Tulamben, shipwreck snorkeling yang menakjubkan

Berlibur di Bali, pasti kebanyakan orang akan menjelajah wilayah bali selatan, tempat-tempat yang sudah populer dan ramai. Pantai pantai di bali selatan begitu menggoda dengan ombak yang besar, pantai yang landai serta tawaran watersport yang begitu menggoda memacu adrenalin.

Tapi liburan di Bali kali ini beda, aku dan adikku berniat untuk menjajal pantai di Bali Utara, pantai2 yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya, jadi kita akan menuju Amed dan Tulamben di Utara Bali.

Ada apa di Amed dan Tulamben yang membuat kita begitu penasaran ??? Dari referensi sebuh buku traveling yang aku baca, di Tulamben terdapat kapal karam jaman perang, kapal logistik Amerika yang membawa perbekalan perang, nah Kapal itu karam tak jauh dari pantai Tulamben. Dan di Amed memiliki keindahan taman laut dengan terumbu karang dan ikan warnawarni, jadi cukup alasan bagi kami untuk sesekali menikmati Bali dengan destinasi yang berbeda.

Petunjuk arah menuju Tulamben/Amed juga tak terlalu sulit, dengan berbekal peta bali yang sangat minimalis, kita bisa mencapai tujuan kita tanpa nyasar. Dari seputaran kuta menuju Tulamben / Amed di utara memakan waktu sekitar 2-3 jam, enaknya lewat jalur bypass, jadi yang di lihat pantai terus sepanjang jalan. Biar ga bosan di perjalanan, ada banyak yang bisa di kunjungi sepanjang perjalanan, khususnya ya pantai2 yang terbentang di timur bali, bahkan kita sempatkan mampir di pelabuhan padangbai, kebetulan ada upacara/sembahyang di ujung pelabuhan, jadi kita bisa nonton dulu, kan upacara/sembahyang masyarakat bali penuh dengan unsur budaya dan seni.

Saat di perjalanan nanti akan melewati bukit dan jalan berkelok, Hati-hati saat di akhir perbukitan, tiba di pertigaan kecil, kalo berminat menginap di Amed seperti kami, di pertigaan itu terdapat petunjuk jalan yang mengarahkan ke Amed, turun sekitar 5 kilo dari jalan utama, dan masuklah kita ke desa Amed, yang terdapat pelelangan ikan, dan tambak garam.

Ada banyak jenis penginapan yang di tawarkan. Kami sempat melihat beberapa dan akhirnya jatuh hati pada sebuah villa mungil bernama lily, dengan harga yang cukup bersahabat, tapi villa mungil ini cantik sekali, kamarnya luas, dan punya pemandangan ciamik gunung agung dan pantai di mukanya juga bagus. Kami bermalam di Amed karena bila kami bermalam di Tulamben, tidak ada pantai yang bagus untuk sekedar leyehleyeh dan santai orang tua kami yang menyertai kami berlibur kali ini.

Untuk makan malam, ada beberapa café dan tempat makan, rata2 dengan menu internasional,karena memang mayoritas pengunjung di Amed adalah turis asing, sepertinya kami satu-satunya turis lokal di Amed. Karena kami membawa orang tua,sepertinya kurang sreg makan makanan internasional, akhirnya kami harus kembali ke jalan raya, dan menemukan warung yang cukup ramai dengan menu nasi goreng, capcay dll dan harga yang murah. Dan kamipun membeli penganan kecil untuk bekal cemilan di penginapan.

Pagi sekali aku dan adikku dah siap meluncur ke Tulamben dan meninggalkan orang tua kami di Amed. Dari Amed ke Tulamben sekitar kurang dari 1/2 jam, dan jalan yang mulus di kaki gunung Agung memberi warna pemandangan yang berbeda sepanjang perjalanan. Di Tulamben kami langsung mencari spot kapal karam tersebut. Berdasarkan ancer-ancernya terdapat di belakang hotel puri mada. Tidak sulit mencarinya karena banyak petunjuk dan banyak dive master yang menyewakan perlengkapan selam serta snorkeling.

