Gowes Ceria to Kudus (GC2K), melibas 120 km jalur pantura Semarang – Kudus PP dengan Sepeda Lipat

Berawal dari sebuah ide simple dengan beberapa kawan untuk mengunjungi seorang teman sepeda yang berdomisili di Kudus, akhirnya malah menjadi puluhan orang yang berpartisipasi dalam Gowes Ceria to Kudus setelah ku posting idenya di milist komunitas Bike to Work Semarang.

Hari Minggu, subuh jam 5 waktu Indonesia Bagian Semarang, tanggal 10 April bertempat di citywalk jalan Pahlawan kota Semarang, yang oleh para anggota B2W Semarang di sebut Mabes, satupersatu partisipan Gowes Ceria to Kudus mulai berdatangan dan terlihat ramai bergerombol dengan aneka sepeda andalan, ada yang pakai Sepeda lipat, MTB, bahkan fixie, selain para goweser di sisi jalan juga tampak sebuah Ambulance dari RSI Sultan Agung yang akan mengiringi konvoi Sepeda sebagai medical back up, dan tak tertinggal sebuah supporting car dengan Photographer handal menghuni mobil siap untuk mengabadikan setiap moment penting ga penting sepanjang perjalanan Semarang Kudus…waah terlihat betapa hebat support semua teman untuk acara yang ternyata adalahyang terbesar yang diadakan oleh b2w Semarang dengan jumlah partisipan sekitar 60 goweser, sebagian besar partisipan memang para pria, tapi para srikandi gowes pun tak ketinggalan ,terlihat cukup banyak srikandi yang turut serta, sekitar 10 orang dan yang paling hebat adalah si adik usia 9 tahun yang terlihat semangat sekali dengan sepeda lipat pockrock nya.

Sekitar jam 05.30 semua partisipan berkumpul, dengan sedikit sambutan pembuka dari ketua B2W Semarang om Tri dan juga sedikit wejangan safety ride dari om Nasir, kami memulai perjalanan ini….yiipppiiiieeee…udara hari ini sepertinya sangat mendukung sekali, hari masih sangat pagi dan teduh saat yang tepat untuk memulai gowes jarak jauh…hayyooo semangat kawan…

Memulai perjalanan kita menuju kebarat dengan melalui jalan Sriwiaya, mataram, hingga langsung melalui Kaligawe dan terus lanjut hingga keluar kota Semarang, sepanjang jalan di beberapa titik tampak satu persatu tambahan goweser yang memang menunggu rombongan langsung bergabung. Menjelang terminal kaligawe tampak tambahan supporting truck mengiringi romongan sepeda untuk antisipasi bila ada paritisipan yang mengalami gangguan sehingga sepeda harus di loading, jadi tambah lengkap pendukung kita bersepeda dalam romobongan yang besar, semoga semua aman di perjalanan.

Convoy sepeda yang berjejer panjang cukup mencuri perhatian pengguna kendaraan sepanjang perjalana Semarang – Kudus, dan partisipan goweser pun cukup tertib menggowes sepeda selalu di jalur kiri jalan, sehingga tidak mengganggu pengendara lainnya di jalur pantura yang cukup terkenal pada dengan kendaraan besar dengan tingkat kecepatan tinggi sehingga agak membahayakan goweser di lintasan pantura.

Mengingat banyak partisipan yang masih newbie dalam menggowes, rombongan berhenti cukup sering, untuk memberikan kesempatan beristirahat bagi para goweser dan kesempatan istirahat ini selalu menjadi ajang untuk poto-poto dan bersendagurau sesama goweser, tak ada batasan goweser baru ataupun lama, semua larut dalam keceriaan bersepeda bersama.

Memasuki kota Demak, waktu menunjukkan hampir jam 8, partisipan bersepeda bertambah lagi dengan om mas Tung yang membawa serta juniornya untuk gowes bareng kita, dan setibanya di Kota Demak,kita menuju alun-alun yang persis di depan masjid agung Demak yang legendaris itu, rombongan beristirahat sarapan pagi yang di siapkan oleh mas Tung sebagai tuan rumah.

