Horasss…….ini Medan Bung….day 1 – seputaran kota Medan

Prologue
Pas liat promo airasia bulan September 2008, vi langsung smangat menghubungi Riana, Are n Ichy, karena kita mang punya rencana untuk trip ke Medan, jadi sepertinya ini adalah kesempatan yang tidak boleh di lewatkan, lagipula di Medan ada Abang Robby yang siap menerima kedatangan kita selama kita explore Medan, SUmatera Utara…
Sehingga terbukinglah tanggal keberangkatan kita 29 Mei – 1 Juni 2009 (lama beneer yaaah) dengan biaya @ Rp. 580.000 PP Jakarta – Medan…lmaaayaaannn….
Sbulan menjelang keberangkatan, dah pada ribut nanyain kesiapan abang Robby, dan vi sbenernya dah ber korespondensi dengannya menanyakan perihal ini, kemana kita akan pergi, penginapan kita, hingga mobil (apakah sewa atau ada yang mo pinjemin, BBM, biaya supir) dll…..
Seminggu menjelang keberangkatan, kita kumpul di rumahnya Are, dengan gowes sepeda berhasil juga vi mencapai rumah are dalam 1 jam *hoooreeee….*
Kita mencoba buat itinerary berdasarkan referensi dari teman, dan buku2 perjalanan sehingga menghasilkan sebuat itinerary yang luar biasa (agak maksain siy, secara kita ga tau juga kondisi setempat) dan dikirimlah jadwal tersebut ke bang Robby.
Hingga saat keberangkatan, semua dah okeh…jadi marilah kita berangkat menuju Medan.

H -1 Kamis, 28 Mei 2009

Beruntung dah packing, jadi walaupun hari ini agak ribet berwarawiri, masih bisa bernapas lega…
Pas malamnya riana masih sms nanya in sapa yang print tiket, vi mang dah siap juga dg print out tiket, n ichy juga bilang dah print semua keperluan kita. Jadi aman.
Malam ni kudu pasang alarm sebelum subuh, karena pesawat kita akan jam 7 pagi besok…jadi bobo yang tenang n met ketemu besok yah….

