengan ongkos Rp. 6000 ber2, dilanjutnya dengan jalan tergopoh2 menuju jalanan tempat bis2 yang jurusan Sukabumi biasa mangkal, dan kita naik bis Laju Utama yang masih kosong melompong, sebenernya ga PD juga ngliat bis yang kosong, tapi kita tetep naik dan duduk paling depan belakang pak supir (tempat yang paling lega) dan sekitar ½ jam kemudian bis mulai terisi dan siap berangkat menuju Sukabumi…..

Dengan membayar Rp. 30.000 berdua perjalanan menuju Sukabumi berjalan dengan kecepatan tinggi, nyaris nabrak apa aja yang menghalangi jalannya )-jadi inget Bholay waktu mengemudikan mobil Wicenk pas kita bukapuasa bareng di Labuan J – alhasil yang awalnya kita niat mo bobo di bis malah jadi segar bugar ikutan semangat ngliat jalanan…dan dalam tempo 2 jam kita dah sampe di kota Sukabumi dan diturunkan paksa oleh si kernet bis, secara kita ga nemu niy mana terminalnya……jadilah kita jalan kaki menyusuri kota Sukabumi yang masih ‘hidup’ di jam 12 malam untuk mencari penginapan. Secara kita dah merasa jalan jauh tapi tak kunjung menemukan penginapan akhirnya kita mampir di Polres Sukabumi yang masih terang benderang yang terletak di sisi alunalun kota Sukabumi ‘selamat malam Pak, mo Tanya niy, penginapan yang murah dan bersih di dekat sini ada ga yaaa….???’ Melihat kedatangan 2 wanita ‘manis dan baikbaik’ ditengah malam
ternyata menggugah si bapakbapak Polisi, dengan semangat menginformasikan beberapa nama dan alamat penginapan (secara kita buta juga ma kota Sukabumi) dan dengan polosnya kita Cuma bilang “jauhkah dari sini?bisa jalan kaki?’ dan dengan semangat seorang kepalanya menginstruksikan anak buahnya untuk mengantar kita mencari penginapan, dan dengan diantar mobil berangkatlah kita menuju penginapan murahmeriah ditempat yang lumayan strategis…jadi mo terharu, baru terasa slogan Polisi – Melayani masyarakat- sangat berarti sekali. Makasi ya pak polisi
J

Akhirnya kita bisa istirahat juga dengan membayar Rp. 65.000/kamar kita bisa istirahat dengan baik dan tenang….zzzzzz

Kamis, 18 Oktober 2007

Ternyata kota Sukabumi dingin juga yaaa…secara kita pagi ini baru terbangun sekitar jam 8an, kesiangan niy, gawats, langsung aja kita bergegas mandi, packing dan berdandan (syarat setiap habis mandi dan mo jalan keluar niy). Dengan tak berlamalama, sekitar jam 9 kita dah keluar dari penginapan dan hunting sarapan pagi. Beruntung ga jauh dari penginapan ada rumah makan ‘masakan sunda prasmanan’ dan dengan niat untuk menjamak makan pagi dan siang, jadi agak banyak niy makananya, biar ga kelaparan di perjalanan, karena menurut informasi, perjalanan menuju Surade bakalan lama dan panjang (kaya iklan coklat cokhi2 aja….). puas makan, dan sedikit senderan akhirnya kita bayar makan kita Rp. 17.000 berdua dan kita pun siap melanjutkan perjalanan, tapi sebelumnya kita tanya2 dulu ma mba’ penjaga rumah makan ini, dimana kita bisa mendapatkan angkot ‘kuning’ menuju ‘terminal Lembur Situ” dan setelah mendapatkan instruksi yang dapat dipertanggungjawabkan kita pun naik beca menuju pasar dengan membayar Rp. 5.000 saja(sebenernya ga tega juga ma tukang becaknya…secara dia lebih banyak mendorong beca di banding mengayuh becanya J )

Sesampainya di keramaian pasar kita dah dihadang beberapa calo angkot yang dengan semangat langsung menyerbu beca kita dan bilang ‘Aa bade kamana???’ secara yang dipanggil ‘aa’ tersebut adalah Are yang notabene dah badendong sencantik mungkin, Cuma ketutupan topi dan sunglass kaget ajalah kita dan si calo tersebut yang langsung ganti jadi’ eh teteh…bade kemana?? (wakakakak kontan aja gw tertawa2 puas…..dan are Cuma bisa mesem2 sebel) J

Turun dari beca kita ga langsung naik angkot, tapi kita berencana untuk bli minum dulu buat bekal di jalan di swalayan terdekat. Selesai belanja barulah kita naik angkot ‘Kuning; menuju terminal ‘Lembur Situ’ dengan membayar oangkos Rp. 4.000 b2, ditempuh dalam ± 20 menit.

