Desa Sawai, desa kecil yang nyaman di Seram Utara

desa sawai
desa sawai

Setelah Perjalana panjang yang melelahkan, akhirnya kami tiba di desa Sawai, kami disambut ramainya warga yang berkumpul di lapangan, mereka bukan menyambut kedatangan kami, kebetulan masyarakat desa Sawai sedang menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah memasuki bulan Agustus. kehadiran kami yang menyeruak di tengah keramaian, otomatis mengalihkan perhatian semua orang dilapangan, sehingga kami cuma bisa cengengesan dari balik jendela mobil.

Masjid desa dan lapangan tempat berkumpul masyarakat desa sawai
Masjid desa dan lapangan tempat berkumpul masyarakat desa sawai
jalanan desa sawai
jalanan desa sawai

Desa Sawai tampak meriah, hiasan seadanya bergantungan disepanjang jalan desa, masyarakat desa tampak bersemangat, dan selalu ada senyum yang diumbar bagi kami yang baru saja tiba di desa. Mobil kami tak dapat melanjutkan hingga penginapan, sehingga kami harus berjalan kaki diantar bocah-bocah desa yang bersemangat membantu membawakan tas-tas besar kami. Tujuan kami adalah Wisma Lisar Bahari, penginapan apung yang terletak diujung desa. disinilah kami akan memulai liburan kami yang seru. sebelum melangkah jauh menikmati keindahan alam di teluk sawai, kami akan melihat-lihat desa dulu.

Wisma Lisar Bahari merupakan salah satu penginapan yang terdapat di teluk sawai, selain Wisma Lihat Bahari, ada Rumah Olat dan Resort Ora Beach yang secara harga jauh lebih mahal. Kami memilih Wisma Lisar Bahari, selain karena memang lebih murah, lokasi wisma yang berada di desa Sawai memungkinkan kami untuk berinteraksi dengan masyarakat desa, sehingga tidak terpenjara hanya di lingkungan penginapan saja, walaupun pemandangan dan kenyamanan yang ditawarkan resort jauh lebih memikat.

20140802_075600

penginapan apung, 2 dari 4 rumah
penginapan apung, 2 dari 4 rumah

wisma  lisar bahari di desa sawai

Wisma Lisar Bahari di kelola dan dimiliki oleh Pak Ali, warga asli Sawai yang memulai usahanya dari tahun 1992, dengan mengelola sekitar 20 kamar dalam 4 rumah panggung. walaupun menawarkan harga yang lebih murah dibanding tempat lainnya, untuk kenyamanan dan kebersihan boleh diadu, ditambah lagi kehangatan dari pak Ali dalam melayani langsung para tamu, serta hidangan-hidangan nikmat yang kami santap cukup membuat kami betah untuk berlama-lama tinggal disini (walaupun kenyataannya waktu terbatas). Bila hanya ingin bersantai saja di wisma lisar bahari, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah teluk sawai, terumbu karang yang bagus dan ikan-ikan warna-warni yang ramai berenang di bawah.

Desa sawai merupakan desa kecil di tepi hutan Taman Nasional Manusela, berada di pesisir teluk sawai yang memiliki air yang jernih. Desa ini mulai ramai semenjak Pak Ali memulai usaha penginapannya, sehingga lalulalang wisatawan telah menjadi kebiasaan didesa ini. walau tak memberi dampak secara langsung terhadap kehidupan rakyat di Desa Sawai, Kehadiran wisatawan telah menjadi jembatan informasi dan pengetahuan bagi masyarakat desa.

Saat kami berkunjung ke Sawai, masyarakat baru saja menyelesaikan renovasi atap rumah adat desa, sehingga ada perayaan adat yang akan diramaikan oleh masyarakat, bukan hanya masyarakat desa tapi juga masyarakat dari desa tetangga. Kesempatan ini kami manfaatkan untuk turut menyaksikan acara yanga akan digelar malam hari nanti. sebenarnya acara sudah berlangsung dari siang hari, ditandai dengan sibuknya ibu-ibu memasak untuk hidangan perayaan siang hari. acara malam merupakan puncak acara dan akan berlangsung semalam suntuk.

usai makan malam kami beramai-ramai ke desa, masyarakat berkumpul di lapangan depan masjid yang merupakan ruang berkumpul masyarakata desa sawai. masing-masing perwakilan kampung mengirim utusannya yang akan berpakaian khas mewakili masing-masing agama, dan kekhasan daerah, terlihat dari aneka kostum yang dikenakan. perwakilan kampung berkumpul di dalam rumah adat, lalu kepala adat pun datang, semacam berdoa dan memberi berkat sebagai tanda acara dimulai. setelah acara di dalam rumah adat, semuanya keluar, membentuk barisan di tengah kerumunan orang-orang. lalu lampu dian dinyalakan dan gendang pun mulai bertalu, lagu di dendangkan sambil diikuti tarian oleh perwakilan orang yang mulai menari sambil berkeliling. mereka akan berkeliling sebanyak tiga kali, dan setelah itu masyarakat akan bergabung membentuk lingkaran besar yang berlapis-lapis seperti spiral atau mereka menyebutnya seperti obat nyamuk bakar. kami tak turut dalam tarian, karena malam sudah larut, dan lelah.

IMG_0049 IMG_0050

perwakilan masyarakat
perwakilan masyarakat

IMG_0057

menyalakan dian pertanda acara di mulai
menyalakan dian pertanda acara di mulai
menari mengelilingi lapangan
menari mengelilingi lapangan
manari sambil berpegangan
manari sambil berpegangan

Desa Sawai termasuk desa yang ramai, rumah-rumah sudah terbangun dengan baik dan jarak antar rumahpun cukup berdekatan. yagn unik kami temukan di desa sawai adalah mata air yang sangat terawat menjadi andalan masyarakat dalam memanfaatkan air bersih. Mata air ini berasal dari dalam batu dibawah tebing yang berbatasan dengan hutan manusela. genangan air yang terkumpul dirapikan, seperti kolam renang sehingga terlihat rapi dan bersih. disinilah masyarakat memanfaatkan air bersihnya, mulai dari mandi, mencuci beras dan sayuran hingga mencuci baju. saluran air kotor/limbah domestik dipisahkan dari saluran bersih ini, sehingga tak mencemari.

20140802_080000 20140802_080418 20140802_080453

warung serba ada
warung serba ada

Desa sawai yang nyaman, masyarakat hidup rukun dan tentram. masyarakat yang kami jumpai sangat ramah dan terbuka dengan pengunjung, tak ragu untuk bercakap-cakap, membuat pengunjung menikmati kunjungannya di desa yang terletak di teluk sawai, seram utara, pulau seram, maluku

Iklan

5 pemikiran pada “Desa Sawai, desa kecil yang nyaman di Seram Utara

  1. Sawai Salah Satu Surga Dunia Yang tersesmbunyi, Banyak wisatawan/i baik dari WNA/WNI yang senang untuk menghabiskan waktu liburan mereka di Desa Sawai, berikan Aplos untuk Desa Sawai,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s