Pilih Pantai aja…. 

Kalau ada yang bertanya saya lebih pilih ke gunung atau pantai,  untuk saat ini saya pilih pantai. 

Periode saya suka naik gunung sudah pernah terjadi semasa kuliah hingga beberapa tahun lalu. Masa dimana perjalanan ala film 5 cm di mahameru, dan masih belum segendud sekarang. Dan masa ketika sepertinya ga kenal kata capek,  walau setengah mati mengatur napas nanjak di bukit penyesalan menggapai plawangan sembalun. Yang ketika tiba dipuncaknya,  kala senja menjelang. Rasanya seperti masuk surga,  saking indahnya pemandangan, ga bisa dideskripsikan dengan katakata. 

Etapi kalo ada yang mau ngajak trekking naik gunung lagi siy hayuk aja,  asal ga tipe ngebut gunung gitu siy,  dan ada porter buat bawain gembolan.   Maklum tante-tante, bawa beban hidup aja udah berat apalagi ditambah gembolan puluhan liter. 

Sekarang saya pilih pantai saja,  leyeh-leyeh nikmat di suatu pantai sebening kaca,  berpasir sehalus tepung. Menghabiskan waktu tanpa melakukan apapun,  atau ketika panggilan ombak tak bisa ditapik,  tinggal buka baju,  ambil snorkel, dan nyebur dalam kesegaran air laut. 

Beruntungnya saya tinggal di Indonesia, dimana pantainya seindah gambaran surga, dengan sedikit usaha saja, sudah bisa mendamparkan diri di suatu pantai sunyi sepi.

Buat saya,  menyambangi surga-surga pantai dan laut di Indonesia seakan ga ada habisnya, selesai di satu pantai maka puluhan,  ratusan pantai cantik lainnya memanggil untuk disambangi.  Beruntung cuti kantor cuma 12 hari, itupun dipotong cuti bersama,  sehingga frekwensi berlibur bisa diatur sekalian mengatur napas dan tabungan kumpul lagi. Buat beberapa teman dan pemerhati kehidupan saya (jiiaah… semacam selebriti cari panggung) liburan seakan barang mewah (padahal gedgetnya jauh lbh mahal dr punya gw lho!!), mereka berprasangka buruk saya menghabiskan berjutajuta rupiah setiap perjalanan. Kalo saya review  budget perjalanan ke pantai nusantara yang pernah saya sambangi (gw belum ke Raja ampat dan misool)  ga sampe sebulan gaji lho (gw cuma stap kroco apalah ya di suatu bumn,  bukan tante manager atau entrepreneurs pemilik start up brand atau jualan kue2 khas nusantara). Jadi dengan budget paspasan ala traveler duafa gt dan memang karena pengen dan doyan aja yang yang membawaku hinggap di pantai-pantai cantik di Nusantara yang elok. 

Kalo ada yang bilang pantai itu panas,  ya bener,  ga salah,  trus khawatir kulit menghitam,  ya nikmati aja, asal ga sun burn siy,  karena menderita banged semacam dibalsemin ga hilang panasnya dan berakhir dengan kulit meletek karena ganti kulit. Jadi sepertinya alasan panas dan kulit hitam ga bisa d alamatkan kepadaku. Beruntung punya kulit sehat,  jadi paling sekitar 3 bulan saja perlahan warna eksotis gelapnya akan pudar dan kembali ke warna kulit semula. 

Enaknya perjalanan ke pantai itu,  bawaanya seru,  baju warna cerah,  berbahan tipis dan minimalis. lupakan jaket tebal yang bikin sesak tas. asesorisnya juga bisa keceh banged, berkacamata hitam,  topi lebar dan berlatar langit biru pasir putih,  gradasi beberapa warna laut, keceh bangetlah. sandal jepit jadi alas kaki wajib,  lupakan sepatu trekking besar semata kaki,  biarkan matakaki juga menikmati pemandangan cantik (lha… emangnya mata kaki bisa liat). 

Salah satu dari ribuan alasan pilih pantai adalah,  saya suka ikan dan teman-temannya!!  Temenan baeklah sama tante Susi,  Menteri kesayangan para pecinta kelautan Indonesia, (pengen banget ketemu dan poto bareng ibu menteri nyentrik). Saya suka banget kuliner laut, yang dimasak sederhana aja… masyaallah nikmatnya…. apalagi kalo ikannya seger,  dibakar dan disiram sambal sabu yang segaaar….. maaaak bisa khilap makan ga berentiberenti (tepuktepuk perut gendut sambil senyum sumringah). Dan saat berkelana ke pantai-pantai cantik nusantara, berasa banget jadi horang kayah,  kalau beruntung ada lobster segar sebesar tangan seharga seporsi paket nasi ayam kaefsi, coba deh… kurang nikmat apa hidup.  

Paling seru lagi kalo main d pantai bareng teman perjalanan yang seru, ngapain aja pasti seru dan gembira. 

Jadi siapalagi yang pilih pantai??? pasti hidupnya bahagia, paling sesekali sering sakau vitamin sea,  trus colek-colek temen cari tempat baru yang bisa dinikmati. 

I love the blue of Indonesia….. i love the sea,  the beach,  the seafood,  the leyehleyeh menikmati hidup

Iklan

4 pemikiran pada “Pilih Pantai aja…. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s