Gunung Api Purba Nglanggeran

image

Ke Jogja kali ni mo kemana ? Hhmmm… sebenarnya ada banyak tempat d Jogja yang di datangi berkali-kalipun tidak akan membosankan bagi saya, seperti candi-candi, keraton, museum, benteng, jadi pertanyaan seorang teman yang menjemput saya d sabtu pagi itu saya tanggapi biasa saja, karena kemanapun, saya pasti akan menikmatinya. ‘Dah pernah k nglanggeran ??’ Tanya temanku, ‘Apa tuh ? Baru denger’ tanyaku lagi. Gunung Api Purba di Gunung Kidul, kalo mau, kita kesana. Pasti mau dooonk.. Woooohoooo asiiik….baru tau ni, ada tempat baru lagi yang akan d datangi d Jogja, memang jogja ga ada habisnya ya. Dari pusat kota Jogja, kami mengarah k gunung kidul, melewati bukit bintang yang mulai marak dengan pembangunan tempat makan. Persis d ujung tanjakan bukit bintang, setelah melewati pos polisi, kami berbelok ke kiri. Petunjuk arah menuju Gn. Purba Nglanggeran cukup jelas. Sehingga cukup mudah untuk menemukan lokasi, disetiap persimpangan dengan mudah kami temuka  petunjuk arah,tinggal mengikuti saja.

image

Setibanya d desa Nglanggeran, beberapa pemuda menyambut kami, mengarahkan kendaraan menuju tempat parkir yang tersedia. Sewaktu temanku bermaksud memberi uang parkir, para pemuda tersebut mengarahkan kami untuk langsung membayar k loket, wooow… takjub juga dengan keramahan penyambutan ini.

image

Loket yang juga gerbang memasuki gunung api purba nglaggeran sudah d tata dengan sangat baik. Tiket yang harus kami bayar sejumlah Rp. 16.000 untuk 2 manusia dewasa dan 1 mobil yang terparkir manis, sungguh sangat murah sekali, melihat fasilitas yang sudah tersedia sangat baik untuk kenyamanan pengunjung.

image

image image Memulai perjalanan kami memasuki trek gunung api purba, kami disuguhi informasi-informasi pendukung dan jalur yang sangat nyaman dan aman. Terlihat ada banyak tempat sampah d sediakan (walau tetap banyak sampah berceceran, dasar manusia gemblung itu selalu buang sampah sembarangan), bahkan d beberapa trek yang curam d sediakan tali untuk membantu. Perjalanan dari pos penjaga menuju pos 1, sungguh sangat seru sekali. Batu-batu besar berserakan dan treknya cukup beragam. Untuk manusia gendud seperti saya treknya cukup membuat huh…hah…huh..hah… dan bercucuran air mata…eh bukan…bercucuran keringat, tapi yakinlah bahwa cucuran keringat itu tak membuat saya kehilangan berat badan sekilo pun (hadeuh) tapi disaat lebih mendera dan napas tersegal-segal berenti sebentar untuk mengatur napas boleh kog, santai saja, kan masa ospek dah slesai. image image image image Diantara keseluruhan trek yang ada, yang paling seru adalah ketika harus berjalan d sela-sela batu. Maklum..saya kan cukup besar ya, khawatir nyangkut aja d sela batu itu..bisa mampet wisata hari itu, jalur harus d tutup nunggu saya susut.

image

image Setelah lolos d celah batu, kami tiba d pos satu….hoooreee…..girang bukan kepalang, ternyata masih kuat dan semangat sampai d pos satu. Pemandangan bagus, sekeliling desa terhampar bebas hambatan. Sambil istirahat sejenak, kita poto-poto dulu yak. image image image Udara sejuk rerasa menyapu, masih jam 9 dan matahari belum terlalu panas. Lumayan lama rehat d sini. Sebenarnya setelah dari pos satu kami tak berniat melanjut hingga puncak, karena temanku sudah minta ampun, jadi kita mau turun saja. Berdasarkan petunjuk arah tertulis ‘ mau turun lewat pos 2’ jadi kita melanjut trekking. lumayan menanjak d antara rerimbunan pohon dan lagi-lagi ada celah batu yang harus d lalui, kali ini harus memanjat memasuki celahnya, beruntung bisa lolos…hehehehe image

image

Selanjutnya kami masih harus menanjak, tak terlihat ada pos 2, kog rasanya jauh betul ya, semakin menanjak, temanku nyerah, dia mo nunggu aja dan kembali turun d jalan yang sama, sementara saya melanjut naik, dah kadung penasaran aja siy. Tiba-tiba saya menemukan pos 4, lhaaa….mana pos 2 dan 3 ?? Sepertiny jalur sulit tadi short cut, bukan trek yang sebenarnya, hadeeuuh…pantesan sulit d lalui. Di pos 4 ini, saya berjumpa 4 manusia yang baru turun dari puncak, setelah bercakap-cakap singkat, saya jadi termotivasi niy untuk meneruskan langkah sampai ke puncak, lagian jalur dan petunjuk arah cukup jelas, PD lah saya jalan sendirian. Melenggang sendiri dan sesekali berjumpa pengunjung lain yang berjalan turun, sedikit menyapa dan mereka bertanya ‘sendirian mbak?’ Dan selalu d jawab ‘sama teman, nunghu d bawah’, lumayan menemani perjalanan. Setelah melalu beberapa tanjakan akhirnya tibalah saya d pos 5, yang bisa d bilang puncak nya siy (karena jalur ke puncak sebenarnya cukup tidak PD untuk saya lalui sendiri, lagian pucuknya juga dekat sekali dari pos 5). Dan pemandangannya….alhamdulillah. …indah, cukup membayar cucuran keringat dan sepenggal napas yang megap-megap. image image image image image Usai berpuas diri dengan pemandangan indah, saatnya bagi saya untuk kembali ke kenyataan, turun gunung. Dan perjalan turun, ternyata tidak lebih mudah. Sepatu cantik yang saya kenakan tidak sesuai untuk medan trekking (walaupun sangat nyaman untuk jalan datar, secara ga da niat trekking juga siy), sehingga dengan medan tanah merah kering yang mudah gugur dan batuannya licin, saya harus berjalan ekstra hati-hati dan dilarang ceroboh atau terburu-buru. kali ini saya sudah d jalan yang benar, karena setelah pos 4, saya menemukan pos 3 dan pos 2, dan sesuai petunjuk semula, saya mengikuti petunjuk untuk turun dengan trek yang berbeda dari trek naik ke pos satu. D penguhujung trek saya d sambut dengan tulisan ‘Terimakasih atas kunjungan anda, Anda Luar Biasa’…. wooohoooo…..yeeeeiii untuk perempuan gendud seperti saya….yes….saya luar biasa…hahahaaa…. #bahagia image image

Iklan

8 pemikiran pada “Gunung Api Purba Nglanggeran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s