Kami parkir kendaraan kami di hotel Ocean View Tulamben. Sebuah hotel yang cantik, dan terdapat penyewaan alat selam disana. Karena kami baru pertama kali disana, kami banyak bertanya dan mendapatkan informasi yang kami butuhkan, sehingga untuk pagi ini kami memutuskan untuk snorkeling dengan menyewa alat snorkeling dan seorang guide untuk mengantar kami menikmati keindahan bawah laut. Sebenarnya kami juga di tawarkan untuk diving, walau kami belum pernah diving seumur hidup, tapi ada paket diving pemula yang di tawarkan dengan pendamping dive master. Tapi sepertinya diving instan rada mengerikan untuk kami, sehingga kami tetap memutuskan untuk snorkeling saja, dengan menyewa snorkel gear lengkap dengan sepatu dan fin seharga Rp. 50rb serta seorang pemandu.

Kami langsung menuju pantai, dan ternyata pantai di Tulamben sungguh unik, pantainya pendek dan berbatubatu, tapi bukan karang, sperti batu koral kecil-kecil seperti batu sungai, mungkin batu sumbangan dari gunung Agung yang tak jauh dari sini. Kalau untuk sekedar poto-poto mungkin pantai Tulamben ga terlalu cantik. kl untuk sekedar poto siy pantai di TUlamben tidak terlalu cantik karena cuma teluk kecil.

Kami tak menunggu lama, setelah meletakkan barang bawaan kami, kami langsung nyebur ke air, pasang fin dan langsung menerawang surga bawah air…waaaah, baru saja di tempat yang dangkal kami langsung berhadapan dengan banyaknya ikan, ikan kecil warna warni dan ikan-ikan besar…weeew, baru kali ini snorkeling yang dilihat ikan-ikan besar.

Awalnya kami di ajak menikmati terumbu karang, dan pemandu kami cukup cerdas menunjukkan hal-hal unik, ada ikan buntal, seekor ikan bersembunyi dibalik karang dan tibatiba kami melewati serombongan ikanikan yang ukurannya besar, katanya siy jackfish tapi buatku seperti ikan tongkol, trus di bawah sana ada ikan yang lebih besar lagi..wah beneran takjub ngliat ikanikan besar berkeliaran kesana kemari, awalnya parno liat ikan ikan besar, tapi lamalama seru juga, serombongan ikan besar berkeliaran kesana kemari.

Lalu kami di ajak menuju kapal karam / wreck ship, ternyata kapalnya besar..wiiihh…walau hany
a menikmati dari atas saja, tapi aku dan adikku dah cukup parno, terbayang kapal Flying Dutchman musuhnya kapten jacksparrow yang isinya hantu2 dan kapten gurita itu…hiiiy. Kami bergerak menuju ujung kapal yang paling menjorok ke atas, penasaran pengen pegang2, tapi kan kita Cuma snorkeling aja, mengapung damai di permukaan air. Terlihat beberapa diver sedang explore keluar masuk kapal karam tersebut, sepertinya asik, gelembung-gelembung udaranya terlihat mengambang diair, sementara divernya hilang di balik reruntuhan kapal.

Sedikit cerita mengenai kapal ini :

Sejarah :

Pada tanggal 11 Januari 1942, saat Amerika Serikat dalam Perang Dunia II, sebuah kapal dengan berat 6,211 ton berlayar dari Australia menuju Philippina, membawa bagian-bagian dari rel kereta dan karet untuk kepentingan perang saat itu. Saat berada di sekitar 19 km sebelah baratlaut selat Lombok, kapal tersebut- kapal kargo ‘USAT Liberty Glo’ tertembak oleh torpedo yang diluncurkan kapal selam milik tentara Jepang.

