Sang Sumantri – Edisi Spesial Wayang Orang Bharata

Poster Sang Sumantri
Poster Sang Sumantri

Terpikat keindahan pertunjukan Wayang Orang Bharata edisi special bertajuk Salya Wiratama yang digelar di Teater Jakarta – Taman Ismail Marzuki tahun lalu, maka kesempatan untuk menyaksikan kembali pertunjukan luarbiasa itu tak mungkin ditapik. Begitu membaca woro-woro Di @wobharata perihal pertunjukan specil akhir tahun ini bertajuk Sang Sumantri, langsung saja mencatat tanggal main dan menghubungi pak yunus yang bertugas sebagai koordinator tiket WO Bharata demi mendapatkan tiket menonton pagelaran Wayang Orang Bharata. Untuk diketahui saja bahwa pertunjukan special ini gratis, jadi wajib banget nonton kan.

Bila tahun lalu saya dapat tempat duduk di tribun lantai 3, kali ini dapat tempat duduk special di area VIP, berkat datang lebih awal dan berhasil melobi pak Yunus sehingga berhasil mendapatkan tiket undangan yang kebetulan yang bersangkutan batal datang. Matur nuwum sanged ya pak, jadi bisa lebih maksimal nontonnya ini.

Pertunjukan Special edisi akhit tahun Wayang Orang Bharata dibuka oleh sepasang pembawa acara yang membawakan dalam bilingual yang baik, bahasa Indonesia dan Inggris, memceritakan ringkasan kisah Sang Sumantri sebagai prologue, sangat bermanfaat bagi saya dan teman yang tak berbahasa Jawa, sehingga bisa menikmati pertunjukan dan mengerti jalan ceritanya.

Berikut kisahnya…..

Lakon dimulai oleh Sepasang suami istri  yang telah lama menantikan buah hati membuka pertunjukan Sang Sumantri, setelah melakukan tapa, mereka dikaruniai sepasang anak laki-laki, namun tak ada kehidupan sempurna yang diberikan wisnu bagi keluarga ini, karena sepasang anak ini, seorang tampan rupawan, dan seorang lainnya buruk rupa. Si tampang diberinama Bambang Sumantri dan siburuk rupa Bambang Sukrasana.

Orang tua Sumantri dan Sukrasana

Orang tua Sumantri dan Sukrasana

Seiring dengan pertumbuhan keduanya, Sumantri diasuh dengan penuh kasih sayang oleh kedua orangtuanya dan Sukrasana di asuh oleh mbok emban, namun rupanya Sukrasana begitu disayang oleh Dewa Wisnu, dimasa kecilnya Sukrasana pernah diajak Wisnu bermain di khayangan.

IMG_0095 (Small)

IMG_0112 (Small)IMG_0113 (Small)

Kakak beradik ini begitu akrabnya, sukrasana yang buruk rupa begitu sayang dan manja pada kakaknya Sumantri, yang dipanggilnya dengan manja ‘Kakang Ati’. Saat Sumantri hendak meninggalkannya menuju Maespati, Sukrasana harus ditidurkan sehingga tidak mengikuti kepergian Sumantari. Sumantri yang telah berilmu tinggi, mengabdi pada kerajaan Maespati dibawah Raja Harjuna Sosrobahu seorang raja sakti yang dapat berubah wujud menjadi raksasa (baru tau nama raja ini yang dijadikan nama konstruksi jembatan layang yang mengelilingi Jakarta yang dibuat oleh Ir. Tjokorda ). Sebelum diangkat, Sumatri diuji untuk menjemput putri Citrowati yang mengadakan sayembara bagi ksatria yang berminat meminang dirinya, siapa yang tak terkalahkanlah yang dapat menjadi calon suaminya. Bertarunglah Sumantri melawan para ksatria dan berhasil mengalahkan semuanya. Namun putri Citrowati menantang balik Sumantri untuk menguji Raja Sosrobahu, apakah benar beliau tak terkalahkan. Begitu kembali ke kerajaan Maespati Sumantri menantang Raja Sosrobahu, sehingga duelpun tak terelakkan, dan berakhir dengan kemenangan raja Sosrobahu setelah menampakkan wujud raksasa dihadapan Sumantri. Sebagai gantinya, Sumantri diperintahkan untuk memindahkan Taman Sriwedari di halaman kerajaan Maesapati.

Raja Harjuna Sosrobahu
Raja Harjuna Sosrobahu

IMG_0129 (Small)

Sumantri mengalahkan para Ksatria
Sumantri mengalahkan para Ksatria

IMG_0141 (Small)IMG_0143 (Small)IMG_0145 (Small)

Mendapati tugas yang sepertinya tak mungkin untk berhasil, Sumantri lalu menjadi murung, beruntung permasalahan itu dapat diatasi oleh Sukrasana yang berhasil memindahkan taman Sriwedari. Taman Sriwedaripun menjadi tempat bermain para putri, namun ketika Sukrasana muncul para putri ketakutan. Hal ini membuat Sumantri gusar, akhirnya meminta adiknya untuk pulang. Sang adik yang tak ingin berpisah dari kakaknya tetap bertahan dengan mengiba agar tetap berada didekat kakaknya, hingga Sumantripun bermaksud menakut-nakutinya dengan mengarahkan panah ke arah adiknya, namun tanpa diduga dan tak disengaja anak panah melesat dan menewaskan Sukrasana. Hal ini membuat Sumantri begitu sedih hati, sangat menyesali dan bayangan adiknya terus mengikutinya.

Taman Sriwedari
Taman Sriwedari

IMG_0151 (Small) IMG_0152 (Small)

Sumantri yang mengusir adiknya sukrosono namun mengakibatkan kematian adiknya
Sumantri yang mengusir adiknya sukrosono namun mengakibatkan kematian adiknya

Sumantri kemudian diangkat menjadi Patih Maespati, suatu ketika mendapat serangan dari Kerajaan Alengka. Dibawah pimpinan Sumantri pasukan Maespati berperang melawan pasukan Alengka. Sumantri berhadapan langsung dengan Raja Alengka, Rahwana / Dasamuka. Saat berduel Sumantri vs Rahwana, Sumantri merasakan kehadiran adiknya di arena pertempuran, teringat pada pesan terakhir adiknya yang akan menjemputnya, Sumantripun gugur dalam pertempuran. Arwah Sukrasana menepati janjinya, menjemput kakak kesayangnnya dan merekapun bersama-sama naik menuju khayangan.

IMG_0160 (Small) IMG_0162 (Small)

Pertempuran yang menggugurkan Sumantri
Pertempuran yang menggugurkan Sumantri

Pertunjukan  yang begitu memukau ini didukung oleh 200 personel Wayang orang Bharata dan didominasi orang muda, sehingga beberapa adegan terlihat begitu energik, khususnya saat sesi pertempuran, dimana para prajurit berlompat dan bersalto memberikan pertunjukan yang berenergi. Disutradarai oleh Kenthus Bharata, pertunjukan ini berhasil memukau saya, yang walau tak mengerti bahasa jawa tapi sangat menikmati pertujukan yang luar biasa ini.

Terimakasih dan sukses untuk Wayang Orang Bharata.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s