Terminal Lembur Situ ternyata terminal kecil yang merupakan terminal penghubung Kota Sukabumi dengan desa2 atau wilayah lainnya dibelahan sukabumi selatan, dengan tanpa kesulitan kita bisa menemukan bis warna biru ukuran ¾ dengan merk MGI jurusan ‘Surade’ dan kita pilih yang pake AC, biar adem, secara siang ini sepertinya akan panas sekali. Ongkosnya Rp. 25.000/0rang. Beruntung Bisnya ga menunggu terlalu lama, karena mang dah penuh juga, jadi sekitar jam ½ 10 kita dah memulai perjalanan kita menuju Surade, dalam perjalanan yang melalui beberapa bukit ini sebenarnya memiliki beberapa view cantik, Cuma jalannya sempit dan berkelokkelok. Kita juga berpaspasan dengan mobil ‘avanza’ yang baru nabrak truk di sebuah ‘tikungan yang lumayan tajam’. Ngeri aja ngliat kondisi mobilnya yang remuk depannya, sementara truknya baik2 aja…. L

Setelah melalaui perjalanana selama 2,5 jam kita dah mendarat di terminal Surade. Menurut beberapa info seharusnya perjalanannya sekitar 3-4 jam, tapi ternyata sopirnya rada kuenceng juga mengendarai bis ini didukung dengan video lagu2 top 40 yang asik abis, jadi perjalanan panjang, tak begitu terasa….

Setibanya di terminal Surade, kita bertanya-tanya lagi dimana bisa menemukan angkot menuju Ujung Genteng, dan tak lama angkotnya pun datang dan dengan sigap kita langsung naik….

Menikmati perjalanan menuju Ujung Genteng di tengah hari yang panas tapi angin bertiup sejuk membuat kita rada ngantuk di angkot…sekitar 45 menit kita dah sampai di Ujung Genteng (dalam artian adalah di ujung jalan, yang kalo di terusin langsung pantai) dan pas ditanya kita mo turun dimana, dengan polosnya kita Cuma bilang ‘lokasi yang banyak penginapannya dimana ya pak?? dan diantarlah kita oleh angkot tersebut hingga ke ujung jalan yang angkot tersebut tak kuasa lagi melaluinya, secara jalannya pasir halus, jadi supirnya ga PD, jadi kita harus turun dengan membayar Rp. 20.000 berdua (kita di todong gitu ma supirnya karena ga tau lokasi, padahal seharusnya sekitar Rp. 5000 – Rp. 7500 /orang) dan melanjutkan dengan jalan kaki. Siang itu
jalanan sepi dan puanaaas banget…dan kita masih harus jalan kaki menyiri pantai menuju penginapan. Seorang penumpang angkot menyarankan kita untuk ke ‘penginapan Hexa’ jadilah tempat tersebut sebagai tujuan pertama kita. Ternyata ditempat ini ada 4 penginapan yang berdampingan mulai dari yang paling utara adalah “Penginapan Dedy, Mama Losmen, Penginapan Hexa dan apa ya…kog lupa
L

Sesampainya di Penginapan Hexa kita mulai bertanya harga kamar standard Rp. 175.000/malam dan ga bisa kurang, trus kita mampir lagi di Mama Losmen, Tanya harga kamar standard yaitu Rp. 150.000/ malam dan setelah ditawar jadi Rp. 250.000/2 malam, dan dengan harap2 cemas kita kembali menuju Penginapan dedy, secara sebelumnya dah kita lewati sewaktu mencari penginapan Hexa, dan pas ketemu ma penjaga kita Tanya harganya yaitu Rp. 150.000/malam, dan setelah di tawar sepakat Rp. 200.000/2 malam. Langsung lihat kamarnya yang berbentuk rumah panggung dengan lantai kayu (lumayan renggang2) dan cek kamar mandi. Segera setelah sepakat si ‘mas Penjaga tanpa ekspresi’ yang bernama ‘Yudi’ kembali ke kantornya untuk mengambali alas kasur baru dan merapikan kamar untuk kita…

Fiiieeewww….akhirnya siang ini kita berhasil mendapat kamar dan bisa istirahat sejenak. Secara siang ini panas banget, jadi kita rebah2an dulu menanti sore….

Sekitar jam 4 kita dah mulai bersiap2 untuk explore pantai di hadapan kita….pantai yang menurut cerita penduduk setempat, naik 2 m setelah gempa Pangandaran beberapa waktu lalu, mengakibatkan terumbu karangnya melesak naik, sehingga di pantainya tak terasa deburan ombak, jadi kita akan jalan2 diatas karang ini.

Karena terlalu semangat mo main air laut, dengan riang gembira vi cuek aja jalan di atas karang yang banyak di tumbuhi rumput2, dan tiba-tiba mata vi ngliat ada sesuatu yang panjang di selasela rumput, yang awalnya dikira akar rumput tapi kog ada sesuatu yang bergerak di ‘mocong’nya…dan….Whaaaaa…makhluk apakah itu….ternyata Are juga lagi memperhatikan si ‘makhluk berbentuk seperti ular’ (panjangnya lebih dari 1 meter kayanya, diameternya 2-3 cm, badan lurik2 dan moncongnya ada tangan serupa tentakel untuk makan) spontan aja gw loncat menjauh, ngeri….kita jadi urung menuju ke arah laut untuk bermain ombak, tapi karena penasaran tetep memperhatikan lagi untuk mengambil beberapa poto dari ‘biota laut’ tersebut, Cuma karena dah sore, airnya tidak terlalu bening, jadi vi bertekad untuk mengambil lebih banyak poto lagi besok pagi.

