Tips Plesiran bersama orang tua….teryata beda

Piknik sudah menjadi suatu kebiasaan di rumah kami, Waktu dulu kami kecil sering diajak orangtuaku untuk piknik, jadi di suatu hari minggu pagi kami berangkat dan pulang malam di rumah, malah sempat jadi agenda rutin di rumah kita plesiran dan seluruh anggota keluarga harus turut serta, jadi kalo ada jadwal ekstrakulikuler di sekolah ya harus ijin demi piknik bersama keluarga, ini berlangsung hingga aku SMA lho. Piknik ini menjadi kebiasaan kami, karena papaku sering kerja di luar kota, jadi saat pulang ke rumah pasti di sempatkan untuk piknik.

Kalo dulu yang mempersiapkan semuanya adalah orang tuaku, mulai dari biaya plesiran hingga mamaku rela bangun lebih awal untuk masak makanan yang akan di bawa. Biasanya setibanya di tujuan kami akan gelar tikar, makan bersama masakan mama dan main atau Cuma santai-santai aja.

Kali ini beda, karena mama n papa ku dah mulai sepuh, dan kita, anak-anaknya yang mulai bisa membiayai hidup maka semuanya menjadi terbalik, kita yang menyiapkan semuanya, mama dan papaku yang menjadi pesertanya, tinggal ikut dan duduk manis.

Pada kesempatan ini aku dan adikku yang berniat untuk mengajak papa dan mamaku plesir ke Bali, yang ternyata mamaku tidak pernah ke bali (sementara aku dah 2 kali ke bali bersama teman2ku). Sehubungan dengan tiket promo sebuah maskapai penerbangan, maka kita bawa sertalah kedua orang tuaku tersebut untuk berlibur. FYI, papaku umurnya dah 71th dan mamaku 66th, alhamdulillah secara fisik keduanya sehat, tapi yang namanya sepuh tetep ada penyakit yang harus di waspadai.

Secara akan berlibur bersama orang tua, maka aku harus mempersiapkan semua demi kenyamanan mereka berlibur, jadi beberapa saat sebelum keberangkatan aku memastikan bahwa penginapan sudah di booking (yang pasti ga bisa nginep di tempat keramaian kuta, legian dan seminyak yang banyak bule mabok berkeliaran, dan penginapan juga harus yang standard bersih dan nyaman) dan mobil sewaan sudah confirmed (kita sewa mobil mungil suzuki estillo, pas banget buat kita berempat).

Karena aku sementara berdomisili di Semarang, jadi ga bisa woro2, bantu beres2 dan bercerewet ria ke mama dan papa mengenai hal-hal yang harus mereka bawa sehubungan akan berlibur keBali, sehingga sewaktu sudah di Bali, ada aja yang kurang. Walau sudah di ingatkan bahwa kita akan menginap 4 malam, tetep aja ada yang terlupa, seperti mamaku yang terlupa membawa gula khusus diabetes, trus papaku yang membawa baju kurang banyak, serta lupa dengan perlengkapan mandi (secara kalo aku tuh perlengkapan mandi dah satu set, dah lengkap semua), yang rada ribet adalah sewaktu tudung kepala mamaku (tutup kepala rajut yang biasa di pake ibu2) di jambret monyet nakal di Uluwatu, serta merta si mama minta di cariin jilbab atau tudung kepala di bali, OMG…di bali memang ada banyak yang dagang baju dan pernikpernik, tapi nyari tudung kepala atau jilbab adalah seperti mencari peniti di tumpukan jerami, diantara ratusan kios yang jual baju2 pantai yang cantik dan seksi ga satupun ada kios jilbab, hahahaaa…..

Hal lain yang juga harus di perhatikan adalah mengenai makan, kita jadi ga bisa makan sembarangan, minimal adalah makan di warung nasi padang (secara kita adalah orang sumatera, jadi yang paling aman adalah makan di rumah makan padang…enaaak). Dan sebisa mungkin jadwal makan tidak terlalu molor, karena kasian juga kalo mereka makan telat. Selain makan, tak lupa juga beli cemilan yang agak sehat, untuk mereka karena kita akan menghabiskan banyak waktu di luar, jadi pasti sambil bengong di mobil, nyemil jadi andelan.

Kondisi fisik orang tua kita yang sepuh, membuat kita tidak bisa ligat dalam bergerak. Tanpa di sadari, berpindah dari satu lokasi wisata ke tempat lain itu adalah melelahkan. Sewaktu kita tiba di tanah lot misalnya, papaku lebih memilih duduk ngadem aja (secara kita tiba di sana pas tengah hari, jadi panas), dan sewaktu kita ke wisata situ Gunung Kawi yang ternyata menuruni bukit dengan tangga yang banyak, orang tuaku kita istirahatkan di sebuah panorama, khawatir kalo mereka lanjut turun ke bawah bisa2 kita harus gendong naik ke atas (secara aku aja ngap2an sendiri). Kita jadi harus bisa bersabar mengikuti ritme mereka yang sudah melambat, sehingga segala aktifitas harus lebih santai, tapi tak apa, kan kita berlibur jadi santai saja…heehheheee…

Yang lucu adalah mengenai kostum, kalo berlibur sama teman2, apalagi ke bali, pasti baju seksi dan santai menjadi prioritas, dan itulah yang ku pack dari semarang,..dan sewaktu di kenakan di Bali bersama orang tua yang ada kena complain..hahahaaa…baju2 yang kubawa ga ada yang pake lengan, dan rok mini (atapiloooh…ga sadar diri bahwa diriku gembul, hahahaha) secara liburan di bali gitu loooh…

Ya gitulah serbaserbi berlibur dengan orang tua. Kalo dulu mereka yang atur ini itu, sekarang kita yang ambil kendali, Namun yang namanya orang tua, agak sulit juga di atur, harus rada sabar dan sedikit bersitegang, ngeyel adalah andelannya orangtua (mungkin Cuma orang tuaku aja ya). Tapi berbagi kebahagiaan liburan bersama orang tau adalah sesuatu lho..jadi, jangan Cuma kita aja yang sering berlibur, sesekali ngajak orang tua juga perlu.

Iklan

4 pemikiran pada “Tips Plesiran bersama orang tua….teryata beda

  1. Berbahagialah nte Elvi masih bisa mengajak kedua orang tua berlibur, mumpung masih aϑǎ kesempatan dan waktu yaa… Jadi dapat ga tuh jilbab-nya? Kenapa ga pake kain bali aja, dilipat2 kayak orang Afrika itu lho hehehe

  2. fjaco said: Berbahagialah nte Elvi masih bisa mengajak kedua orang tua berlibur, mumpung masih aϑǎ kesempatan dan waktu yaa… Jadi dapat ga tuh jilbab-nya? Kenapa ga pake kain bali aja, dilipat2 kayak orang Afrika itu lho hehehe

    makasi nte..jilbabnya ga nemu yang jualannya di bali, tapi ada scraf buat pengganti jilbab…heheheee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s