sunrise terakhir 2013 d puncak Kelimutu

Image

Subuh itu masih menunjukkan pukul  4 pagi, tapi kami sudah terbangun dari tidur nikmat kami, bersiap untuk mandi dengan air hangat yang nikmat di pagi yang dingin membeku dan kembali packing, kami siap untuk mengejar sunrise di puncak Kelimutu. Kalo menurut guide setempat, persentase keberuntungan pengunjung bisa mendapatkan sunrise di Kelimutu adalah 80 – 20, jadi mari kita bertaruh, semoga kita menjadi bagian yang beruntung di 80% tersebut.

Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTTIndonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan KelimutuKabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

Kelimutu merupakan gabungan kata dari “keli” yang berarti gunung dan kata “mutu” yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna – warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo”merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter. <http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Kelimutu>

Image

Udara dingin desa moni menyergapku ketika keluar dari kamarku yang hangat, dibawah sudah menunggu om doni dan eddi, menunggu jimmy yang belum kunjung muncul, padahal semalam sudah janji untuk siap jam 04.30. Sambil menunggu kehadiran Jimmy, kami melihat langit yang indah bertabur bintang. Sayang kami telat menyadari milky way yang semarak tepat dibelakang kami, tepat sesaat sebelum jimmy dan mobilnya mendarat didepan kami.

Jalanan masih sangat sepi dan gelap, mobil yang dikemudikan jimmy melaju menanjak menuju Kelimutu. Digerbang kami  membeli tiket yang cukup murah untuk lokal Rp. 2500 / orang dan mobil Rp. 5000 / mobil, dan untuk kamera dikenakan Rp. 5000. harga ini beda untuk touris mancanegara yang dikenakan Rp. 50.000/orang. Kami melanjutkan hingga parkiran mobil yang subuh itu baru terparkir beberapa mobil saja.

ImageImage

Turun dari mobil, kami mendapati petunjuk jalan untuk mendaki berbeda dengan turun. Jadi mulailah kami berjalan santai meniti satu demi satu anak tangga nyaman yang telah dibuat oleh pemerintah daerah untuk mendukung pariwisata di Kelimutu. Satu kesalahan kami subuh itu adalah lupa membawa senter, jalan yang gelap tanpa penerangan hanya mengandalkan satu lampu senter saja, sehingga kami harus berjalan bergerombol, karena tidak ada penerangan umum sepanjang track ini.

Langit yang gelap perlahan tapi pasti mulai memudar, di ufuk timur terlihat semburat perubahan warna langit. Kami semakin mempercepat langkah kaki kami, tak ingin ketinggalan terbitnya matahari. Kami menemukan tangga pertama, dan bergegas menaikinya, tak nampak apa dibawah kami, karena pandangan mata kami terfokus pada semburat oranye berbalut biru yang mulai terbit di ufuk timur, dan sebuah bintang terang menyembul disana…venus menyapa kami.

Image

Sepertinya tempat yang pertama kami kunjungi ini salah, karena kami melihat kilatan cahaya diatas sana, jadi kami bergegas menuju arah kilatan cahaya tersebut, masih ada tanga naik menuju titik yang lebih tinggi lagi, ternyata disanalah sebenarnya tujuan kami, puncak kelimutu, untuk melihat keindahan danau tiga warna dan panorama matahari terbit pagi ini. Jalur menuju puncak kelimutu berupa tangga dengan jarak langkah yang cukup nyaman, nenek-nenek aja sanggup kog untuk menaiki tangganya (motivasi biar semangat!!!) tapi ya jalannya santai saja, dinikmati pemandangannya, ga papa pelan-pelan menaiki tangganya, yang penting sampai puncak (menatap iri mas bule yang berlari-lari lincah menaiki anak tangga menuju puncak kelimutu).