Akhirnya kita memilih untuk berjalan di tempat yang kering aja, menyusuri pantai, dan berjalan di atas karang2 yang kering. Semakin kita menyusuri karang, ternyata banyak hal2 luar biasa yang kita temukan, diantaranya adalah kolam2 yang terbentuk dari karang tersebur memiliki beragam biota laut yang kita ga kenal. Ada yang berbentuk seperti bintang laut tapi kecil2, trus ada octopus, yuyu, dan yang buat kita tercengang adalah tumpukan ‘fosil’ cangkang kerang yang telah membatu terhampar luas di atas karang, membuat permukaan karangnya memutih.

Perjalanan sore kita berakhir di sebuah karang besar seperti ‘tanah lot’ dan setelah mendapat beberapa poto2 sunset yang cantik, kitapun kembali ke penginapan. Tapi sebelumnya kita mo makan malam dulu niy, secara tadi siang kita ga makan, maka bertanyalah kita kepada beberapa warung dekat penginapan kita. Tapi setelah bertanya pada 3 warung ternyata mereka tidak menjual nasi…waduuh nasib banget d dan setelah kita tanya2 tempat penjual nasi ada dimana, mereka bilang di deket pelelangan, yang notabene jauh banget dari tempat kita, kudu ngojek, duuuuh males banget L tapi kita tak pantang menyerah, masih ada 1 warung di pojokan jalan yang belum kita Tanya, dan dengan penuh doa kita kembali bertanya ‘permisi, jual nasi ga ya??? Dan dijawab dengan penuh semangat ‘ ada’ waaaah senangnya denger jawaban dari si ibu dari dalam ‘tapi ga ada lauknya, gimana ya ??’ beruntung si Ibu punya stok telur, jadi kita minta di buatkan ‘telur dadar’. Jadilah malam ini kita makan dengan telur dadar + goreng tempe dan bakwan (kedua makanan ini selalu tersedia dalam keadaan panas ataupun dah mulai dingin), dan secara di warungnya si ibu ada kursi yang nyaman, setelah makan, kita jadi keenakan ngobrol2 d.

Puas ngobrol2 dan makan kita kudu bayar niy, dan untuk semua yang dah kita makan dibayar dengan Rp. 12.000 berdua.

Sebelum masuk kamar kita ditawarkan untuk trip ke beberapa tempat indah lainnya selain pantai Pangumbahan untuk melihat penyu betelur yang ditawarkan ke kita Rp. 35.000/ojek, dan sewaktu melihat poto2nya indah banget, kita jadi semangat niy,tapi apa daya untuk ke pantai ‘ombak 7’ yang potonya cantik banget (mang direkomendasiin juga untuk mampir ke pantai ini, karena bagus banget) ongkos ojeknya Rp. 100.000 karena jalan yang rusak berat dan jaraknya pun jauh (sekitar 10 km), kita jadi tak berdaya, secara ‘uang’ yang kita bawa ga banyak dan ATM terdekat di kota Sukabumi. Selalin itu ada beberapa tempat lainnya, salah satunya yang paling menarik buat kita adalah curug Cikaso di Surade, dan ini jadi PR banget buat kita kalo ada kesempatan berkunjung lagi ke Ujung Genteng dengan membawa kendaraan sendiri, kita harus mencari dimanakah terdapat curug cantik ini (sumpe d penasaran, secara potonya bagus banget….)

Kembali ke kamar dan dilanjutkan dengan mandi. Demi menjaga keselamatan kita berdua, malam ini kita bertekad untuk tidak keluar dari kamar, secara diluar terdengar sepi, dan menurut beberapa info banyak ‘jablay’ berkeliara
n. Jadilah kita menghabiskan malam ini dengan ngrumpi2 seru, mulai dari cerita temen2 kerajaan piknik (maaf ya guys kalo kalian kita rumpiin, secara kalian juga pasti ngrumpiin kita juga toh –nuduh yaaa), hingga segala hal yang menjadi bagian hidup kita dan tanpa sadar kita dah ngobrol2 sampe jam 12 malam, dasar perempuan….
J

Jumat, 19 Oktober 2007

Pagi ini lagi2 kita baru bangun jam 8, dan setelah mempersiapkan diri dengan ‘lumuran’ sunblock di lapisan kulit yang ter-expose langsung sinar matahari, kita bergegas untuk keluar dari kamar, karena banyak hal yang mo di explore dan objek yang mo di poto.

Kali ini kita dah lebih hati2 melewati karang2 yang basah, karena ternyata banyak banget ‘uget2 berbentuk ular’ di tepian2 kolam karang, dan selain itu kita juga menemukan ‘bulu babi, tripang, sebentuk bekicot tanpa cangkang, dan juga ‘dancing octopus’ secara kalo sore mereka terlihat tenang, pagi ini semua terlihat begitu bersemangat bergerak2 (jadi rada2 geli dan ngeri) dan pagi ini semua terlihat lebih jelas, jadi bisa di poto dengan lebih detail (tidak bisa berharap banyak dengan camera digital pocket, tapi lumayan lah)

Kalo kemaren sore kita mendapati hamparan putih ‘fosil kerang’ pagi ini kita dihadapkan dengan hamparan hijau ‘alga’ yang terlihat segar banget.

