JapanTrip – Nagoya

DSC03939.JPG

Pedesaan yang tertata rapi silih berganti menjadi pemandangan dibalik kereta JR yang kami tumpangi. Perjalanan selama 3 jam dari kota Osaka menuju kota Nagoya menjadi tak terasa, mungkin karena kami masih terlalu gembira, sehingga energi kami cukup berlimpah walau semalam kami hanya bobok sekedarnya di bandara Kansai. Informasi kereta yang mengunakan bahasa Jepang, membuat kami harus waspada membaca keterangan yang tertera diatas pintu kereta, agar tak terlewatkan stasiun yang kami tuju.

DSC_1683

Untuk menaiki kereta JR yang kami tumpangi dari kota Osaka ini, kami beli dengan tak terlalu sulit menggunakan vending mechine di stasiun Osaka. Walau awalnya agak bingung, tapi di setiap vending mechine ada english button yang cukup membantu wisatawan yang buta bahasa jepang. Tiket dibandrol seharga Y3.350 untuk kereta jenis biasa (berhenti di setiap stasiun). Dari Osaka kereta akan berakhir di Maibara, dan dilanjutkan dengan selisih waktu tak sampai 15mnt menuju Osaka. Sebenarnya ada Kereta cepat yang langsung dari Osaka ke Nagoya, seperti Shinkansen, tapi harganya juga lebih mahal, agak memberatkan bagi pejalan dengan duit mepet seperti kami. Untuk pejalan santai dan irit seperti saya siy, sangat menikmati naik kereta kelas biasa ini, supaya bisa merasakan suasana secara maksimal.

Nagoya, akhirnya kami tiba di kota keempat terbesar di Jepang. Nagoya yang terdengar tidak asing bagi penggemar buku cerita berlatar masa kejayaan Samurai di Jepang, terlihat sudah sangat berkembang menjadi kota metropolis yang mendukung ratusan gedung menjulang tinggi. Salah satunya yang paling menarik perhatian saya adalah gedung melintir tepat di hadapan stasiun Pusat Nagoya.

DSC_1731

Stasiun Pusat Nagoya yang tak pernah sepi menyambut kami. Harus fokus memperhatikan petunjuk jalan niy, agar tak tersesat atau tak terbawa arus manusia yang bergerak cepat dan teratur. Pertama-tama kami mencari Information Center, kita harus mendapatkan peta kota sebagai pegangan kita untuk menikmati kota Nagoya.

DSC_1715

Berbekal peta kota yang memuat destinasi wisata, dan jaringan transportasi yang kompak, kami sudah siap untuk mengeksplorasi kota dengan waktu yang sangat terbatas ini. Pertama-tama tujuan kami adalah hotel yang telah kami booking di tengah kota untuk sekedar meletakkan tas dan bersiap menuju Nagoya Castle.

Hotel kami yang terletak dipusat kota, memungkinkan kami untuk berjalan kaki santai saja menuju Nagoya Castle. Udara yang cukup dingin dipenghujung musim dingin, membuat kami terus membungkus diri dengan jaket, dan jalan kaki cukup membantu menghangatkan badan. Tak sampai 30 menit kami sudah tiba di halaman Nagoya Castle yang sore itu masih ramai pengunjung. Kami tiba 1 jam sebelum tutup, sehingga masih memiliki waktu yang cukup untuk menikmati keindahan Nagoya Castle yang dibagun oleh Shogun Pertama Tokugawa Ieyasu pada tahun 1612. Walau pernah terbakar pada tahun 1945, tapi Nagoya Castle berhasil dibangun kembali persis seperti aslinya.

DSC03835

DSC_1705

Tiket masuk Nagoya Castle Y500, dan bisa sepuasnya menikmati kompleks Nagoya Castle hingga naik ke puncaknya untuk menikmati pemandangan kota.

Memasuki gerbang besar, kami disambut boneka kecil-kecil khas jepang, seperti penerima tamu yang memikat perhatian pengunjung. Suara gagak terdengar ramai seiring langkah kami di halaman Nagoya Castle melalui jalan setapak yang rapi dan menemukan taman sakura yang bunganya baru bermekaran. Sungguh kami sangat norak sekali bergembira demi melihat secara langsung bunga khas Jepang tersebut bermekaran indah di setiap rantingnya, menambah kecantikan pemandangan berlatar Nagoya Castle.