Image

Area puncak kelimutu ternyata sudah ramai, secara jumlah orang siy ga terlalu ramai (masih sepi bila dibandingkan dengan di puncak gunung pananjakan untuk sunrise bromo yang seperti pasar ramainya) tapi ada serombongan keluarga besar dari salah satu suku di Indonesia yang menguasai area, khususnya spot photo favorite dan beriiiisiiiiik bangeeeet…..pengen banget ngedorongin si tante2 berisik itu ke dalam danau kelimutu yang warna hitam biar suasana lebih tenang dan damai menikmati sunrise di puncak kelimutu.

Kami tak ketinggalan sunrise, langit cerah, berbeda dengan hari sebelumnya yang terselimuti awan, pagi ini, perubahan warna langit cukup bagus, dan perlahan tapi pasti matahari muncul malu-malu di ufuk timur, mengubah warna langit menjadi lebih benderang. Sayang kesyahduan sunrise terganggu dengan jeritan-jeritan berisik si tante-tante grup sebelah itu, yang tak henti-henti meneriaki anggota keluarganya untuk berphoto bersama berganti-gantian di spot favorite itu, mulai dari nenek, saudara, keponakan, generasi muda, generasi tua, yang laki, yang perempuan…hadeeeeeeh tanteeee…..pengen disumpel pake batu kelimutu aja rasanya.

Image

Edisi potret-potret matahari terbit membuat masing-masing orang sibuk, segala pejuru di potret. Akupun dengan mengandalkan kamera pocket dan hape saja. Area puncak kelimutu yang tak terlalu luas semakin ramai pengunjung, seluruh sisi ramai dengan pengunjung-pengunjung yang sibuk mengabadikan keindahan kelimutu pagi ini. Spot favorit tentu saja sisi timur dengan dua danau berwarna, sementara satu danau di sisi barat sepi pengunjung. Airnya yang lebih pekat berwarna hitam tak menarik banyak pengunjung untuk berfoto, bahkan ada satu pengunjung yang mencemooh mengatakan ‘iigh, kenapa ini danau airnya hitam, jorok, ga bagus ini’….lalu berlalu sambil melengos dan mengebulkan asap nikotin dari mulut…. saya jadi tercengang bodoh demi melihat reaksi si bapak itu, sambil saling melihat ke om doni dan eddi yang juga shock mendengar komentar  bapak itu, lalu pecahlah tawa kita demi menertawakan kebodohan bapak itu yang tidak mengerti perihal warna-warna di danau kelimutu…itu si bapak mewakili turis Indonesia banget bukan ?? Cuma kepengenan pergi ke suatu tempat, up date, photo-photo, tapi ga ngerti dia dimana dan apa istimewanya tempat itu, Cuma bisa mencemooh sambil ngebul2 asap nikotin…#prihatin

Image

Image

Image

Waktu masih jam 6.00 pagi, tapi langit sudah benderang. Sudah cukup rasanya kita berphoto-photo, dan puncak kelimutupun semakin ramai. Sudah tidak nyaman untuk lebih lama lagi disini, selain itu kita harus melanjutkan perjalanan.

Turun dari puncak Kelimutu, barulah kami menikmati jalan setapak yang tadi subuh kami lewati, ternyata cukup cantik juga dengan jejeran pohon-pohon pinus yang menaungi jalur setapak. selain itu ada juga beberapa papan informasi dan petunjuk jalan. tangga pertama yang kami naiki sebelumnya ternyata untuk melihat danau yang berwarna sedang, kami sempatkan kembali menaikinya demi membayar rasa penasaran kami subuh tadi yang belum terlihat dengan jelas bentuknya. Jalan santi menuju parkir mobil, sambil sesekali kami sempatkan untuk berpoto-poto karena ada saja spot menarik untuk diabadikan

Image

Hari ini 31 Desember 2013 hari terakhir di tahun 2013. kami beruntung di penghujung tahun 2013 di suguhkan pemandangan yang hanya bisa dinikmati oleh 80% pengunjung kelimutu, sunrise yang indah sekali.

Image

Iklan

5 pemikiran pada “sunrise terakhir 2013 d puncak Kelimutu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s