Dan akhirnya kita berhasil mendekati deburan ombak dan bermain2 air. Air laut di sini seger banget, dingin dan ga lengket seperti air laut biasanya, Are sempet nyicipin saking penasarannya dan ternyata tetep asin J. Kita jadi merasa seperti bermain di air sungai saking bening dan segernya….

Ada beberapa orang yang terlihar memancing (dah lumayan juga hasil tangkapannya) dan saat ombaknya semakin liar kitapun kembali menuju pantai dengan penuh hati2, secara banyak ‘ranjau’ biota laut.

Sebelum kembali ke panginapan kita mampir di warung untuk makan,dan beruntung kali ini kita dah disiapin ikan bawal goreng, dan lagi2 dilengkapi dengan tempe dan bakwan goreng. Setelah makan kita masih melanjutkan untuk ngrumpi di warung si Ibu, dan bertanya2 juga mengenai tempat2 indah lainnya, dan iseng2 kita mo cross cek harga ojek niy, ternyata sama dengan yang ditawarkan ke kita….

Setelah membayar makan siang kita + bekal agua 1 botol besar Rp. 22.000, kita kembali melangkah menuju penginapan, tapi kali ini kita mampir2 dulu untuk poto2, barulah sekitar jam 1 kita masuk ke penginapan, dan bersih2 dilanjutkan dengan bobo siang, secara siang ini cukup panas terik banget dan persiapan begadang nungguin penyu malam ini J.

Jam 3an kita dah bangun dan bersiap2 untuk explore lagi. Walaupun tempat yang kita explore ga jauh dari penginapan, tapi kita selalu menemukan hal2 menarik dan unik, jadi semangat banget kalo dah mo jalan.

Tapi perjalanan kali ini yang jadi objek poto lebih banyak pemandangan dan biota lautnya dibandingkan kita, secara kalo jalan ma temen2 pasti lebih banyak poto narsisnya J lagipula ini semua diperlukan sebagai barang bukti untuk cerita ke temen2, secara kita ga tau nama biota2 laut tersebut L

Dan seperti sore kemarin kita kembali setelah sunset dan langsung mampir di warung untuk makan malam, lagi2 si Ibu dan menyiapkan makan malam kita. Kali ini kita disiapkan ikan layur, dan dengan tak terlalu berlama-lama kita langsung bayar makanan+cemilan+aqua 1 botol gede Rp. 22.000, Kita kembali ke penginapan.

Sesampainya di kamar, kita harus bersiap2 untuk ke pantai Pangumbahan menantikan penyu bertelur, jadi dengan buru2 langsung charge camera, bersih2 dan sekitar kurang dari jam 8, tukang ojek pesanan kita dah menunggu di depan kamar.

Tepat jam 8 kita berangkat menuju pantai Pangumbahan, melewati jalan yang rusak dan sebuah kampung yang lumayan bagus (secara bangunan rumahnya permanen semua dan terlihat baru d
engan penerangan listrik yang terang benderang), jarak tempuhnya sekitar 4,5 km dan kurang dari ½ jam tibalah kita di gerbang dan ada sebuah rumah yang merupakan pos pendaftaran bagi pengunjung.

Dengan dipandu si mas Ojek (kita lupa Tanya namanya, jadi dipanggil mas Ojek aja) kita mendaftarkan diri kita, dan diberi tata tertib untuk dibaca, lalu kita membayar Rp. 10.000 sebagai administrasi. Setelah selesai dengan administrasi si mas Ojek menunjukkan sebuah gentong yang isinya ‘tukik’ yang baru 3 hari menetas, kita seneng banget dan girang banget di kasi liat tukik, langsung aja di poto2in, dan di pegang2. kalo ga diingetin ma si mas Ojek untuk ke pantai, mungkin kita akan lebih berlama2 bermain2 tukik, dan kitapun diantar menuju pantai.

Sesampainya di pantai yang berpasir halus kita lihat ada sekelompok orang yang mengerumini sesuatu, dan langsung aja kita semangat setelah si mas Ojek bilang ‘ tuh lagi ada penyunya’ dan dengan terpontangpanting kita berlari menuju objek yang dimaksud. Tapi setelah melihat penyu tersebut…sumpeee…..ternyata penyunya BESAAAARRRR…..secara baru aja ngliat tukik yang seukuran ½ telapak tangan dan sekarang langsung liat penyu yang diameter tempurungnya > 1 m, kita Cuma tertakjub dan terpesona. Tapi tingkah para pengunjung membuat kita kasian dengan penyu tersebut. Pengunjung yang merupakan keluarga tersebut (orang tua, anak2 dan remaja) dengan tak berhati memperlakukan penyu tersebut seperti mainan. Mereka meletakkan bocah2 diatas punggung penyu, memukul2 tempurung, mengangkat2 dan poto2 bareng penyu. Sempat terdengar beberapa kali penyunya berdesis marah, tapi tetep aja mereka ga peduli, untuk melanjutkan ‘menyiksa’ dan menghalang-halangi penyu kembali ke laut.

