Patong – Phuket : its about beach and lady boy

Phuket merupakan destinasi pertama kita dalam trip 3 kota yang kita rencanakan, yaitu Phuket – Bangkok dan Singapore. Seperti yang sudah bisa di tebak, kita dapat tiket ke-3 kota ini dengan harga yang cukup ekonomis berkat promo sebuah maskapai penerbangan yang tiap tahunnya kasi ‘free seat’ dan harga ekonomis, bila dipesan jauh hari.
Dalam perjalanan ini kita akan ber-4, yaitu elvi, ichy, riana dan abhu. Sedari bulan November kita dah blasakblusuk cari tiket, hingga akhirnya menyisakan hutang di CC Abhu dan Riana yang harus gw bayar sesegera mungkin supaya ga ada tunggakan di CC mereka :p
Pesawat yang membawa kita terbang menuju phuket berangkat jam 11.20 WIB, tapi karena ini adalah penerbangan international (walau masih di wilayah ASEAN) jadi sebaiknya kita dah dibandara 3 jam sebelum pesawat boarding untuk menghindari antrian yang bikin deg2an, yang artinya sekitar jam 9 gw dah tiba di bandara, check in dengan mudah di counternya Airasia, daftar NPWP untuk free fiskal dan duduk manis menghampiri ke-2 travelmate gw yang dah duduk manis. Pagi ini kita masih deg2an, karena salah satu teman kita masih bermasalah dengan passportnya, dan masih mengusahakan untuk tetap berangkat, setelah pagi ini memaksakan ke imigrasi jakarta utara untuk memeriksakan passportnya.
Sekitar jam 1/2 10 dapat kabar bahwa dia bisa berangkat…waaah senang bukan kepalang, jadi kita langsung ke counter check in AirAsia, dan mendaftarkan dirinya bahwa akan late check in. sambil terus berdoa harap2 cemas semoga tidak telat, sekitar jam 1/2 11 akhirnya muncul juga, langsung dibantuin untuk check in, daftar NPWP, dan berlarianlah kita menuju imigrasi. Satu persatu passport kita diperiksa dan di cap. Abhu lolos, ichy yang rada deg-degan dengan passportnya yang tadinya bermasalah juga lewat. Saat Riana setor passport ternyata lama bener, gw yang diantrian belakangnya jadi harus menunggu lama, sambil penasaran curi-curi dengar pembicaraannya dengan petugas imigrasi, ternyata masa expired passportnya sudah masuk masa tenggat, alias 5 bulan lagi. Menurut petugas imigrasinya bisa bermasalah saat nanti di imigrasi luar negri dan parahnya bisa di deportasi. Tapi karena tiket kita jelas bahwa perjalanan kita hanya 9 hari saja di luarnegri, akhirnya di loloskan dengan syarat membuat surat pernyataan. Setelah riana lolos di bagian imigrasi, maka selanjutnya adalah giliran gw, tanpa banyak cakap, passportku di stempel dan layak berangkat…hooooreeeeee……
Waktu keberangkatan kita masih 30 menit lagi, tapi abhu dah berlari-lari menuju gate D6 karena sudah ada panggilan bahwa penumpang pesawat Airasia tujuan Phuket no. FD 3941 sudah masuk ruang tunggu. Ternyata jarak dari imigrasi menuju ruang boarding jauh bener….dan setibanya di muka gate D6, masih ada pemeriksaan tas. Karena kita tidak bayar bagasi, maka bagpack kita yang berat itu harus di gembol kesanakemari, dan saat pemeriksaan itu di tas gw tertangkap memiliki liquid dalam kemasan lebih dari 100ml…aaah sial, baru inget pas di semarang icha ngasi aftersun bananaboat sebotol gede 250ml, masih lmayan penuh…huhuhu….jadi harus ditinggal, tapi beruntung ichy bawa beberapa botol kecil2 kosong, jadi bisa di isi sebagian dan sisanya ditinggalkan dengan penuh kecewa…
Masuk ke dalam pesawat, beruntung kita bertiga tidak terpisahkan,jadi bisa ngrumpi panjang selamaa 2,5 jam perjalanan menuju Phuket. Dan seperti yang telah kita ketahui bahwa penerbangan low budget Airasia tidak memberikan makan, minum dan cemilan, maka kalo kelaparan harus jajan d. tapi beruntung riana bawa bekal nasi uduk 2 bungkus, hoooreeee…secara lapar mendera disaat jam makan siang mulai memanggil. Dengan berbekal jajan air mineral, maka kita bertiga makan nasi uduk dengan bahagia, tapi karena merasa rada kurang, ichy tetap beli nasi goreng, jadi tambah rame d menu makan siang kita.
