Satu Putaran keliling pulau Sangalaki

Image

Pulau Sangalaki tujuan kami siang hari ini, usai snorkeling di sekitar pulau dan mendapati ikan-ikan warna warni dan aneka terumbu karang yang selalu berhasil membuatku lupa daratan. Memasuki pulau sangalaki yang mulai surut memberi kami pemandangan biru muda yang jernih. Walau pasir sudah terlihat sangat dekat dari badan boat, dan sebenarnya pengen turun dari boat, tapi kami menahan diri, mengingat kejadian disengat pari di pulau Maratua kemaren, dan menurut mas Silo ada banyak pari yang bersembunyi di balik pasir putih dan lembut, sehingga dengan sangat bersabar, kami menunggu kapal mendekati pantai dan baru turun setelah mendapat persetujuan dari mas Silo.

Image

Mengangkut semua barang dan berjalan tertib di belakang mas Silo kami tiba di Pulau Sangalaki. Pasir putih dan bersihnya begitu cantik, menggoda kami untuk langsung beraksi photo-poto. Pasir yang membentuk tekstur begitu indah, seakan kami adalah manusia pertama yang menjejaki pulau Sangalaki.

Image

ImageImageImageImage

Usai berphoto kami baru sadar bahwa mas Silo sudah menghilang, dan setelah bertanya sanasini, kami menemukan mas Silo di suatu tempat yang sangat nyaman, seperti hidden paradise, dengan kursi bambu yang nyaman dan meja makan dibawah rerimbunan pohon, bakalan betah niy sepertinya.ImageImageImage

Image

Makan siang nikmat di bawah teduhnya pepohonan tak kami lakukan berlama-lama, karena sebenarnya tak sabar untuk jalan-jalan keliling pulau. Sehingga begitu selesai makan, langsung beres-beres dan mulailah kami beach combing di pasir putih dan bersih.

Menurut mas Silo, di Pulau Sangalaki terdapat penangkaran telur penyu, dan sering dilakukan pelepasan tukik yang cukup umur ke laut, tapi kami tidak berutung, karena tidak ada tukik yang akan dilepas, dan bulan november – desember tidak ada penyu bertelur. Buatku tak apa, karena sudah pernah puas melihat penyu bertelur dan bermain bersama tukik sewaktu di pantai Pangumbahan – Ujung Genteng, Jawa Barat.

Kembali ke Sangalaki, berkeliling di pantai putih dan lembut sungguh menyenangkan, banyak objek bisa di photo dan sejuta gaya bisa di lakukan, asal tukang potonya kuat iman aja melihat tingkah yang kita perbuat. Tiap ada batang pohon kita photo, hamparan pasir putih tak berujung kita photo, dermaga kayu kita photo, segalanya kita photo, dan tanpa disadari kegiatan beach combing di tengah hari bolong ini berhasil membuat kulit indahku semakin eksotis mempesona, setelah kemaren sukses terbakar hingga memerah saat snorkeling.ImageImageImage

Image

Selain kita yang menjadi model photo, kita juga menemukan banyak objek lainnya, seperti umang-umang / kelomang kecil yang lucu, jejak biawak dari yang besar hingga yang kecil yang membuat kita tak berani untuk menerabas rerimbunan hutan Sangalaki karena parno dikerjar-kejar biawak (gimana mo ke komodo kalo liat biawak aja dah ngacir….hahahahaha)

ImageImageImageImageSelesai  satu putaran, kembali ke ‘hidden paradise’ kami, dan langsung bebenah, air laut sudah pasang, dan kami akan kemblai melaut untuk mencari Mantaray yang tadi pagi sudah kami temui, semoga kami bisa jumpa lagi

– vii –

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s