Setelah bertanya2 dengan petugas, ternyata penyu yang umurnya diperkirakan 70 – 90 tahun tersebut hendak bertelur, tapi batal, karena mendengar ada keributan, sehingga bermaksud kembali ke laut, tapi apadaya ternyata terhalang oleh sekelompok manusia2 ‘biadab’.

Setelah sang Penyu berhasil mencapai laut, sertamerta datang ombak besar, seakan mengusir kita untuk menjauhi sang penyu dan dengan mulus sang penyu kembali ke laut. Para pengunjung pun membubarkan diri. Tapi kita belum puas niy, dan bermaksud untuk menunggu sambil berdoa semoga ada penyu lain yang naik ke darat malam ini. Sambil menunggu kita ngobrol2 bersama bapak penjaga pantai yang bertugas menunggu penyu naik, dan secara si bapak mau patroli jadi dirinya meninggalkan pesan kepada kita, ‘kalo liat tanda lampu dari senter, langsung datang aja y’ dan dengan semangat kita mengiyakan…

Menunggulah kita di pantai dalam ketidakpastian, sambil menunggu kita ngobrol2 dan tangan ga lepas dari mainin pasir yang halus banget. Ga lama menunggu tiba2 Are ngliat ada sinar lampu di kejauhan. Vi juga sempat lihat sekilas, dan setelah berembuk, kita berdua sepakat untuk menghampiri lampu yang ga tau ada dimana tersebut. Dengan penasaran kita menyisiri pantai, dan secara gelap banget (ga boleh menyalakan senter) kita jadi ragu2 juga karena tak kunjung menemukan kehidupan, tapi tak lama kita melihat ada seseorang yang menghampiri, dan ternyata salah seorang bapak penjaga juga, dan bila sebelum kita bertemu si bapak kita berdua jalan santai (secara pasirnya halus banget, jadi berat banget jalannya, seperti mo muncak gn. Semeru kata Aree) setelah bertemu si bapak kita jadi harus jalan lebih cepat, dan si bapak terlihat santai, sementara kita dah megap-megap…tak lama bertemulah kita dengan 2 orang bapak2 yang dah menunggu, salah satunya si bapak yang memberitahu tanda.

Ternyata baru aja seekor Penyu naik untuk bertelur, dan saat ini sedang menggali lubang, jadi kita harus menunggu dengan tenang, ga boleh kedengeran kalo ngobrol dan dilarang ada cahaya.

Sambil menunggu proses persiapan ‘persalinan’ sang penyu, kita ngobrol2 ma bapak2 penjaga, sambil ngobrol aree ngluarin Apel (bekal yang kita bawa dari penginapan) dan ngbagi ke para bapak2. obrolan kita jadi enak niy, kita banyak tanya2. Dan setelah memastikan sang penyu dah mulai bertelur, salah satu penjaga memberi tanda kepada kerumunan orang yang sedang menunggu di pantai dan ga lama terlihat rombongan besar pengunjung yang akan menyaksiikan penyu datang menghampiri kita. Suasananya jadi rame, orang2 berkerumun berkelompok dan beberapa orang mulai merokok, secara sebelumnya udara terasa bersih banget, langsung terasa polusinya.

Secara kita dah PDKT ma bapak penjaga, jadi kita mendapat ‘prioritas’ untuk melihat penyu bertelur. Sebelum si bapak jalan dia ngbisik ke are ‘kalo saya jalan, kamu langsung ngikut di belakang saya ya’ dan begitu ngliat si bapak jalan ngendap2 dan Aree juga jalan dibelakangnya, vi yang ga denger waktu si bapak ngbisik jadi ikut jalan juga, dan seakan orang penting, waktu ada gerombolan lain mengikuti langkah kita, langsung di ‘hela minggir ma bapak2 lainnya, hingga akhirnya tibalah kita di tempat paling VIP buat nongton si penyu bertelur, yaitu tepat di belakang penyu alias menghadap pantat penyu J setelah kita mendapat tempat, barulah pengunjung lainnya dengan brutal menghampiri sang penyu yang masih bersusah payahbertelur dan karena pengunjungnya banyak banget, jadi berisik, kasian sang penyu pastinya jadi ga nyaman.

Setelah selesai proses bertelur, sang penyu pun menutup telurnya dengan pasir dan proses selanjutnya adalah usaha sang penyu untuk keluar dari lubang tempat dia bertelur, dan aktifitas tersebut berlangsung lumayan lama, hampir 1 jam, dan waktu tersebut kita habiskan untuk melanjutkan ngobrol2 ma bapak2 penjaga, secara di sekeliling sang penyu dah penuh ma pengunjung yang ga rela nglepas perhatiannya dari sang penyu yang sedang bersusah payah untuk keluar dari lubangnya dan kembali ke laut. Perjalanan sang penyu menuju lautpun banyak dihalanghalangi segerombolan anak2 muda yang dengan ‘tolol’ nya mukul2 tempurung penyu dengan sendal mereka dan mendorong2. Yang paling ngeselin nglia
t seorang perempuan muda yang masih aja usaha duduk diatas tempurung sang penyu untuk di poto saat dia mencapai bibir pantai, dan sewaktu ombak besar menghampiri, merekapun bubar tungganglanggang sehingga Hp salah satu dari mereka jatuh ke laut…sukurin…

