Mengejar Sunrise di Angkor Wat

Image

Subuh itu telp kamar kami sudah berdering, petugas hostel mengingatkan kami bahwa tuktuk pesanan kami sudah menunggu di halaman dan sarapan kami pun sudah di bungkus untuk kami makan nanti. Kami sudah siap, sudah mandi dan rapi untuk segera berangkat. Kami akan mengejar sunrise di Angkor Wat.

Ada apa dengan sunrise di Angkor Wat ?? Yang membuat kami rela bangun subuh? kami akan cari tau. Menurut kabar yang beredar, saat terbaik menikmati Angkor Wat adalah menjelang matahari terbit, karena matahari akan datang dari belakang candi dan pemandangannya akan begitu indah.

Waktu menunjukkan pukul 04.30 dan tuktuk kami sudah melaju di jalan sepi kota Siem Reap. Sepanjangn jalan kami berpaspasan dengan beberapa turis yang memiliki tujuan sama dengan kami, selain bertuktuk, ada juga yang bersepeda. Setibanya di gerbang, kami langsung membeli tiket ‘daily pas’ seharga USS 20. Saat pembelian tiket ada pencatatan ID, sehingga siapkan passport dan di sisi sebelahnya akan ada sesi pemotretan yang nantinya pada tiket akan tercantum photo kita di dalamnya.

IMG-6912-SmallImageImage

Dari gerbang kita langsung menuju Angkor Wat, yang ternyata sudah ramai pengunjung. Kami diturunkan persis di jembatan canal memasuki gerbang batu Angkor. Cahaya masih remang-remang subuh itu, tapi euforia pengunjung terhadap Angkor wat sudah sangat tinggi.

Gerbang Batu yang sempit menjadi begitu sesak akibat penumpukan pengunjung yang begitu antusias di sisi dalam gerbang, awalnya kamipun bergerombol dekat pintu, tapi akhirnya kami berjalan terus ke dalam, hingga berhenti bersama segerombolan turis lainya di depan kolam teratai tak begitu jauh dari Candi. Kami masih menunggu sang mentari muncul bersama ratusan turis lainnya, menempati posisi paling strategis.

Image

Perlahan tapi pasti di ufuk timur semburat cahaya makin terang, dengan malu-malu mentari mulai muncul, perlahan memancarkan sinar kuning cemerlang. Ratusan kamera memburu, semua terpaku, terfokus hanya pada satu objek. Ada matahari, Angkor Wat yang megah, pohon palm dan kolam, perpaduan yang indah. Tak harus fotografer profesional dijamin akan mendapatkan hasil pemotretan yang ciamik.

ImageImageImage

Langit sudah terang, satu persatu para wisatawan mulai eksplore Angkor wat, demikian juga dengan kami, yang memulainya dengan 2 candi perwara yang ada di halaman muka. Candi perwara dengan langit-langit yang tinggi seperti pos penjaga candi utama, berdiri bersisian sebelum memasuki candi utama Angkor Wat yang Megah bermandi sinar matahari pagi.

ImageImageImage

Setelah usai dengan kedua candi perwara, kami menuju candi utama Angkor Wat. Tak langsung menuju pusat candi, tapi kami memutuskan untuk berkeliling untuk menikmati relief yang terpahat pada dinding candi. Pahatan relief di sini tidak seperti yang terdapat pada candi-candi di Indonesia yang tertata tegas dan rapat, tapi lebih tipis terpahat pada batunya dan gambarnya besar-besar. Dalam satu dinding yang tinggi terpahat sempurna sosok seorang butho yang besar, atau bahkan ular bermuka tujuh yang di tarik beberapa butho tampak memanjang sepanjang koridor.

Secara keseluruhan cerita pada relief Angkor Wat menceritakan mengenai perjalanan Budha, kehidupan di alam setelah hidup ( surga dan neraka) serta sejarah kerajaan Khmer sebelum di pindahkan ke Phnom Penh.

Akhirnya kami mulai memasuki tengah candi, kami mendapai beberapa kolam besar, semacam tempat pemandian keluarga raja, dan terdapat beberapa patung Budha di beberapa sudut. Di tengah kami mendapati tiga pagoda besar yang menjulang tinggi. Ada juga Perpustakaan kerajaan, namun saat ini sudah di kosongkan.

ImageImageImage

Sialnya bagi kami, pada hari ini merupakan hari berdoa bagi umat budha, sehingga area puncak pagoda ditutup, padahal bila datang selain hari berdoa, pengunjung bisa menaiki puncak pagoda dan melihat pemandangan indah di seputaran area Angkor Wat.

ImageImageImageImage

Tuntas seluruh area Angkor Wat kami jelajahi, masih banyak candi lainnya yang harus di lihat di area Angkor Archeology park, dan kami punya waktu seharian untuk menikmatinya.

Sedikit cuplikan dari wikipedia mengenai sejarah Angkor Wat :

Angkor Wat dibangun oleh Raja Suryavarman II pada pertengahan abad ke-12  Pembangunan Angkor Wat memakan waktu selama 30 tahun. Raja Suryavarman II  memerintahkan pembangunan Angkor Wat menurut kepercayaan Hindu yang meletakkan gunung Meru sebagai pusat dunia dan merupakan tempat tinggal dewa-dewi Hindu, dengan itu menara tengah Angkor Wat adalah menara tertinggi dan merupakan menara utama dalam kompleks bangunan Angkor Wat.

Sebagaimana mitologi gunung Meru, kawasan kuil Angkor Wat dikelilingi oleh dinding dan terusan yang mewakili lautan dan gunung yang mengelilingi dunia. Jalan masuk utama ke Angkor Wat yang sepanjang setengah kilometer dihiasi pagar susur pegangan tangan dan diapit oleh laut buatan manusia yang disebut sebagai Baray . Jalan masuk ke kuil Angkor Wat melalui pintu gerbang, mewakili jambatan pelangi yang menghubungkan antara alam dunia dengan alam dewa-dewa.

Nama modern Angkor Wat, berarti “Kuil Kota”; Angkor adalah bentuk perubahan dari kata នគរ nokor yang berasal dari kataनगर nagara dalam bahasa sansekerta  yang berarti ibu kota atau negara. wat adalah istilah dalam bahasa khmer untuk kuil atau candi. Sebelumnya nama asli candi ini adalah Preah Pisnulok atau Vishnuloka (tempat dewa Wishnu bersemayam), berdasarkan nama anumerta raja pembangunnya, Suryavarman II.

– Vii –

Iklan

8 pemikiran pada “Mengejar Sunrise di Angkor Wat

    1. iya…krn ada peralihan agama jadi peruntukan ibadahnya disesuaikan. iya, berutung bisa dapat sunrise, stlh bersusah payah bangun subuh…hehehhehe

    1. candi prambanan jauh lebih cantik menurutku, apalagi kalo di gabung candi prambanan, candi sewqu dan candi borobudur…wwwaaaah spektakuler itu…

    1. wwwiih….asiknya, saran saya siy, sebelum ke angkorwat, coba kunjungi candi prambanan, candi sewu, candi plaosan lor dan candi borobudur….biar terasa bedanya candi disana dan candi di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s