Blusukan kampung batik Laweyan

Solo, Kota kecil yang nyaman d Jawa Tengah. Walaupun d bilang kecil setiap berkunjung ke Solo, selalu saja ada hal baru yang bisa d
Kulakukan. Sebelumnya pernah gowes keliling kota, lalu pernah juga k situs Sangiran yang ternyata tempatnya bagus dan sangat edukatif. Dan kali ini akan menghabiskan waktu dengan santai blusukan d kampung batik Laweyan.

image

Ditemani seorang sahabat ‘Rans’ asli warga Solo dari kampung Jongke yang rumahnya terletak tak jauh dari Kampung Laweyan, cuma nyeberang d perempatan jalan dan tibalah kami d Laweyan.

image

Siang itu cukup terik tapi tak menyurutkan niat untuk bersepeda d Laweyan. Diujung gang sebuah peta besar kawasan menyambut kedatangan kami. Dengan berbekal peta tersebut kami mulai blusukan.

image

Kampung batik Laweyan, selain kampung batik juga memiliki banyak peninggalan sejarah, seperti makan Kyai Haji Samanhudi pendiri Syarekat Islam, Masjid Laweyan yang merupakan masjid tertua d Laweyan. Dan yang membuat kami sangat penasaran adalah bungker.

image

Ada bungker d Laweyan, dan berbekal petunjuk dari peta, kami berhasil menemukan rumah yang masih menyimpan bungker tersebut. Sebuah rumah yang teduh, dan seorang bapak yang sederhana,  pemilik rumah, mengijinkan dan mengantar kami melihat bungker d rumah peninggalan keturunannya. kami d antar ke ruang tengah, dan si bapak meggeser sebuah meja bundar besar, memindahkan tumpukan kayu d bawahnya, maka terbukalah lorong bungker yang ternyata cukup luas. Lubang masuk bungker cukup untuk masuk orang (bahkan yang berukuran gendud seperti aku) dan ketika d dalambya ternyata terdapat ruangan yang lapang. Konon ruangan ini d gunakan untuk mnyimpan harta dari pencurian dan bahkan konon ada cerita bahwa bungker ini dikaitkan dengan tempat bersembunyi anggota PKI pada masa tahun 1965 (ga d lanjutin ceriyanya sama sibapak, sensitif katanya).

image

Blusukan d kampung Laweyan tidaklah lengkap tanpa mengunjungi butik cantik batik yang tersebar d seluruh pejuru kampung Laweyan. Beruntung duit d dompet tinggal selembar merah, sehingga kalap jajan baju-baju batik yang menghoda itu bisa d redam. Perlu agak selektif sehingga selembar duit itu bisa benar-benar menghasilkan buah tangan yang memuaskan…hehehehe… Setelah memasuki beberapa butik batik cantik, akhirnya sebuah simpledress batik berwarna orange yang cerah menjadi pilihan.
Melengkapi kunjungan bertema batik, kita mampir d sebuah workshop batik, melihat pekerjaan batik cap skala besar, katanya pesanan sebuah sekolah. Kecaka0an dan ketelitian bapak-bapak itu sungguh mencengangkan….bergerak cepat dan dala sekejap saja kain putih polos itu susah bercorak motif batik.

image

Hal lain yang menarik d kampung Laweyan adalah rumah-rumah antik yang cantik dan masih sangat terawat. Beberapa rumah beralih fungsi mejadi restoran / rumah makan dengan menu masakan khas solo (sayang waktu itu rumah makannya tutup, padahal pengen merasakan santai d rumah yang cantik) ada juga yang menjadi butik batik.
Menjelang senja blusukan kami berakhir d sebuah cafe susu yang nyaman, masih d kawasan Laweyan.
Sepertinya kami belum selesai blusukan disini, tapi hariku sudah habis.
Masih banyak yang bisa d nikmati d Solo, lain waktu saya akan datang lagi

bannersolo

Iklan

4 pemikiran pada “Blusukan kampung batik Laweyan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s