Dari Sabang….

Image

Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau, sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia….Indonesia tanah airku,aku berjanji padamu, menjunjung tanah airku…tanah airku Indonesia

 Sabang, di sebuah pulau di ujung barat Indonesia. Ada sesuatu di sini yang membuat kami mengatur langkah kami untuk berkunjung. Semacam ada panggilan dari barat, untuk memulangkan langkah kami yang terlanjur terlalu banyak melangkah, ada keindahan-keindahan yang berbeda yang membuat kami penasaran, ada apa di ujung Barat Indonesia.

 Memasuki pulau weh dari pelabuhan Balohan, kami disambut laut biru yang bening, hamparan bukit-bukit kehijauan yang berlapis , membuat kami tak sabar untuk menyeruak memasuki pulau unik berbentuk huruf W, sesuai dengan namanya pulau WEH.

Image

 Diantar bang alak, seorang driver mobil sewaan yang menyapa kami dan menawarkan jasanya di Pelabuhan Balohan, kami mulai memasuki pulau Weh. Sebagai driver, bang Alak juga pemandu yang baik, dengan handal bang Alak mengantar dan menawarkan apa saja yang harus kami kunjungi, lakukan dan yang penting juga rekomendasi tempat makan nikmat.

 Sore hari itu dimulai dengan mencoba mie yang lezat disalah satu toko makanan di jalan perdagangan yang merupakan pusat pertokoan kota Sabang, mayan buat mengganjal perut tanggung lapar di sore ini. lalu kami ajak untuk menikmati sunset di teluk sabang, tepatnya di patai sabang fair. kawasan pantai yang bersih dengan fasilitas taman yang mendukung bagi warga untuk bersantai sore sekedar untuk menikmati sunset.sesaat sebelum gelap, kami sudah tiba di penginapan pertama kami, freddies di sumur tiga. penginapan Freddies ini merupakan rekomendasi beberapa teman yang pernah ke Sabang, dan sesuai rekomendasinya, kamipun memesan makan malam yang konon katanya nikmat yang dimasak langsung pemilik penginapan yang asli dari Italy.

ImageImage

usai meletakkan tas di kamar kami yang nyaman, kami langsung turun menuju pantai yang begitu menggoda memanggil, walau hari sudah gelap tak bermatahari, tapi benderang sinar bulan purnama menggantikan. Tak lama bersantai di kursi malas, makan malam memanggil, kamipun diundang menuju ruang makan. disambut seorang pelayan, dibacakannya menu makan kami malam itu, dibuka dengan semangkuk hangan mushroom soup dan calamari, lalu main course berupa pasta, salad dan daging yang begitu menggoda lalu ditutup dengan creamy blackforest…woooww…super sekali makan malamnya….usap2 perut gendud kekenyangan

Image

Pagi hari, hamparan laut yang bening begitu menggoda, tak pakai bermalas-malasan, langsung menuju pantai dan nyebur kelaut, wiiiy…segarnya. air laut yang bening, ikan manari-nari menyapa dan tak begitu jauh, terumbu karang sudah terhampar. usai nyebur nikmat, sarapan sudah tersedia. sarapan sederhana yang nikmat, buah-buahan segar, toast, donat dan jus dingin. 

ImageImage

Hari ini kami akan menjelajah lebih banyak bagian cantik dari pulau Weh, sehingga segera kami bersiap, dan sesuai rencana malam ini kami akan menginap di tempat lainnya. Tujuan pertama di hari ini adalah, sebuah benteng peninggalan belanda / jepang, untuk mengintip kedatangan kapal dari selat malaka. Posisi benteng  tersembunyi diatas bukit yang menghadap langsung ke laut dan pemandangan dari benteng ini Indah sekali, terlihat di kejauhan pulau sumatra dengan gunung menjulang dan disisi lainnya lautan lepas tak berujung.

Image

ImageImage

selanjutnya kami diajak ke sebuah resort cantik di anoi hitam atau pantai hitam. cukup betah kami disini, karena resort ini memiliki sebuah gazebo cantik diatas karang. pasir pantai di anoi hitam benar-benar berwarna hitam tapi halus, kalau dibanding pantai yang berpasir putih, pastinya pasir hitam tidaklah menarik, tapi pasir di anoi hitam ini bukan berwana hitam kelabu, tapi hitam pekat, jadi menurut saya cukup unik, seperti dulu di pantai merah / pink beach yang pasirnya akan berwarna pink terang saat basah di sapu ombak, anoi hitam pun demikian, begitu pantainya basah terpapar air, warnanya berubah hitam pekat.

ImageImageImage

 

Siang menjelang dan saatnya untuk makan, yeeeeeiiii…..makan kali ini kami mencoba penganan khas sabang di sebuah rumah makan di jalan perdagangan. Masakan nikmat dengan rasa kari yang khas membuat kami makan lahap, sesuai dengan kadar lapar yang menggelitik perut. usai makan kami berlanjut menikmati kota sabang yang mungil namun bertingkat-tingkat dan dari alun-alun kota di seberang kantor walikota sabang, pemandangannya terlihat indah sangat. oiya, jangan lupa untuk mampir di Piyooh, pusat oleh-oleh khas Sabang, ada bermacam pernik-pernik yang unik yang layak dijadikan buahtangan.

Image

ImageImage

Sore itu kami melaju ke ujung barat pulau Weh, dimana titik nol kilometer Indonesia dimulai dari sana. sepanjang perjalanan pemandangan indah tak putus-putus, salah satu yang indah di teluh pulau klah. kami juga menjumpai segerombolan macaca abu-abu ekor panjang yang menyapa kami di pinggir jalan menuju titik nol kilometer. Setibanya kami di titik nol kilometer, seekor babi betina yang jinak menyambut kedatangan, waduh, sempat panik juga liat babi hutan besar jalan-jalan santai.

ImageImage

 

Hari ini kami berakhir di Tapin Layeuh, dimana kami dijemput oleh pihak penginapan kami di Iboih inn. Esok kami akan mengikuti snorkeling trip, dilanjutkan di cerita berikutnya ya

Image

 

 

Iklan

4 pemikiran pada “Dari Sabang….

    1. waaah…coba deh ke sabang, kmrn juga agak dadakan juga rencana ke sabangnya, makanya dapat tiketnya ga terlalu bersahabat, tapi worthed banget lah, dapat keindahan sabang dan kota banda aceh, walau waktunya ga lama juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s