Hari Pertama, 29 Mei 2009
KKKRRRRIIIIINNNGGGG……o

uw mai god…keunceng bener siy alarm nya….ternyata waktu telah menunjukkan pukul 04.15…langsung telompat dari tempat tidur, deg2an karena kaget, ngumpulin nyawa yang sempat berkeliaran kesanakemari, dan get out of my room, minum 2 mug air putih, dan mandi dulu…
Jam ½ 5 HP dah berdering, ternyata Are yang telp, melaporkan bahwa mereka dah berangkat menuju Bandara dengan diantar oleh papanya Riana (makasi ya om dah mo ngater, kalo ga pastinya mereka harus nungguin Damri bersiap jalan setelah penumpangnya kumpul) dan setelah shalat subuh, vi pun berangkat dengan diantar oleh adikku yang baik hati (ceileee…ehem) perjalanan menuju bandara ditempuh hanya ½ jam saja dari rumah, naik toll dan jalan pun masih lengang…
Jam 05.45 sampe di terminal 3 yang masih gress kinclong alias baru, dan ternyata Riana, Are n Ichy pun belum lama tiba, jadi kita ketemu pas mereka lagi ngantri untuk check in tiket….dan seperti biasanya langsung buat keramaian yang bikin orang di sekitar kita sebel…hahahaha…
Masuk ke dalam term.3 dengan noraknya, berkeliaran kesana kemari, kita langsung hunting spot untuk poto2. kita masih harus nunggu sekitar 1 jam, karena jadwal keberangkatan kita jam 07.00
Tepat jam 7 kita dah dipanggil untuk masuk pesawat, dan ternyata kita kudu naik bus dulu menuju tempat parkir pesawatnya…hingga tibalah kita di pesawat yang akan membawa kita menuju Medan.
Karena kita ber-4, maka vi kebagian duduk terpisah, dan beruntungnya ternyata vi duduk sendiri dalam deretan 3 kursi, jadi enak d..leeegggaaaa…….
Penerbangan Jakarta-Medan ditempuh dalam 2 jam, dan ternyata laaamaaa bener…ga bisa bobo…sementara ke-3 perempuan itu dah bobo, bangun, bobo lagi…aaahhhh senangnya…
Setibanya di Medan, skitar jam 09.00, sewaktu kita masuk bandara, vi langsung menghubungi bang Robby, tapi susah sekali, berkalikali di coba tetep ga bisa….adapa ya…ternyata pas vi diamkan sebentar, bang Robby telp…ooouuu ternyata sepertinya kita saling2 telp2, shingga saling ga nyambung…hehehhe
Ternyata Bang Robby dah stand by menanti kedatangan dayang cantik penghuni kerajaan piknik…heheheeh….dan sementara Are, Riana n Ichy masih berusaha mengingat yang mana kah bang Robby yang telah berkalikali kita bicarakan, pas ketemu ma orangnya ada aja komentar bisik2 yang terlontar….’kog sekarang beda yah, kog kurusan, kog rambutnya ga botak lagi, kog…..dll’ *jangan ke-GR-an ya bang*
Setelah berjumpa, kita menuju mobil, dan konyolnya, si abang ini, lupa parkir dimana…*duuuuhhh…plis ya bang, kog bisa siy, terlalu semangat mo ketemu kita yah*
Dan ternyata oh teryata…mobilnya bertengger ga jauh dari kita berdiri nyari2 looh…dan segera saja kita naik mobil. Dikarenakan keberangkatan kita yang sangat pagi, jadi sepertinya lapar niy, dan perut dah dirongrong minta diisi, sehingga sebelum menjauh, kita isi perut dulu di sebrang bandara ada KFC….
Diskusi mengenai jadwal keberangkatan kita dimulai disini. Saat sarapan yang dah kesiangan ini, kita mulai ngatur kembali jadwal kita, dan kemungkinan2nya…
Ternyata semuanya out of schedule…yang artinya, di perencanaan kita siang ni langsung berangkat keluar kota ga bisa karena siang ini b’Robby masih ada jadwal rapat (ga boleh nyebut miting di sini, karena artinya adalah ’pub’ alias buang air besar) di kantornya, jadi seharian ini akan kita habiskan untuk keliling kota Medan saja.
Tujuan pertama kita adalah Rumah b’Robby yang ternyata ga terlalu jauh dari bandara, dan baru aja mobil melaju, are dah langsung mo jajan, secara di pinggiran jalan ada yang jual jambu bol, rada langka juga tuh buah.
Sesampainya di rumah b’Robby, yang berada di jl. Brigjen. Katamso gank jeruk, no. *** kita disambut oleh papa, mama, 2 orang adik perempuannya, rini dan puput dan keponakannya yang lucu, alfard (atau alphard….muahal bener niy) dan kita di persilahkan untuk mengisi kamarnya b’Robby di atas yang diluar perkiraannya kita, ternyata RAPI DAN BERSIH SEKALI ….wwhhheeeewww…..(bakalan kacau balau dengan kehadiran kita disini…maaf ya bang)
Sementara ini, kita hanya santai2 dirumah saja, bongkar muatan, ngobrol2. dan mulai rame saat bang Robby mengeluarkan koleksi poto2 kita pas di Rinjani 2 tahun lalu…jadi mulai lagi nostalgila kita pas pendakian gila itu…ngliat tampang2 lucu kita yang terbakar matahari, dan ngrumpiin temen2 pada waktu itu
.
Saat nya makan siang, dan ternyata mama Robby dah nyiapin hidangan istimewa buat kita ’SOTO MEDAN’…nnyyyaaammm…soto santan, dengan isi irisan ayam dan perkedel, ditabur bawang goreng dan dimakan dengan nasi hangat….
Masakan mama Robby enak banged, dan ternyata mama Robby adalah pembuat kue basah yang lmayan ’tenar di daerah sini, dan terima pesanan juga (hayyoooo sapa mo pesan kueh..bolehjuga niy…dikirim yah).
Dan ternyata mama Robby tuh orang Minang-Batu Sangkar, jadi kalo di lihat dari sistem minang, seharusnya bang Robby tuh punya suku dari mamanya (kebalikan dari keluarga vi niy, yang mama-nya orang medan melayu, makanya kita ga punya suku)
Selesai makan, saat nya bagi para pria untuk shalat jumat. Waktu Shalat di Medan selisih hampir 1 jam dengan waktu shalat Jakarta. Dan sambil menunggu mereka,kita kembali ngrumpi di atas.
Untuk mendampingi b’Robby mengantar kita, ternyata dia mengajak serta 3 orang temannya, yaitu Budi’Black, Iwan, dan Indra. Mereka ini sepertinya gerombolan pendaki2 dan adventurer, petualang alam yang dah mendaki semua gunung di SumUt, wwwhhheeeewww….sementara kita….para perempuan yang ’jontik n mentel kali’ hahahahaahaaa….
Dan hari ini 2 yang pertama dah hadir untuk mendampingi kita…mari kita berangkat…
Next stop…Istana Maimoon…shake ur belonging n step carefully, thank you (duuh berasa naik transjakarta-busway)
Yaaa….kunjungan pertama kita adalah Istana Maimoon, yang merupakan istana peninggalan kerajaan melayu hingga kini masih memiliki seorang sultan yang masih berusia belia *CMIIW* berikut infonya (dikutip dari beberapa info di melayuonline.com) :

