Xplore Lombok – part 1 : Tiba di Lombok n Gili Trawangan

Perjalanan ke Lombok bareng Addi bermula dari percakapan seru kita mengenai perjalanan addi ke Pulau Rinca, yang ternyata di Lombok dia hanya numpang lewat di terminal Mandalika tanpa keliling menikmati pulau cantik ini, begitu pula denganku 5 tahun lalu ke Lombok, hanya untuk mendaki gunung cantik, Rinjani, pantai senggigi dan museum negeri Nusa Tenggara Barat, jadi masih ngutang banyak banget yang mau di lihat di pulau Lombok. Akhir dari percakapan ini adalah kesepakatan untuk jalan bareng dan penetapan tanggal keberangkatan persis seminggu sebelum addi kembali ke Balikpapan.

Rabu, 1 Juni 2011

Hari ini diriku ngabur dengan menggunakan Rajawali menuju Surabaya. Ya, ke Surabaya, karena tiket termurah yang didapat untuk menuju Mataram adalah dari Surabaya, dengan penerbangan sekitar 1 jam.Siang tiba di Surabaya, aku dan Addi janjian di rumah Anes, sabahat kita yang item, keriting, dan baik hati. Di sambut dengan ramahnya, kita di traktir makan siang di soto andelannya Anes yang nyummie sekali deket rumahnya, makasi ya Anes, lmayan nendang hingga nanti tiba di mataram. Jam 4 kita meninggalkan rumah Anes dan diantar hingga p3an Tunjungan Plaza, naik Damri menuju terminal Bungurasih. Macetnya Surabaya sore ini ga juah beda ma macenya Jakarta, bikin degdegan secara kita harus cekin sekitar jam 1/2 6 karena kemaren di telpon bahwa pesawat tujuan Mataram di majukan jadwalnya menjadi jam 18.25, akhirnya setibanya di Bungurasih kita langsung aja naik taksi. Wuuuzz langsung sampai bandara dan begitu cek in dengan santainya petugasnya bilang, jadwalnya tetap alias ga pake di majuan, walahdalah, nyebelin banget, kita dah pake buru-buru n degdegan begitu tiba di bandara malah nyantai-nyatai aja, syebel bangets 😦

Akhirnya kita duduk-duduk lama nungguin pesawat, udah jam 19.30 kog ga ada konfirmasi pesawatnya mana??pas ditanya katanya pesawatnya udah datang lagi di siapin. Hhhuuuuwwwfftt….tak lama kemudian barulah ada woro2 dari petugas bandara dengan suara serakserak basah sampe ga kedengeran sebenarnya si mba’ ngomong apa siy…bahwa penumpang Batavia Air tujuan Mataram di persilahkan untuk memasuki ruang theater, eh salah heheehe…masuk pesawat, heehhehheheee

Jam 22 lewat sekian menit kami tiba di Bandara Selaparang, Lombok dan berdasarkan info dari beberapa teman, sebaiknya cari taksi di luar bandara aja, ada banyak taksi yang parkir, akhirnya aku dan Addi pun keluar bandara yang gerbangnya dekat sekali dari. Karena dah malam dan rada lapar, kami melihat ada sekumpulan orang yang ramai dan juga sekelompok taksi, dan karena rada lapar juga akhirnya kita ngbakso dulu deh, heheheee….sambil makan kita tanya2 alamat menuju rumah temanku Nita di jl. Angklung, Mataram yang ternyata tak terlalu jauh. Sempat terpikir untuk iseng jalan kaki, tapi karena dah malam kita tetep naik taksi dan ternyata beneran tak jauh, hanya 15rb aja, jadi kira2 sama deh dari kos ku di Semarang ke Bandara A.Yani.

Sesampainya di rumah Nita, sudah jam 23an, dan ternyata semua penghuni rumah dah bobo, jadi kita ga bisa berheboh ria, heheheeheeee…secara mau kangen2an dah 5 tahun tak jumpa dan semangat untuk cerita-cerita, jadi malam ini masih di lanjut hingga sekitar jam 1/2 2 barulah kita ngampar bobo di ruang tengah depan tipi, heheehee alhamdulillah bisa rebahan, tanpa terasa ternyata hari ini melelahkan setelah dari pagi naik kereta dari Semarang ke Surabaya dan di Lanjut ke Mataram, kita bobo dulu malam ini, besok baru kita rencanakan mo ngapain.