Khusus untuk sarapan pagi kita bisa memesan menu Swikee ayam khas Demak atau soto Ayam, makanan yang pas buat sarapan, hangat dan nikmat…hhhmmm..nyuuumss, aku menyantap 1 mangkok soto ayam dan mencuil sedikit swikee ayam yang rasanya mirip dengan semur ayam yang kuahnya banyak tapi enak kog, tapi memang manis banget rasanya, dan gerobak si ibu yang tadinya tak begitu ramai langsung di serbu oleh goweser yang kalap dan kelaparan setelah menikmati gowes sekitar 30an kiilometer dari simpang lima kota Semarang hingga alun-alun kota Demak. Istirahat cukup lama di alun-alun karena antrian untuk makan pun cukup lama, kasian si ibu n mbak yang harus meladeni kekalapan goweser yang lapar. Saat kita beristirahat makan, tiba pula rombongan dari B2W Kudus yang rencananya mereka menunggu di perbatasan kota, tapi akhirnya malah nyusul rombongan di Demak, jadi tambah ramai rombongan kita.

Baru sekitar jam 9 lewat kita kembali melanjutkan perjalanan menuju Kudus, dengan di pimpin langsung teman-teman B2W Kudus, convoy sepeda kembali m
emenuhi jalur pantura dengan menggowes sepeda tertib di jalur kiri. Beruntung cuaca sangat mendukung, tidak panas tapi berawan sehingga tidak mengendorkan keceriaan goweser untuk mencapai kudus.Perjalanan mencapai kota Kudus sempat berhenti beberapa kali untuk beristirahat sejenak, dan menjelang perbatasan kota, semangat kembali bangkit. Aku sempatkan untuk berpoto sejenak di perbatasan kota, sebagai barang bukti tambahan kilometer buat sepeda lipatku, yang sudah menemaniku selama setahun ini. Beberapa teman yang tertinggal di belakang terus di semangati dan akhirnya sekitar jam 11, rombongan memasuki kota Kudus, dan finish point kita adalah RodaLink Kudus…phiiieewwww…hebaaaaatt semua berhasil gowes dari Semarang hingga Kudus, aman, sehat sentosa, tak satupun mengalami cidera.

Sesampainya di Rodalink Kudus, saya langsung menyalami teman-teman khususnya para srikandi yang berhasil gowes semarang-kudus, buat saya pribadi hal ini adalah prestasi luar biasa, yang tak pernah terlintas sebelumnya dan tambah luar biasa lagi adalah bisa gowes dalam rombongan besar.

Di toko sepeda ini beberapa menyempatkan untuk masuk, ada yang memang membeli sesuatu, sekedar melihat-lihat dan bahkan ada yang Cuma sekedar ngadem, hehehehe…kalo aku siy termasuk opsi kedua, sekedar ngadem dan setor muka untuk di poto…heheheheee….

RodaLink Kudus ternyata menyediakan nasi kotak makan siang untuk kita, namun karena tempat yang kurang nyaman untuk menyantap makan siang, akhirnya nasi kotak di loading ke mobil dan kita melanjutkan menuju museum kretek untuk berleha-leha istirahat siang.

Museum Kretek yang memiliki halaman luas memang pas untuk tempat beristirahat dan berleyeh-leyeh setelah menempuh perjalanan Semarang – Kudus, dan ternyata di pendopo sudah tersedia makan siang khas Kudus, yaitu Lenthok, makanan yang sajiannya mirip dengan lontong opor dengan sayur nangka, hhhmmm enak…

Sambil istirahat santai makan siang Lenthok dan dilanjutkan shalat, para goweser menyempatkan untuk melihat-lihat koleksi museum kretek dan kembali memenuhi hasrat berpoto-poto dan ada juga yang benar-benar beristirahat total bobo siang di area museum Kretek.

Menjelang siang sekitar jam 13.30, rombongan kembali berkumpul, terlihat 2 truk di datangkan untuk loading sepeda yang akan pulang Semarang, tapi tidak semua ternyata di loading naik truk, ada selusin goweser nekat yang akan melanjutkan gowes Kudus – Semarang. Sehingga saat 3 Truk yang membawa serta sepeda dan manusianya berangkat meninggalkan Museum Kretek, ke-12 orang tersebut masih bersantai untuk menikmati makan siang nasi kotak yang disediakan Roda Link sebagai tambahan bahanbakar

menuju Semarang.

