Japan…yeeeiii

image

Sepulang dari Jepang dalam rangka plesiran, banyak kesan yang membuat saya salut dengan negara Jepang. Bukan hanya karena teknologi yang canggih, tapi budaya yang tetap terjaga dan Alam yang indah menjadi pesona negara paling maju d belahan bumi Asia Timur. Kekaguman saya terhadap Jepang, saya urai satu persatu ya :

DSC_1996.JPG

Orang Jepang
Begitu menjejakkan kaki d bandara Kansai, saya langsung d sambut petugas bandara Jepang. Terlihat ketertiban dan keramahan yang d berikan kepada pendatang dalam mengatur kedatangan penumpang.
Kebutaan saya terhadap bahasa jepang, membuat saya harus bertanya ke banyak orang, petugas informasi cukup pandai berbahasa inggris, tapi petugas kereta, bis, orang-orang yang kami colek d jalan (walaupun mereka berjalan tergesa dan terlihat acuh) totally bicara bahasa jepang, sehingga yang terjadi tabrakan dua bahasa yang membuahkan tujuan yang benar. Berbekal Peta atau destinasi yang kami tuju, mereka akan dengan sangat membantu menunjukkan arah, atau bila tak tau, maka kami akan d antar ke petugas terdekat, atau bila d jalanan, mereka akan menunjukkan dalam peta yang kami bawa, posisi kami saat ini.
Orang jepang sangat ramah dan santun, dalam beberapa pertemuan dan percakapan dua bahasa yang terjadi antara kami dan mereka nampak mereka selalu tersenyum baik, dan dengan santun membungkukkan badan, sehingga kami jadi ikut-ikutan membungkukkan badan membalas.
Ketertiban orang jepang dapat d lihat d manapun. Saat menaiki elevator, akan tertib berdiri di satu sisi agar tak megganggu jalan bagi yang tergesa. Saat menyeberang jalanpun akan tertib menunggu d belakang garis kuning hingga lampu hijau menyala. Disemua sarana umum yang kami naiki, semua orang tertib mengantri, membuat 1 garis lurus kebelakang, bukan bergerombol lalu berebut.

DSC_1826
Antri naik bis….tertib satu barisan , panjangnya dah satu belokan niy

Saat berjalan kaki, orang jepang tak ada yang santai, semua tergesa. Mungkin karena saya datang ke Jepang di penghujung winter yang suhunya masih dibawah 10°c, sehingga tak mau berlama-lama d luar ruang yang dingin. Langkah orang jepang yang panjang membuat saya ikut memanjangkan dan mempercepat langkah, seakan tak mau tertinggal.

 

Orang Jepang kece-kece, persis seperti drama-drama Jepang yang saya tonton di tipi. Dalam berbagai kesempatan dimana saya bisa menatap wajah orang Jepang berlama-lama (saat di kereta misalnya), kulit muka mereka tampak begitu mulus dan bersemu merah. Musim dingin di jepang membuat warna semu merah menghiasi wajah-wajah mulus orang Jepang. Jadi teringat iklan kecantikan yang menggunaka wajah orang Jepang sebagai model, karena memang kulit aslinya aja sudah bagus, jadi jangan tertipu dengan menggunakan kosmetik tersebut wajah bisa semulus kulit orang Jepang. Selain berkulit putih mulus, Orang jepang juga sangat apik dalam memilih fashion. Lagi-lagi mungkin karena dipenghujung musim dingin yang masih sangat dingin bagi kulit tropis saya. Semua orang menggunakan pakaian yang sangat serasi. coat atau jaket yang membungkus badan terlihat keren, dilengkapi dengan sepatu yang nyaman untuk dipakai berjalan cepat. Bahkan bapak-bapak mengenakan jas lengkap dengan dasi yang sangat rapi walau mereka menggunakan angkutan umum kereta untuk perjalanan kerjanya. Jangan ditanya bagaimana pakaian para remaja, nggemesin banget, khususnya remaja wanita. pakaian mereka sungguh lucu-lucu. Walau tetap menggunakan rok mini dengan model tutu (semacam rok balet yang mekar) tapi karena dingin, mereka melapisi kulit dengan stocking atau legging yang serasi, ditambah dengan jaket yang trendi dan syal yang menampah kece penampilan mereka.
Tansportasi
Bila kamu merencanakan berkunjung ke Jepang secara mandiri dan hemat biaya, maka biasakanlah untuk berjalan minimal 10rb langkah sehari. Karena di Jepang, kendaraan umum andalan adalah bis dan kereta. Baik itu local, rapit, subway, yang kebanyakan stasiunnya memiliki berjibun tangga dan jarak antar stasiun cukup jauh. Di beberapa kota yang kami kunjungi, kami banyak menikmati berjalanan kaki untuk area yang tak terlalu jauh (ga dekat juga). In general setiap hari kami melangkah lebih dari 20ribu langkah (kebetulan saya menjalankan aplikasi menghitung langkah, dalam rangka memaksa badan untuk lebih banyak bergerak).
Selain berjalan kaki, transportasi utama di Jepang adalah Sepeda, dimana-mana ditemukan puluhan sepeda terparkir, padahal sepeda biasa saja, semacam sepeda mini, tapi lengkap dengan keranjang bahkan boncengan anak. Semua umur gemar bersepeda, kami bahkan terkagum-kagum melihat mbah-mbah yang mengayun pelan sepedanya, semacam d colek jatoh aja tuh mbah. I will be happy staying here with my bicycle.
Pantas saja tak ada orang jepang yang gendud (ngaca liat diri sendiri) karena setiap hari selalu bergerak maksimal.

