Pulau Moyo dan Pulau Satonda (Sailing Trip Lombok – Lb.Bajo 2)

Image

Pulau Moyo, pulau kecil di utara pulau Sumbawa. Pulau kecil ini cukup terkenal di dunia, berkat sebuah resort mewah, AMANWANA,yang pernah dikunjungi Lady Diana dan seleb dunia lainnya. Tapi bukan kesana tujuan kami, bukan ke resort mewah itu. Kapal kami merapat di sisi yang berbeda dari pulau Moyo, sehingga tak memungkinkan bagi kami untuk mendekati kawasan resort mewah tersebut. 

D2 – 

Sepertinya sudah pagi, tapi belum ada yang terbangun niy, berharap bisa mendapatkan sunrise di pagi pertama, buru-buru naik ke atas, tapi ternyata awan masih bersahabat dengan kita. Tidak ada sunrise yang indah hari ini, langit masih kelabu dan goyangan kapal sepertinya tak kunjung mereda. Kami sudah berada didepan pulau Moyo yang akan kami singgahi. Goyangan yang semakin asik diatas kapal, mau tak mau berhasil bikin mual dan berbonus jekpot, buru-buru ngibrit turun dari atas dan mengeluarkan isi perut yang panik karena goyangan kapal. Masih belum ada tanda-tanda kita akan mendarat dipulau, tapi sarapan mulai dihidangkan, the manis berhasil menyamankan perut, tapi roti berselai strowberi lagi-lagi menggelitik perut untuk mengeluarkan isinya…..waadduuuuh…..parah ini…kapal kita goyang Kapteeeeen…..

Image

Ombak yang cukup tinggi pagi itu menyulitkan kapal untuk mendekati pulau moyo, crew kapal menyampaikan kabar tidak baik niy yang akan semakin menunda kita mendarat di pulau Moyo, tapi ada alternatif lainnya, cara tercepat untuk mencapai pulau Moyo adalah nyebur dan berenang, pihak kapal menyediakan life jacket + snorkel gear bagi yang tidak yakin dengan kemampuan renangnya. Begitu mendapat aba-aba tersebut, dengan segera para penumpang bersiap, khususnya yang perempuan langsung mengenakan swimsuit dan kami mengambil perlengkapan untuk berenang, snorkel dan fin, lalu…byuuurrrr…..aaaah….rasanya lega sekali bisa meninggalkan kapal yang tak henti bergoyang itu, tapi nyebur dilaut juga harus berusaha, ombak yang berayun-ayun menyulitkan untuk berenang dengan tenang….hayooo….kayuh kakinya berenang sampai ke pantai. Untukku, asal sudah memakai fin dan snorkel gear jarak ke pantai masih bisa d renangi, namun ombak yang menerpa menjadi tantangan tersendiri untuk mencapai pantai, dan setelah berjuang berenang tanpa lifejacket alhamdulillah berhasil mendarat ke pantai.

Image

Ketika aku mendarat dipantai, ternyata lokasi pendaratanku terpisah dari rombongan lainnya, akibat berenang tanpa melihat rombongan tapi fokus ke daratan terdekat. Kami disambut puluhan kupu-kupu warna warni yang banyak berterbangan dipantai berpasir putih. Satu demi satu kami berkumpul dan leyeh-leyeh nikmat di pasir putih yang lembut. Kelompok terakhir yang tak berani berenang akhirnya di antar dengan speedboat kecil yang memang tersedia di kapal.

Setelah memastikan seluruh orang berkumpul, dipimpin kru kapal, kami mulai berjalan membelah pulau, berjalan tak beralas kaki di jalan setapak kecil, diantara rerimbunan pohon-pohon, melintasi beberapa sungai kecil. Sekitar 20 menit kami berjalan hingga sampailah kami  di  air terjun yang segar sekali, yeeeeiii…..langsung cebur-cebur mandi di air yang segar. Air terjun di pulau Moyo tidak terlalu tinggi, tapi cukup segar untuk menghilangkan pening dan mual akibat terombang-ambing kapal. Dan Air terjun di Pulau Moyo ini adalah air tawar yang melimpah yang kami temukan sepanjang perjalana, karena disisa perjalanan tidak ada lagi air tawar untuk mandi sepuasnya.

Image

Image

Image

Image

Main-main air segar memang bikin menagih, selain main air, beberapa juga terlihat memanjat air terjun hingga puncaknya, enatah ada apa diatas sana, tapi saya lebih menikmati diguyur air segar sambil bersenda gurau kegirangan. Seandainya tak mengingat bahwa perjalanan kita masih panjang, pengen banget untuk lebih lama lagi bermain air di air terjun pulau Moyo. Kembali ke pantai, kali ini kami diantar ke kapal menggunakan boat kecil yang siap wara-wiri mengangkut penumpang untuk menaiki kapal. Karena sangat menikmati leyeh-leyeh di pantai, banyak dari kami yang menunda-nunda untuk kembali, dan tetap bermain di pantai.

Kembali ke kepal kami meneruskan menuju pulau Satonda. Kapal kembali berlayar, dan makan siang sudah dihidangkan, sepertinya awak kapal sangat paham sekali kami yang kelaparan karena puas bermain di pulau Moyo. Memerlukan sekitar 2 jam untuk tiba di pulau Satonda.

