Once upon the time in Singapore

Setelah perjalanan panjang dan melelahkandi Phuket dan Bangkok, akhirnya kita menutup perjalanan kita di Singapore. Bisa dibilang kita Cuma transit di Singpore, sayang banget sebenarnya karena waktunya pendek jadi ga bisa maksimal eksploring the city, tapi nikmati aja dulu.

Setelah mendarat di bandara Changi dan melewati imigrasi yang selalu tampak menakutkan, kita segera akan meluncur ke pusat kota. Yaa…pusat kota, dengan berbekal map dan tourist guideline yang tersedia secara bebas di bandara Changi semoga bisa membantu. Dengan menaiki MRT kita akan menikmati Singapore dengan cara yang cukup beda dari Jakarta.

Hal pertama yang akan kita lakukan di siang hari yang panas ini (ga kalah garang mataharinya dengan di Jakarta..huuuuhhfffff) adalah mencari penginapa. Kita sempat googling cheap hostel dan mendapat informasi sebuah hostel di kawasan gaylang dekat  Al Junied Station. Hostel pertama yang kita datangi kurang menyenangkan untuk kita, karena harga yang diberikan ternyata lebih mahal dibanding dengan harga yang tertera di web-site yang bersangakutan. Sempat bingung juga mo gimana, karena hari yang panas, badan cape bawa gembolan kesana kemari, akhirnya kita memutuskan untuk istirahat makan siang dulu, kebetulan di pojokan jalan ada beberapa penjaja makanan, sepertinya enak dan lmayan untuk istirahat dan memikirkan rencana selanjutnya.

Setelah makan, sempat bertanya dengan beberapa orang, dan mendapat info bahwa d daerah gaylang memang ada banyak hostel murah meriah, tapi harus semangat untuk mencarinya. Yakin dengan info tersebut, kitapun memulai pencarian kita. At the corner of the street, kita ketemu 3 cowo bule yang sepertinya menginap di kawasan ini. Kitapun bertanya dimana mereka nginap, dan mendapat rekomendasi tempat menginap mereka dan ‘menurut mereka nyaman’. Maka kitapun menuju hostel tersebut. Ternyata hanya terletak berseberangan saja dari hostel yang pertama kita lihat tadi. Setelah tanya2 harga, liat kamar dan fasilitas yang diberikan, kitapun sepakat untuk menginap disini. Harga yang diberikan untuk kita adalah SGD 15 untuk tempat tidur di mixdorm, dan mendapatkan sarapan pagi, lmayan murah lah…

Kamar yang kita tempati berupa ruang dengan 4 tempat tidur tingkat. Kita kebagian dekat pintu. Karena 2 yang dekat jendela sudah penuh terisi (sepertinya 3 bule tadi yang menghuninya). Mendapati tempat tidur bersih dengan kasur dan bantal yang empuk, tak kuasa badan jadi betah untuk rebahan, sepertinya kita perlu sedikit waktu utnuk istirahat, sebelum nanti melanjutkan perjalanan lagi. Kita janjian untuk siap kembali jam 4 waktu setempat.

Waktu sudah menunjukkan jam 4, saatnya bagi kita untuk eksplore. Karena tak ada yang menjadi guide, kita hanya melangkahkan kaki ke MRT station. Tujuan sore ini adalah menuju Merlion, simbol kota singapore yang terletak di muara sungai.  Untuk menuju Merlion ini berdasarkan guideline, kita harus turun di Rafless, dan berjalan menuju arah sungai. Tapi setibanya kita di Raffless, kita keluar di suatu pusat perkantoran, yang terlihat sibuk (seperti muncul di tengah2  kompleks megakuningan, padahal mo ke monas…hahahahaaa) jadi bingung, dan akhirnya kitapun bertanya. Hasil dari bertanya2 adalah kita harus ke hotel Fullerton, menyebrang di bawahnya dan nanti akan tiba di Merlion. Dibawah guyuran hujan yang  tak terlalu lebat, kitapun mulai menyusuri sungai seperti yang disarankan. Dan saat kita keluar dari hotel Fullerton, kita langsung mendapatkan pemandangan sisi sungai berpemandangan esplanade dengan awan hitam menggelayut…sebenarnya indah, tapi kog jd ngeri yaaa….