DSC_2094.JPG

Transportasi utama yang mendukung pergerakan orang jepang adalah kereta, berupa Subway, rapit, local dan Shinkansen. Harus mengerti ketika akan menggunakan angkutan umum ini. Kami memiliki peta jaringan transportasi umum yang kami peroleh dari Tourist Information Center. Tiap jalur memiliki warna yang berbeda, sehingga saat menggunakan subway atau bis, kami bisa fokus jalur mana yang akan kami naiki dan dimana kami harus transit. Stasiun besar di Osaka yang sangat ramai, khususnya di waktu pagi dan sore hari, kerap kali membuat kami kebingungan, karena stasiun Osaka yang dihubungkan dalam sebuah mol underground yang sangat besar memiliki beberapa stasiun yang jarakanya cukup jauh. Jangan sampai tersesat dan terjebak dalam pusaran pergerakan manusia yang sangat cekatan di stasiun besar Osaka.
Budaya
Budaya Jepang yang klasik sangat memikat pengunjung mendatangi jepang. Ketika budaya tak luntur dengan perdebatan (agama, modrnitas, dan lainnya) maka semuanya akan saling menguatkan, membentuk suatu masyarakat yang hebat. Budaya Jepang yang santun tak pupus dalam kehidupan modern.
Orang Jepang sangat menghormati orang tua dengan memberi prioritas; kursi khusus lansia, jalur masuk kereta khusus dan lift khusus. Selain lansia juga memberi prioritas bagi disable, ibu2 dan anak. Diangkutan umum, kursi untuk prioritas lansia tidak akan dikosongkan dan tak diduduki oleh anak muda. Walaupun ada yang duduk di kursi prioritas tersebut, mereka akan langsung berdiri tanpa dipaksa dan disuruh ketika ada orang tua atau yang membutuhkan duduk. Memang orang jepang ketika di dalam kereta atau bis, langsung sibuk dengan gadget atau baca buku, tak beda dengan orang Jabodetabek yang sekarang juga ketergantungan akut dengan gadget, tapi tak ada yang pura-pura tidur atau acuh ketika ada yang membutuhkan kursi, serta merta langsung berdiri dan mempersilahkan duduk.

Saling menghormati ini tak hanya ditujukan kepada orang tua, tapi kepada sesama rekan pun ditunjukan dalam bentuk bungkuk hormat sebagai bentuk salam perpisahan. Kalau kita di Indonesia bisa dalam bentuk lambaian tangan dadah-dadah. Disatu ketika, kebetulan kami dalam lift dan terbuka di salah satu lantainya, seorang mas-mas Jepang yang rapi dengan jasnya masuk, dan seorang lagi pengantarnya tetap di luar. Mereka saling membungkuk sebagai tanda perpisahan, bahkan sampai liftnya tertutup mereka masih membungkuk, hingga terasa lift mulai bergerak turun barulah si mas-mas jepang berdiri tegak kembali dan memberi sedikit bungkukan dan tersenyum ramah kepada kami.

