Benteng Pertahanan Ternate

DSC02944
Benteng Tolukko

Ternate merupakan salah satu negeri rempah yang pernah mengalami masa jaya, bersamaan dengan masa perdagangan rempah yang melanda seluruh wilayah maluku. Kedatangan bangsa dari barat untuk memonopoli perdagangan rempah, yang menimbulkan pertikaian, menjadikan pulau-pulau di Maluku memiliki banyak benteng pertahanan, salah satunya di Ternate. Sehingga tak lengkap berkunjung ke Ternate bila tidak mengunjungi peninggalan Benteng dan mempelajari sedikit sejarahnya.

Dari pencarian melalui om google, dan mengunjungi beberapa catatan, diketahui ada 8 benteng yang masih tersisa di Ternate, yaitu Tolukko, Kalamata, Kastela, Oranje, Kota Janjia, Bebe, Kota Naka dan Takome. Tapi yang kami kunjungi hanya 3 benteng saja, yaitu Tolukko, Kalamata dan Oranje.

Benteng Tolukko

Letaknya di Utara Ternate, tak jauh dari pusat kota. Benteng dengan taman yang cantik ini di pelihara dengan baik oleh sebuah keluarga yang rumahnya persis di halaman luar benteng. Ketika kami tiba disana, halaman benteng di kunci, dan setelah meminta ijin, pintu gerbang benteng langsung dibuka.

Benteng dengan bentuk dua bulatan besar di depannya dan jalan batu tepat diantaranya. Dibangun oleh Panglima Portugis Fernando Serrau pada tahun 1540 dan diberi nama Benteng Santo Lucas. Benteng ini dibangun untuk mengawasi gerakan kesultanan Ternate, yang mulai melakukan perlawanan terhadap Portugis, dampak dari arogansi Portugis terhadap masyarakat Ternate. Dibenteng ini Sultan Ternate – Sultan Khairun – dibunuh dalam suatu undangan makan malam. Hal yang membuat berang Sultan Baabullah – putra Sultan Khairun – sehingga menyerukan ajakan jihad untuk mengusir Portugis dari tanah Ternate.

Setelah Portugis berhasil diusir dari Ternate, Benteng Santo Lucas diambil alih oleh Belanda dan direnovasi pada tahun 1610 oleh Pieter Both dan merubah namanya menjadi Benteng Hollandia. Pada akhirnya benteng berhasil direbut Sultan Ternate dan dirubah namanya menjadi Benteng Tolukko, yang diambil dari nama penguasa Ternate saat itu, Kaicil Tolukko.

Benteng Tolukko yang berada persis di pinggir pantai memiliki pemandangan bebas ke laut, pulau Halmahera tampak di kejauhan dan di sisi pelabuhan, tampak kesibukan pelabuhan.

Benteng Kalamata

Terletak persis di sebelah wahana permainan air di kota Ternate, Benteng Kalamata seakan tenggelam dalam keramaian wahana disebelahnya. Halaman rumput yang hijau membentang di muka Benteng berbentuk segi enam di selatan kota Ternate, didirikan persis di pinggir laut. Benteng berlatar gunung Gamalama dan Pulau Tidore dan Maitara didepannya. Pada dinding tebalnya benteng ini memiliki lubang-lubang untuk meletakkan senapan bila serangan dari arah laut datang.

Selain membangun Benteng Santo Lucas, Portugis juga membangun Benteng Santo Lucia di Utara Ternate pada tahun 1540 oleh Antonio Pegaveta, sehubungan dengan kedatangan Spanyol di Tidore. Pembangunan benteng ini untuk mengawasi Spanyol yang menduduki Tidore di selatan Ternate. Sepeninggalan Portugis, benteng ini pernah di duduki Spanyol dan Hindia Belanda dalam usahanya menundukkan sultan Ternate.

Nama Benteng Kalamata, diambil dari nama adik Sultan Ternate ke 31, Pangeran Kalamata.

DSC02893

Benteng Oranje

DSC_1135

Berada persis di pusat kota, dan saat ini menjadi icon kota Ternate, Benteng Oranje tampak begitu ‘ngejreng’ dengat cat berwarna orange cerah. Saat kami berkunjung kesana, tampak renovasi besar tengah dilakukan didalam area benteng yang sebagian besarnya telah menjadi pemukiman warga.

Bekas Kantor Hindia Belanda / VOC telah di renovasi dan rumah kediaman gubernur jendral, salah satunya J.P. Coen, telah direnovasi menjadi museum rempah. ditengah benteng tampak tengah dibangun semacam bola besar bergambarkan rempah-rempah khas tanah maluku.

Dinding benteng Oranje masih terlihat kokoh mengelilingi benteng, diatas gerbangnya tampak lonceng besar. pengunjung bisa naik ke atas dinding pertahanan yang kokoh itu.

Benteng Oranje dibangun Belanda pada tahun 1607 oleh Cornelis Marchief de Jonge, dengan menggunakan material batu dari Benteng Kastela. Benteng ini berfungsi juga sebagai kantor operasional VOC untuk wilayah Ternate, yang pada masa itu VOC memonopoli perdagangan rempah di wilayah Hindia Belanda, khususnya Maluku. Beberapa gubernur jendral Hindia Belanda pernah menempati Benteng Oranje sebelum ditempatkan di wilayah lainnya, seperti JP Coen sebelum dipindahkan ke Batavia.

masih banyak ternyata benteng yang harus dikunjungi di Ternate, tapi waktu kami hanya sedikit, sehingga kami pilih tiga benteng yang kondisinya paling baik.

Banyaknya benteng yang didirikan di pulau Ternate, menjadi bukti begitu berharganya pulau Ternate yang memiliki kekayaan rempah. Beruntung beberapa benteng kini sudah direnovasi dan dalam perawatan yang baik, walau dalam renovasinya kurang memperhatikan kaidah bangunan heritage, sehingga merubah bentuk banguna asli.

 

 

Iklan

6 pemikiran pada “Benteng Pertahanan Ternate

    1. di Maluku secara umum memang banyak benteng. setiap pulau pasti ada benteng, karena awal2 peperangan dimulai disini.
      kalo menurut beberapa catatan yang sempat di baca dan dikutip untuk info benteng, banyak renovasi benteng yang kurang memperhatikan kaidah hangunan heritage, tapi setidaknya sekarang kondisinya sudah terawat baik

    1. oiya kah ??
      rame ya pas akhir tahun kemaren, ada panggung yang terus berdiri dan tiap malam ada acara.
      sayang kita belum kenalan ya, jadi ga bisa mampir
      *salaman kenalan*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s