Istana Maimoon, merupakan istana Sultan Deli yang di sebut juga Istana Putri Hijau. Istana yang berdiri megah di Jalan Brigjend Katamso ini didominasi warna kuning, warna kerjaan sekaligus warna khas Melayu. Istana ini didirikan oleh Sultan Kerajaan Deli, Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alam Shah dengan biaya sekitar satu juta gulden Belanda tahun 1888. Sultan Maimun merupakan putra Sultan Mahmud Perkasa Alam, pendiri kota Medan.
Bangunannya berdiri di atas tanah seluas 2.772 Meter persegi, menghadap Timur. Pendesainnya seorang arsitek Italia, namun versi lainnya menyebutkan seorang tentara KNIL bernama Kapten Th. Van Erp. Bangunannya terdiri dari dua lantai yang terbagi dalam tiga bagian, yakni bangunan induk, sayap kiri, dan sayap kanan.
Sultan Deli saat ini adalah Othman Mahmud Ma’mun Padrap Perkasa Alam Shah, yang dinobatkan pada bulan Mei 1998.

Istana Maimoon memang cantik sekali arsitekturnya, tapi sayangnya sangat berdebu ya (terbukti dari kaki kita yang menjadi hitam seusai keliling istana) dan kesempatan ini kita puaskan dengan berfoto2 di setiap sudut. Ada singgasana berupa pelaminan dengan warna kuning emas yang berkilau, lampu gantung mewah di tengahnya, foto2 para sultan terdahulu, dll.
Diluar istana ada sebuah bangunan, yang di dalamnya terdapat merium putung, berikut ceritanya (dikutip dari eskrimstrawberry.multiply.com):

Konon, meriam ini merupakan penjelmaan dari saudara laki-laki Putri Hijau, disebut demikian karen dari tubuhnya memancar warna hijau, seorang putri yang tinggal di Deli Tua pada masa Kesultanan Deli lama. Legenda bilang putri ini sangat cantik sehingga Sultan Aceh bermaksud menjadikannya sebagai permaisuri. Kedua saudara laki-laki Putri Hijau – Mambang Yazid dan Mambang Khayali – menolak pinangannya. Sultan Aceh murka sehingga pecahlah perang antara Kesultanan Aceh dengan Kesultanan Deli.
Seorang saudara laki-laki putri menjelma menjadi seekor naga dan seorang lagi menjadi meriam yang tak henti-henti menembakkan dirinya ke tentara Aceh. Kecewa karena pasukan Deli kalah, meriam ini meledakkan diri menjadi beberapa bagian yang terlontar ke Labuhan Deli, Tanah Karo dan Deli Serdang. Pecahan yang bagian belakang sekarang disimpan di samping Istana Maimoon.
Lalu, bagaimana nasib sang putri ? Ia ditawan dan dimasukkan ke dalam peti kaca untuk dimuat ke atas kapal dan dibawa Aceh. Ketika kapal sampai di Ujung Jambo Aye, putri minta diadakan upacara khusus sebelum ia diturunkan dari kapal. Untuk upacara ini diperlukan sejumlah beras dan beribu-ribu telur. Pada saat upacara akan dimulai, tiba-tiba laut bergejolak dan dari dalamnya keluar Naga yang sangat besar. Dengan rahangnya naga itu mengambil peti kaca berisi Putri Hijau dan membawanya ke dalam laut. Ternyata naga tersebut adalah penjelmaan dari saudara laki-lakinya yang satu lagi