Kamis, 2 Juni 2011

Pagi ini bangun jam 8, ternyata semua penghuni rumah dah bangun, dan sepertinya aku yang terakhir bangun, itu juga karena alarm dari Hape-ku dah berdering2 menunjukkan waktu jam 07.00 WIB, sementara waktu lokal adalah 08.00 WITA, heheheheee…

Mengawali hari ini dengan kenalan-kenalan ke pemilik rumah, mamanya Nita dan lainnya trus di lanjut dengan mandi dan packing sekedarnya. Hari ini kita mo ke pulau yang terkenal dengan tujuan wisata Turis, Gili Trawangan dan rencana untuk nginap semalam di sana. Kita baru beranjak meninggalkan rumah sekitar jam 1oan, setelah makan pagi yang di siapkan ibunya Nita, alhamdulillah. Dengan membeli sekedar perbekalan kita mulai melangkahkan kaki meninggalkan rumah, jalan kaki melalui kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, kita poto sejenak disini sebagai bukti autentik yang tidak bisa di sangkal bahwa kita sudah menginjakkan kaki di sini, yeei… akhirnya lanjut naik Cidomo menuju p4an tempat angkutan umum menuju pelabuhan bangsal. Kita naik mobil jenis L300, tujuan Bayan.

Perjalanan sekitar 1jam lebih dan turun di daerah Pemenang dengan ongkos RP. 10rb/org, dan di lanjut dengan naik Cidomo menuju pelabuhan Rp. 5rb tibalah di kita di dermaga Bangsal. Kita menuju loket untuk membeli tiket menuju Gili Trawangan, tiap orang dikenakan RP. 10rb. Tiap perahu baru jalan setelah terisi 25 penumpang dan selain tujuan Gili Trawangan juga ada tujuan Gili Meno dan Gili Air dengan tarif yang berbeda. Kalo mau sewa kapal untuk langsung eksplore ke tiga gili, juga di sediakan perahu yang lebih kecil berkapasitas 12 orang seharga Rp. 420rb di gunakan hingga maksimal jam 16.00 kembali ke Pelabuhan Bangsal, lmayan murah kalo patungan.

Setibanya di Gili Trawang
an, dimulailah kita luntang lantung ga jelas juntrungan, blasak blusuk sok pede nyari penginapan murah meriah, matahari lagi seru-serunya panas gila-gilaan dan belum dapat clue apapun mo nginep disana, tapi tetep pede ajah, hehehehheee…di pinggir jalan kita liat ada conservasi tukik, wah lucu juga, lmayan kita bisa istirahat sejenak meletakkan gembolan kita dengan melihat-lihat tukik berenang-berenang lucu di dalam kolam, tiap kolam berisi tukik dengan umur berbeda, duuuh gemes, pengen pegang, tapi ada tulisan di larang pegang-pegang..huuhuhuuu.

Kita lanjut untuk cari penginapa, kali ini kita cuek masuk sebuah gang, dan tiba-tiba kita di sapa oleh seorang pemuda yang menawarkan penginapan, dengan sok acuh ga butuh kita mulai tawar-tawaran dari awalnya dia menawarkan 200rb, dengan asal minta 75rb, hingga akhirnya sepakat 100rb dan kita liat dulu penginapannya. Dengan mengikuti si pemuda itu kita di antar melihat sebuah penginapan yang lmayan masih baru dan bersih, sebuah rumah mungil berkamar 2 dengan masing-masing memiliki kamar mandi di dalam yang bersih, aku siy langsung jatuh cinta dengan penginapan ini, dan langsung deh semangat tawar menawar. Awalnya dah sepakat 120rb, namun tiba2 si pemilik penginapan datang dan ternyata harga tersebut untuk satu kamar bukan satu rumah, hedeeeh, akhirnya Nita dengan bergiat menawar lagi dan akhirnya sepakat 150rb untuk dua kamar (hoooreeeee….) dan langsung juga sekalian kami minta di carikan sepeda sewaan, dan sekejap itu juga datang 2 sepeda dengan harga sewa 30rb seharian lmayan murah(harga di pinggir pantai 50rb/seharian) tapi sayang Cuma ada 2, jadi nanti kalo mo keliling addi harus ku boncengin, hahahaha… selanjutnya kitajuga minta di carikan paket tour untuk snorkeling n keliling 3 gili, dan dengan sigap si pemuda yang ternyata bernama Abong ini telp ke sana kemari dan tiba-tiba dia menghilang dan datang dengan seorang bapak yang memiliki jasa paket tour dan untuk paket tersebut kita mendapat harga Rp. 75rb incl. snorkel gear, yup..selesai sudah semua, sekarang leyeh-leyeh sejenak nunggu matahari rada adem untuk kita mulai keliling pulau dengan sepeda, jadi kita istirahat dulu.