Di perairan pulau Satonda kami akan snorkeling, dan tak menyia-nyiakan waktu, kami kembali menyiapkan perlengkapan. Satu demi satu kami diantar boat kecil menuju snorkeling spot tak jauh dari dermaga pulau Satonda, dan langsung menyeburkan diri begitu sudah tiba di spot yang dimaksud.

Image

Images

Seperti biasanya, aku menikati snorkeling d perairan dangkal, mengapung santai sambil menikmati indahnya terumbu dan biota laut di bawah sana. Sayangnya terumbu karang disini tak begitu bagus, banyak karang yang sudah pecah dan mati, ikanpun tak terlalu banyak, mungkin karena ombak yang juga cukup kencang.  Ombak yang cukup mengayun-ayun membuat snorkeling tidak terlalu nyaman, tak berlama-lama snorkeling disini, langsung merapat menuju pantai, tapi ketika menepi ke pantai langsung disambut angin kencang seperti badai…wuuuzzz….waddduuh…ga banget ni, dingiiiiin.

Image

Diserang angin yang kencang membuat kami tak nyaman untuk berlama-lama di pantai. Ditengah pulau satonda ini terdapat danau yang cukup besar, mengingatkan pada danau di pulau kakaban yang berisi ubur-ubur lucu dan menggemaskan itu. Jalan menuju danau sudah dibuat paving, sehingga nyaman untuk dijalani. Sesaat sebelum tiba di bibir danau, terdapat jalan setapak di kiri dan kanan menuju bukit yang mengelilingi danau Satonda. Kami memilih untuk mendaki bukit daripada berenang didanau, jadi kami pilih jalur yang kiri dan mulai mendaki. Setapak demi setapak jalan mendaki ini mulai menampakkan keindahannya. Seekor monyet abu-abu sempat menghalangi jalan kami, namun kembali menghilang direrimbunan pohon. Begitu kami sudah tiba di atas, pemandangannya indah sangat. Dikiri terlihat danau dan dikanan terlihat pantai, seperti pemandangan dari phiphi view point di phiphi island. kami tak sampai di puncaknya, karena jalannya sudah tidak meyakinkan untuk diteruskan, sehingga begitu kami tiba di ujung jalan tangga paving, kami hanya naik sedikit mencari spot yang bagus untuk memoto lanscape lalu turun.

Image

Image

Kami sempatkan untuk mampir ke tepi danau, ternyata tepian danaunya sudah sangat rapi, dan pemandangan sekeliling danaupun indah. sayang mendung yang menggelayut tak pergi meninggalkan kami, sehingga pemandangan terlihat suram. tak berlama-lama kami di danau karena rombongan lainnya terlihat sudah meninggalkan danau meninggalkan kami sendiri.

Image

Image

Setelah puas di pulau Satonda kita kembali ke Kapal, hari masih sore dan makan malam masih lama sepertinya, tapi efek kedinginan diterjang angin kencang di pantai membuat perut lapar ini, beruntung kami menyiapkan stok mie kemasan alias pop mie, yang pasti nikmat di makan panas-panas sambil mengantri kamar mandi untuk ganti baju.

Tempat yang pas untuk makan popmie panas sambil ngantri kamar mandi adalah dapur kapal, karena lebih hangat dibanding dek depan. Disebelahku duduk seorang cowo yang lagi santai-santai juga di dapur, dan seperti biasanya setiap ketemu orang baru pasti

mengawali obrolan dengan basa basi dan mulai kenalan ‘Elvi’ – ‘odi’ dan berlanjut dengan ‘kamu ikut grup itu juga?’ (akibat desperado setiap ngobrol sama penumpang lokal pasti anggota komunitas travel itu) dan ternyata dia mendaftar mandiri alias lagi solo traveling, wiiiiih seru banget ya jalan sendiri. Awalnya aku juga berniat untuk solo traveling, hingga akhirnya eddi mengetahui rencana perjalananku dan berminat untuk turut serta, jadilah aku berdua sama eddi mulai dari Lombok hingga jadi penumpang kapal ini. pasca dari kenalan basabasi itu kita jadi akrab deh, mungkin karena merasa memiliki kesamaan diantara mayoritas grup di kapal ini, dan karena eddi lebih sering tewas di kapal jadi lumayan ni ada yang temen asik di kapal dan mulai sore ini kita memutuskan untuk bersatu supaya bisa membuat keseruan, yeeeiii….

Kali ini kapal akan berlayar selama 15 jam hingga kawasan Taman Nasional Komodo, dan seperti yang sudah terjadi di malam sebelumnya, kali inipun kapal terhempas kiri dan kanan oleh hujan yang tak kenal ampun, jadi lebih baik tidur saja lebih awal dan tidur hingga matahari menyapa.

Iklan

7 pemikiran pada “Pulau Moyo dan Pulau Satonda (Sailing Trip Lombok – Lb.Bajo 2)

    1. Tp potonya banyakan d pulau kog mas…lagian kehidupannya mng lbh banyak d atas kapal mas, jd y mampir pulaubya bentar2 aja. Tp jabgan bosan ya msh ada cerita selanjutnya….d pantau aja terus….hahahahha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s