Gili Lawa, heavenly view (Sailing Trip Lombok – Lb. Bajo 3)

Image

Pemandangan Indah inilah alasanku untuk mengikuti LOB dari Lombok hingga Labuan Bajo. Photo pemandangan spektakuler ini kutemukan dalam sebuah blog dan langsung jatuh cinta, dan mencari cari bagaimana untuk mencapainya. thanks God answer my pray….im here, spoiled my eyes with this magnificent view on top of Gili Lawa

D3 – 

Selamat pagi….ucek mata kiri kanan, keadaan tenang setelah diguncang badai yang tak kalah seru dibanding malam sebelumnya. hhhmmm sudah dimana niy pagi ini ?? kapal masih bergerak dengan tenang, tak terasa goyangannya yang dasyat itu. satu per satu penumpang bangun, seperti biasanya kicauan ‘ good morning’ mewarnai pagi hari tapi ada yang special pagi ini.

Heeeiii…its christmas, satu demi satu saling menyapa mengucapkan merry christmas, salam salaman dan peluk hangat menjadi kegiatan pagi hari ini, walau belum mandi dan tetap dengan pakaian yang dari kemaren-kemaren juga, tapi tetap menjadikan pagi ini begitu special, khususnya di dek tempat kami berkumpul karena didominasi touris asing. Grup guru EF ternyata sudah mempersiapkan natal, dan mengeluarkan topi merah ala santa untuk memeriahkan suasana. beberapa orang menyanyikan lagu-lagu natal sehingga suasana pagi ini cukup meriah. kemeriahan pagi ini berlanjut dengan Sarapan pagi kami kali ini yang juga special, banana pancake, nyams niy, dan setelah sarapan kami sudah tiba di gili lawa, kita akan lihat pemandangan indah ni.

Image

itulah gili lawa, pulaunya tidak istimewa siy, tapi dari pulau itulah tedapat pemandangan istimewa yang membuat saya ada disini. Gili Lawa sepertinya pulau tak berpenghuni, karena tak ada dermaga disini. di pulau itu terdapat puncak bukit yang berbentuk kerucut lancip, kesanalah tujuan kita. 

Diantar dengan speedboat kita mendarat di pantai bersih Gili Lawa, tapi tujuan sebenarnya bukan pantai ini, tapi pucuk bukit yang menjulang itu, hhmm….gleeg banget deh ngliat jalan trekking menanjak menuju puncak Gili lawa walau ‘hanya’ bukit yang tak terlalu tinggi untuk didaki, sekitar 30 menit deh, tapi lumayan bikin ngos-ngosan perempuan gendud seperti aku…heheheeheee.

Image

 

Perlahan tapi pasti kita mendaki menuju puncak bukit Gili Lawa, dan sebagai perempuan gendud lanjut usia yang pengalaman dengan tanjakan, selalu punya cara untuk istirahat, misalnya seperti sekedar narik napas yang mulai tak teratur, meredakan gejolak deg-degan jantungku (apa karena ada cowok ganteng niy deg-degan nya) dan juga meredakan otot yang nyeri-nyeri nikmat karena dipaksa nanjak tanpa pemanasan. Alhasil, walau gendud tapi semangat membara untuk menanjak mengalahkan mbak-mbak yang lebih ramping dariku tapi kurang bersemangat….walau harus berhenti berkali-kali dan jalan terseok-seok dan…. taaaadaaaaaa…. yeeeeiiii…. sampai juga di puncak….hoooree…loncat-loncat kegirangan saking senengnya (untuk tuh tanah ga longsor ya…)

Puncak masih belum ramai, dan begitu melihat pemandangannya….luar biasa itu cantiknya, beruntung pagi menjelang siang ini langit tak mendung, walau sangat berawan dan tidak terik, sehingga kita bisa mendapatkan pemandangan spektakuler yang selama ini hanya bisa kulihat dari layar monitor hasil googling. Now here I am, on the top of Gili Lawa. Sejauh mata memandang, berputar 360′ semuanya indah, luar biasa indahnya, tak habis2 kata syukur yang terucap atas ciptaan Tuhan yang luarbiasa dan kesempatan yang diberikan untuk menyaksikan keindahan ini.

