Jumpa Kakak Komo di Taman Nasional Komodo

Image

Salah satu destinasi wisata populer di Indonesia yang paling saya hindari adalah pulau Komodo, apalagi semenjak ketenarannya melambung setelah menjadi new 7 wonder, semakin banyak cerita orang berkunjung ke Pulau Komodo, ditambah kepopuleran pink beach yang terdapat di salah satu sisi pulau komodo merupakan salah satu pantai yang menarik untuk di kunjungi,tetep aja niat untuk ke Pulau Komodo masih belum terukir dalam destinasi perjalanan yang ada dalam rencana-rencana perjalananku. Hingga akhirnya…..

Taaaaddaaaaa…..selamat datang di Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo….it must be nightmare…..ga mungkin hari ini menginjakkan kaki di pulau bintang purba bernama Komodo, pasti salah ni, agak-agak parno menginjakkan kaki turun dari kapal untuk memastikan bahwa beneran ni dermaga pulau Komodo.

Image

Image

Kenapa saya sedemikian parnonya sama komodo ??

Alkisah, waktu kecil  di tempat kita mengaji ada sepasang tokek yang sering bertengger diatas pintu, dan kita  sering di takut-takuti dengan cerita tokek, bahwa kalo nempel di tengkuk itu tokek ga akan lepas seumur hidup….hiiiiyyy…jadilah setiap mo lewat pintu itu, kita anak-anak kecil itu harus memastikan bahwa tokeknya tidak bertengger persis diatas pintu, karena akan menjadi derita seumur hidup kalo tiba-tiba itu tokek nemplok pas kita lewat dibawahnya. Lalu waktu berlalu, hingga suatu ketika saat berkunjung ke Taman Nasional Ujung Kulon, saya dan beberapa teman hendak  mandi di kamar mandi yang terletak di luar bangunan utama, semacam MCK deret gitu deh. Nah pas lagi enak-enaknya mandi niy, lagi bugil-bugilnya, tiba-tiba muncullah tokek belang jelek persis di atas dinding dan matanya melotot menikmati pemandangan saya lagi bugil, yang terjadi selanjutnya adalah saya jejeritan yang bikin orang gedor-gedor kamar mandi tapi ga mungkin juga buka pintu kamar mandi karena masih bugil…sumpah, itu adalah pengalaman terburuk yang pernah saya alami bersama si tokek yang kerap narsis menyebutkan namanya sebagai petanda kehadirannya. (padahal kalo aja itu tokek ga jejeritan duluan, saya ga akan sadar dia dah bertengger di atas saya). Pertemuan saya dengan tokek selanjutnya pasti berakhir dengan saya ngibrit duluan begitu kelihatan tokek.

Lalu…apa hubungannya tokek sama komodo ? kenapa parno sama komodo…..ehheehheheeee…..karena saya merasa itu komodo adalah tokek versi raksasa….. secara bentuk sama-sama berjalan dengan 4 kaki dan kepala yang suka mendongak liat kiri kanan…..ga logis banget ya…tapi ya parno tetep aja parno.  kebayang ga siy kalo si komodo itu glegekan trus berbunyi ‘komodo’ dengan suara ngebas, seperti tokek yang sering teriak ‘tokkeeek’ dengan suara sumbangnya. dijamin semua yang denger bakalan ngibrit….

Kembali ke Komodo yang akhirnya saya kunjungi dalam paket 4 hari pelayaran yang saya ikuti,  ga tanggung-tanggung kita akan mengunjungi 2 pulau yang berpenghuni komodo yaitu Pulau Komodo – Loh Liang dan Pulau Rinca – Loh Buaya. Dikedua pulau ini kita akan trekking dalam kelompok didampingi jagawana yang telah disiapkan dari pihak Taman nasional. Untuk memastikan keamanan, tiap jagawana bertanggung jawab terhadap lima pengunjung, jadi aman bila diperjalanan berjumpa kakak komo.