Sekitar jam 14.30 kita mendarat di Phuket International Airport. Hal pertama yang kita lakukan saat masuk bandara adalah mencari toilet…kebelet pipis, trus masih di lanjut dengan dandan dikit. Trus pas kita mo daftar di imigrasi ternyata dah sepi, Cuma tinggal 2 loket dan ada seorang bapak yang tiba-tiba teriak ‘WHAT TOOK YOU SO LONG??’….omigod, ternyata karena ini airport kecil, jadi hanya rame saat pesawat datang dan pergi saja, setelah itu bandaranya kosong melompong. Masih deg2an di teriakin demikian sebagai welcoming, kitapun mendaftarkan passport kita menghadapi petugas yang dah BT, ngoceh2 pake bahasa Thai (mampyus d, bruntung gw ga ngerti ape kate lo).
Selesai urusan imigrasi ternyata ruangan di bandara beneran kosong melompong, kita jadi kehilangan kesempatan untuk mendapatkan free simcard untuk HP kita..hiks 😦
Sebagai kota wisata, bandara Phuket terdapat beragam map yang dapat kita ambil untuk kebutuhan kita nanti. Ada map yang lengkap, yang isinya bukan hanya Phuket, Patong, Kata dan Krabi, tapi juga hingga map kota Bangkok.
Keluar dari bandara seperti juga di Indonesia, kita akan diserbu oleh para tukang taksi, tapi berdasarkan info yang kita dapatkan, sebaiknya kita langsung menuju pool taksi meter yang terletak di pojok kanan bandara, terlihat taksi berwarna merah kuning berbaris rapi.
Walau namanya taksi meter, tapi soal harga tetep nego…untuk tujuan patong dari bandara, kita mendapatkan harga yang lumayan murah Bt 450 saja (padahal berdasarkan referensi biasanya sekitar Bt 600)dan perjalanan dari Bandara hingga kawasan Patong harus ditempuh kurang lebih 1 jam saja….jauh yaaa
Sepanjang perjalanan ternyata kita tidak menemukan banyak hal yang berbeda dengan Indonesia, hanya yang sangat mencolok adalah tulisan kriting khas Thailand, poto2 Raja, serta instalasi kabel listrik yang kondisinya ngeri banget, sembrawuut (ternyata instalasi listrik di Indonesia jauh lebih baik, walau listriknya sering padam bergilir akibat kurang daya).
Karena kita sudah booking penginapan di Patong, jadi si supir langsung menghubungi pemilik penginapan untuk tanya ancer2nya dan mengantar kita ketempat tujuan, sehingga ga bikin kita ribet. Setibanya di penginapan, kita di sambut hangat oleh pemilik penginapan ‘Mary yang ternyata orang Korea, dan langsung mengurus administrasi. Penginapan kita bernama ‘SOM Guesthouse’, penginapan berbentuk ruko di kawasan strategis Patong. Kita ambil kamar private 4 bed AC seharga Bt 800, lmayan murah siy untuk di share ber-4, dengan fasilitas kamar yang bersih, rapi, 4 single bed, AC, Kamar mandi dalam yang bersih, handuk bersih, kulkas, tipi 20 channel (tapi ga bakalan terhibur juga dengan siaran lokal yang ga ngerti), safety box untuk simpan dokumen atau barang berharga lainnya, hingga lemari baju. Beruntunglah, dapat kamar yang nyaman 🙂
Setelah melepaskan lelah sejenak, dan ganti baju yang lebih nyaman untuk jalan-jalan, kita mulai exploring Patong. Seperti halnya Indonesia yang negara Tropis, di Patong pun matahari rada boros, alias panas booo siang2 genee, tapi tak menyurutkan niat untuk jalan 😉
Keluar dari penginapan yang berada dijalan Rad U tid yang merupakan jalan utama di Patong, kita langsung ketemu sebuah pusat jajanan kecil, yang menyediakan beragam makanan. Karena tadi di pesawat dah makan nasi uduk, jadi vi lebih tertarik untuk mencicipi makanan kecil (kalo di jakarta di sebutnya jajanan pasar). Makanannya seperti kue cubit 1/2 matang tapi dari santan, jadi gurih dan manis gitu, trus icip2 makanannya abhu yang seperti cenil kalo di jawa.
