Little Nederland di Kota Semarang…

Menikmati kota semarang, tak lengkap tanpa menjejakkan kaki menikmati kawasan kota lama yang memiliki banyak peninggalan gedung-gedung cantik berarsitektur Belanda sehingga banyak menyebutnya sebagai Little Nederland.

Membayangkan masa jaya di kawasana kota lama semarang yang dulu di kelilingi benteng segilima yang disebut dengan the vifthoek (kini benteng tersebut tak bersisa), dengan gedung-gedung modern dan bule-bule Belanda hilir mudik di sepanjang jalan serta para inlander yang ikut meramaikan kawasan ramai yang merupakan pusat perniagaan dan pusat pemerintahan para masanya.

Memasuki kawasan kota lama melalui sebuah jembatan legendaris yang dikenal dengan nama mberok, konon berasal dari ‘salah pelafalan’ dari kata burg yang berarti jembatan. Kita akan langsung menjumpai bangunan Bank Mandiri yang konon dulunya merupakan gedung pertemuan yang kerennya disebut ‘ societe de Harmonie’ tempat kongkow paling asik parapetinggi Belanda.

Di sepanjang kali kecil ini berjejer beberapa gedung yang kondisinya saat ini ‘menyedihkan..hiks..’ milik sebuah BUMN perkebunan gula, padahal bila gedung-gedung tersebut di ‘rekonstruksi’ pasti akan sangat cantik dan cerah sebagai pintu gerbang memasuki kota lama semarang, tapi sepertinya pemilik gedung sengaja memburukkan kondisi bangunan agar ada alasan membongkar ‘huhuhuuu…bisa hilang heritage building satupersatu’

Bila berjalanan kaki dari jembatan mberok bisa langsung lurus, dan kita akan menjumpai bangunan-bangunan cantik yang lebih terawat. Di kanan jalan akan terlihat gedung telkom yang mencolok dengan warna biru, rumah makan IBC yang memanfaatkan sebuah bangunan tuayang telah di rekonstruksi sehingga tampil cantik kembali, konon bangunan ini dulunya adalah sebuah pengadilan rakyat, pengadilan khusus bagi inlander yang melanggar hukum.

Ditengah kota lama semarang, berdiri megah sebuah gereja cantik, populer dengan sebutan Gereja Blenduk, karena bentuk atapnya yang ‘berkubah’ dan sebuah gedung asuransi jiwasraya lengkap dengan Taman Srigunting sebagai oase penyejuk. Di sekeliling pusat kota lama ini kita akan menemukan sebuah bangunan di pojokan dengan tulisan MARBA yang merupakan singkatan dari ‘Marta Bajunet’ seorang pedagang dari timur tengah yang merintis toko serba ada pertama di kota Semarang, kebayang dulu ramainya toko ini dengan Nyonya belanda yang bergaun mengembang shopping asik.

Tak lengkap kalo tak melongok ke stasiun pertama terbesar di Indonesia, Stasiun Tawang dengan Polder Tawangnya yang mempercantik kawasan kota lama. Di perjalanan menuju sekitar stasiun ini kita juga bisa menemukan banyak arsitektur2 bangunan yang cantik yagn sangat layak di lestarikan, namun sayang kondisinya sangat memprihatikan dan kadang tergenang rob.

Selanjutnya……masih banyak yang bisa dinikmati, di kawasan kota lama. Ada komplek gereja Gedangan, komplek perkantoran di kawasan pasar ayam dan juga gedung cantik Marabunta yang pernah menjadi tempat pertunjukan seorang spionase wanita cantik bernama Matahari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s