Gorontalo, Kota Seribu Bentor

Kota Gorontalo, salah satu Ibukota propinsi yang baru saja mandiri, mulai menggeliatkan diri untuk menyesuaikan kemajuan dan pembangunan daerahanya, dan kali ini saya berkesempatan untuk mengunjunginya, walau hanya kunjungan singkat dalam rangka tugas kantor.

Bandara Gorontalo masih berupa badara kecil yang sederhana, melayani 3 maskapai nasional dengan jadwal penerbangan terbatas, jadi saat ada event nasional di Gorontalo, akan sangat sulit sekali mendapatkan tiket. Yang paling membahagiakan buat saya adalah airport tax di bandara Gorontalo sebebar Rp. 11.000, sangat hemat ya.Image

Image

Dari Bandara Gorontalo menuju kota Gorontalo perjalanan sejauh 30 km, dan di sekitar kecamatan Limboto, kita akan menemukan menara eiffel mini yang kolongnya ramai dilalui mobil, lucu juga siy saat saya melintas menara ini. Entah apa yang menjadi pemicu dibangunnya menara eiffel mini di tengah jalan ini, mungkin bupati disini punya kenangan indah dibawah menara Eiffel di Paris, sehingga ingin membangun kembali kenangan tersebut di kotanya,sehingga setiap melintasi menara, kenangan indah kembali bersemi #eeeaaaa.

Image

Memasuki Kota Gorontalo, tak begitu terlihat bahwa kota ini adalah ibukota propinsi, bila dibandingkan dengan beberapa kota yang pernah saya kunjungi di Indonesia, kota Gorontalo termasuk masih sederhana, namun dibalik itu  saya menemukan begitu banyak bentor warawiri di jalan, seperti penguasa transportasi di kota, disetiap pejuru pasti akan ditemukan bentor.

Bentor adalah modifikasi becak dengan menggandengkan motor di samping atau belakangnya. Pertama kali berjumpa bentor di kota Medan dan yang paling klasik bentor bisa ditemukan di kota Siantar, karena motornya masih menggunakan motor tua peninggalan perang dunia kedua, yaitu motor BSA – Birmingham Small Arms buatan Inggris yang berumur lebih dari 60 tahun.

Bantor di kota Gorontalo berbentuk sama dengan bentor di kota Makassar, cukup nyaman untuk penumpang, karena ada penutup di bagian muka. Motor yang digunakan pada bentor di Gorontalo adalah motor-motor bebek buatan Jepang yang mudah ditemukan dimana saja. Konon menurut rekan yang tinggal di Gorontalo, keberadaan bentor yang sangat banyak di kota Gorontalo bahkan berhasil menghilangkan angkutan umum kota. Pantas saja saat berjalan-jalan dikota tak menemukan angkot.

Image

Image

Kunjungan singkat saya dikota Gorontalo memang tak memungkinkan untuk blusukan lebih banyak di kota ini, tapi saya menemukan beberapa tempat menarik disni, seperti rumah dinas Gubernur Gorontalo yang megah, mungkin dahulunya rumah dinas residen atau pejabat pemerintah Hindia Belanda, karena bentuknya yang sangat khas dan masih terawat dengan baik. Di alun-alun terdapat patung pahlawan Gorontalo – Nani Wartabone, dan di pojok kantor pos Gorontalo, terdapat patung bendera merah putih, konon menurut penuturan driver taksi yang membawa saya ke bandara, di tempat itu pertama kali bendera merah putih berkibar di Gorontalo, sebagai petanda Gorontalo telah merdeka dari Belanda pada 23 Januari 1942 . Bundaran kota dengan patung berpakaian adat Gorontalo menjadi tempat wajib juga, dan pastinya bundaran inipun ramai lalulalang bentor.

Image

ImageImage

Mengenai kuliner, saya diajak makan siang di tempat makan yang paling ramai dikota ini, yaitu mawar sharron dengan menu andalannya ayam goreng beserta pelengkapnya. Ayam goreng kampung dengan bumbu yang nikmat, dan sebagai kota dekat dengan pantai, gorontalo juga memiliki kuliner seafood yang yummie, restoran sari laut bisa jadi pilihan. Menghabiskan malam di kota Gorontalo, saya menemukan tempat yang nyaman, di magic pan, dengan menu andalan pizza khas italy yang tipis dan renyah. Jangan lupa oleh-oleh pia gorontalo yang nikmat, wajib jadi buah tangan.

ImageImage

 

– vii –

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s