Patong – sunset dan meriahnya bangla road ‘parade lady boy’

Sekitar jam 14.30 kita mendarat di Phuket International Airport. Hal pertama yang kita lakukan saat masuk bandara adalah mencari toilet…kebelet pipis, trus masih di lanjut dengan dandan dikit. Trus pas kita mo daftar di imigrasi ternyata dah sepi, kosong melompong, cuma tinggal 2 loket yang sepertinya Cuma nunggu kita doang dan ada seorang bapak yang tiba-tiba teriak ‘WHAT TOOK YOU SO LONG??’….omigod, ternyata karena ini airport kecil, jadi hanya rame saat pesawat datang dan pergi saja, setelah itu bandaranya kosong melompong. Masih deg2an di teriakin demikian sebagai welcoming, kitapun mendaftarkan passport kita menghadapi petugas yang dah BT, ngoceh2 pake bahasa Thai (mampyus d, bruntung gw ga ngerti ape kate lo).

Selesai urusan imigrasi ternyata ruangan di bandara beneran kosong melompong, kita jadi kehilangan kesempatan untuk mendapatkan free simcard untuk HP kita..hiks 😦

Sebagai kota wisata, bandara Phuket terdapat beragam map yang dapat kita ambil untuk kebutuhan kita nanti. Ada map yang lengkap, yang isinya bukan hanya Phuket, Patong, Kata dan Krabi, tapi juga hingga map kota Bangkok.

Keluar dari bandara seperti juga di Indonesia, kita akan diserbu oleh para tukang taksi, tapi berdasarkan info yang kita dapatkan, sebaiknya kita langsung menuju pool taksi meter yang terletak di pojok kanan bandara, terlihat taksi berwarna merah kuning berbaris rapi.

Walau namanya taksi meter, tapi soal harga tetep nego…untuk tujuan patong dari bandara, kita mendapatkan harga yang lumayan murah Bt 450 saja (padahal berdasarkan referensi biasanya sekitar Bt 600)dan perjalanan dari Bandara hingga kawasan Patong harus ditempuh kurang lebih 1 jam saja….jauh yaaa

Sepanjang perjalanan ternyata kita tidak menemukan banyak hal yang berbeda dengan Indonesia, hanya yang sangat mencolok adalah tulisan kriting khas Thailand, poto2 Raja, serta instalasi kabel listrik yang kondisinya ngeri banget, sembrawuut (ternyata instalasi listrik di Indonesia jauh lebih baik, walau listriknya sering padam bergilir akibat kurang daya).

Karena kita sudah booking penginapan di Patong, jadi si supir langsung menghubungi pemilik penginapan untuk tanya ancer2nya dan mengantar kita ketempat tujuan, sehingga ga bikin kita ribet. Setibanya di penginapan, kita di sambut hangat oleh pemilik penginapan ‘Mary yang ternyata orang Korea, dan langsung mengurus administrasi. Penginapan kita bernama ‘SOM Guesthouse’, penginapan berbentuk ruko di kawasan strategis Patong. Kita ambil kamar private 4 bed AC seharga Bt 800, lmayan murah siy untuk di share ber-4, dengan fasilitas kamar yang bersih, rapi, 4 single bed, AC, Kamar mandi dalam yang bersih, handuk bersih, kulkas, tipi 20 channel (tapi ga bakalan terhibur juga dengan siaran lokal yang ga ngerti), safety box untuk simpan dokumen atau barang berharga lainnya, hingga lemari baju. Beruntunglah, dapat kamar yang nyaman 🙂

Setelah melepaskan lelah sejenak, dan ganti baju yang lebih nyaman untuk jalan-jalan, kita mulai exploring Patong. Seperti halnya Indonesia yang negara Tropis, di Patong pun matahari rada boros, alias panas booo siang2 genee, tapi tak menyurutkan niat untuk jalan 😉

Keluar dari penginapan yang berada dijalan Rad U tid yang merupakan jalan utama di Patong, kita langsung ketemu sebuah pusat jajanan kecil, yang menyediakan beragam makanan. Karena tadi di pesawat dah makan nasi uduk, jadi vi lebih tertarik untuk mencicipi makanan kecil (kalo di jakarta di sebutnya jajanan pasar). Makanannya seperti kue cubit 1/2 matang tapi dari santan, jadi gurih dan manis gitu, trus icip2 makanannya abhu yang seperti cenil kalo di jawa.

Kita lanjut untuk cari jalan ke pantai yang ternyata ga jauh dari penginapan kita. Pantai Patong di jam 4 sore ternyata masih panas, tapi karena masih kegirangan ketemu pantai bersih putih dengan ombak yang tak terlalu ganas, jadi walau panas tetep senang main2 air. Pantai Patong ga beda dengan pantai kuta Bali, pantai yang di jalannya banyak terdapat pedagang baju dan souvernir, juga beberapa penjual paket wisata yang tenar di Phuket, yaitu Trip ke Phiphi Island dan James Bond Island.

Sore hingga sunset ini kita habiskan dengan jalan menyusuri pantai, sambil jepratjepret moto apapun yang terlihat bagus dan bikin poto loncat2an pake kameranya abhu yang canggih pisan.

Melihat pantai yang sangat menggoda untuk berenang, kita jadi terpikir untuk beli bikini, buat seru2an, jadi mulailah kita masuki toko2 di sepanjang jalan tepi pantai itu untuk hunting bikini2 lucu yang menggoda. Sambil hunting bikini, kita juga hunting paket perjalanan ke Phiphi island, kita cari yang open tiket supaya kita bisa nginep semalam di Phiphi island dan baru kembali ke phuket esok harinya. Dengan perjuangan tawarmenawar yang a lot, dan rayuan gombalnya abhu ke mba2 yang menawarkan paket, akhirnya kita mendapatkan harga yang lumayan miring, yaitu Bt 920 untuk paket open tiket phiphi island, yang isinya adalah : jemputan dan diantar dari hostel ke Phuket port, lite breakfast (hot tea n coffee + biscuit), free flow cold mineral water n soft drink, and lunch incl. fresh fruit. Mengunjungi pulau Khai + snorkel, maya island, viking cavé and phi-phi island.

Main2 di pantai Patong ditutup dengan berenang pake bikini baru…hhooreee…

Malam ini kita lanjut jalan exploring Patong, kita mampir ke Bangla Road, tempat para banci2 cantik yang tenar di sebut ‘lady boy’ ngumpul dan menjajakan diri. Bangla road ini kumpulan cafe2 yang rame banget, segala pedagang ada bahkan kaki lima pun banyak. Salah satu yang membuat Bangla Road ini terkenal adalah Banci cantiknya, beneran bikin minder yang perempuan, secara dadanya subur bener, trus berpinggul yang berlenggok saat berjalan, dan kulit kinclong yang mulus, serta balutan baju seksi yang seronok….aayaaayyyy..hehehehee…. 😉

Kembali ke penginapan,badan dah cape dan gerah, trus langsung antri mandi, packing dan bobo, karena besok pagi2, kita akan dijemput untuk cruising menikmati pulau2 cantik di kepulauan Andaman Thailand Selatan….

-vi-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s