Image

Image

Di pulau komodo kita mengambil rute trek sedang, dimulai dengan hutan yang ribun, cukup basah di penghujung tahun, sedikit mendaki hingga terhampar pemandangan indah. Sepanjang jalan kita ditemani banyak bunyi-bunyian, yang disahuti oleh odi sehingga tambah ramai, katanya odi seperti di film ‘hunger games’ kita jadi bikin suara burung mockingjay. disalah satu track yang rimbun, kita mendengar suara-suara mencurigakan, semacam gesekan ranting-ranting dengan sesuatu….jadi ngeri-ngeri penasaran gitu siy. mau iseng melihat di rerimbunan takut, karena kita dah tertinggal dari rombongan depan. jadi akhirnya terpaksa kita abaikan panggilan yang bikin penasaran itu, dan menyusul rombongan di depan kita yang terlihat sudah bergerombol.

Akhirnya kita menemukan kakak komo ramai berjemur di pantai, ga Cuma satu, kita menemukan totalnya 5 komodo. Di setiap pertemuan dengan komodo, sang jagawana mengambil posisi paling depan dan membuat batas aman bagi pengunjung sambil tak lepas memperhatikan tingkah dan gerak komodo. Jadi untuk yang semangat memotret dan memperhatikan komodo, bisa berkumpul di balik jagawana atau berada dibatas aman tersebut.

ImageImage

Di pulau Rinca, kita menemukan komodo dilingkungan pos jagawana, baru saja tiba ada seekor anak komodo bertengger tak jauh dari kita, karena warnanya yang hampir menyerupai warna tanah, banyak yang hampir melintasinya santai saja bila tak diingatkan. Komodo di pulau rinca sangat mudah ditemui di bawah dapur pos penjaga, entah kenapa tuh komodo pada rame ngriung disana. Potret-potret kakak komo yang santai-santai di kolong dapur merupakan perjumpaan kita dengan komodo terbanyak di pulau rinca, di lokasi lainnya hanya ada 1-1 komodo yang kita temui. Trek kuning yang kita ambil memiliki pemandangan yang indah sekali, hamparan dari atas bukit memberi pemandangan bebas hingga ke batas laut, indah banget deh. Karena kita di pulau rinca bulan desember yang sudah mulai hujan , pemandangan didominasi warna hijau, semua tampak segar.

Image

Image

Image

Usai jumpa kakak komo di habitat aslinya, sepertinya ga mengurangi keparnoan terhadap tokek deh, karena saat di desa dintor, kamar mandi di penginapan di huni tokek dan berhasil membuat saya nahan pipis sampai berhasil mengusir si tokek keluar dari kamar mandi.

Do n don’t saat di rumah kakak komo (versi elvi):

  • Pengunjung perempuan yang sedang datang bulan sangat tidak diijinkan untuk berkunjung, dari pada dikejar-kejar komodo karena bau yang begitu menggoda
  • Jangan memisahkan dari dari kelompok, atau bila terpisah dari rombongan depan, sebaiknya tunggu rombongan dibelakang, karena dalam satu rombongan besar, tersedia beberapa jagawana yang mengawal dan jagawana terakhir akan jalan paling belakang dari barisan pengunjung.
  • Jangan terlalu memaksakan diri untuk photo bareng sama kakak komo, karena bentuknya aja kakak komo pemalas, tapi sebenarnya buas
  • Jangan buang sampah sembarangan, ini tabiat buruk yang ‘Indonesia’ banget….setiap sampah yang dihasilkan harus dipastikan dimasukkan ditempat yang telah disediakan
  • Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman untuk trekking, walau hanya melalui trek pendek sekalipun, sangat disarankan untuk menggunakan sepatu dan baju yang tidak terlalu tebal. Bila dimusim panas, sebaiknya pakai sunblock karena akan sangat terik sekali di padang-padang pulau Rinca.
  • Ada baiknya membawa minum dan makanan kecil / buah selama trekking, seperti kita yang membawa bekal buah segar untuk trekking.
Iklan

6 pemikiran pada “Jumpa Kakak Komo di Taman Nasional Komodo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s