Kita lanjut untuk cari jalan ke pantai yang ternyata ga jauh dari penginapan kita. Pantai Patong di jam 4 sore ternyata masih panas, tapi karena masih kegirangan ketemu pantai bersih putih dengan ombak yang tak terlalu ganas, jadi walau panas tetep senang main2 air. Pantai Patong ga beda dengan pantai kuta Bali, pantai yang di jalannya banyak terdapat pedagang baju dan souvernir, juga beberapa penjual paket wisata yang tenar di Phuket, yaitu Trip ke Phiphi Island dan James Bond Island.
Sore hingga sunset ini kita habiskan dengan jalan menyusuri pantai, sambil jepratjepret moto apapun yang terlihat bagus dan bikin poto loncat2an pake kameranya abhu yang canggih pisan.
Melihat pantai yang sangat menggoda untuk berenang, kita jadi terpikir untuk beli bikini, buat seru2an, jadi mulailah kita masuki toko2 di sepanjang jalan tepi pantai itu untuk hunting bikini2 lucu yang menggoda. Sambil hunting bikini, kita juga hunting paket perjalanan ke Phiphi island, kita cari yang open tiket supaya kita bisa nginep semalam di Phiphi island dan baru kembali ke phuket esok harinya. Dengan perjuangan tawarmenawar yang a lot, dan rayuan gombalnya abhu ke mba2 yang menawarkan paket, akhirnya kita mendapatkan harga yang lumayan miring, yaitu Bt 920 untuk paket open tiket phiphi island, yang isinya adalah : jemputan dan diantar dari hostel ke Phuket port, lite breakfast (hot tea n coffee + biscuit), free flow cold mineral water n soft drink, and lunch incl. fresh fruit. Mengunjungi pulau Khai + snorkel, maya island, viking cavé and phi-phi island.
Main2 di pantai Patong ditutup dengan berenang pake bikini baru…hhooreee…sambil kita nunggu waktu janjian dengan MD, seorang CS jakarta ambassador. Kita janjian dg MD di sebuah pusat perbelanjaan, sambil kita makanmalam, ngobrol2 dan lanjut ke hotelnya tempat menginap MD, ternyata hotel bintang lima, dan gratis karena menang undian, beruntungnya dirinya….
Malam ini kita lanjut jalan exploring Patong, kita mampir ke Bangla Road, tempat para banci2 cantik yang tenar di sebut ‘lady boy’ ngumpul dan menjajakan diri. Bangla road ini kumpulan cafe2 yang rame banget, segala pedagang ada bahkan kaki lima pun banyak. Salah satu yang membuat Bangla Road ini terkenal adalah Banci cantiknya, beneran bikin minder yang perempuan, secara dadanya subur bener, trus berpinggul yang berlenggok saat berjalan, dan kulit kinclong yang mulus, serta balutan baju seksi yang seronok….aayaaayyyy..hehehehee…. 😉
Kembali ke penginapan,badan dah cape dan gerah, trus langsung antri mandi, packing dan bobo, karena besok pagi2, kita akan dijemput untuk cruising menikmati pulau2 cantik di kepulauan Andaman Thailand Selatan….
-vi-

Iklan

2 pemikiran pada “Patong – Phuket : its about beach and lady boy

  1. hai elvi,
    ini ratih. pas lagi gugling soal som guesthouse nyangkut ke blog ini deh. mau nanya dong. rencananya saya dan temen2 mo ke phuket april 2011. en lagi ceki2 penginapan. som guesthouse ok ya? punya alamat emailnya ga? kl gak keberatan, ada foto2 som guesthouse ini ga
    tks before ya

    1. som guesthouse…penginapannya model ruko gitu, tapi bersih dan nyaman dengan harga murmer….pemiliknya juga ramah dan menyenangkan. lokasinya yang tak jauh dari pantai patong bikin mudah kalo mo eksplore.
      emailnya lupa, liat aja di websitenya, cukup jelas kog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s