Xplore Lombok – part 3 : Sendang Gile dan Tiu Kelep ; Air Terjun cantik di kaki Rinjani

Sabtu, 4 Juni 2011

Hari ketiga kita di Lombok, dan berdasarkan agenda dan keinginan kita hari ini mau ke Sendang Gile di Senaru. Beruntung jadwal kita sama dengan ketiga teman baru kita, jadi hari ini janjian dengan mereka *lagi-lagi senangnya tralala trilili*nambah teman perjalanan tuh asik banget jadi tambah seru pastinya.

Kita di jemput sekitar jam1/210, setelah makan pagi, perjalanan ke senaru lumayan jauh, sekitar 2,5 perjalanan. Tapi tak terasa karena diisi dengan celotehancelotehan seru tukar cerita. Menuju Senaru, kita kembali melalui Bukit Pusuk yang ramai dengan monyetmonyet lucu yang ramai di pinggir jalan, seakan menjadi pagar ayu dan pagar bagus mengiring para tamu menikmati perjalanan sepanjang bukit Pusuk. Selepas bukit Pusuk kita tiba di pemenang dan selanjutnya kita menyisiri pantai di utara Lombok, terus berjalan ke arah timur dan di pertigaan bayan di Lombok tengah kita menuju Senaru, jalannya mulai menanjak dan dari sini sudah terlihat dekat gunung Rinjani bahkan puncaknya pun terlihat jelas saat cuaca cerah.

Kita parkir tepat di muka gerbang airterjun Sendang Gile, dengan membayar 3000/orang kita memasuki kawasan wisata yang sudah di buat fasilitas berupa jalan tangga jadi memudahkan pengunjung. Air terjun Sendang Gile sudah terlihat mulia dari gerbang masuk dan suasana di sekelilingnya rimbun banget, memang demikian cirinya hutan Senaru kaki Rinjani di sisi barat, rimbun dan berpohon-pohon tinggi.

Tak sampai 1/2 jam kita sudah tiba di Sendang Gile. Air terjunnya cantik, bertingkat 2, tapi rada ramai karena memang banyak pengunjung. Dibawah air terjun terlihat beberapa orang sedang mengguyurkan dirinya. Kita belum main air di sini, Cuma poto-poto aja dengan latar belakang air terjun dan sungai. Kita mau melanjutkan ke Tiu Kelep yang konon katanya lebih cantik air terjunnya.

 

Menuju Tiu Kelep kita harus rada trekking, menerobos jalan utama menuju sendang gile, kita trekking di jalan tanah hingga tiba di sebuah bangunan jembatan air, akurada ngeri naik jembatannya, tinggi banget, dan selanjutnya adalah menyusuri saluran tersier irigasi, hingga kita menemui sebuah bangunan air pengalih dari sungai besar. Lanjut terus mengikuti setapak hingga berakhir di sungai berbatu-batu, bingung mau kemana arahnya, kita sebrangi sungainya dan we lost, hingga kita berjumpa dengan rombongan kecil yang pulang dari Tiu Kelep, ternyata kita harus menyebrang ke sisi semula dan disana kembali kita temukan jalan setapak menuju Tiu Kelep.

Tak seberapa jauh, setelah melewati celah sempit yang diapit batu besar, tibalah kita di kolam biru jernih, terlihat banyak orang berenangrenang dan begitu berbelok ke kiri, terlihatlah Airterjun Besar yang cantik sekali. Air terjun Utamanya dengan air yang deras dan di sekelilingnya air terjun dengan air tipis membentuk tirai lebar mengelilingi air terjuan utama, indah banget pemandangannya. Pembiasan sinar matahari menambah keindahan pemandangan di sekeliling air terjuan, terlihat samar warna pelangi muncur di bias-bias halus air.

Percikan air terjun menyulitkan proses poto memoto, secara kamera digital rentan sekali dengan urusan air, tapi hasrat untuk mengabadikan kecantikan air terjuan tak tertahankan, tetep dengan nekat mengeluarkan kamera, dengan adu cepat tiap selesai jepret kamera di umpetin, dan di keringkan, begitu terus hingga berhasil mengambil beberapa poto-poto ciamik air terjuan dan tak lupa berpoto narsis demi barang bukti sudah berkunjung ke mari.

Kurang lengkap kalo ga menikmati kesejukan airnya, jadi dengan rela diriku main-main air dan berendam di aliran air yang dingin, enaaak….

Sudah puas main air dan berpoto-poto kita kembali menuju mobil, melewati jalan yang sama dan tiba di warung tempat parkir mobil. Segera ganti baju biar ga masuk angin dan pesan makanan enak untuk mengisi perut sore ini, karena waktu sudah jam 4, tak terasa. Sore ini kita langsung kembali ke Mataram, karena kita di ajak turut meramaikan acara perpisahan malam ini, kita mau karoke, yeeeei…

Perjalanan pulang melewati daerah Pemenang, dan kita mampir dulu untuk beli makanan khas yaitu sate ikan, konon katanya sate ikannya terkenal, jadi ya harus nyoba donk, sambil menunggu sate ikan aku juga mampir di pedagang sebelahnya yang menjual kue2 tradisional, beli sepicuk kecil klepon yang bentuknya ga bulat, dan kue nagasari yang enak.

Kembali ke Mataram, kita mampir di rumah om Agus, tukar cerita ini itu, ternyata neng Endah dapat info mengenai keluarga om Agus dari teman2ku Jeung Lediana, Evi dan Nova..haaallaaaah kecilnya dunia, jadi begitu sampai di rumahnya om Agus, langsung aja deh cerita2 dengan si tante periha ketiga teman-temanku tersebut saat mereka menginap di sana, beneran berasa deh dunia begitu kecilnya, dari pertemuan ga sengaja di gili Trawanga
n hingga menjalin silaturahmi lebih jauh dengan keluarga om Agus, jadi next time ke Mataram ada referensi lainnya selain ke rumah Nita.

Malam ini kita di ajak serta makan malam masakan istimewanya tante serta sate ikan khas Pemenang, lezzaaat sodarasodara, dan sekitar jam 8 kita menuju tempat karoke, hehehehheee..kalo soal suara sepertinya Cuma Nunik deh yang juara dan untuk urusan lagu dangdut dan India, ga bisa di sangkal lagi neng Ndah Juaranya, hebat si neng, fasih bener dia nyanyi lagu india, dapet deh cekok-nya.

Kembali ke Rumah sudah larut, dan kami di antar ke rumah Nita. Addi langsung packing malam ini, karena besok pagi-pagi dia harus kembali ke Surabaya, ada acara gladi resik wisudanya hari senin pagi.

Iklan

2 pemikiran pada “Xplore Lombok – part 3 : Sendang Gile dan Tiu Kelep ; Air Terjun cantik di kaki Rinjani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s