Bikepacking, cara asik ala goweser berlibur

Belakangan bersepeda telah menjadi gaya hidup baru bagi sebagian masyarakat. Jumlah pengguna sepedapun setiap saat selalu bertambah, dari bermacam bentuk sepeda dari sepeda MTB, Road Bike, Sepeda Lipat bahkan Sepeda Fixie.

Kegiatan bersepeda pun bermacam, perubahan gaya hidup dengan beralih dari kendaraan bermotor menjadi goweser kemanapun, untuk keperluan beraktifitas kerja, kuliah bahkan hanya untuk sekedar kongkow-kongko. Dari perubahan gaya hidup menjadi kebiasaan hingga akhirnya menjadi kecanduan terhadap bersepeda. Itulah yang sekarang mulai berkembang.

Salah satu aktifitas bersepeda yang sangat menyenangkan dan mulai di gemari adalah bikepacking. Mungkin bagi sebagian besar orang masih awam dengan istilah ini, tapi kalau boleh sedikit menjelaskan dalam bahasa awam, bikepacking adalah penggabungan istilang biking and backpacking, yaitu melakukan travel dengan menggunakan sepeda, dari satu kota dengan tujuan ke kota lain atau tempat wisata. Jarak tempuh bisa beragam, bisa memerlukan berhari-hari perjalanan atau bahkan Cuma satu hari perjalanan, tapi lintas kota. Bedanya bikepacking dengan gowes touring atau ‘tour de something adalah tidak ada tuntutan ketepatan waktu atau atau target waktu tempuh, jadi kita gowes semampunya, sekuatnya, dan kalo capek tinggal parkir leyeh-leyeh, bahkan dari beberapa pengalaman gowes bike packing bersama beberapa sahabat, kita gowes benar-benar santai, misalnya kita lihat ada pematang sawah yang bagus banget lanscapenya, sertamerta kita langsung parkir sepeda dan poto-poto, atau saat panas mendera dan melihat pedagang kelapa muda, langsung merapat dan bersantai menikmati kelapa muda sambil menunggu matahari bersahabat dan yang paling penting adalah gerbang kota, tempat monumental yant tidak boleh di lewatkan adalah bentuk prestasi yang harus di abadikan saat gowes bikepacking, rasanya kalo di pikir dengan logika orang yang ga gowes, adalah kegilaan yang hebat, kita bisa gowes lintas kota.

Bikepacking cukup populer di negara-negara maju, beberapa kali saat traveling di luar kota, khususnya kota-kota yang merupakan destinasi wisata ramai di Indonesia, saya menjumpai bikepacker. Dengan menggembol panier di depan dan belakang sepeda, dengan santai mereka menikmati perjalanan. Hal ini mengingatkan saya dengan penulis kondang era 80’an yang melakukan perjalanan lintas asia dengan menggowes sepeda, Golagong.

Saat pertama kali memulai bikepacking mungkin terkesar ‘sangar’, khususnya bagi goweser pemula perempuan seperti saya, yang prestasi gowesnya hanya seputaran kota saja. Mendengar jarak tempuh sekitar XY km dari A ke B melalui C udah bikin lutut ngilu. Tapi sesuai dengan philosophi yang berlaku pada kebanyakan traveler, traveling is not only about the place nor the destination, it about whom u with. Jadi kembali lagi, saat pertama kali memulai bikepacking yang menjadi pemacu untuk gowes jarak jauh tersebut adalah para perayu ulung yang berhasil meyakinkan saya mengenai kenikmatan gowes jarak jauh.

Yang perlu di perhatikan untuk melakukan gowes bikepacking yang paling utama adalah periksa sepeda anda, tidak usah minder dengan sepeda yang murah asalkan sepeda tersebut sudah menyatu jiwaraga dengan anda dan anda sudah nyaman mengendarainya, sangat mungkin untuk melakukan bikepacking, namun untuk kenyamana diperjalana ada hal-hal utama yang harus di perhatikan, yaitu :

 

  • Cek rem,Pastikan bahwa rem tidak tipis,
  • gear dan shifter, bergerak seirama, tanpa suara klek klek klek saat ganti gigi, apabila ada waktu bersihkan rantai dan gear sebelum berpergian jauh, agar kotoran2 tidak menyangkut di antar gear
  • pedal, periksa apakah pedal berputar dengan benar, karena akan sangat mempengaruhi kenyamana kaki saat menggowes.
  • Rantai, rantai mungkin kurang mendapat perhatian, tapi periksa juga apakah sudah muai, longgar atau bahkan kotor, hindari rantai yang terlalu kering karena dapat merusak gear.
  • Ban. Ada baiknya untuk membawa ban ganti cadangan dan juga perlengkapan untuk mengganti ban, sebagai antisipasi bila ban bocor dan tidak ada tukang tambal ban. Khususnya untuk goweser perempuan seperti saya, perlu juga untuk berlatih mengganti ban.
  • Perlengkapan pendukung : misalnya lampu sepeda, ada baiknya sepeda di lengkapi dengan lampu depan dan belakang, sebagai petanda bagi pengendara lainnya mengenai kehadiran kita dan juga untuk membantu penglihatan di malam hari.
  • Jangan lupakan membawa pompa dan toolkit, sapa tau ada hal yang tidak diinginkan terjadi di perjalanan.