Kapal perang milik Amerika Serikat, ‘ USS Paul Jones’ dan Kapal perang Belanda ‘HNLMS Van Ghent’, menarik ‘USAT Liberty Glo’ menuju ke pelabuhan milik Belanda di Singaraja, bagian utara pulau Bali. Namun demikian kerusakan yang diterima ‘USAT Liberty Glo’ tak memungkinkannya untuk melanjutkan perjalanan. Akhirnya kapal kargo ‘USAT Liberty Glo’ berlabuh di daerah pantai timur Bali di desa Tulamben, dengan tujuan menyelamatkan barang-barang yang dibawanya. Kapal tersebut tetap berada di pantai Tulamben selama hingga 21 tahun setelahnya.

Sinking

Pada tahun 1963, saat Gunung Agung meletus, lava dari Gunung Agung menyebabkan kapal tersebut terdorong menuju pantai dan menenggelamkannya. Hingga kini, kapal tersebut berada di kedalaman 30 meter atau 100 kaki (9 hingga 30 meter) dari permukaan air.

Diving

Kapal karam di tulamben mempunyai gabungan langka dari situs yang mudah untuk diselami dan keindahan kekayaan bawah lautnya. Dengan kedalamaan tidak lebih dari 40 meter dari bibir pantai dengan kondisi perairan yang realtif tenang, membuat kapal karam ini menjadi tempat paling aman untuk wreck diving di seluruh dunia. Lokasi ini juga ideal untuk para non-diver yang ingin mencoba menyelam, atau sering disebut degan istilah Discover Scuba dan juga sebagai tempat berlatih memulai penyelaman jika anda mengikuti program pelatihan Open Water Diver Course bersma Blue Season Bali. Dengan kekayaan dan keaneka ragaman kehidupan bawah laut seperti terumbu karang, giant barracuda, giant groupers, blue spotted sting raysdan bumphead parrot fish.

Pasted from <http://www.baliocean.com/id/history_bali_dive_sites_tulamben.blueseason>

Puas berwarawiri snorkeling melihat retuntuhan kapal dan keindahan bawah laut dengan terumbu danikannya, kami kembali ke darat. Kami menghabiskan sekitar 2 jam snorkeling dan cukup memuaskan kami. Kembali ke tempat penyewaan alat, kami mandi berbilas dan berganti pakaian. Aku masih ingin lanjut berenang di Amed, jadi ga mandi dulu, hehehehee…

Sekembalinya di Amed, orang tua kami sedang bersantai, rupanya tadi pagi papaku juga turut berenang di pantai. Setelah mengisi perut dengan sarapan dari penginapan, aku kembali melaut, yeeeaaah…senang sekali bisa berenang.

Pantai di Amed dengan pasir hitam dan berlatang gunung agung. Pantainya cukup curam ternyata, tapi ombaknya tenang dan airnya jernih, tak jauh berenang dari garis pantai, aku bertemu ikan kecil kecil warnawarni berseliweran santai, asik sekali melihat pemandangan bawah laut. Aku puaspuaskan berenang disini, hingga sekitar 1 jam, dan kembali ke penginapan untuk mandi dan berkemas. Kami harus kembali ke selatan siang ini.

Sayang waktu kami terbatas untuk menikmati utara bali, padahal masih banyak tempat menarik lainnya disini, khususnya wisata bawah laut.

-vii-

Iklan

5 pemikiran pada “Tulamben, shipwreck snorkeling yang menakjubkan

  1. didut said: Mbak Elvi, sayangnya gak ada info soal budget budgetnya ini 🙂

    budget ???hhhmm…budgtnya ya biasa aja sptinya….penginapan yang bagus itu 200rb, snorkeling gear+sepatu+fin 50rb, guide 50rb, kl mo pake lifejacket RP.10rb… (slesai snorkeling di kasi handuk, sabun, sampoo buat bilas)itu aja siy di tulambennyaapa lagi yang di perlukan ???

    1. Baru sekali siy k tulamben amed tp lainnkali k bali mau lagi main ksana.
      Makasi rekomendasinya, nanti d coba ksana.
      Terimakasih sudah mampir d blogku y

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s