Setelah berfoto-foto, kita jalan menuju merlion. Patung merlion sore itu terlihat lumayan ramai, tapi ga terlalu ramai, mungkin karena baru reda hujan, sehingga kita bisa agak leluasa untuk berpose narsis dengan latar belakang Merlion.  Tak lama, ternyata hujan kembali mengguyur di area Merlion, kitapun berteduh di bawah jembatan. Setelah hujan reda kita kembali melanjutkan perjalananan. Kita menyusuri sungai menuju arah Rafless, berfoto di patung legendaris raffles. Perjalanan menyusuri sungai ini terus berlanjut dan beruntung pemandangan yang terlihat sangat bagus dengan kanal-kanal yang bersih (berdoa semoga proyek banjir kanal timur yang sedang dibangun pemprov DKI jakarta dapat seindah dan sebersih ini, amin), perjalanan kita berakhir di kawasan Clark Quay, sebuah kawasan entertain yang ramai. Terdapat café-café di sepanjang sisi sungai dan yang paling seru jadi bahan tontonan kita adalah ‘giant swing and sling shot’. Kita bertiga duduk manis di muka wahana seru ini, sekalian istirahat kaki yang dah perih diajak jalan terusmenerus…

Sambil nonton tiap orang yang naik ke atas giant swing dan sling shoot, kita ga kalah seru untuk teriak-teriak, secara ngeri aja ngliatnya. Disini kita dapat kenalan seorang India yang bekerja di Singapore, Rana namanya. Kebetulan kenalan dengan ichy yang sedang menikmati merokok di taman ini dan diapun merokok juga, ngobrol banyak dengan ichy dan dengan baiknya dia bersedia untuk mengantar kita melanjutkan jalan-jalan kita malam ini. Karena dah cape dan Menjelang malam, kita dah lapar niy, berniat untuk cari makan malam, tapi yang murahmeriah aja. Sambil kita juga mo liat jalan orchad road yang terkenal di kalangan pelancong Indonesia.  Dengan di antar oleh Rana, jadi lebih mudah buat kita menuju orchad road, dan tibalah kita di kawasan ‘wajib kunjung bagi warga Indonesia”…hehheheeee….di sini kita makanmalam di foodcourt sebuah pusat belanja, ga perhatiin juga apa namanya, mungkin lucky plaza yang ngetop itu yaa??bingung mo makan apa malam ini, secara sebenarnya lidah lokal kita dah kangen dengan masakan lokal yang indonesia banget, tapi apadaya, walaupun ada beberapa pilihan makanan yang bertuliskan sangat familiar, seperti rumah makan padang dan juga ada rumah makan sunda, tapi dah yakin dan pasti rasanya pasti tidak senikmat kalo makan di indonesia. Akhirnya kita pilih makan mie aja, setelah pesan ini itu, dan berniat membayar, ternyata Rana mentraktir kita..hoooreeee…waaah lmayan buat penghematan niy, secara jujur aja keuangan kita kritis…heheheheeee….

Sambil makan malam, n ngobrol2, kita jadi tau bahwa Rana adalah seorang Guru Kimia, dan pernah ngajar di Gandhi School Jakarta selama 4 tahun beberapa tahun silam. Jadi untuknya jakarta tidak terlalu asing.

Perut kenyang, hati senang dan dapat teman baru di Singapore yang siap menjadi host saat lain kali kita ke singapore (semoga..), malam ini saatnya bagi kita untuk kembali. Waktu sudah menunjukkan jam 9 waktu setempat. Kebetulan tujuan MRT kita sama, tapi kita turun lebih dulu 2 station sebelum Rana, jadi kita bisa pulang bareng naik MRT.

Kembali ke hostel, rencananya mo beli minum dulu di seveneleven, tapi pas vi melewati dan lihat ada warung indian halal food, yang aroma karinya menyeruak kemana-mana,jadi semangat untuk mampir kembali. Ichy dan riana yang ga ngerti tetep ikut juga. Karena perut dah kenyang, kita Cuma pesan makanan ringan. Vi pesan roti cane madu dan untuk ichy vi pesankan roti tisu yang diberi keju dan coklat. Tak lupa juga dengan the tarik dan untuk ichy kopi susu Hhhmmm….enak….sambil kita lanjut ngobrol lagi disini.