Sekitar jam 3 sore, kita mulai bersiap-siap, dah ganti kostum yang lebih nyaman untuk explore Gili Trawangan dengan gowes sepeda. Addi di bonceng sambil dia pegang kamera siap-siap poto kalo ada sesuatu yang unik di jalan. Gowes sore ini tidak berjalan mulus, ada aja yang bikin kita berhenti di tepi jalan untuk sekedar poto karena ada sesuatu yang unik untuk dipoto bareng, dan selain itu juga ada beberapa jalur yang melewati pasir halus sehingga tidak bisa di lalui dengan sepeda, karena rodanya tenggelam dalam pasir, jadi harus di tuntun deh. Sepanjang pesisir yang kita lalui terdapat banyak vila-vila unik dan cantik, sepertinya nyaman banget deh dengan kolamnya yang bening, sepertinya enak berendam di hari yang panas, dan selain vila juga terdapat café-café dengan bale-bale nyamanserta menyediakan tempat-tempat asik untuk menikmati pantai, apalagi saat sore hari, di beberapa pojok pantai yang mengarah ke barat, bisa melihat matahari terbenam.

Perjalanan keliling pulau dengan gowes sepeda berakhir dengan makan sore di sebuah warung, dengan makan nasi campur dan the botol dingin, enaaak di sore yang panas.

Selanjutnya sambil menunggu saatnya sunset, kita berenang-berenang dulu, secara dah siap dengan baju basahan untuk berenang di pantai, jadi cari tempat yang enak, kita langsung parkir sepeda, dan byyuuuurrr….berenang kesana kemari main air dan pasir senangnya 🙂

Menjelang waktu jam 1/2 6 kita langsung beberes, ngacir menuju barat, ada lokasi namanya villa sunset yang menyediakan tempat asik untuk menikmati sunset, jadi dengan gowes ngebut kita langsung menuju TKP, dan tiba di saat yang tepat. Sudah ramai pengunjung disana dengan memperebutkan tempat-tempat favorit untuk berfoto ciamik. Kita beruntung dapat sunset yang cantik sore ini, warna semburat jingga yang di pancarkan sinar matahari sore cantik sekali di tambah dengan Ray of Light yang tercipta dari celah-celah awan di ufuk barat memberikan efek spektakuler pada pemandangan matahari tenggelam sore ini, luar biasa cantik.

Usai sunset kita kembali ke penginapan, mandi dan sekedar istirahat karena malam nanti kita akan menimati meriahnya suasana malam di Gili Trawangan.

