Kenapa Kota Tua Itu Menarik

Seorang sahabat pernah bertanya kepada saya yang menurutnya saya ini aneh ; apa menariknya kota lama semarang, kota tua jakarta, dan kota2 tua atau bila di luar negeri lebih populer dengan sebutan Heritage City. Saya jadi tergelitik antara prihatin dia ga ngerti sejarah atau dia orang yang terlalu maju sehingga Cuma tau bangunan baru di tengah kota.

Ga salah siy kalo pertanyaan-pertanyaan itu muncul, mungkin dia ga dapat story behind the building dari kawasan kota lama atau sejarah yang menyertai bangunan lama yang semakin lama semakin runtuh bila tak segera di selamatkan atau ga tertarik dengan sejarah, tapi lbh suka ke mol yang benderang dan modern.

Ada bebrapa orang yang begitu bangga bercerita dan memamerkan poto sudah berkunjung banyak ke luar negeri, memamerkan gedung-gedung tua berumur ratusan tahun tapi masih terawat dan terus terpancar kecantikannya, tapi tak pernah sekalipun menginjakkan kakinya di kawasan kota tua jakarta atau kota-kota tua lainnya yang bisa ditemukan dibanyak kota di nusantara. Coba seandainya saja kawasan kota tua itu terawat, rapi dan terpelihara cantik pasti tak kalah dengan poto-poto di luarnegeri itu.

Kota tua selalu identik dengan kumuh, tak terurus, angker, bau, menyeramkan. Kumpulkan saja semua nilai minus maka itu akan keluar untuk menilai kota lama. Tak salah juga mereka memberi penilaian demikian, sehingga akhirnya kota lama yang merupakan awal mula kota besar menjadi terlupa dan terpinggirkan dan semakin ditinggalkan oleh penguni kotanya yang makin lama makin menikati keindahan modernisasi kota yang terlihat lebih bersih, indah dan membanggakan.

Apa yang terjadi ?? Salah siap ?? Pertanyaan yang ga akan ada habisnya untuk di jawb.

Kota tua atau kota lama di Indonesia hanya menarik untk orang-orang yang bisa melihat sisi istimewanya, orang-orang yang mengerti dan menghargai sejarah sebagai bagian dari masa sekarang, orang-orang yang menggemari arsitektur, fotographi dan orang-orang yang bisa menemukan segala hal yang unik yang bisa di lihat dari kota lama.

Berkunjung ke Kota tua, buat saya kembali merasakan masa jaya dari kawasan tersebut, membayangkan para noni dan meneer berjalan hilir mudik. menikmati detail arsitektur yang terdapat pada tiap bangunan. Dan  pada masa itu, arsitektur bangunan-bangunan itu berhasil menyampurkan arsitektur eropa dengan indonesia dan menyesuaikan dengan kondisi cuaca Indonesia sehingga menghasilkan gedung dan bangunana yang nyaman untuk bekerja, tak perlu pendingin udara dan lampu berlebihan istilahnya sekalang ‘green building’. melihat betapa kokohnya bangunan yang dihasilkan, dan interior yang terpasang pada bangunan seperti kaca-kaca mozaik cantik yang diimpor langsung untuk mempercantik bangunan, seperti yang terdapat pada lobby Lawang Sewu – Semarang.

Bagi orang ‘biasa’ yang tidak mengerti atau tidak mau mengerti atau gagal paham mengenai keberadan kota lama, yang ada dibenaknya hanyalah hal-hal negatif yang tersebut di atas. Kota lama hanya kawasan kumuh, jorok, bau, angker, onggokan batu dan reruntuhan. Demikian juga pemikiran para pemimpin daerah di seluruh Indonesia ini, bahwa Kawasan kota tua adalah kawasan yang tidak penting, sehingga sebaiknya dirubuhkan, di’bersihkan’, dan di’tata’ menjadi kawasan modern berupa pendirian mol dan bisa jadi ‘proyek’ untuk tambahan ‘uang jajan’. Sakit jiwa ya.

Cobalah sedikit malu melihat bagaimana negara tetangga berhasil menata dengan baik dan benar kawasan kota lama mereka sehingga menjadi suatu kawasan ‘heritage city’ yang bisa mendapat pengakuan sekelas UNESCO untuk suatu kawasan yang nilai sejarahnya  masih di bawah keberadaan kawasan kota lama yang ada di Indonesia. Sehingga kawasan kota lama dapat laku di jual dan menjadi kebanggaan bagi kota dan masyarakatnya.

Kembali lagi deh kepertanyaan semula, jadi salah gw kalo ga tertarik ke kota lama di Indonesia…?? Jadi PR deh tuh

Iklan

10 pemikiran pada “Kenapa Kota Tua Itu Menarik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s