Kembali ke Hostel ternyata sudah ramai. Beberapa penghuni lain terlihat sedang nonton tipi bareng, tapi karena kita dah cape juga Cuma kumpul di kamar, bergantian mandi, packing, dan baring2 di kasur. Sambil santai di kamar kita kenalan juga dengan penghuni kamar kita lainnya. Ada seorang tenis instruktur asal Kanada tapi bermuka Jepang yang ramah dan menyenangkan, menikmati sekali ngobrol bersamanya. Dia rencana untuk tinggal lebih lama dan kerja di singapore. Kita juga ketemu traveller asal Jerman yang dah 6 bulan traveling ke Australia, dan di singapore untuk transit sambil nyari tiket murah pulang ke negeranya. Sepertinya setiap kita ngobrol dengan para backpacker traveller, semuanya sudah travel selama berbulan-bulan, Cuma kita saja yang hitungannya harian…hahahahaa

Malam ini kita ga mau tidur terlalu larut, karena besok mo bangun pagi untuk bergegas menikmati kota Singapore sebelum pulang Jakarta.

Pagi jam 6 alarm dah bergetar (karena ga mungkin di bunyikan dengan nyaring di mix dorm) dan karna pagi ini mo ke china town, jadi langsung bangun, bangunin ichy yang katanya mo ikut.Pagi ini hujan di Singapore. Tapi kita tetap langsung mandi, dan membereskan packing tas kita, karena ga mau ribet saat nanti pulang dari jalan2 dan bisa segera langsung berangkat ke Changi. Saat kita packing ternyata Riana terbangun. Kita sengaja ga ngbangunin dia, karena saat vi bilang besok pagi mo ke china town, ichy langsung bilang ikut, dan riana bilang ‘liat nanti’. Ternyata dia mo ikut juga, jadi kita kembali harus nunggu. Akhirnya kita baru berangkat jam 9 lewat. Dengan menggunakan MRT, kita segera menuju China town. Kita beli one way pas ticket hari ini, sehingga kita harus menggunakan ticket mesin yang tersedia di muka pintu masuk MRT. Beruntung saat akan beli tiket ada seorang bapak melayu yang brsedia untuk mengajarkan menggunakan mesin tiket.

Setibanya di chinatown, kita langsung menemukan pedagang kakilima yang rapi menjajakan dagangnnya. Terdiri dari ruko2 dengan desain yang bagus dan bersih, toko2 ini menjajakan buah tangan khas singapore. Sebenarnya dagangnnya ga juah beda ma pasarpagi di belakang museum Mandiri Jakarta, tapi disini sangat tertib dan bersih. Kita memasuki salah satu toko yang penuh dengan souvernir. Dengan memberi label SGD 10 for 4 items atau SGD10 for 3 items, atau pilihan lainnya, terdapat begitu banyak barang yang menggoda. Seperti bantal, boneka merlion, pajangan, key chain, coklat merlion, t shirt, dan lainnya. Kalo ga sadar diri bisa kalap belanja disini. Saat belanja vi dah ingetin ke Ichy n Riana untuk memisahkan SGD 2,5 untuk membeli tiket menuju harbor station, karna kita akan menukarkan tiket kita kemaren agar mendpatkan kembali deposit kita sebesar SGD 10, lmayan untuk makan siang dan tiket menuju Changi. Di sini vi beli 2 boneka untuk mama dan sekotak coklat merlion untuk anak2. karna memang hanya segitu cukupnya uangku..heheheehe…setelah kita puas menikmati china town, saatnya kembali karena dah jam 11 AM, kita harus segera kembali ke hostel. Saat akan membeli tiket, ternyat riana kehabisan uang, tak tersisa SGD2,5, jadi panik sendiri dan bingung harus bagaimana, sementara kita masih harus ke harbor station menukarkan tiket kita. Karena Cuma vi dan ichy yang bisa beli tiket, akhirnya riana kita seludupkan dengan cara menempel diantara kita. Beruntung riana bisa masuk dan kitapun menuju harbor station. Agar lebih aman, riana menunggu di dalam station, sementara vi dan ichy keloket dan menukarkan tiket kita disana. Kita mendapatkan masing2 SGD 10. saat akan membeli tiket, ternyata tidak bisa pakai pecahan besar, jadi kita harus menukarkan dulu uang kertas SGD 10 tersebut menjadi recehan SGD 1. Dan segera membeli tiket, bergegas menuju kolong dan beruntung sudah ada MRT dengan tujuan yang kita perlukan sudah menunggu….pphiiieeww…