Jam 1/2 8 kita sudah kembali siap, dan kali ini kita cukup jalan kaki saja, biar santai dan maksimal menikmati kemeriahan malam di Gili Trawangan. Menyusuri pantai malam hari ini sungguh asik sekali, lampu warna warni semarak menerangi jalan dan café-café yang berjajar di sepanjang jalan menawarkan aneka suguhan yang menggoda, ada aneka seafood BBQ, european food, dan lainnya. Memulai icip-icip kita mau makan gelato dulu, seharusnya siang tadi kita makan gelato lezat ini, tapi karena gowes sepeda jadi ga bisa menikmatinya dengan santai. Harga 1 scoop gelato Rp. 15rb dengan aneka rasa, enaaak, es krim khas itali ini memang pas banget buat menikmati pantai, karena rasanya yang ga terlalu kental seperti ice cream, sambil menikmati gelato kita lanjut melihat-lihat suguhan malam ini. Selain restoran dan café ternyata juga ada pasar rakyat, sepertinya cocok dengan kantong kita, heheheheee, banyak pilihan makanan juga, sip deh, tapi nanti aja makannya kita masih mau menikmati jalan-jalan malam dulu. Kita terus jalan ternyata hiburan malam di Gili Trawangan juga ada openair theater, alias nonton layar tancep, heheheheeee….dengan layar besar, speaker besar dan ada jadwal filmnya dan kalo mo nonton langsung saja duduk, gratis kog tapi harus pesan minum dan makan. Tempat duduk yang di sediakan pun cukup nyaman untuk sekedar leyeh-leyeh nonton, berupa kursi-kursi pantai yang bikin betah nonton dengan angin pantai semilir, ide yang luar biasa niy, hehehehhe.Trus kita juga menemukan beberapa pondok-pondok kecil, pas di intip ke dalam ternyata rental PS, ehehehheheeee, ada juga ternyata, kalo biasanya rental PS kan Cuma tipi berjejer gitu, kalo di sini di buat pondok-pondok berbentuk panggung, jadi ada beberapa pondok yang berisi beberapa pengunjung yang lagi full konsentrasi main PS. Di penghujung jalan adalah restoran yang bikin ngiler dan iri, yaitu restoran Villa Ombak,retorannya berlampu-lampu temaram dan sangat kontras dengan lanscape pantai juga si kokinya masak di open kitchen bikin ngecezz saat kita lewat dan mencium aromanya yang semerbaak….trus juga jejeran salad dan makanan lainnya yang terhampar, haduuuuh, trus di tambah dengan life music yang mengalun seirama dengan nuansa pantai Gili Trawangan yang terlihat cerah malam ini. Beneran bikin iri hati huhuhuuuu…

Back to the earth, kembali pada kenyataan kantong yang paspasan, heheehhee…saatnya bagi kita untuk makan, dan kita menuju pasar rakyat. Ada banyak pilihan makanan, tapi kita langsung fokus ke seafood BBQ, ada beberapa pedagang, dan kita menghampiri pedagang pertama yang terlihat banyak pilihan ikannya, tawar menawar wajib di lakukan, sok pede aja dan ngotot, kalo ga berhasil pindah aja dan kembali tawar-tawaran, akhirnya kita berhasil mendapatkan penawaran harga yang menurut kita siy dah lmayan murah deh, 2 ekor ikan ukuran telapak tangan dan sate udang isi 5 yang bisa kita share untuk ber3 hanya RP. 60rb saja, lumayaaaan…

Perut kenyang hati senang dan menutup malam ini kita mau menikmati bintangbintang yang bertaburan di langit, kita ke pelabuhan kecil yang sepi secara di pinggir pantai ramai dengan café meriah yang menggelar party semalaman, secara kita bukan ‘party person’ jadi kita cari tempat yang lebih damai dan bisa santai leyeh-leyeh disana. Ada berjuta bintang di langit dan sambil menikmati bintang aku dan Nita ngobrol reunian 5 tahun lalu saat kita pendakian ke Rinjani, mengenai teman-teman kita dan segala hal yang bisa di obrolin, sementara Addi puas menikmati bintang dan berkali-kali beruntung mendapatkan bintang jatuh, haduuh aku juga mau, akhirnya berusaha untuk konsen melihat langit, tapi tak ada satupun bintang jatuh yang kulihat….huhuhuuuu…

*berlanjut ke episode selanjutnya…….

2 pemikiran pada “Xplore Lombok – part 1 : Tiba di Lombok n Gili Trawangan

  1. be2ny said: gili nanggu mana?

    kemaren tuh belum sempat ke gili nanggu dan gili lainnya selain trawangan, air dan meno….lain kali akan xplore lebih *semoga masih ada kesempatan lain ke lombok*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s