Image

Itulah photo lanscape Dari puncak GIli Lawa, di depan kita terlihat pertemuan selat, dikiri ada pulau kecil-kecil, di kanan ada bukit-bukit menhijau dan dibelakang terhampar perpaduan bukit dan lautan yang indah sangat. Keindahan ini adalah ganjaran atas malam-malam penuh siksaan diatas kapal yang terus bergoyang dihantam badai. Bahwa benarlah ungkapan untuk mencapai surga kita harus melalui jalan penuh kesabaran dan siksaan pedih, sehingga ketika mendapati surga kita bisa benar-benar bersyukur atas nikmat yang telah diberikan…tak habis-habis ucapan syukur kepada sang maha kaya, pemilik keindahan alam ini.

Seperti ritual-ritual yang biasa saya lakukan ditempat-tempat cantik yang saya datangi, maka di puncak Gili Lawa pun, dengan penuh percaya diri (walau sadar suaraku sangat bikin sakit kuping yang denger)  saya menyanyikan sebuah lagu yang membuat saya selalu bangga menjadi orang Indonesia dengan keindahan alamnya ‘Tanah Air…ku tidak kulupakan, kan terkenang selama hidupku….biarpun saya..pergi jauh, tidak kan hilang…dari ikalbu, tanah ku yang ku cintai…engkau ku hargai….walaupun banyak negri ku jalani, yang masyur permai di kata orang, tetapi kampung dan rumahku, disanalah ku rasa senang…tanah ku tak ku lupakan…engkau ku banggakan‘ dan sebuah lagu lagi ‘ Indonesia…tanah air betaaaa….pusaka abadi nan jaya, Indonesia sejak dulu kala…slalu di puja-puja bangsa…disana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan bunda…tempat berlindung di hari tua….sampai akhir menutup mata‘.

Usai nyanyi, kita lanjut berphoto-photo, ada 1001 gaya deh dari selfie sampai levitasi, trus masih di lanjut ngobrol-ngobrol saking ga mau rugi untuk berlama-lama di puncak gili Lawa, hingga akhirnya sudah yakin puas menyaksikan pemandangan indah dari puncak Gili Lawa, akhirnya kita turun kembali.

ImageImageImageImage

Sampai di pantai, langsung lepas baju, pasang snorkel gear lalu muter-muter cari fin…sepertinya tadi bawa fin deh….hhhmmm…mungkin ada yang pinjam, ya sudah nyebur ke pantai….berenang agak ke tengah, dan menemukan spot cantiknya….. Disalah satu sisi pantai ada sekelompok karang yang bagus, air yang jernih memudahkan kita untuk melihat dan mengeksplorasi keindahan terumbu karang dan ikan-ikan yang bermain-main. sayangnya spotnya tidak terlalu banyak, atau mungkin ada spot lainnya yang berbeda sisi, sehingga tak menemukannya. Berenang warawiri menikmati keindahan terumbukarang harus diakhiri, jadi kita kembali ke pantai dan rehat sejenak. 

Image

Sementara itu kapal boat kecil sudah warawiri menjemput kami untuk kembali ke kapal, dan kamipun harus meninggalkan gili Lawa. puas sudah berkunjung kesini. dalam beberapa poto yang aku temukan pemandangannya didominasi warna keemasan karena musim panas, baru kali ini kulihat gili Lawa berselimutkan hamparan hijau segar, dan beruntungnya aku bisa melihat pemandangan yang berbeda dari biasanya.

Menginjakkan kaki di dek kapal dan makan siang sudah disiapkan, kita langsung antri dengan tertib, karena semua pasti kebagian. Siang yang cukup cerah, kita bisa menikmati pulau-pulau yang berjejer rapi, aneka bentuk pulau, dengan gundukan bukit-bukit dengan pucuk kehijauan, seperti bukit teletubies ada dimana-mana, kapal kita berlayar dicelah pulau-pulau, sehingga mau lihat sisi kiri ataupun sisi kanan pandangan mata akan tertuju pada pulau-pulau yang hijau merekah dimusim hujan. 

kami melanjutkan perjalanan menuju pulau Komodo, segera jumpa kakak komo disana.

 

Iklan

9 pemikiran pada “Gili Lawa, heavenly view (Sailing Trip Lombok – Lb. Bajo 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s