Lebih Dekat Kenal Max Havelaar di Rangkasbitung

image

Max Havelaar seorang asisten residen Lebak yang menjadi tonggak cikal bakal pergerakan kaum elit di masa penjajahan Belanda di Indonesia.
Kisah Max Havelaar d ceritakan oleh Dowes Dekker dengan nama pena MULTATULI. Berkat buku yang mengangkat kondisi masyarakat di Lebak khususnya kelas bawah yang miskin dan tertindas oleh pnguasa baik lokal maupun pihak Belanda ini, Multatuli berhasil membuka mata kaum elit d Belanda dan menghasilkan kebijakan ‘balas budi’ bagi masyarakat Indonesia dan menghasilkan gerakan-gerakan kaum terpelajar d Indonesia menjadi lebih massive.
Cerita ini berawal d kota Rangkasbitung, ibukota kabupaten Lebak. kota kecil yang tak jauh dari ibukota Jakarta. disini kita jumpa dengan Max Havelaar. Lukisan tampak Muka Max Havelaar terpajang rapi beserta photo-photo istri dan anaknya d rumah dinas Bupati Lebak yabg saat ini difungsikan sebgai ruang penerimaan tamu. Rumah bupati Lebak yang indah masih mempertahankan arsitektur lamanya, dengan pilar-pilar besar d terasnya.

image

Rumah dinas Bupati ini kami menemukan daftar nama bupati Lebak dari pertama.hingga yang mnjabat saat ini, terukir  prasasti batu  dinding kanan teras.
selanjutnya mencoba mencari rumah Multatuli yang tersembunyi d halaman belakang RSUD Adjidarmo, dan sungguh sedih melihat kondisi rumah dinas Max Havelaar sekarang dalam kondisi mengenaskan, tak nampak sedikitpun sisa kemegahan rumah dinas asisten residen Lebak, keseluruhan rumah sdh berubah dengan bangunan batu yang kondisinyapun tak terurus.

image

rumah asisten residen Lebak sebelumnya

image

kondisi saat ini…menyedihkan.

image

bukti bangunan bersejarah.
tak banyak yang bisa kita lakukan disini. selanjutnya kita mnuju makam bupati Lebak yang kontroversial d buku dan film Max Havelaar. makam bupati ini terdapat d belakang masjid Agung Lebak. selain bupati juga terdapat.makam-makam kuno lainnya.

image

image

Satu hal yang mnarik  Rangkasbitung adalah, jalan.utamanya bernama MULTATULI, untuk menghormati dan mengenang perjuangan Max Havelaar d Rangkasbitung. Jadi sempatkan berpoto disini.

image

Iklan

16 pemikiran pada “Lebih Dekat Kenal Max Havelaar di Rangkasbitung

    1. tragis mba pas liat rumah multatuli jadi seperti itu, tapi rumah bupati lebak masih sangat terawat dengan arsitektur aslinya.
      ga banyak yang bisa ditemui peninggalan sejarah di Rangkasbitung, padahal cerita Max Havelaar begitu terkenal.

  1. eh koq itu ada daon² ya depan Jl Multatuli, perasaan waktu survey ke sana gak ada deh 😉
    terus rumahnya habis dicat dan dipasangi plang ya *menyambut peserta PTD*

    1. mungkin olive dari ujung jalan yang berbeda, ini yang di depan alun-alun. plang cerita Multatulinya itu baru di pasang ?? mungkin dalam rangka menyambut kedatangan kita y…hehehehheehee

  2. Memang benar kita belum mandiri untuk melestarikan sejarah perjuangan saja harus ada bantuan dari Belanda. Rumah multatuli yang ada di rangkasbitung,kota kecil yang menjadi tempat saya lahir, itu sangat tidak terawat. Semoga kita oenerus bangsa lebih peduli pada nilai-nilai seperti ini

    1. banyak pembangunan dilakukan di Rangkas Bitung, tapi menghancurkan peninggalan-penginggalan bersejarah. salah satunya rumah-rumah dinas Kereta Api di dekat stasiun, banyak rumah indah penginggalan penguasa Belanda yang sekarang menjadi Pusat belanja…sayang sekali

    1. ga peduli karena ga kenal siy, nah ga kenal juga karena ga mau cari tau…semakin cerdas suatu bangsa seharusnya semakin mengenal dan menghargai sejarah siy, baru deh jadi ada kepedulian

    1. kamipun berharap demikian, tapi melihat perhatian pemerintah kota rangkasbitung, sepertinya masih harus bersabar untuk mewujudkan rumah max havelaar

    1. sayapun demikian….
      semoga bupati lebak berminat untuk menghidupkan kembali kota lebak sebagai kota bangkitnya pergerakan nasional yang dimulai oleh multatuli – dowes dekker

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s