Tepat jam 14.00 rombongan kecil kami meninggal kan Museum Kretek, dengan menyempatkan berpoto bersama B2W Kudus, dan mampir di sebuah warung es degan legendaris bagi seseorang goweser untuk membawa bekal es degan.

Kembali kami ber-12 melintasi jalur pantura menuju Semarang, keluar kota Kudus kami beristirahat sejenak di sebuah SPBU setelah gowes sekitar 15 km, dan di pemberhentian ini kami nikmati es degan segar dan nikmat…enaaakkk… tak berlama-lama istirahat di sini kami lanjut gowes lagi, dan angin kencang cukup menguras tenaga untuk menggowes, walau jalan rata tapi angin dan panas matahari cukup melelehkan semangat..phiieewww…ampyuun, di sebuah SPBU kami kembali parkir dan istirahat. Sebatang coklat ludes kami lahap bersama, lmayan buat tambahan tenaga niy.

Memasuki kota demak kami ambil jalur lintas/by pass, supaya dapat pemandangan yang berbeda dengan keberangkatan, dan benar saja, ternyata pemandangan sawah terhampar cantik menyejukkan mata dan memberi semangat menggowes, ditambah dengan jalan yang mulus memperlancar perjalanan kami, hingga akhirnya kami harus terhenti karena sebuah kejadian buruk, ban sepeda dahon eco3 hesa bocor akibat tertusuk kawat, dan berutung tak jauh tampak bengkel tambal ban, jadilah kami kembali beristirahat leyeh-leyeh di warung. Pemandangan indah menjadi penyejuk istirahat kami. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 16 lewat. Target untuk memasuki kota Semarang jam 17 ternyata gagal, jarak tempuh masih 25 km lagi. Setelah selesai dengan tambal ban, kami langsung gowes, kali ini dengan menambah kecepatan karena hari semakin senja dan menargetkan setidaknya maghrib sudahtiba di Semarang. Dengan saling menyemangati, khususnya menyemangatiku, kami berhasil mencapai batas kota semarang pukul 18.00, tepat saat senja merayapi kota Semarang, dan kami sempatkan untuk berpoto sejenak.

Mema
suki kota Semarang kami mulai berpencar, sebagian rombongan memisahkan diri di Genuk, dan di terminal terboyo kami menunggu bis jurusan Solo untuk nona Rani sang Photographer kami. Hingga tersisa hanya kami berlima, kami kembali mengayuh pedal sepeda, di pertigaan dr.Cipto kami berpisah dengan Ryan, anggota bike to School yang berusia 15 tahun, dan di pertigaan pemuda, Om Dany memisahkan diri menuju Indraprasta, di Jl. Pemuda, Aak Wawan sang Bike to Campus tiba di rumahnya, hingga akhirnya di tugu muda aku berpisah dengan om Nico. Aku masih lanjut menggowes hingga tiba di kos di daerah Sampangan…phiiiwww…lega banget sesampainya di kos.

Alhamdulillah aku puas sekali berhasil gowes Semarang – Kudus – Semarang. Berawal dari rencana kecil dengan sedikit teman hingga berhasil mengumpulkan lebih dari 50an goweser untuk perjalanan Semarang – Kudus dan bersama 11 goweser lainnya menempuh Kudus – Semarang. Total yang kami tempuh adalah 120 km dan sebagian dari kami menggunakan sepeda lipat dengan roda 20″, jadi apapun sepedanya tak jadi masalah…

berjuta terimakasih untuk semua yang support ide kecilku menjadi sebuah acara yang cukup besar bagi b2w Semarang. Yuuuk…di gowes sepedanya kemanapun tujuannya.

Iklan

4 pemikiran pada “Gowes Ceria to Kudus (GC2K), melibas 120 km jalur pantura Semarang – Kudus PP dengan Sepeda Lipat

  1. nuragni29 said: wuih…. seru juga ya. emang semarang-kudus berapa kilo sih? berat badan langsung turun berapa kilo Vi?

    smg – kudus sekitar 55 km + 5 km ke tempat kosku, hehehehe, jadi total 120 km…berat badan ??? turun pas gowes, naik lagi pas ke solo bersama genk lemunisasi..hehehehehee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s