Seiiring kepergian sang penyu menuju laut, para pengunjung lainnya pun membubarkan diri, sehingga hanya tinggal kita dan ke-3 bapak2 penjaga. Kita sengaja menunggu hingga telurnya diambil. Dan tak lama si bapak2pun mulai mencari jejak sang penyu menimbun telur2, dengan menggunakan sebilah besi tipis mereka melakukan pencarian dengan menusuknusuk pasir, hingga setelah dengan yakin bahwa tempat tersebutnya sarang telur penyu, salah seorang bapak pun mulai menggali dengan cara manual, yaitu pake tangan aja, dan sekitar kurang dari 1m telur penyupun ditemukan,dan dengan hati2 dipindahkan dari lubang ke dalam sebuah ember yang sudah disiapkan. Jumlah telur yang berhasil di evakuasi malam ini adalah 75 butir, dan menurut bapak penjaga, jumlah tersebut termasuk sedikit, karena biasanya penyu bertelur lebih dari 100 butir, kemungkinan karena Penyu tersebut stress karena banyaknya pengunjung.

Selesai menggali, berarti selesai juga kegiatan kita di pantai Pangumbahan, dan kitapun kembali menuju pos penjaga. Ternyata mas Ojek kita dah resah menunggu, secara dah 2 gelombang pengunjung pulang, tapi kita knapa tak kunjung pulang, sehingga sewaktu mereka melihat kita datang mereka langsung aja menyalakan motornya, padahal kita masih blum mau pulang, masih cape jalan di pasir, dan kita masih mo lihat tukik2 di dalam tong. Akhirnya setelah jam 12 barulah kita kembali menuju penginapan, secara langit terasa mulai rintik2.

Beruntung malam ini ga hujan, jadi kita bisa kembali ke penginapan dalam keadaan tetep kering, tapi lapar. Kebetulan Aree masih menyimpan 2 gelas pop mie yang mang di siapin buat malam ini, dan dengan langkah ringan kita menuju kamar penjaga penginapan si mas Yudhi. Tok…tok….tok…mas yudhi…dan pintupun dibuka, terlihat ada bayi, dan langsung aja kita minta air panas yang dituang langsung kedalam gelas popmie, dan langsung kembali ke kamar, secara lagi2 si Mas Yudhi melayani kita dengan tanpa ekspresi, datar aja.

Sambil menunggu Popmie matang, kitapun mulai membersihkan diri, secara tadi pas dipantai kita dengan santainya duduk2 di pasir tanpa alas, jadi celana dan kaos kakipun penuh dengan pasir.

Setelah makan, dan sebelum menuju tempat kita, kita sempetin untuk kepantai, memastikan keadaan pantai saat pasang di malam hari, dan bener aja, ternyata di kala pasang air lautnya sampai di sisi pantai dan semua karang terendam air laut. Mungkin ini kondisi sebelum karang melesak naik, puas di pantai malam2,kita kembali ke kamar dan bobo….cape juga malam ni…zzzz

Sabtu, 20 Oktober 2007

Hari terakhir niy, jadi kita pagi2 dah mulai packing barang bawaan kita dan bergegas ke pantai untuk poto2, secara memory card di camera juga dah sekarat tapi masih cukup untuk memuaskan hasrat berpoto2 dipantai. Dan seperti hari sebelumnya kita makan dulu sebelum kembali ke kamar, dan kali ini kita Cuma makan dengan teri, secara kata si ibu tukang ikannya belum jualan, tapi tak apa, kan dah mo pulang, bisa nanti balas dendam makan enak.

Sesaat sebelum jam 12 kita masih leyeh2 di teras kamar dan kebetulan si Mas Yudhi lewat, langsung aja kita bayar sewa penginapan, dan lagi2 dengan tanpa ekspresi dia menerima uang kita. Sekitar jam 12 akhirnya kita harus merelakan meninggalkan kamar sewaan kita, dan dengan berpanas2 kita berjalan menuju jalan raya (yang kalo kata si ibu warung ‘deket kog, tuh jalannya kelihatan, nyatanya…..) tapi memang jauh lebih dekat dibandingkan jalan waktu kita pertama tiba. Dan diujung jalan kita numpang berteduh di sebuah warung sambil berharap2 cemas menunggu angkot lewat. Angkot pertama tiba tapi ternyata penuh dan kita tak terangkut. Hampir ½jam kita nunggu baru akhirnya ada angkot yang mo mengangkut kita naik dan menuju Surade.

Setibanyan di Surade langsung nyambung naik MGI dan kali ni kita duduk paling depan, maksudnya biar agak lega duduknya. Perjalanan pulang ternyata lebih lama dibandingkan perjalanan pergi, memang AC-nya terasa lebih dingin, sehingga kita lebih banyak tidur dibanding bis saat kita berangkat dan di perjalanan lagi2 ada kecelakaan, ada mobil masuk jurang (tapi mobilnya ga kelihatan, secara jurangnya lumayan dalam).

