Silly guide nonton wayang

image

Wayang bukan hal yang familiar untuk saya, khususnya saya yang sama sekali tak berdarah jawa. Adalah sungguh rumit memahaminya, bahasa yang digunakan adalah bahasa jawa yang tidak saya mengerti sepatah katapun dan begitu banyak tokoh dan cerita yang menyertainya.
Sehubungan dengan masa tinggal saya di Semarang yang memasuki tahun ketiga dan kemampuan mengerti bahasa jawa yang sedikit membaik, hal inipun membangkitkan rasa penasaran saya untuk menonton wayang kulit, yang orisinal, dan beruntung saya memiliki teman-teman yang masih miliki minat menonton wayang di era digital dimana seni n tradisi banyak ditinggalkan (thanks to Said dan Anggun).
Begitu mendapat informasi jadwal pertunjukan wayang, akhirnya kita menyaksikan pertunjukan wayang d gedung kesenian Sobokarti, Semarang yang rutin menggelar wayang. Lakon yang dimainkan adalah Narasoma Rabi, dan untuk mendukung cerita, sebelumnya saya googling dulu mencaritau siapakah Narasoma dan kisahnya,sehingga saat pertunjukan saya bisa mereka-reka adegan yang sedang berlangsung.
Dengan terbatasan bahasa jawa yang saya kuasai, ada beberapa hal yang tidak berhasil d cerna, seperti banyolan/jokes yang d lempar sang dalang untuk membangunkan penonton yang mulai mengantuk. Sementara orang-orang tertawa atau mesam-mesem, saya cuma bengong bloon berusaha memaknai banyolan sang dalang atau saat dalang memainkan adegan mbok emban atau purnakawan yang ceritanya tak saya temui dalam ‘contekan kisah Narasoma’ sehingga teman saya tersebutlah yang kemudian mengartikan adegan yang berlangsung, dan harus bersabar menjawab berderet pertanyaan yang muncul karena rasa penasaran saya, dan ternyata adegan tambahan mbok emban atau purnakawan tersebut ternyata ga da hubungannya dg lakon Narasoma yang sedang berlangsung.
Hal lucu yang berhasil membuat saya tertawa adalah saat dalang melakukan adegan yang terlihat lucu dengan wayangnya atau adegan pertempuran yang dibuat lucu.
Adalagi adegan saat dalang, sinden dan pemain alat musik saling bersahut-sahutan, hal ini juga tak behasil saya tangkap percakapannya mengenai apa, kadang sinden menjawab dalang dengan nyanyian atau pemain alat musik tradisional jawa tersebut menjawab dengan irama-irama yang semarak,sehungga membangkitkan semangat penonton.

image

Secara keseluruhan ternyata saya saya cukup menikmati menonon wayang. Walau saya ‘lost in translation’ tapi saya berhasil bertahan hingga jam 3.00 pagi. Ada satu quotes yang saya terapkan dalam menikmati kesenian tradisional, yaitu ‘kamu tidak harus mengerti apa yang terjadi, cukup nikmati apa yang disuguhkan’

-vii-

Iklan

2 pemikiran pada “Silly guide nonton wayang

    1. hai mba eka, akhirnya bisa comment yaa…hehehehee…
      iya mba, memang susah nonton wayang, tapi kalo ada contekannya jadi lbh mudah ternyata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s