Seusai puas menelaah Istana Maimoon, tujuan kita berikutnya adalah menuju penangkaran buaya, yang terletak di asam kumbang…Penangkaran buaya ini terletak lmayan jauh dari kota medan yang ramai, jadi suasananya agak sepi….
Sesampainya kita dipenangkaran buaya asam kumbang, kita masuk melalui gerbang yang banyak nuansa buayanya…dan di halaman depan ada beberapa artikel mengenai pemilik penangkaran buaya, dan di loket masuk ternyata tersedia telur buaya bagi yang menginginkan..
Biaya masuk untuk 7 orang + 1 mobil = Rp. 38.000….
Dan begitu masuk ke area penangkaran, kita langsung di suguhi pemandangan buaya, buaya dan buaya dalam beragam pose….hhhiiii….ngeri, ada buaya yang guuedee bener, dah kaku ga bisa bergerak, buaya putih juga ada, trus ada juga buaya yang ga da ekornya, pokoknya ada ratusan mungkin ribuan buaya…ada yang di dalam bak, dan ada banyak banged bergelimpangan di dalam kolam rawa yang warnanya dah hijau ….semuanya serba buaya. Berikut info mengenai penangkaran buaya asam kumbang (dikutip dari lomardasika.blogspot.com)

Sang pemilik, Lo Than Muk, yang notabene warga keturunan China ini hidup dengan istri, Lim Hui Cu, dan dua anaknya yang laki-laki, Robert Lo dan Robin Lo. Penangkaran buaya ini pada awalnya dilakukan karena hobi. Namun, sehubungan dengan luasnya wilayah yang dikelola dan giatnya menambah jumlah koleksi, maka penangkaran ini menjadi semacam lokasi wisata, bahkan icon kota Medan.
Koleksi utama penangkaran ini adalah buaya tentu saja, namun untuk lebih spesifik lagi, koleksi yang terutama adalah Buaya Muara atau Crocodyllus porosus. Umur buaya yang bervariasi antara 5 tahun hingga 32 tahun ditunjukkan dengan papan-papan petunjuk sederhana dan ukuran bobot badan mereka. Selain Kandang, anda juga bisa melihat buaya tersebut di habitat aslinya. Di Bagian paling belakang dari rumah tersebut terdapat sebuah kolam yang airnya berwarna hijau pucat, cenderung mirip rawa. Disini anda akan menyaksikan sejumlah gelondongan kayu yang bergerak perlahan. Upss…itu bukan gelondongan kayu tapi Buaya yang sedang berenang perlahan memantau mangsanya. Anda harus memperhatikan tajam karena mereka hampir tidak bergerak sama sekali. Kecuali buaya-buaya yang sedang bertarung, atau tiba tiba mengecipak dari kolam.

Seusai puas liat buaya, kita melanjutkan untuk hunting kuliner saja, dan secara hari puaanaashh bener, jadi enaknya sore ini kita cari es krim…Di Medan ada sebuah toko es krim jadul, seperti es krim ragusa di Jakarta, dan beruntung bang Robby tau dengan yang vi inginkan, jadilah kita langsung menuju lokasi tersebut, dan sepanjang perjalanan bang Robby ngajak kita muter2 kota sambil menunjukkan beberapa bangunan tua, diantaranya adalah kantor pos, gedung Bank Indonesia, dan sesaat sebelum kita sampai di es krim tiptop yang terletak di jalan kesawan ini,kita melewati sebuah rumah cina yang cantik, dan masih terawat, ni ceritanya (lupa kutip dari mana…)

Gedung Tjong A Fie, Gedung tua ini menggambarkan budaya sekaligus keuletan etnis Tionghoa yang sejak ratusan tahun menetap di Tanah Deli. Gedung tua yang berada di Kesawan (Tapekongstraat) ini milik Tjong A Fie, sahabat dekat Sultan Deli. Dia adalah Mayor China di Medan, seorang milioner pertama di Sumatera.

Pada tahun 1870 Tjong A Fie dan kakaknya, Tjong Yong Hian meninggalkan Desa Moy Hian, Kanton di daratan China untuk merantau ke Tanah Deli sebagai kuli kontrak di perkebunan tembakau. Kakak beradik ini sangat jeli melihat peluang bisnis. Mereka kemudian membuka perkebunan dan menetap di Labuhan Deli. Disana, dia juga membuka kedai dengan nama Ban Yun Tjong. Tjong A Fie tahu betul kebutuhan kuli-kuli China dan perantau lainnya yang baru tiba di Tanah Deli, sehingga dalam waktu singkat saja dia kaya raya. Sampai saat ini bangunan Tjong A Fiea masih berdiri kokok dan menjadi tempat tinggal keluarga keturunannya.

