Menikmati hari di Gili Trawangan…..uuuuyeeeee

Mengunjungi 3 pulau cantik di Baratlaut Pulau Lombok ini adalah agenda wajib saat mengunjungi Pulau Lombok. Untuk mengunjungi pulau-pulau cantik ini, dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu naik kapal cepat langsung dari Bali (tapi harga ya lmayan deh rada mahal, tapi sangat menghemat waktu perjalanan dibanding naik ferri yang 6 jam Pd.bai – Lembar dan masih menempuh jalan darat) atau dari Pelabuhan Bangsal, Pemenang – Lombok.

Mencapai pintu gerbang dermaga Penyebrangan Bangsal dapat ditempuh dalam 1 jam perjalanan menggunakan angkutan umum dari kota Mataram melalui Bukit Pusuk, dimana kita akan mendapati hutan lebat dengan monyet-monyet lucu yang berjejer seakan menjadi pagar ayu dan pagar bagus mengantar perjalanan kita menujudaerah Pemenang, di tempat inilah terdapat pelabuhan Bangsal, pintu masuk menuju 3 Gili, yaitu Trawangan, Meno dan Air.

Menyebrang menggunakan public boat yang tersedia untuk ketiga tujuan, dengan harga yang cukup terjangkau, untuk ke Gili Trawangan di kenakan tarif Rp.10rb, Gili Air dan Gili Meno masing-masing Rp 8rb, atau kalo mau charter perahunya untuk 12 orang seharian bisa langsung mengunjungi ke-3 gili dan di tiap Gili bisa bersantai-santai keliling pulau atau berenang dan snorkeling (maksimal hingga jam 4 sore) dikenakan biaya Rp. 420rb (kalo sharing ber-10 orang aja, dah lmayan murmer kan) – harga berdasarkan loket tiket resmi di pelabuhan Bangsal per Juni’2011.

Setibanya di Gili Trawangan, kita disambut dengan meriahnya pesisir pulau, banyak café-café yang tersedia, beberapa bahkan menyediakan kursi-kursi pantai yang nyaman di bawah rindanganya pohon pinus di sepanjang pesisir pantai, penginapan dari yang kenal paling mahal hingga yang kelas homestay murah meriah, serta penyediapenyewaan alat snorkeling, fin, dan life jacket, tapi yang paling menarik buatku adalah penyewaan sepeda, yiipppiieeee…

Karena kita belum booking penginapan, sambil berjalan santaikita mulai pencarian penginapan, menyusuri sepanjang pantai, dan lorong, hingga kita beruntung dipertemukan dengan seorang pemuda baik hati, yang menawarkan penginapan yang bagus, rapi, bersih dan murah meria pastinya, untuk sebuah homestay berkamar 2 (bed besar untuk 2orang dan kamar mandi dalam yang bagus dan bersih) seharga Rp. 150rb (dengan ekstra menawar yang semangat pastinya) juga kita bisa sewa sepeda seharga Rp.30rb sampai kita checkout dari kamar (di sisi pantai,sepeda di sewakan Rp. 50rb/24jam). Kalo ada yang berminat ke Gili Trawangan dalam waktu dekat, bisa hub. Abong 083129089543, pasti akan dengan senang hati menyambut 🙂

Aktifitas pertama kita di siang menjelang sore ini adalah keliling Trawangan dengan Sepeda, asiiik, aku suka sekali bersepeda, sayang sepedalipatku si masganteng ga ikut, tau gitu aku angkut juga dia ke Lombok menemaniku (^_^). Walau matahari masih terik, tapi tak mengurangi semangat gowes sepanjang pesisir gili yang cukup adem dengan rimbunnya pohon pinus di sepanjang Pantai. Beberapa kali kita berhenti bila menemukan tempat yang menarik, seperti penangkaran tukik, penyu-penyu kecil yang mengapung lucu dikolam-kolam besar, pondok-pondok yang bagus, tempat yang unik bahkan tempat-tempat yang menurut kita wajib di poto. Kita melewati beberapa vila-vila bagus yang pasti harganya lmayan, tapi beneran nyaman banget kelihatnnya dengan kolam bening di depannya asik buat berendam di hari yang panas.Selain terhenti akibat spot-spot menarik, gowes keliling Trawangan juga tidak berjalan cukup lancar, beberapa kali sepeda harus di tuntun akibat gundukan pasir halus yang tidak dapat di lalui oleh sepeda, ga mau muter rodanya…tenggelam di pasir bannya akibat aku keberatan sepertinya, hahahahahaaaa…..

Gowes sore ini di tutup dengan berenang di pantai,air laut beningnya begitu menggoda untuk berenang-renang dan pasir halusnya enaaak banget.

Menutup hari ini, kita mengenjar Sunset di area Vila Sunset yang menyediakan tempat nyaman berupa panggung di atas pantai yang berkarang. Beruntung kita mendapatkan pemandangan sunset yang spektakuler, awalnya sempat cemas juga dengan awan kelabu yang menggantung di langit, tapi ternyata di ufuk barat sana, segaris awan turut memperindah pemandangan sunset, menghasilkan Ray of Light yang indah banget, bergaris-garis violet menjelang terbenamnya matahari. Alhamdulillah di beri kesempatan melihat pemandangan indah dari tempat yang indah.

Malam ini kita kembali bergabung dalam semaraknya Gili Trawangan yang terkenal dengan party-nya, khususnya café dengan music Rege menjadi tempat favorit para pengunjung yang di dominasi Wisatawan mancanegara, sedikit sekali di temukan wisatawan lokal, selain penduduk lokal penghuni Gili Trawangan. Kita jalan-jalan keliling dulu, menikmati warnawarni lampu dari café dan restoran yang menawarkan aneka makan malam menggoda. Kehidupan malam di Gili Trawangan terlihat begitu semarak di malam hari, selain café dan restoran ada juga yang movie on the beach, yang menayangkan fi
lm-film populer, untuk nonton gratis, cukup pesan minum atau makan saja 🙂 selain itu juga ada pondok-pondok yang menawarkan rental PS jadi bisa langsung main kalo iseng heehehheee…setelah jalan dari ujung ke ujung, akhirnya kita kembali ke tujuan semula, yaitu makan malam.

Kita memutuskan untuk makan malam di foodcourt rakyat saja, hahhahahaa…tetep nyari yang murah meriah enak….karena kita di pulau rasanya kurang afdol kalo ga makan seafood BBQ, oiiyeee. Jadi kita langsung fokus ke pedangan seafood yang menggelar ikan-ikan dan mkhluk laut segar lainnya di meja, tawarmenawar a lot terjadi, kalo ga sreg dengan harga ngacir aja, ada pedagang lainnya kog, hingga akhirnya kita berhasil memenangkan penawaran makan malam dengan menu, 2 ikan bakar seukuran telapak tangan dewasa dan 1 tusuk sate udang berisi 5 berserta nasi + sambal seharga Rp. 60rb, lmayaaan enaaaaak. Hari ini kita tutup dengan menikmati bintang yang terang bertaburan di langit di pinggir pantai dilanjutkan dengan bergosip ringan. Adi beberapa kali melihat bintang jatuh begitu pula dengan Nita, tapi aku, walau dah pegel ngliatin langit hingga akhirnya tidur2an demi maksimal melihat langit denganberjuta bintang di angkasa, ga satupun terlihat bintang jatuh, jangankan jatuh yang goyang-goyang aja ga ada….belum rejekinya 😦

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s