Kampung Muslim di Siem Reap

Image

Melihat peta kota Siem Reap yang kami dapatkan dari Tourism Information Center di Taman Kota Siem Reap,agak mengejutkan kami menemukan lambang masjid di pojok kiri tak jauh dari Old Market dan Pub Street. Selain memiliki lambang wat-wat yang tersebar di seantero kota ternyata ada sebuah lambang masjid, dan kami akan mengunjunginya di waktu Dzhuhur nanti.

Kamboja Sebagai salah satu negera di Indochina, awalnya kami kira akan sulit untuk menemukan perkampungan muslim, maklum dengan mayoritas penduduk non-muslim, bagi kami adalah suatu kebahagiaan tersendiri menemukan perkampungan muslim, dimana kami bisa beribadah dan makan tanpa harus waswas.

Usai berkeliling kota dan makan siang di Old Market, kami mencari lokasi masjid yang tertera di peta kota.melalui jalan kecil rusak yang banyak genangan air usai hujan siang tadi, dan setelah bertanya sana sini, akhirnya kami temukan masjid di tengah perkampungan muslim. AL NIKMATUL ISLAMIC MOSQUE demikian nama masjid yang tertera di dinding Masjid, terdapat di kampung Steung Thmey Village.

ImageImage

Adalah seorang ustad bernama yusuf yang menghampiri kami saat memasuki halaman masjid yang langsung menyapa dengan ‘assalamu’alaikum dan tersenyum ramah. Menunjukkan tempat berwudhu dan tempat shalat khusus wanita di lantai atas serta memberikan telekung/mukena bagiku tanpa berbicara banyak.

Selesai shalat, pak ustad Yusuf masih menunggu kami di halaman masjid, awalnya beliau hanya banyak tersenyum, ketika ku sapa dengan bahasa melayu, beliau bisa menjawab walau tak terlalu lancar, tapi cukup membuat percakapan kami berjalan dengan baik.

Image

Siang ini kami bersepeda menuju danau Tonle Sap, dan d tepi jalan menuju danau, lagi-lagi kami menemukan masjid, MASJID AR-RAFEE’AH namanya, masjid mungil yang didominasi warna merah dengan tiga kubah kecil di atapnya. Di sekeliling masjid ini terdapat perkampungan muslim kecil diantara masyarakat non muslim di sekelilingnya.

Image

Malam hari sepulang dari Tonle Sap, kami kembali ke Steung Thmey Village, karena di belakang masjid Al Nikmatul kami melihat ada restoral muslim yang sudah pasti halal bagi kami.

Kami parkir sepeda kami di halamana restoran yang terlihat ramai pengunjung malam itu. Kami disambut ustad Musa, Pemilik restoran yang mempersilahkan kami masuk dan mengambil makanan yang disediakan ala buffet, sebenarnya bisa pesan ala carte, tapi sepertinya lebih enak untuk mengambil sendiri hidangan yang ada, bisa di sesuaikan takaran dan jenis makanan yang mau diambil apa aja, secara kita lapar sangat setelah gowes, jadi makannya pasti banyak…..hahahahahaaaaa

Image

Setelah makan besar dengan free flow the manis dingin, kami dihidangkan semangka segar sebagai pencuci mulut. Hadir bersama di meja kami, bapak ust. Musa pemilik restoran dan pengurus masjid. Ust. Musa sangat lancar berbahasa melayu, sehingga kami berkesempatan ngobrol dan mendengarkan cerita ust. Musa perihal kehidupan muslim di Negara Kamboja dan Siem Reap khususnya, dan yang paling menarik adalah cerita  ‘dark ages selama 3 tahun 8 bulan saat Brother No. 1 Pol Pot berkuasa, yang mengakibatkan ust. Musa kehilangan kakek dan neneknya yang merupakan pemimpin muslim di Siem Reap.

Image

Dari kehadiran kedua masjid dan penuturan Ust. Musa di kota Siem Reap ini, saya membuat kesimpulan sendiri mengenai kehidupan masyarakat di Siem Reap yang tak mendeskriminasikan umat muslim. Masyarakat Muslim di Kamboja dapat hidup damai berdampingan dengan umat agama lainnya.

Iklan

3 pemikiran pada “Kampung Muslim di Siem Reap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s