Trekking & Teawalk camp mawar – Perkebunan teh Medini

Image

Camp mawar di kaki gunung Ungaran menjadi titik kumpul kami dihari minggu pagi yang cerah. Ada selusin orang yang terkumpul untuk rencana trekking ceria ke perkebunan the medini. Rencana awal untuk berangkat sepagi mungkin menjadi molor akibat malam minggu heboh yang berakhir tengah malam, menjadikan sebagian dari kami diganjar bangun kesiangan. Beruntung perjalanan dari kota Semarang berlangsung santai dan tanpa hambatan, berkonvoi 6 motor kami menyusuri jalur lintas kota Ungaran yang cukup ramai di hari minggu pagi, hingga akhirnya tibalah kami di Camp Mawar, dimana sudah menunggu salah seorang teman yang akan menjadi leader trekking melalui jalur pendakian menuju puncak gunung Ungaran.

Image

Satu persatu kami berjalan tertib beriringan melalui jalur sempit yang diapit tebing dan bersisian dengan jurang, berbaris rapi, sesekali canda tawa kami memecah keheningan rerimbunan pepohonan. Jalan menanjak menjadi pembuka jalan yang cukup bikin ngosngosan, maklumlah, kami hanya sekumpulan orang-orang yang doyan piknik jadi suka pergi kemana-mana saja tanpa persiapan fisik untuk menghadapi medan trekking ala pendaki gunung. Walau beberapa track membuat kaki gemetar, jantung berdegub lebih banyak, dan napas tersegal-segal, namun di penghujung tanjakan terjal satu persatu kami berkumpul untuk menyemangati teman yang masih kepayahan untuk menanjak dan menghadiahinya dengan lelucon-lelucon yang kembali menyemangati untuk melanjutkan perjalanan.

Image

Sebuah sungai kecil dengan air jernihnya menjadi pemberhentian kami sejenak, airnya yang segar mengisi botol-botol minum yang sudah kosong. Biskuit dan makanan kecil lainnya dikeluarkan untuk dibagi dan makan bersama-sama, dan seperti biasanya, senda gurau kembali menjadi penyegar yang membuat kami melupakan letih setelah satu jam jalan trekking menyusuri setapak.

Kembali kami melanjutkan perjalanan, hingga tibalah kami di jalan berbatu, kami sudah memasuki perkebunan kopi. Perkebunan kopi Medini tidak seluas perkebunan the, sehingga tak berapa jauh kami berjalan, kami sudah tiba di perkebunan the, pemandangan menjadi begitu terbuka dengan pohon-pohon the menghijau hingga ke bawah tebing. Horeeee…..akhirnya tiba juga kami ke tujuan perjalanannya.

Image

Image

Perkebunan the menghampar sejauh mata memandang. Pucuk gunung Ungaran berdiri angkuh menjadi latar yang indah dari pohon-pohon the yang tertanam rapi. Kami berjalan di jalan setapak yang memagari pohon-pohon the, melekuk mengikuti kontur bukit, membawa kami menuju pemukiman penduduk di perkebunan the medini. Terdapat beberapa rumah penduduk disini, yang setiap harinya memetik pucuk the. Yang menjadi tujuan kami sebuah warung, sudah ramai ternyata oleh pengunjung lain sebelum kami. Warung ini merupakan termpat peristirahatan bagi pendaki yang akan menggapai puncak gunung ungaran, tapi sewaktu 2011 aku ke puncak ungaran, kami tak sempat singgah disini. Di warung ini kami memesan makan siang, lumayan untuk mengganjal perut kami yang sudah jejeritan lapar setelah di paksa dengan sukacita untuk trekking.

Image

Terdapat mata air yang jernih disini, seger banget buat cuci muka bahkan di minum langsungpun masih segar. Mata air ini berupa empat pancuran dan semacam kolam penampung air. Siang itu kami bermaksud untuk shalat di mushalla tak jauh dari pancuran, dan bukan sekedar berwudhu, tapi yang terjadi adalah main air berlebihan, karena cuaca cerah dengan terik matahari berlimpah.

Usai menikmati istirahat kami yang melenakan, sehingga mata memaksa untuk terpejam, maka kami harus kembali bergerak. Menyusuri kembali jalan setapak diantara rerimbunan the. Kami menuju goa jepang peninggalan perang dunia ke-2. Goa kecil ini terletak di rerimbunan pohon the, sehingga cukup tersembunyi dan perlu kejelian khusus untuk menemukannya. Tapi kami berutung di antar oleh guide andalan yang menjadikan gunung Ungaran sebagai rumah keduanya, sehingga langsung saja kami diantar menuju mulut goa tanpa harus mencari-cari. Tak selusin dari kami yang masuk menyusuri goa, setengah lainnya memilih untuk tetap berada ditempat terang dari pada harus meraba-raba dalam kegelapan.

Memasuki mulut goa, suasana lembab langsung menyapa, gelap pekat membuat kami harus lebih waspada. Cahaya lampu senter yang tak seberapa terang menjadi andalan kami berjalan beriringan dan saling mengingatkan saat menemukan hal khusus, seperti genangan air atau langit-langit goa yang merendah, sehingga harus menundukkan kepala. Ditengah goa kami menemukan lubang ventilasi, pantas saja udara terasa lebih sejuk dan angin semilir. Aku tak menghitung seberapa panjang goa yang kami jalani, begitu tiba di penghujung goa. Pintu keluar goa lebih kecil di bandingkan pintu masuknya. Dan lokasi pintu keluar lebih tersembunyi dibanding pintu masuknya.

Image

Kembali kami berkumpul,dan selanjutnya adalah edisi potret-potret dan pose-pose. Menemukan lokasi yang cantik, kami bergerombol untuk mengabadikan kebahagiaan bersama, penuh photo senyum-senyum dan tidak ada yang merengut karena medan perjalanan yang ‘tidak biasa’. Kegitan sepeti ini yang membuat kami selalu dekat, layaknya saudara. Perjalan pulang menuju camp mawar kami lalui dengan lebih ringan, tidak ada lagi tanjakan yang bikin tersegal-segal. Sesekali kami membuat game bodoh sekedar untuk ketawa-ketawa, sesekali juga kami nyanyi-nyanyi biar semangat.

Image

Image

 

Image

 

Kembali kami berkumpul di camp mawar, masih dengan muka gembira. Dengan santai kami duduk leyeh-leyeh sekedar melepas lelah, mengingat perjalan pulang ke Semarang masih panjang. Lain kali kita jalan lagi ya….

Semarang…Selalu ada keriaan dan kebahagiaan yang bisa dibagi bersama, dan selalu ada cinta untuk mengisi hati.

 Image

Iklan

4 pemikiran pada “Trekking & Teawalk camp mawar – Perkebunan teh Medini

      1. Itu aja dah pada ribut kecapean n kepanasan….hehehehe tp smua mnikmati perjalanan, terlihat dr muka2 bahagianya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s