Kisah si kuda perang – Weekend @ Museum

image

Kuda hitam itu memasuki panggung, berkalung tali yang mulai kusam, badan yang tak lagi lagi muda namun masih tersirat kokoh serta mulai kumal terlihat tak terurus. Dia adalah Gentayu, seekor kuda perang yang kehilangan tuannya. Pagi ini dia berkisah mengenai tuannya, yang perkasa dan gagah berani, beliau adalah Pangeran Diponegoro.
Kuda hitam itu bercerita kenangan saat perang bersama sang pangeran, dengan gagah perkasa membawa tuannya berlari menerjang musuh. Seusai kemenangan perang di Delanggu, Gentayu bercerita tentang bagaimana pangeran menepuk-nepuk pundaknya dengan sayang, seraya berkata : tak salah aku menamakanmu Gentayu, seperti gagahnya  Jatayu si burung Garuda. Bagi Gentayu, menjadi bagian hidup pangeran Diponegoro adalah kebanggaan tak terkira, dengan pelana khusus yang terpasang di punggungnya, Pangeran dengan nyaman menjalani perjalanannya bersama Gentayu.

image

image

Kisah Gentayu berlanjut pada hari dimana Pangeran Diponegoro ditangkap oleh Belanda, tak mengira bahwa undangan berniat baik itu adalah jebakan belaka. Walau Gentayu berusaha untuk memperingatkan pangeran, namun sang Pangeran bersikeras untuk datang, mengingat penderitaan rakyat selama perang berlangsung, namun betapa pedih hati Gentayu melihat Pangeran ternyata ditangkap oleh Belanda tanpa dapat melakukan perlawanan. Perpisahan dengan Pangeran dikisahkan oleh Gentayu begitu memilukan, memancing keharuan kami yang menontonnya. Gentayu bahkan tak tau dimana pangeran sekarang berada sang pangeran Raden Mas Antawirya, nama kecil Pangeran Diponegoro.

image

Itulah sepenggal kisah pertunjukan Teater Koma di ajang Weekend @ museum di Museum Nasional, hari minggu 10 November 2013 bertajuk Kuda Perang Pangeran Diponegoro. Ada yang beda dalam pertunjukan kali ini, penutur kisah dibawakan dari sisi seekor kuda yang mendampingi pangeran Diponegoro melalui beberapa peperangan hingga akhirnya dipisahkan.  Weekend @ museum merupakan kegiatan yang rutin diadakan setiap hari minggu pagi di Museum Nasional, dengan menggandeng Teater Koma untuk menuturkan kisah dibalik koleksi-koleksi yang terdapat di dalam museum, seperti pada pertunjukan kali ini, memboyong Pelana dan Tombak Pangeran Diponegoro yang sudah tidak dipamerkan lagi alias disimpan di gudang museum. Adalah suatu kesempatan langka dapat melihat koleksi ini, karena setelah sekian tahun, akhirnya Pelana dan Tombak kembali di pamerkan khusus untuk pertunjukan kali ini.

image

Ps:  Hari ini, 11 November merupakan hari kelahiran Pangeran Diponegoro yang ketika lahir bernama Raden Mas Antawirya, putra sulung Hamengkubuwono III.

-vii-

Iklan

2 pemikiran pada “Kisah si kuda perang – Weekend @ Museum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s