Kita tiba di kota Sukabumi sekitar jam 5 sore, jadi perjalanan Surade – Sukabumi 4 jam, dan ternyata baru aja turun hujan, jadi masih terasa dingin banget dan perut jadi lapar niy, langsung aja setibanya di Pasar Sukabumi kita hunting makanan hangat di bawah rintik hujan, yaitu mie ayam bakso…mmmhhhmmm nyamnyamnyam….dan dengan ga berlama2 kita langsung menuju terminal untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Di terminal ternyata dah ga banyak bis, dan untuk tujuan Jakarta ada 1 bis yang katanya ‘terakhir’ dan kitapun duduk di bagian tengah, karena di depan dah ada bapak2 ga mungkin aja kalo kita usir karena kita menginginkan tempat duduknya J Dan secara malam ni masih rintik2 langsung aja pria2 disekeliling kita mendonornya asap rokoknya kepada kita, nyebelin L Perjalanan pulang ini juga terasa lama banget, bis berjalan dengan perlahan sehingga m
emakan waktu lebih dari 3 jam, dan kita baru mendarat di UKI sekitar jam 9an, tanpa membuang waktu kita lanjut naik M19 menuju rumah Aree. Mendarat di Rumah Aree jam 10 malam, dan baru mo mandi, dah dikunjungi Firman yang dah ga sabar mo liat poto2 dan dengar cerita kita, jadilah kita ngrumpi dulu sampe jam 11 baru mandi, trus lansung d bobo….zzzzzz

Tamat niy cerita expedisi Ujung Genteng dengan nekat dan gembira. Perjalanan selanjutnya belum ada rencana kemana, tapi yang pasti akan punya cerita sendiri yang seru2 juga pastinya…

Cheers,

– eLVi –

Iklan

5 pemikiran pada “Perjalanan ke Ujung Genteng

  1. mau nanya dong mba.. kalo ke ujung genteng bawa anak kecil dan bayi, kira2 aman ngga ya untuk main di pantai nya? trus ga mungkin dong ya bawa anak kecil ke pantai pengumbahan itu? yhx

  2. vmaulina said: bawa anak kecil dan bayi

    bisa aja…kan ada penginapannya dan pantainya cenderung landai…walau di beberapa tempat sangat berkarang. di pangumbahan kalo ada mobil bisa langsung menuju lokasi dan aman aja kog. sewaktu kita kesana ada beberapa keluarga juga dengan anak2 dan bayiasal diawasi sepertinya ga masalah untuk anak2 dan baby.

