Sebuah sel di Banceuy

Memandangi kota bandung dari ketinggian 80 meter dari permukaan tanah ternyata sangat menyenangkan. Pegunungan yang mengelilingi kota Bandung memperlihatkan kontur kota Bandung tampak seperti mangkok terbuka. Kami berada di atas salah satu menara Masjid Raya Bandung. Memilih salah satu menara yang berada di samping jalan Asia Afrika, agar dapat menikmati kawasan kota lama bandung yang begitu cantik terawat. Jalan Asia-Afrika yang bersambung dengan Jalan Otto Iskandar Dinata tampak sangat panjang. Disepanjang jalan Asia Afrika terdapat banyak bangunan cantik dengan arsitektur Art Deco yang memiliki sejarah luar biasa. Sambil menunjuk ke arah bawah, Zen menjelaskan letak beberapa bangunan dan kawasan yang akan kami jelajahi. Aku dan Zen memang memiliki ketertarikan sama untuk blusukan di kawasan Heritage, kami semacam kombinasi yang pas, saya dari teknik sipil dan Zen dari Arsitektur, jadi kalau menemukan bangunan heritage atau bangunan yang unik atau infrastruktur yang keren kami pasti akan membahas dengan seru.

9
Dari atas menara Masjid Raya – Photo by Zen

‘Didepan kita itu jalan banceuy’ demikian keterangan yang dikatakan Zen, yang menemani saya menikmati Bandung weekend kemarin. Nama Banceuy seperti ‘ring a bell’ di kepala saya. Tiba-tiba teringat bahwa ada penjara Banceuy, penjara tempat Soekarno ditahan pertama kali saat memulai karir politik di Indonesia pada masa pendudukan Belanda. Tapi kog ga ada bangunan berbentuk penjara yang terlihat dari atas, hanya susunan perkantoran saja. Penasaran dengan dimanakah tepatnya lokasi penjara Banceut, ‘Lebih detailnya kita kesana saja yuk’ demikian ajakan Zen.

Berjalan santai keluar dari Masjid raya, menyeberangi jalan Asia Afria dan menelusuri jalan Banceuy, kami tiba di sebuah komplek pertokoan yang tampak sepi, ada pagar tembok tinggi dan sebuah pintu kecil tampak terbuka sedikit. Perlahan kami masuk kedalam. Tampak ada 3 orang bapak-bapak sedang santai mengobrol sambil ngopi, cuaca bandung sore itu memang cukup adem diselingi gerimis romantis.

Disambut dengan ramah oleh pak Ahmad; pak RT setempat yang menjadi kuncen monumen penjara Banceuy yang bekerja secara sukarela menjaga, merawat dan melestarikan lokasi monumen penjara Banceuy, kami langsung ngobrol akrab. Cerita perihal penjara Banceuy dan Soekarno yang pernah dipenjara disini mengalir silih berganti dari bibir kami, bertukar pengetahuan masing-masing sungguh sangat menyenangkan.

DSC05121.JPG
Ngobrol bareng pak Ahmad 

Monumen penjara Banceuy saat ini terhimpit diantara pertokoan Banceuy permai. Di tengah pertokoan inilah berdiri sebuah sel dan patung Soekarno yang tampak sedang memegang buku dalam pangkuannya. Ditembok sebelah kanan tampak terlukis timeline kehidupan Soekarno dan di tembok lain terlukis keterangan lain yang memiliki hubungan kejadian dengan penjara Banceuy dan Soekarno ketika itu.

dsc05103

14.jpg

Kondisi terkini (Oktober 2016) monumen penjara Banceuy cukup rapi menurut saya, konon baru pada 2015 pemerintah kota serius membenahinya. Dari penuturan pak Ahmad yang menjadi kuncen dari 1983 (semenjak penjara Banceuy d pindahkan dan dibangun kawasan pertokoan) tak pernah ada perhatian khusus dari pemerintah (daerah maupun pusat) untuk merawat dan menjadikan tempat bersejarah ini baik. Selama ini swadaya masyarakat sekitar, sumbangan pengunjung serta donatur yang membantu untuk bersih-bersih menutupi biaya perawatan. Tak usah ditanya berapa pak Ahmad dibayar untuk menjaga, karena beliau  melakukannya secara sukarela.

5
Pak Ahmad, kuncen monumen penjara Banceuy – Photo by Zen

Sebuah sel no. 5 berukuran panjang 2.1 meter, lebar 1.5 meter, dan tinggi 2.5 meter,  berdiri di tengah, hanya satu yang disisakan dari 16 sel. Saya coba mengintip dalamnya, terdapat sebuah dipan kayu beralas tikar pandan (bukan dipan juga siy ternyata, karena  kayunya menyangkut di ceruk tembok yang dibuat untuk menahan papan kayu), sebuah  ceret untuk minum dan pispot kaleng untuk pipis diletakkan dilantai. Terdapat gambar Garuda Pancasila dan poto Soekarno di dinding, yang pastinya dulu tidak ada dan dindingnya pasti sangat kotor, kusam dan lembab.

Saya teringat kutipan curhat Soekarno mengenai selnya kepada Inggit Ganarsih saat berkunjung ke penjara Bancey, yang tertulis didalam buku ‘Soekarno Kuantar ke Gerbang’ karya Ramadhan K.H. Soekarno menceritakan betapa kamarnya sangat sempit dan lembab, dengan kondisi kota Bandung yang masih dingin dikala itu, dia sering kedinginan. Untuk menghangatkan badannya, Soekarno sering berjemur di lapangan sehingga kulitnya menjadi lebih gelap.

Kembali ke Sel no. 5 Penjara Banceuy. Di dalam sel itu Soekarno menulis naskah pledoi ‘Indonesia Menggugat’ untuk dibacakan pada sidang terhadap dirinya di gedung pengadilan kolonial Belanda (Sekarang dikenal dengan gedung Indonesia Menggugat). Naskah Pledoi Indonesia Menggugat sangat menggemparkan dunia perpolitikan saat itu, menyemangati para mahasiswa yang sekolah di luar Indonesia dan para politikus di tanah air. Salah satu pemikiran Soekarno yang berhasil mengantarkannya menjadi pemimpin pertama Republik Indonesia.

dsc05118

Dari keseluruhan bangunan penjara Banceuy yang tersisa adalah sel no. 5 di tengah penjara dan sebuah menara pengawas di pojokan jalan. Bisa di bayangkan luasan keseluruhan luas penjara Banceuy saat itu, meliputan keseluruhan kawasan pertokoan di blok jalan Banceuy.

dsc05133

 

 

 

 

 

Iklan

9 pemikiran pada “Sebuah sel di Banceuy

      1. klo lihat perjuangan bapak dan apa dapatkan di akhir hidupnya kyak giman gtu, dimana letak terimaksihnya kita sama seseorg yg sudah gak karuan memperjuangkan hidupnya buat bangsa ini :(, moga bapak tenang di sisi-Nya *berdoa*

  1. saya bolak balik ke bandung .. tapi belum pernah naik ke atas menara mesjid agung .. keren pemandangannya.
    peninggalan penjara banceuy .. sekarang jadi terawat dan ditambah spot2 baru .. jadi lebih menarik untuk dikunjungi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s