Numpang bobo di bandara Changi

Untuk traveler yang sering melanglang buana ke luar negeri mungkin bobo di bandara Changi sudah biasa, tapi buat saya ini pengalaman baru, karena baru pertama kali ini terpaksa harus menginap di Changi.

Yaaa…kali ini saya niat banget mo bobo di bandara Changi karena pesawat saya akan mendarat sekitar jam 11 PM dan akan meneruskan ke Melacca esok pagi, jadi rasanya kog sayang kalo malam ini nyari hostel, kan lmayan menghemat beberapa SGD. Dan berdasarkan hasil googling di beberapa blog, ada banyak cerita pengalaman bobo di Changi dan beberapa referesi untuk area tidur favorit, sepertinya sayajuga akan melakukan hal yang sama, cari tempat nyaman buat bobo di changi 😉

Sebagai bandara transit, Changi melengkapi bandar udaranya dengan bermacam fasilitas yang cukup menyenangkan dan pastinya membuat nyaman suasana bagi penumpang. Mulai dari air minum keran pancur, beberapa komputer dengan internet gratis yang bisa di gunakan siapa saja, hingga kegiatan iseng mewarnai dengan menempelkan kertas ke relief gambar. Lumayan buat killing time. Tapi kali ini yang saya butuhkan bukan Cuma sekedar untuk killing time, tapi juga tempat yang nyaman buat bobo…heheheheee….

Sesampainya di changi, saya masuk dari budget terminal karena saya naik Tigerair, sesuai dengan namanya terminal yang satu ini ekonomis banget, sehingga saya harus pindah dengan shuttle bus menuju terminal 2. Awalnya saya mo sekalian nyari mushola dan tempat bobonya di terminal 2, muter2 kesana kemari hingga saya malah tiba di terminal 3. tanya2 mushola ternyata ada di dalam, ga mungkin banget masuk ke dalam lagi, secara ga ada boarding passnya juga untuk masuk dan ga bisa minta ijin masuk juga ma penjaga dengan muka sangar india.

Secara dah cape juga dan peuguel menggotong backpackku, tiba2 melihat sebuah sign board denga tulisan viewing mall/dewan lambaian, entah kenapa saya langsung naik ke atas, 2 lantai keatas, dan disana sana menemukan ‘Changi Aviation Gallery’, sebuah ruang luas seperti museum, dengan beberapa informasi mengenai mekanisme bandara.

Waaah, tempat yang nyaman, sepi, berlantai karpet. Tak jauh dari CAG ada toilet dan juga air minum pancuran, lengkap ni sepertinya :)Di beberapa pojok saya melihat beberapa orang sudah bobo dengan nyamannya di lantai, dan saya pikir sepertinya tempat yang tepat untuk ambil bagian ikutan bobo disini, heheheeee….

Sebelum saya gelar bobo, saya shalat dulu,saat hendak shalat jadi kepikiran hadap ke mana kiblatnya, beruntung tak juah saya melihat seorang kakek tua petugas cleaning service, bermuka melayu dan berpeci putih, tak salah lagi pasti kakek ini muslim, saya bertanya kepada beliau arah kiblat dan segera shalat saat di tunjukkan arah yang benar. Ternyata sewaktu saya shalat si kakek menunggui saya dan seusai shalat si kakek menemani saya ngobrol2. ternyata si kakek yang bernama Abu ini adalah orang Indonesia, dari Indragiri -Riau. Beliau migrasi ke Singapore semenjak kecil dari tahun 1948 dan sudah menjadi residence Singapore. Di usia senjanya si kakek berniat untuk pulang ke Riau. Sempat mengurus administrasi kependudukan RI, tapi ternyata ‘tertipu oleh calo di Riau’, KTP memang sudah keluar, tapi Passportnya tidak di akui oleh Kedubes Indonesia di Singapore. Menurut keterangan beliau, bila administrasi kependudukannya di tolak oleh Kedubes RI, maka uang tunjangan hari tuanya tidak bisa dikeluarkan oleh pemerintah Singapore, kasian juga dengan pak Abu.

Saat kita ngobrol2, tiba2 muncul patroli keamanan, dengan berseragam tentara membawa senapan laras panjang berbaris sekitar 5 orang. Sempat kaget juga melihat barisan ini, tapi ternyata Cuma lewat aja. Konon dari cerita2 yang beredar, kalo lagi iseng patroli keamanan ini melakukan sidak ke penumpang yang bobo di bandara, tapi katanya tinggal liatin boarding pass dan passport aja.

Sepeninggalan pak Abu yang harus melanjutkan tugasnya bersih2, saya berbaring bobo di balik kursi panjang beralas karpet, awalnya dah nyaman, tiba2 berasa diiingiiiin banget…waduuuh, dasar badan kampung ga biasa ber-AC jadi norak d. setelah merapatkan sarung dan pasmina buat nutup muka dari silaunya lampu, kembali melanjutkan bobo dengan nyaman.

Sekitar 1/2 5 5 di bangunin pak Abu untuk shalat subuh, memang tadi sebelum beliau pergi saya titip di bangunkan untuk shalat subuh. Segera bangun dan shalat di tempat ‘persembunyian’ pak Abu, sudah terbentang sajadah untuk shalat.

Pagi sudah menjelang di bandara Changi. Pak Abu pun sudah selesai tugas dan pulang. Matahari sudah mengintip dan ternyata dari tempat saya bobo, saya bisa melihat pesawat singapore air parkir berjejer. Sayapun langsung bebenah, cuci muka, sikat gigi dan sedikit bedakan biar segar. Keluar dari bandara Changi menuju MRT dengan matahari yang cerah ceria…heheheee…selamat pagi 🙂

Iklan

4 pemikiran pada “Numpang bobo di bandara Changi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s