Menyapa Rusa Tanpa Tanduk di Kota Nara

DSC_2233
Rusa tanpa tanduk liar di kota Nara

Rusa yang terlihat jinak menghampiri kami yang melintasi Nara Park, sungguh suatu kejutan yang menyenangkan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Nara. Kami tak menyangka rusa-rusa berkeliaran bebas menghampiri pengunjung, dan ternyata itulah salah satu cirikhas dari kota Nara, sebuah kota kecil tak jauh dari Osaka.

Mendapati seekor rusa yang terlihat jinak dan santai mendekati, kami langsung berinisiatif mengeluarkan kamera untuk berpoto bersama rusa. Ternyata kami bukan satu-satunya wisatawan yang berpoto, setelah kami perhatikan sekeliling, hampir semua wisatawan melakukannya.

DSC_2240.JPG
Terlihat jinak tapi liar

Seorang petugas tiba-tiba mendekati kami, dengan menggunakan bahasa jepang dan sebuah papan peringatan beliau berusaha memperingatkan kami agar tak terlalu dekat dengan rusa, karena rusa yang berkeliaran di Nara merupakan rusa liar. Kami diingatkan untuk menjauhkan kertas peta kota Nara yang kami pegang agar tidak dijangkau oleh rusa, karena kertas dapat dimakan oleh rusa, dan itu akan membahayakan. Selain itu rusa suka mengendus isi tas, dan hati-hati bila ada bau yang menarik dari tas, bisa-bisa akan digigit oleh rusa. Jadi ternyata cukup berbahaya juga bila kita terlalu akrab dengan rusa.

Rusa di kota Nara sangat dilindungi oleh pemerintah kota Nara. Berbagai rambu yang memperingatan dibuat untuk menghindari terjadinya kecelakaan terhadap rusa. Seperti di jalan raya diberi tanda ‘daerah lintasan rusa’. Dan dibeberapa taman diberi rambu-rambu agar pengunjung berhati-hati bila tiba-tiba diserang rusa.

Bila diperhatikan rusa-rusa di Nara tidak ada yang memiliki tanduk, seperti kijang di kebun raya bogor yang memiliki tanduk indah sebagai mahkota tanda kejantanan seekor kijang jantan. Ternyata tanduk rusa sengaja di potong rapi oleh pemerintah kota. Hal ini dilakukan untuk melindungi pengunjung kota Nara, agar terhindar dari bahaya diseruduk rusa dengan tanduk yang tajam.

Menurut legenda kota Nara, kehadiran rusa memiliki sejarah khusus. Pada saat Kasuga Taisha Shrine dibangun oleh keluarga Fijiwara, mereka menundang Dewa Agung dari Kashima Shrine. Sang Dewa dikabarkan mengendarai Rusa Putih. Semenjak itulah rusa menjadi bagian dari kota Nara. Rusa dihargai dan dilindungi sebagai malaikat oleh penduduk lokal.

Untuk menikmati bersenang-senang dengan rusa di kota Nara, pengunjung dapat membeli semacam biskuit khusus rusa yang banyak di jual di kios-kios menuju Todai-Ji Temple. Tapi hati-hati saat memberi biskuit khusus rusa, karena akan banyak rusa yang mendekati dan bersemangat, sehingga dapat membahayakan pengunjung.

Ada banyak rambu peringatan bagi pengunjung saat berinteraksi dengan rusa. Hal ini harus diperhatikan, mengingat rusa adalah binatang liar, sehingga tidak dapat disalahkan bila terjadi hal-hal yang merugikan pengunjung bila tidak mentaati peraturan berinteraksi dengan rusa.

Nara Sightseeing Map : https://www.jnto.go.jp/eng/pdf/regional/kinki/nara_shi.pdf

DSC_2250.JPG

DSC_2345.JPG

DSC_2307.JPG
berebut makan
Iklan

4 pemikiran pada “Menyapa Rusa Tanpa Tanduk di Kota Nara

    1. Terimakasih sudah berkunjung. Salam kenal #salaman
      Dibekas tanduknya kelihatan bekas potongan kog, kalo semacam rusa betina kan memang ga bertanduk, tapi yang jantan ada ‘bongkol’ tanduknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s