Pulau Komodo, Pink Beach, Pulau Rinca (Sailing Trip Lombok – Lb.Bajo 4)

Image

D4 –

Bangun tidur dengan kapal yang mengambang damai di depan teluk Pink Beach, Pulau Komodo. Pulau Komodo ada di depan kita dengan bukit-bukit kehijauannya yang segar pasca hujan semalam. Semalam kita tambat disini, akibat sore di hadang hujan yang lumayan deras. Belum banyak yang bangun pagi ini, tapi air laut bening begitu menggoda untuk nyebur dan mandi pagi ini pasti seger banget.

Ketika ada beberapa orang mempersiapkan diri untuk nyebur, serta merta aku ikutan mempersiapkan diri untuk nyebur. Aku tau lautnya cukup dalam, warnanya masih biru tua, bukan lautan dangkal karena dasarnya ga keliatan, tapi air yang tenang dan jarak menuju gugusan karang di pojokan sana tak terlalu jauh untuk direnangi. Setelah melengkapi diri dengan snorkel dan fin, dan ada barengan untuk nyebur bareng, akhirnya byuuuur…..aaah…segaaaaar. Segera berenang untuk bergabung dengan kelompok yang lebih dahulu menyeburkan diri. Dan seperti yang sudah diduga, ternyata terumbu karangnya bagus.

Di pojokan tanjung terdapat bergumpal-gumpal karang, aneka bentuk dan kondisinya sangat bagus. Sayangnya lupa bawa kamera underwater, sehingga Cuma berenang wara wiri saja menikmati pemandangan indah. Ada banyak ikan berenang bersama pagi ini bergerombol warnawarni. Tak banyak yang memberanikan diri untuk nyebur snorkeling pagi ini, selain karena udara yang masih lumayan dingin, mungkin yang lainnya malas untuk berbasah-basah pagi ini.

Kita hanya snorkeling sebentar saja, karena awak kapal sudah memanggil. Sebenarnya kita nyebur tanpa ijin ke awak kapal, agak nakal siy, tapi air lautnya menggoda siy. Kembali ke kapal dan sarapan pagi ini mulai di hidangkan. Kita menuju dermaga pulau komodo.

Image

Kami sudah di kawasan Taman Nasional Komodo. Taman ini mencakup 3 pulau utama yaitu Pulau Komodo, Rinca, dan Padar, banyak juga pulau-pulau kecil lainnya yang jika dijumlahkan memiliki luas tanah 603 km². Total luas Taman Nasional Komodo saat ini adalah 1.817 km². Diperluas hingga 25 km² (Pulau Banta) dan 479 km² perairan laut akan menghasilkan total luas hingga 2.321 km². Setidaknya 2500 ekor komodo hidup di wilayah ini. Komodo berukuran besar biasanya memiliki panjang 3 m dan berat 90 kg. Habitat komodo adalah alam terbuka dengan padang rumput savanna, hutan hujan, pantai berpasir putih, batu karang, dan pantai yang airnya jernih. Di kawasan ini, Anda juga dapat menemukan kuda, banteng liar, rusa, babi hutan jantan, ular, kera, dan berbagai jenis burung.

Komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies langka yang hampir punah, hanya dapat Anda temukan di Taman Nasional Komodo. Karena keunikan dan kelangkaannya, Taman Nasional Komodo dinyatakan sebagai a World Heritage Sitedan Man and Biosphere Reserve oleh UNESCO tahun 1986. Pertama kali ditemukan dunia ilmiah tahun 1911 oleh JKH Van Steyn. Sejak saat itu kemudian memperluas tujuan konservasinya juga untuk melindungi seluruh keanekaragaman hayati, baik laut dan darat.

Tujuan pertama kami pagi ini adalah Pulau Komodo, atau juga disebut Loh Liang dalam bahasa setempat.  Kapal kami sandar di dermaga besar sebagai pintu gerbang memasuki pulau Komodo. Kami semua dikumpulkan di kantor jagawana untuk registrasi. Untuk tamu yang membawa kamera di wajibkan membayar Rp. 5000 untuk wisatawan lokal dan Rp. 50.000 untuk wisatawan mancanegara. Di halaman muka ini kami dipisahkan dalam 2 group besar, masing-masing group dengan 4 jagawana yang akan mengawal kami menjelajahi pulau komodo. Sebelum berangkat ada sesi pengarahan dari jagawana mengenai rute dan hal-hal yang harus kami patuhi selama berada di kawasan pulau Komodo.