 

Setelah pengecekan sepeda, selanjutnya adalah kesiapan fisik dan mental untuk memulai gowes jarak jauh. Kesiapan mental adalah pasti supaya tidak menyerah di jalan, tapi yang paling penting juga mengasah kemampuan bersepeda dari goweser seputara kota jarak pendek dengan waktu tempuh yang pendek harus memotivasi diri dengan menambah jarak dan waktu tempuh lebih lama dari biasanya. Dan itu dilakukan rutin agar badan tidak kaget saat di perjalanan nanti.

Lainnya yang harus dipersiapkan adalah barang bawaan, karena akan bikepacking, jadi akan membawa banyak hal, misalnya baju ganti, makanan dan minuman. Untuk memudahkan dalam menggowes tersedia beraneka ragam tas pannier khusus untuk pesepeda, dengan model yang beragam dari bermacam produsen. Tas pannier tersebut cukup di cantolkan di boncengan belakang sepeda dengan sebuah kait maka akan mempermanis sepeda seperti sepeda bapak pos masa dahulu kala. Bisa juga dengan mengikat tas di boncengan dengan kait atau tali, tapi harus yakin bahwa ikatan tidak mengganggu kaki dan sepeda saat menggowes dan juga tas tetap dalam posisinya apapun medan yang akan kita lalui. Tapi bila ternyata sepeda yang kita miliki tidak memiliki boncenga
n atau bike rack, boleh aja pakai ransel yang nyaman dan menggembol barang bawaan tersebut, tapi hal ini tidak terlalu disarankan, karena akan membebani badan saat nanti menggowes, sehingga tidak nyaman di perjalanan. Untuk gowes bikepacking jarak pendek, masih memungkinkan, tapi bikepacking yang kilometernya mencapai lebih dari 3 digit – xyz km, sangat tidak disarankan, karena barang bawaan juga tambah banyak dan pastinya akan tambah berat.

Untuk bikepacker pemula seperti saya misalnya, tidak ada salahnya untuk cek rute perjalanan, karena akan mempengaruhi kekuatan fisik kita di perjalanan. Sebaiknya minta kepada teman seperjalanan untuk memilih rute yang cukup bersahabat, misalnya jalan yang trafficnya tidak terlalu ramai, karena perjalanan lintas kota biasanya cukup bersahabat dengan bis antar kota atau angkutan lain yang rendah toleransi kepada pesepeda. Perlu di cek juga kontour, hindari rute yang memiliki banyak kontour menanjak tinggi karena akan membuat kehabisan energi, tapi bila memang itu satu-satunya rute, jangan malu untuk tuntun bike saat kita tak sanggup melewati tanjakan, Daripada pingsan di tengah jalan akibat memaksakan menaklukkan tanjakan. Sebisa mungkin pilih rute yang datar, jalan yang teduh atau sawahsawah supaya segar perjalanannya sehingga semua bisa menimati perjalanan.

Perlu juga untuk cek cuaca, hindari gowes di musim hujan, malah cari penyakit. Sebenarnya cuaca paling enak untk gowes adalah saat agak-agak mendung dan matahari mengintip malumalu tertutup awan. Mulai gowes sepagi mungkin untuk mendapatkan sinar matahari terbaik, karena menjelang jam 10 keatas, matahari dalam keadaan prima menerangi bumi sehingga sangat panas sekali dan membuat dehidrasi dan kulit gosong terbakar dan pastinya juga menurunkan stamina, seakan energi menggowes di serap oleh silaunya matahari. Untuk mengatisipasi hal ini, biasanya goweser menggunakan sunglass yang nyaman, lengan panjang, celana panjang dan juga masker. Tak lupa juga untuk mengoleskan sunblock, karena saking teriknya matahari, sinarnya tetep tembus ke balik pakaian.

Yang tidak boleh dianggap remeh adalah kostum, gunakan pakaian yang nyaman, menyerap keringat, ga ada salahnya berlengan dan celana panjang untuk menutupi terpaan sinarmatahari apalagi gowes hingga siang hari. Pakai juga kacamata hitam/ sun glass dengan kadar kegelapan yang cukup, selain untuk menambah gaya penampilan, kaca mata penting untuk melindungi mata. Kelengkapan lainnya adalah sarung tangan, jangan lupa juga pakai sepatu. Kalo memungkinkan untuk pakai topi juga bisa membantu melindungi muka dari terpaan matahari, khususnya saat terik. Dan yang terpenting adalah helm, pelindung kepala dari segala kemungkinan yang dapat mengakibatkan cidera pada kepala.

Ada baiknya untuk melengkapi diri dengan perlengkapan P3K. Bila bergabung dalam rombongan kecil, cukup 1 orang saja yang di tugaskan membawa P3K, yang isinya lebih kurang sangat di butuhkan dalam perjalanan gowes jarak jauh.

Nah, setelah beberapa tips diatas, kalo semua sudah oke, sepertinya sudah tidak ada alasan untuk tidak mencoba bikepacking. Apapun sepedanya yang penting gowes, selamat gowes dan menikmati perjalanan. Kalo nanti kita berjumpa di jalan, jangan sungkan untuk saling bertegur sapa dengan membunyikan tingting, lumayan menambah semangat gowes.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s