Es Krim tiptop di suguhkan dalam beragam pilihan rasa dan bentuk yang unik..dan sebagai es krim jadul, tempat eskrimnya pun terbuat dr logam, dengan sendok logam jadul seperti di rumah…
Suasana di toko es krim tiptop ini nyaman sekali, ada beberapa poto2 pada masa jayanya terpajang di dinding. Santai sejenak dengan eskrim, kita rehat sejenak disini..menikmati suasana dari daerah kesawan yang konon kabarnya di daerah ini dulunya merupakan daerah perdagangan yang ramai (mungkin seperti di kawasan asemka atau kota tua jakarta yah).
ni link mengenai restoran in yah http://tiptop-medan.com
Menjelang maghrib kita kembali bergerak, dan sepertinya malam ini kita akan pesta kuliner…next kuliner yang ditawarkan b’Robby adalah Sup sumsum sapi…menggoda sekali niy….
Dengan semangat kita langsung menyerbu termpat makan ini, namun baru duduk sejenak, hujan mengguyur kota Medan dengan derasnya…waaah, sepertinya mang cocok kali makan sup yang hangat. Saat sup sumsumnya disajikan..ouwmigod…tulangnya guedeee beneer, sepertinya itu 1/2nya tulang kaki sapi…dan untuk menikmatinya di berikan sebuah sedotan/pipet untuk menghirup sumsum….waaahh…enaak…beruntung kita ga pesan banyak, Cuma 1 porsi sup, dan pempek, mengingat kita akan hunting makanan lainnya.
Selanjutnya adalah mie aceh kepiting..sllruuppp, nelen ludah…..di jakarta juga ada mie aceh yang enak di benhil, tapi tetep penasaran ma mie aceh di Medan ini, secara kl di perhatikan di sepanjang jalan banyak sekali kedai mie aceh, padahal kan kita di Medan, kenapa bukan Mie Medan yah…
Kedai Mie Aceh yang di pilih bang robby, lumayan luas, cukup untuk menampung kita bertujuh dalam satu meja panjang. Dan dengan tak berlama-lama langsung pesan mie tumis kepiting, ga terlalu pedas. Kalo di perhatikan saat tukangnya masak, sepertinya ada bumbu khusus berwarna orange yang menjadi khas dari mie aceh ini, dan .di samping tukang masaknya ada sebuah aquarium kosong yang isinya adalah kepiting yang masih hilirmudik menunggu antrian untuk dimasak…sambil menunggu pesanan, kita disuguhkan hidangan yang mirip dengan kue bugis ala padang, namun ukurannya lebih kecil..dan rasanya pun mirip..lupa apa namanya niy *tanya bang robby: apa namanya ya bang???*
Dan…pesanan pun datang…porsinya lmayan banyak, ditambah dengan irisan bawang segar dan jeruk nipis, jadilah mie aceh yang sedap dan kepitingnya…mmhhhmmmm…ssllllruuupp…bumbunya brasa banged sampe ke dalamnya….ennnaaakkk beeneerr…
Perlahan tapi pasti…semua hidangan masuk perut…kenyang…hehehehe…
Ternyata kulinernya belum berakhir. Bang Robby masih semangat ngajak kita buat nyoba minuman yang khas medan juga TST = teh Susu Telur…mirip dengan teh telur di padang juga. Perlu kecakapan khusus untuk membuat minuman ini, agar tidak terasa amis dari kuning telur ayam kampungnya…dan karena beberapa teman dah tewas kekenyangan…jadi minumannya dibungkus aja ya bang…
Kita mendarat kembali di rumah b’Robby sekitar jam 11 malam, dan ternyata mati lampu..uuughhh jadi gelap…tapi badan masih gerah ni, mau mandi ah, beruntung air tidak ikut mati, jadi dengan tertib kita ngatri mandi tengah malam…byurbyurbyur…
Malam ini kita lanjutkan dengan ngobrol2, walaupun gelap, dan sambil ngobrol vi masih mo nyobain TST, dan ternyata enaak banggeedd…tanpa terasa satu gelas tuntas…hehehehee…doyan kayanya…skitar jam 12 kita harus bobo, kebetulan lampu dah kembali menyala, dan ke-2 temannya bang Robby; Budi’Black dan Iwan juga dah pamit pulang.
Masih terlihat bang Robby diskusi ma papanya di ruang tamu,mungkin membahas perihal keberangkatan kita besok menuju samosir,karena menurut kabar dari bang Robby, om yang mo nganterin kita ternyata ga bisa, karena beliau ada tamu. Kita lihat saja apa yang akan terjadi besok..bobo dulu yah….

Iklan

3 pemikiran pada “Horasss…….ini Medan Bung….day 1 – seputaran kota Medan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s