  3. very nice15955470530972109803037540435XB0007DLJN20816132712156699283406848268360805473998080108141609643914220802804950B0007FBVP60435908944B000I419V204360650880814610218038550217609130290091433511851019285210808109592670899571573088270432X081465181X0425225518185242518007369042710413717607059533164518579248430802135552082941987X055329467904311379940820322172037452967104515084400802822819038000545X0393979059015601086008006326990241124581B0007DM7BA00605533671583224823155725287408198696780755321510066425650315756686450813208726088494472707704294590785287841043508710X3829050380077108684906797324110921061048056337086603453618810851836194059546825X08499011970849910870014007628X078521867XB002UXS23W0330418998188821274808818849521560542608159554333318452974581600966268076422163907432492080395271991B00005VY3O04515195311573451878083415004207862336050831790660B000735W300786867345045161981102256670450854563474063406912809763487641569473838078470747208922149960340770856089869443415903827811597221155156507203008817753200316030848030433666104510011681897913613031234945906717227510819160849086112185614054765670664227856184605330715995303840786270241B0006CZS9A084077246703405615560769650589115148999915997927530515146943051508926508511121530216875889193541668509707798870198614381156769181100235828040618009361B001G8WL7A14037428120312560788159310649108797369250819217611080064250315777809220914936425034069803906642502701573926965052143122003132682901566630444160066189018462404091932898050159116458318841860250806645598045151678818708551911594671184045150080608867722490904220303184408101X0830812075037429347300300782530694009865193318462007089272898482675249006018962208755217620890512639080102355603953548540761313303006008472306870536170971487480140030007XB000UFKQWM086606272608308421601586171305B0007JDNEO03129634320830815252070730475X077860974X0413197700037550876701404491320679463070B002NPCU9O14104017581578151260048627364407862563030060091274080543187XB0007EOUTQB000QURHZ007618328821561630284091214115807414049900972758224083411132208245115731852532793143850232X01565512250870541676B000HDI11K00992765850575050349159309032308732244421414308957080663950415610119671409966992143915653009760357230801066379158023131401401808260830812261B0011YWZSY076531480008146132410520020758076243693X0521087759187871841X0791405702000626350X03754306601594676550186207888215587467491570753563159789929108962196150865380813159160859734740113832825409340037382828415978183990246123109037543299X07586094180684867974089870020515580060600884940969160266379308910926760312853955082452416008774516640687156831158721512815995539450811812855015314390815706145390974093947189764708515654818440263868621089051574300053005170867167645140991320108499355630553247964015200473408834736660374231761B0007FMESO05171991730794400426084233599407596657960140445897074592240601401231059505003447089555613802810576720472032151207036343007472740290007120141044660104708987095470048232424045106531X0312005938055324769714253132051577170318085342887515707544620060793341086278651715992111220446505323087516661X0863152910038082111708146124580898703603094053512201928346730758204078052020997409478525300786281553158023080608146157670393059901B000RUKEHW0340257520045121338606769766620765311712048625992718462519740751538183090673133X0942611004080148572X03991348671577315596006112883X08006154090932081754088344775414234837660870233289014280005809120611890786222344031103674008523415710822365944141410183XB000MOTAGY0764204769080913332600614348250966452097B00071564W08272005361577946057082542589115604344300673397068088708260203169047910515078387039306453008028811570801010756080901228602018780700816525315067946039X15734515411931682089080063078508006416040688095895188756071815978164420800617258031685984208021186820801030390078527082508010076661594676046091644102408423303480825416388080285286600617113490153233826074352506X0751535621076617244902810565010263870952081632073X0783892616B001F7ATTY00606534181413407315084373624001424376030671006983B003E7ESBS014043809215570413930976327198055320348715905810670830742883080106337X075820843X067157759X05860101650881772720072320583307493244810060975865068471865004251843150875524087019954591X088113647616026004731404103066088368404715918265350806524588080546167105670318531427206090185381024X0814616062076481904602992116060679725733080712769807860130361425331718B0007DL1761587880083158997285608423526780781442265B001O9CDEM074346662404511679880816421005315001222808050605290060925000080106516X00071033790801029856156054577108006059420802829627158617145309222331790310218039157566867X08050645400800784812082640930X0253209935030005491216016201361582431434067188318608164213310374526249044060491506642564651857159195080547415306873432591565482255087243115001413060170195312074083410812707864085370781803071140031216707151485751571741542080213399108499349151602062609081462516915643102800745960553157322040X18568400930310244552019541426801950830670153003162087508065015749021990811213870B002IKLNNI03106700120415136369094046276108499460180373889240158051062003855094721568953488140004329815633805790664225195B000865CAY014011207318539034420595394884555004630X080549359X031234830408159552271936076055B00071IMIO0268006156038509896004522734471906557063057114777100021599370747581878034543921X00022230660674034880059534983808864696190736905367037335813X084230051108297425810451511379193139182316050622941844743543B000NVWZQS156179185715963814180099217309087975741809709150041850785678083072392708359025870745172407082395624599688941680634062522158997394115914549721599866560158134413907414478190899193935089598674403166774691860820212097551443107858133650974966487141654277907838168120595374360031285272XB000H2WM841400103878009928683108014411020706372700093982101X07221237360753814366031238412284322025250826410812159614136003121865330875088333080149677206726304271414313020B0007FI67W08671692300814321062084230911X14391720560523411138156280194503129587650877843465080543528X037383393808511116530862172284039302718X03123478200025322303086716735111080078800310926157084999618X075152297X03303043720586021167076241369704463583980226558746000725273008091417360770427340026383191415985600260446606510056708404307648088340874627095160034390201992457461602605793159052778X00607506851580050123141431938X0340899255034062822708214127790789435683059305637X0842382399042522591708739879420263861570081461481718598530641931709076B001TK2BNE15633345260916035115093933209407493016000310371112080073324X1564149269142346766305520428460880701420B000HPHAE20745948235080916673909766843651602850003076143464X01518206430851518222159052679118783276660195082435141430179008054261670571191657087788143X18779468181591603951033033834X000613650819317092030805415459157962071X05952230015550273055155939125108308176970687192994B0029LHX5S076792675715918589090840731337B00394DLBE19045987730340770937037450200509465156380340756810B000VX98H208655492490688142974159990004114195422730829745084044631486208927650460896226719080106380908807062280849907888031025677108028268300281049513037358248X088344684708078489560821734733B000OUK4NO08254369660373483791193215876609717459191606966324028105455X06700300661870015126082546112X185723692008066160400736925511081922312304349605350891079610141652231X0745951996B0007EQXNM0819869694045121628807858113110786653191188528800X08054197720684837587073581481304511161350786718722014014035208054338480800781503074321644X0881773174093211232328254113290684816806087891008515946747440310247896014008131315801306071577945778071520274X08973317530736920811185607334308407329450942494946044660358915896026760953166805160506274X0801066212044660333307642296801580512208074328159418524215841421516500087123906X0570038081019920055607472360620679767304096545783408439511760718000579033041970603407507070020080956156163283X033371153X046087229XB0006AS0BAB0007DX82C03805809930860079619B000722M660140561579087668954309617589961567943217088070464015960020770571068944088411351507887404740830828036193337646518455047390268038228082451387804402459230312275412158051075208864601900745929583037540770714234563510830833870078140223914191240640809124505B00086ZZOMB00394DFR4068482110915946783750312048580034017489708010902450600352692014017719108702941130345476131B0007EAXZG0903556855B000873T3K03107109790893342734031200611X0743432991080961815X01950983581151464686157383012708297480241895877105006056616706715625681559457279159532333308146571840819212792051507919703523390712266083031091394066615885121180310267501156563940504851110710941532429014009736815520424560879737719<a href="http://1604776803.christ
  4. Tanya donk, kalau bawa mobil, ada petunjuknya gak ke pantai pangumbahan ?Krn dr yg saya baca di internet jalannya rusak dan sptnya warga situ lebih mengarahkan untuk pakai ojek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s