MEMANGNYA SALAH YA KALO TERNYATA GW MASIH LAJANG..???

Memangnya salah ya kalo ternyata gw masih lajang…??dengan umur 32 tahun ini ‘menurut kebiasaan yang ada di negara kita ini’ seharusnya gw dah beranak pinak n ribet dengan para balita yang lagi pada bandel2nya, serta suami yang lagi sibuk2nya beralasan sibuk di kantor (padahal siy lagi hangout ma temen2nya…hahahahahaa).

Tapi kenyataan dan kesempatan yang diberikan Tuhan buat gw ternyata berbeda dan diluar semua kebiasaan yang ada, sehingga menjadikan gw sebagai salah satu keanehan oleh segelintir orang yang akan ‘nyinyir bertanya atau menyindir dengan kalimat ‘masih kuat ya sendiri (ini maksudnya apa ya??)’, atau ‘sibuk berkarir aja siy’ (boro2 berkarir, yang ada gw keseringan jadi pengangguran sok sibuk aja tuh)’ atau’ terlalu milih’ (ya iyalah gw harus milih, misalnya pilih yang seagama, yang bisa menjadi imam bagi dunia dan akhirat gw dan berbeda lawan jenis dari gw-secara gw bukan golongan lesbian kali)atau yang paling parah lagi’ ga laku (mang gw dagangan apa???)’…haaaahhh…..kalimat yang sebaiknya ga usah gw jawab (tapi dah dijawab juga tuh…hehehehe)….

Menjadi wanita (masih atau memilih) lajang di usia lebih dari 30 tahun memang memancing ‘kenyinyiran’ lingkungan di sekeliling, yang kita juga tidak bisa mengelak darinya karena kita berada di dalam lingkungan tersebut. Ke’nyinyiran’ itu datang bukan hanya dari lingkungan terdekat (yang seharusnya mensupport) yaitu keluarga juga dari teman, baik teman di kantor, teman lama waktu sekolah, kuliah bahkan temen2 lainnya. Sadar ga yah, bahwa kenyinyiran itu bisa menimbulkan ‘depresi yang dalam’ bagi para wanita lajang di umur lebih dari 30 tahun. Hal ini bisa membuat si lajang menjadi introvert, penyendiri, pemurung, keluar/melarikan diri dari lingkungannya, membesar-besarkan ‘kekurangan’ diri sendiri (khususnya fisik, misalnya kurang cantik, gendut (seperti gw ya…hahahaha) dan lainnya)dan yang terparah adalah dia akan ambil jalan pintas dengan ‘asal menikah’ yang hal itu hanya akan menambah ‘sakit’ pada dirinya….(ketok meja 3x..toktoktok). All we need is support….karena menjadi lajang di usia lebih dari 30 tahun sudah merupakan masalah untuk kita (mungkin yaa….) jadi tolonglah jangan menambah masalah menjadi luarbiasa di luar kendali kita dengan kenyinyiran mengenai ‘ke-Lajang-an’ kita.

Menjadi Lajang di usialebih dari 30 tahun tidak senyaman yang orang lain kira. Memang siy, diluar kita terlihat tegar, fun, menikmati hidup, dan terlihat tidak ada masalah. Segala yang dilakukan dengan konsekwensi yang di tanggung sendiri, menikmati hasil kerja sendiri, travelling untuk menikmati hidup, kongkow-kongkow bareng wanita dan pria lajang lainnya pasti lebih nikmat dibanding kumpul dengan wanita yang sudah berkeluarga, yang selalu meresahkan mengenai hubungan dengan suami yang kurang hangat, mertua dan anak yang bandel dan sakit2an (curhatan standard ibu2 muda).

Menjadi wanita lajang di usia lebih dari 30 tahun juga harus tahan banting, karena harus kuat dengan ‘gosip yang beredar di sekeliling. Dan lebih mudah di curigai para ibu2 muda karena (kadang) akrab dengan para pria berstatus suami karena mereka merasa nyaman untuk sekedar ngobrol bareng. Sering dianggap ‘penggoda’ karena kadang bisa lebih bebas dalam berdandan, berpakaian dan menikmati make-up yang melekat di muka. Sering di salah artikan tingkah ‘supel’ dengan ‘flirting’(yaiiiks) dan yang terparah adalah dianggap memiliki ‘free lifesytle’….yang terpenting adalah jangan sampai menjadi perempuan Lajang yang Jalang…..

Menjadi wanita lajang di usia lebih dari 30 tahun, harus lebih banyak bersabar, harus lebih banyak berdoa agar dihindarkan dari fitnah, dan juga harus lebih pandai menjaga dirinya, harus lebih bisa memilih dalam pertemanan, yang paling berat buat gw salah satunya ada lah menahan ‘hawa nafsu’, apa lagi saat2 subur menjelang datang bulan, ga da pelampiasan hahaahahaha dan juga sangat rentan terhadap kondisi badan yagn semakin rapuh (banyak penyakit bermunculan menghadap para wanita lajang, diantaranya adalah kanker payudara dan servick ) Menjadi wanita lajang di usia lebih dari 30 tahun sebenarnya bukan pilihan awal, tapi (tetap optimis) kesempatan yang belum datang, mungkin kita masih di titipkan amanah oleh yang Maha Kuasa, bahwa dengan menjadi Lajang, ada hal-hal yang harus kita ‘perhatikan lebih’, mungkin orang tua kita yang semakin sepuh dan rapuh (sangat terasa setelah gw jauh dari mereka), mungkin juga harus menyaksikan beberapa teman yang gagal dalam rumahtangganya (ada temen gw yang dah menjanda di usia gw yang masih melajang…) sehingga kita dapat memetik pelajaran dari hal itu. Mungkin dengan menjadi lajang hingga di usia ini, kita di beri kesempatan untuk mengevaluasi diri, sudah siapkah?? Atau mungkin juga memang diberi kesempatan untuk lebih menikmati ‘kesendirian’ hingga nanti tiba waktunya (masih optimis) untuk hidup berpasangan.(amin)

Sebagai penyemangat bagi para lajang di usia lebih dari 30 tahun adalah jadilah lajang yang tidak jalang, lajang yang tidak nyusahin orang, lajang yang bisa bermanfaat, lajang yang bisa berbagi kebahagiaannya, dan lajang yang membanggakan. Sekedar curhatan menjadi lajang di usia 32 tahun dan lelah dengan pertanyaan ‘sudah menikah mba’ dan ‘kenapa belum menikah’?

-vi-

Iklan

7 pemikiran pada “MEMANGNYA SALAH YA KALO TERNYATA GW MASIH LAJANG..???

    1. Ada byk komunitas perempuan2 hebat yg ternyata msh single, mostly mrk suka traveling atau kegiatan sosial dan kreatif lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s