Segera kita menuju hostel, ternyata barang kita dah dikeluarkan dari kamar. Check out time is 11 AM, n mereka punya hak untuk mengeluarkan barang kita bila lebih dari jam tsb blm keluar. Beruntung kita dah packing rapi, jadi ga berantakan saat kita menemukan tas kita teronggok di pojokan living room, tempat nonton tipi bareng.

Setelah menyelesaikan pengembalian kunci dan jaminan, kita meninggalkan hostel dengan bergegas dan menuju warung indian halal food untuk beli bekal makan siang kita, yang rencananya akan kita makan di bandara sambil menunggu boarding time.

Perjalanan menuju bandara Changi tak memakan waktu lama, hanya sekitar 30 menit saja menggunakan MRT. Setibanya di Changi MRT station, harus ke Terminal 2 (T2) menggunakan skytrain, dan mencari loket AirAsia tujuan Jakarta. Ternyata diantar semua loket, yang paling ramai adalah loket AA tujuan Indonesia, padat merayap. Vi antri di sisi pojok kanan, dan beruntung karena beberapa pengantri di beri kesempatan untuk menggunakan loket2 kosong disebelahnya untuk mempercepat check in, jadi waktu tunggu kita ga selama kalo nunggu di antrian tengah. Menghadap petugas loket, ternyata dia harus melihat semua pemilik tiket, sehingga vi yang awalnya antri sendirian harus memanggil temen2 yang duduk tak jauh untuk merapat menuju loket dan setor muka ke petugas loket.

Selesai dengan tiket, kita segera menuju imigrasi, karena waktu kita hanya tinggal sejam lagi, ga ada banyak waktu. Tiba di imigrasi kita kembali antri dan tak perlu waktu yang lama, karena tersedia banyak loket dan petugaspun bekerja dengan cekatan, lagi pula ga ada yang harus di permasalahkan dengan passport ku yag saat itu dah ga sabar mo pulang ke Indonesia tanah air beta. Setelah itu kita masih harus melewati alat sensor, memasukkan tas ke dalam alat scan, dan berhasil meloloskan bekal makan siang +air minum kita, setelah minta ijin ke seorang ibu petugas berwajah melayu (mungkin dia prihatin juga melihat muka gw yang dah kuyu kecapean dan kelaparan) namun beliau mengingatkan agar segera menghabiskan makanan sebelum masuk ke ruang tunggu, karena air tidak boleh masuk kabin.

Jarak tempuh dari alat scan menuju gate 22 sekitar 10 menit jalan kaki, omigod….jauh bener yaaah. Karena perut lapar dah tak tertahankan, kita mampir di salah satu pojokan yang menyediakan kursi nyaman untk makan bekal kita. Ternyata alhamdulillah nikmat sekali makanan yang kita beli dan porsinya lmayan banyak, nendang banget niy, yang tadi pagi Cuma di isi roti satu tangkup + the manis anget.

Selesai makan, kita segera bergegas menuju gate 22, dan sesampainya disana, tas kita masih di scan dan ga pake nunggu lama, ternyata pesawatnya dah ready, jadi langsung aja kita masuk kedalam pesawat.

Senangnya bisa kembali ke Indonesia. Walau Cuma travelling 9 hari ke negera tetangga, tapi saat kembali ke Indonesia merupakan saat yang paling kita nantikan. Jadi ingat sepenggal salah satu lagu wajib nasional yang sering banget ku nyanyikan saat menemukan tempat2 indah di Nusantara

” Tanah airku tidak kulupakan, kan terkenang selama hidupku…biarpun saya pergi jauh tidak kan hilang dari kalbu…tanah ku yang yang cintai…engkau ku hargai..

Walaupun banyak negeri kudatangi, yang masyur permai dikata orang, tetapi kampung dan rumahku disanalah ku rasa senang….tanah ku tak kulupakan…..engkau kubanggakan”

Welcome home Elvi

-vi-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s