Image

Grup kami memilih rute penjelajahan sedang, berjalan rapi berjejer satu-satu. Hutan basah di penghujung Desember mengawali jalur trekking kami. Sepanjang jalan seorang bapak2 bule ostrali, Robert, sibuk bertanya-tanya aneka jenis pohon yang kami temukan, duh maap sekali mr.rob saya bukan ahli botani (seharusnya mas dhave ni bloger salatiga yang orang biologi beneran, yang ngjelasin jenis-jenis tanamana yang kita temukan, jadi bisa di kasi tau sampai  bahasa latinnya tuh) , bahkan saat dia melihat buah kapuk, dia bertanya itu apa….beruntung siy aku tau seperti apa pohon randu alias kapuk, trus menjelaskan kapuk itu digunakan sebagai isi bantal yang mana buah randu akan meletus dan mengeluarkan kapas kapuknya ketika kering, setelah dijelaskan tiba-tiba Rob seperti mendapat wangsit dan bilang…oooww..its KAPOX (di pronounce sbg ‘kepoks’ oleh Rob) yaa….dan ketika ku minta untuk spelling menjadi  K.. A…P…O…X…kapox (dan muka gw langsung flat, nyengir bego gitu dibandingkan dengan muka girangnya) yaaaaa..yayaya….dari awal juga dah dibilang itu kapuk mr Rob, eh ternyata boso londo’e ya KAPOX… podo ae yo .

Perberhentian pertama kita adalah sebuah kubangan air, yang menurut jagawananya biasanya ditempat ini banyak ditemukan hewan yang datang untuk minum, namun karena sekarang musim hujan, air mudah ditemukan, sehingga kubangan sepi dari hewan-hewan….baiklah, mari melanjut.

Image

Jalur berikutnya kami mendaki menuju sebuah bukit. Sepanjang jalan terdengar riuh suara-suara burung bersahutan, sepertinya selain burung juga ada suara-suara lainnya yang bersahutan, seperti saat odie membalas suara tersebut semirip mungkin, langsung di sahuti balik dengan penuh semangat, jadilah itu odie sama ‘misterius voice’ saling sahut-sahutan dengan riuhnya. Jangan-jangan itu simpanse atau apalah yang lagi pacaran sahut-sahutan begitu denger sahutanya odie langsung berasa direspon…..ngeri aja kalo tu yang punya suara nyamperin kita dengan penuh sukacita berasa cintanya berbalas (bekep odie).

Image

Pemberhentian selanjutnya adalah bukit sulfur, dari sini pemandangannya indah banget, bisa terlihat hingga ke tepi lautan dan terlihat kapal berjejer rapi di dermaga. Di sisi lainnya tampak bukit berlapis-lapis kehijauan, seger banget. Dari puncak bukit ini kami meneruskan hingga ke pantai, dan langsung menemukan seekor komodo lagi berjemur santai di pantai. Langsung saja itu komodo dirubung oleh kami yang terkagum-kagum ngeri demi melihat makhluk prasejarah itu secara hidup di depan kami. Tak jauh dari komodo pertama, tergeletak pasrah seekor komodo lainnya berlatar beberapa ekor kijang yang sedang merumput. Disisi lain, kami menemukan tiga ekor komodo yang santai berjemur. Di tempat tiga komodo inilah paling lama kami berkumpul untuk berfoto bersama komodo (jangan berpikir poto bareng komodo bisa santai dan akrab peluk-peluk kakak komo, yang terjadi adalah kami berpoto berlatar komodo berjarak beberapa meter dengan seorang pawang diantara kami dengan agak-agak takut ketika salah satu komodo meregangkan badannya dan bergerak menuju kami) .

Image

Pertemuan dengan tiga komodo merupakan akhir dari medium track yang kami jalani di pulau Komodo, selanjutnya kami bisa bersantai di pantai (tetap waspada, siapa tau ada komodo iseng leyeh-leyeh di pantai) atau mengunjungi souvernir shop untuk melihat-lihat souvernir cantik berupa ukiran patung komodo yang dibuat sangat serupa dengan komodo (yang pastinya tidak akan menarik minatku untuk membeli, sehubungan dengan keparnoanku terhadap makhluk sejenis) tapi selain itu juga ada mutiara-mutiara cantik hasil budidaya masyarakat setempat.

Masih di pulau komodo, kami bergerser menuju pink beach, pantai cantik disalah satu sudut pulau komodo. Pantai istimewa dengan pasir merah muda, yang berasal dari pecahan karang merah. Kami diantar dengan boat kecil untuk mencapai pantai cantik ini. Selain main di pantai berpasir halus, kita juga snorkeling karena keindahan under water pink beach tak boleh dilewatkan. Puas santai di pink beach kita masih harus melanjutkan menuju pulau Rinca, rumah kakak komo yang lainnya.

Image

Pulau Rinca atau disebut juga Loh Buaya, konon di dermaga pulau rinca ini banyak ditemukan buaya, sampai dibuat ‘warning’ di pojokan dermaga untuk berhati-hati. Beruntung siy kita ga menemukan buaya-buaya di dermaga, tapi banyak buaya lainnya berkeliaran niy…(hihihihiiyy..lalu ngabur sebelum diterkam buaya nakal. Di gerbang masuk pulau Rinca kami beruntung karena sudah menanti seorang penjaga untuk mengantarkan kami, bila belum ada penjaga kami harus menunggu, tidak boleh masuk ke pulau tanpa dikawal penjaga. Kami berkumpul di kantor jagawana untuk pendaftaran dan pembagian kelompok. Sesuai dengan kelompok kami sebelumnya, kami langsung diarahkan untuk menentukan rute perjalanan, dan segera memulai perjalanan.