DSC03841

DSC03847

Nagoya Castle terpisahkan dengan parit yang cukup lebar dengan halaman mukanya. Hanya ada satu pintu masuk melalui sebuah jembatan. Begitu kami memasuki halaman dalam Nagoya Castle, kami serasa memasuki lorong waktu untuk melihat masa kejayaan shogun, dimana bentuk bagunan maupun interiornya seperti merealisasikan deskripsi bangunan yang diceritakan buku-buku shogun yang pernah saya baca.

DSC03880

DSC03901.JPG

Ada dua bangunan/Donjon di area Nagoya Castle, sebuah yang kecil sebagai ruang tamu dan yang besar sebagai bangunan utama dengan menara 7 lantai. Di donjon kecil kami hanya lewat saja, langsung menuju lorong yang menghubungkan donjon utama. Sebuah pintu besar terbuka dan kami langsung diarahkan menuju tangga atau lift yang akan membawa kami hingga ke lantai 7. kami memilih langsung naik ke lantai 7 untuk menikmati panorama kota Nagoya dari empat pejuru mata angin.Di puncak menara sudah ramai dengan pengunjung yang menikmati pemandangan kota. Disetiap sudut tersedia teropong yang bisa diaktifkan dengan memasukkan koin kedalamnya.

Setelah puas melihat panorama kota Nagoya di puncak menara, kami turun menggunakan tangga untuk mengunjungi setiap lantai yang telah dirubah menjadi ruang pamer museum yang menceritakan sejarah Nagoya Castle mulai dari silsilah Tokugawa Ieyasu hingga masa sekarang, dimana Nagoya Castle telah direnovasi pasca kebakaran. Karena kami datang sudah sore, maka waktu kami cukup mepet untuk berlama-lama menikmati setiap lantai yang dipenuhi sejarah Nagoya.

DSC03904

DSC03910

DSC03917

Keluar dari Nagoya Castle, kami melanjutkan berjalan kaki santai menikmati kota. Jalan kota yang rapi, dan tak terlalu ramai oleh lalulalang pengendara motor, membuat nyaman pejalan kaki dan pengendara sepeda untuk melintasi kota. Dalam perjalanan sore, kami bisa santai mendokumentasikan kota dengan potret sana sini dan mampir ke beberapa spot menarik yang kami temukan, seperti sebuah tample yang sepi di sore hari. Di penghujung jalan kami mengunjungi taman Museum Science Nagoya yang arsitekturnya sangat keren, berupa bola besar yang dijepit balok raksasa. Airmancur yang tak pernah henti di taman ini, menjadi tempat bermain yang nyaman bagi bocah dan keluarga.

DSC03995

DSC03979

DSC03999

DSC04022

Perjalanan kami berakhir di Osu Kanon Tample, sebuah kuil besar di Nagoya. Sayang hari sudah malam, sehingga tak lagi leluasa berpoto, ditambah hujan yang tiba-tiba mengguyur kota, melengkapi penutup perjalanan kami malam itu di kota Nagoya.

DSC04050

Kawasan Osu bukan hanya ramai karena kunjungan ibadah di Osu Kanon Tample, tapi juga merupakan kawasan perbelanjaan yang cukup besar. Kami sempat berkeliling kawasaran yang mirip pasarbaru di Jakarta ini, tapi disini lorongnya sangat panjang dengan pertokoan yang menarik. Dipojok jalan kami bisa santai jajan kue ikan dan Takoyaki hangat, cocok banget dinikmati saat gerimis mengundang.

DSC04057

DSC04064

Dari kawasan Osu,kami kembali jalan yang ga santai, karena dingin banget sehingga perlu jalan cepat agar badan hangat untuk kembali ke penginapan.

Info kota Nagoya bisa dilihat di link dibawah ini :

http://www.nagoya-info.jp/en/about/#header

http://www.japan-guide.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s