Budaya tertib orang jepang membuat saya malu menjadi orang melayu yang selebor. Dalam setiap pergerakannya  orang Jepang sangat tertib. Antri saat menaiki kendaraan umum, atau memasuki lift dan lainnya. Antri yang dilakukan orang Jepang adalah membuat satu garis lurus kebelakang, walaupun mereka berdua, bertiga, berempat, bukan berarti mereka bergerombol, tapi tetap berbaris 1 garis lurus kebelakang. Dalam antri di Jepang, jarak tiap orang cukup nyaman, sehingga tak berdesakan dan tak bersinggungan. Di dalam angkutan umum pun mereka tertib. Saya sempat malu sendiri ketika menyadari betapa selebornya saya ketika duduk di dalam subway, setelah memperhatikan seorang anak muda (berseragam SMA) duduk tertib, badan tegap, kaki dilipat dan dirapatkan, tas diatas paha. Sementara posisi saya waktu itu, karena kereta kosong dan agak letih berjalan, dengan santainya kaki selonjoran biar relax dan tas saya letakkan disamping saya. Langsung saya memperbaiki posisi duduk saya, sambil sesekali melirik si anak muda yang masih duduk tanpa bergeming.
Budaya Jepang masih sangat lestari dalam kemajuan tekhnologi. D kyoto saya melihat banyak anak muda berkimono (entah mereka pengunjung atau orang asli kyoto). Walau mengenakan kimono yang kesulitannya hampir mirip dengan kebaya tapi tak menghalangi gerak untuk naik kereta atau bis, bahkan terlihat sangat ceria.
image

Kuliner
Urusan kuliner Jepang patut diacungi jempol. Cara penyajiannya yang sangat menarik. Untuk sajian bento yang banyak d jajakan d stasiun, saya menemukan kemasan-kemasan yang menarik. Dan di beberapa tempat makan yang kami temui display penganannya dibentuk sesuai sajian yang dihidangkan.

DSC_2412.JPG
Bagi saya yang muslim, pemilihan makan memang agak sulit, tapi saya memudahkannya dengan memilih beberapa hidangan berikut.
– ONIGIRI : nasi kepal dengan isi ebi atau ikan. Ada juga nasi kepal kacang merah dan sayuran campur
– Bento : banyak pilihan bento, dan bisa dipilih aneka menunya. Biasanya bento terdiri dari lauk utama yang berukuran besar; buasanya pilih ikan, lauk pendamping;semacam gorengan, sayuran atau acar.
– Restoran Halal: saat d kyoto saya beruntung menemukan warung ramen halal, sehingga terpenuhi keinginan saya untuk makan ramen d Jepang. Tak banyak restoran halal di Jepang, tapi ada aplikasi makanan halan d jepang yang sangat membantu, bisa d donlot bagi pengguna android (kurang tau bagi pemakai apple).
– Roti: banyak toko roti dan kue enak d Jepang, saya adalah penggemar roti. Dalam memilih roti, saya juga pilih yang aman, karena banyak roti isi daging yang meragukan. Jadi pilihan saya adalah roti isi kacang merah, selai buah dan omelet atau sandwich.
– Makanan jajanan: Takoyaki adalah favorit, lalu okonomiyaki yang isi telur serta makanan jalanan yang kami coba dengan pilihan isi yang halal.
Souvernir / Oleholeh
Jepang sangat kreatif dalam mengemas souvernir. Di tiap tempat wisata dengan mudah d temukan souvernir shoo yang menjual aneka buah tangan yang unik, yang terlalu menggugah kocek d gerus lebih dalam. Saya selalu membeli 1 buah souvernir di setiap tempat yang saya kunjungi, biasanya keychain yang unik dan khas atau postcard yang langsung saya kirim d setiap kota yang saya kunjungi (siapsiap menerima kiriman postcard dari dirisendiri).
Souvernir yang paling membuat saya greget adalah Hello Kitty edisi khusus Jepang yang menggunakan kimono, hanya d jual di Jepang. Nggemesin banget siy. Si Hello Kitty berkimono ini d jual dalam bentuk boneka, keychain, tas, sticker, dan lainnya. Saya sungguh tak berdaya untuk melewatkannya begitu saja. Bila tak mengingat ukuran backpack dan uang yang terbatas, dijamin kalap borong hello kitty.
Selain hello kitty, saya nyasar dengan bahagia d kawasan manga yang menjual pernik-pernik manga #betaaah. Setiap rak berisi satu serial manga dengan beragam souvernirnya. Sungguh bahagia berlama-lama disini.
Souvernir lainnya buat saya adalah souvernir standard, berupa tempelan kulkas, keychain, baju, kaos, dompet2 cantik,aneka makanan enak, kitkat dan pocky greentea, boneka2 cantik berkimono, kimmydoll yang lucu dan lainnya. Satuhal yang saya perhatikan adalah kemasan yang sangat cantik. Setiap barang dibungkus dengan kantong kertas cantik.
image

Secara keselurahan Jepang sangat menawan. Walau kunjungan saya sangat singkat ( 7 hari) ke 5 daerah, tapi kesannya sangat luarbiasa.

Iklan

4 pemikiran pada “Japan…yeeeiii

  1. karena baru pulang, ga heran deh masih terkagum-kagum bangeet… saya aja yang udah itungan tahun masih aja tetap kagum dan pengen balik lagi… 😀 tetapi emang keren banget yaa… ditunggu cerita lanjutannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s