Kami memilih track medium, dan baru saja berjalan, kami langsung berjumpa dengan segerombolan komodo yang santai-santai dikolong dapur jagawana, banyak banget ini komodonya, dan untuk jenis komodo, ga ada ceritanya komodo yang jinak, jadi itu walau komodonya leyeh-leyeh di kolong rumah, manusia diatasnya tetap harus waspada untuk diserang komodo.

Image

Image

Melanjutkan perjalanan, kami mengintip sarang komodo, ada seekor komodo di balik semak, katanya sikomodo lagi menunggui sarangnya, kemungkinan ada telornya disana. Jadi mengendap-endaplah kami untuk melihat lebih jelas, karena tak memungkinkan untuk melihat lebih dekat ke kakak komo. Di sisi lain kami berjumpa kerbau liar yang sedang berkubang, dan karena rombonganku ini didominasi bule (Cuma kita bertiga yang lokal) maka si kerbau jadi objek poto-poto para bule tersebut.

Yang paling spektakuler dari track ini adalah pemandangan indah dari puncak bukit, padang hijau segar dan pemandangan bukit-bukit berlapis berlatar lautan lepas, tak banyak pohon tinggi yang menghalangi pemandangan, hanya padang-padang menghijau.

Image

Image

Saat di puncak bukit indah ini, kami meluangkan banyak waktu untuk sekedar berpoto dan santai. Dan mengingat tadi kita bawa cemilan apel, jadi pas banget deh nyemil-nyemil nikmat sambil lihat pemandangan indah. Saat melihat kami makan apel, tiba-tiba mr bob asal ostrali itu menghampiri, dan tanya-tanya dapat apel dari mana, ya kita memang bawa, dan masih ada satu apel milikku yang belum dimakan (bisa sharing sama apelnya odie), jadi kuberikan apel ranum itu ke mr. rob. Karena di grup terakhir itu tinggal kita berlima; aku, odie, eddi, mr. Rob dan mr. Tomas, jadi apelnya mo di share ,tiba-tiba mr.bob membuat semacam sebuah pertunjukan dadakan, mr.rob membelah apelnya dengan sempurna untuk dibagi kepada tomas tanpa bantuan pisau, hebat lo, terbelah sempurna menjadi dua bagian, hebaat…yeeeiiii….. jadilah kita berlima santai-santai menikmati sisa perjalanan sambil mengunyah apel.

Image

Di akhir perjalanan kita semua kembali ke camp jagawana, dan souvernir shop langsung diserbu. Aku menemukan kartu pos bergambar komodo, akan dikirimkan begitu ketemu kantor pos di flores.

Sore itu kami kembali ke kapal, perjalanan menuju labuan bajo akan ditempuh dalam tiga jam. Beruntung sore ini tidak ada hujan, sehingga kita bisa santai di anjungan depan, menikmtai saat-saat terakhir berlayar. Sebagian penumpang menikmati langit indah sore hari ini, tak hujan, tapi awan tetap pekat menggelayut. Sambil santai kita masih berpoto-poto dan bernyanyi-nyanyi, walau ga nyambung antara lagu, ngenjrengan gitar dan suara yang keluar, yang penting semua gembira.

Image

Berlabuh di Labuan Bajo, kapal tidak bisa masuk ke Pelabuhan, jadi kita akan diantar dengan boat. Demi bisa turun duluan dari kapal, aku, odie, eddi, Rob & steve langsung bersiap di pintu keluar kapal, mengoper tas-tas besar kami, lalu bergantian satu persatu turun dari kapal. Diiringi lambaian tangan dari seluruh penumpang kapal kami bergerak menuju pelabuhan, seru banget ternyata turun duluan, karena penumpang lainnya jadi ramai untuk dadah-dadah ke kita, berasa semacam seleb gitu…hahahahaa….

Labuan bajo merupakan ending point dari sailing trip ini, bagi penumpang yang masih ingin bermalam dikapal untuk menghemat pengeluaran, pihak kapal masih memberi ruang, tapi untuk penumpang yang dah ga betah bobok goyang-goyang di kapal dan merindukan mandi serta keramas dan bobok yang tenang seperti aku, maka secepat mungkin untuk turun dari kapal adalah pilihan paling bijaksana.

Labuan bajo menyediakan banyak sekali penginapan, dari kelas ecek-ecek, kelas backpacker, hingga bintang lima ala jendral tersedia disini. Selain itu ada banyak tempat makan nikmat, seperti treetop rest yang menjadi tempat makan malam kami, tempat yang nyaman, dengan pemandangan pelabuhan, dan makanan nikmat dengan harga yang masih bisa di toleransi  bila dibanding harga makan di restoran Jakarta. Makan malam ini menjadi perpisahan bagi kami, aku dan eddi beserta om doni yang beru datang dari jakarta akan melanjutkan untuk overland flores keesokan harinya.

Iklan

9 pemikiran pada “Pulau Komodo, Pink Beach, Pulau Rinca (Sailing Trip Lombok – Lb.Bajo 4)

    1. lombok itu kan pulau ya, jadi sekelilingnya ya pantai bagus-bagus, ada banyak banget pantai yang bagus yang layak dinikmati di pulau lombok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s