Oxford

Pertama kali kenal kata Oxford adalah jaman pertama kali belajar bahasa Inggris, ada tempat kursus bahasa inggris bernama ‘Oxford English Course’ dan kamus bahasa inggris ‘Oxford English Dictionary’. Ga pernah kebayang Oxford itu seperti apa dan ada apa saja disana. Cuma tau kota Oxford ada di Inggris. itu saja sudah.

DSC06799.JPG

Kota Oxford kembali menjadi akrab ditelinga, ketika seorang sahabat asal semarang berpindah domisili ke kota Oxford. Walau demikian, tetap tidak menggubrisku untuk mencari lebih jauh ada apa di kota Oxford. Tambahan informasi mengenai kota oxford yang kuketahui adalah ada sebuah universitas tua dan terkenal disana, yaitu Oxford University. itu saja sudah.

Hingga akhirnya….tadaaaa…..here i am in Oxford, walau masih belum tau ada apa di Oxford

IMG_20170424_191103.jpg

Ada apa yang membawaku ke Oxford ?? Mengunjungi mas Sony, sahabat ketika tinggal di Semarang, dan diluar dugaan, ternyata banyak kejutan tak terduga disini, dan aku suka…sangat suka.

Oxford was first settled in Saxon times and was initially known as “Oxenaforda“, meaning “Ford of the Oxen – wikipedia, yang lebih kurang artinya adalah tempat perlintasan kerbau. Karena itulah kami menemukan patung kerbau / Ox di pintu keluar stasiun Oxford.

IMG_20170424_101121_HDR.jpg

Tiba di Oxford, kami sudah ditunggu oleh sony dengan jaket cerah berwarna orange jeruk yang segar. Musim semi yang dingin di Inggris membuat kami harus membalut badan dengan jaket agar nyaman untuk berkegiatan di luar ruang. Untuk menikmati kota Oxford, kami akan berjalan kaki mulai dari stasiun dan mengunjungi beberapa tempat menarik wajib kunjung di Oxford.

IMG_20170424_125249.jpg

Ternyata kesalahan besar selama ini saya tak mencari tau sedikitpun perihal Oxford. Karena saya suka kota kecil ini. Bertaburan gedung tua berusia ratusan tahun dan masih dalam kondisi terawat dan aktif digunakan. Gedung-gedung tua di kota Oxford adalah kampus-kampus yang keseluruhannya berjumlah 33 kampus dan terafiliasi dengan Oxford University. Jadi ya kalo ada yang bilang kuliah di Oxford University, tanya lagi dia di college apa, karena Oxford University bukan seperti University of Indonesia yang satu area kampus dengan berbagai jurusan dan fakultas, tapi satu kota Oxford itulah Oxford University dengan 33 kampus/college di dalamnya.

IMG_20170424_125200.jpg

DSC06816.JPG

Bagi penggemar film-film populer yang mengambil setting bangunan atau kota klasik, coba perhatikan detail bangunannya, banyak sudut kota dan bagian dari gedung tua di kota Oxford yang digunakan. Film Harry Potter banyak menggunakan bangunan Christ Church University sebagai bagian dari bangunan sekolah Hogwart, salah satunya ruang makan dengan meja panjang yang phenomenal itu bisa ditemukan disini. Saat menonton film Transformer – the last knight, diceritakan pemeran wanitanya adalah seorang profesor di Oxford University, dan bangunan bundar Redcliffe Camera beberapa kali muncul. juga saat saya menonton film the Mummy dan wonderwoman, beberapa kali sudut kota Oxford tampil, seakan membangkitkan memory saat saya berkunjung disana.

 

IMG_20170424_145634.jpg

IMG_20170424_151902.jpg

DSC06894.JPG

IMG_20170424_161414.jpg

Beberapa film fiksi lainnya juga banyak menjadikan Oxford sebagai inspirasi penulisan cerita maupun setting cerita, seperti sebuah hiasan pintu yang menjadi salah satu inspirasi dalam film Narnia, atau cerita Alice in the wonderland yang ditulis oleh pengajar matematika dengan nama pena ‘Lewis Carrol’ yang mengambil nama ‘Alice’ putri dari Dekan Christ Church dan menjadikan christ Church sebagai bagian dari petualangan Alice.

IMG_20170424_130722.jpg

Mengingatkan dengan Narnia kan hiasan di atas pintu

DSC06833.JPG

Selain penuh dengan sisi perfilman, Oxford merupakan kota pendidikan penting di Inggris, hampir semua collage dan uni di sini adalah yang terbaik di Inggris Raya. banyak orang pintar yang menempuh pendidikan dari kota ini, salah satunya adalah Charles Darwin dengan teori evolusi ‘The Origin Species”. pada 30 Juni 1860, Charles Darwin mempresentasikan makalahnya ‘On the Origin of Species’ pada pertemuan ‘British Association for the Advancement of Science. Dihadiri perwakilan dari kelompok Gereja dan Ilmuwan yang berdebat dengan tema ‘Evolusi’.

IMG_20170424_123651.jpg

Museum Historical and Natural adalah tempat dimana debat tersebut berlangsung. Dan Museum terbesar di Oxford ini adalah salah satu museum wajib kunjung saat berada di kota Oxford.

Begitu memasuki museum, saya terkagum-kagum dengan konstruksi museum yang didominasi struktur baja, dengan atap kaca yang membantu penerangan didalam museum secara natural. Sebuah kerangka Dinosaurus yang sangat besar memenuhi ruang tengah, dan patung-patung para ilmuwan terkemuka mengelilingi ruang tengah. Koleksi beraneka ragam jenis binatang yang diawetkan dapat ditemukan berdasarkan kelompoknya. Yang sangat menarik adalah koleksi kupu-kupu yang disusun secara menarik dalam laci kaca yang ditumpuk, dan bila setiap laci ditarik akan nampak kelompok kupu-kupu yang beraneka ragam. Tak hanya kupu-kupu yang disajikan demikian, kelompok serangga, kerang-kerangan juga disusun dalam laci kaca, sehingga mudah untuk menemukannya.

Berdampingan dengan Museum Natural History terdapat Museum Pitt Rivers yang memiliki koleksi antropologi dan archeology dari seluruh dunia. Di sini kita akan menemukan ragam budaya masyarakat dunia. Yang menarik kami temukan adalah aneka jenis ‘jenglot’ ! tau kan jenglot, yang makhluk berbentuk manusia mini menakutkan dengan rambut gondrong dan jenggotan. Ternyata jenis jenglot ga Cuma ada di Indonesia, tapi dari bermacam negara lainnya, khususnya tropis siy, sepeti di Amerika latin. Koleksi lainnya ada beragam tembikar, kain (bahkan kain batik dan tenun dari Indonesia pun ada!) bahkan reklame masa lampau yang vintage keren itu juga ada.

IMG_20170424_111354.jpg

IMG_20170424_114458.jpg

Sisi lain Oxford yang juga menarik untuk dijalani adalah river side tak jauh dari stasiun Oxford. Sungai yang melewati kota Oxford ini berbaris rumah perahu yang unik, dan kanal sungai yang tenang dan bersih. tempat asik untuk yang suka jogging karena mendapat suasana alam yang segar.

DSC07028.JPG

IMG_20170424_193516.jpg

 

Sebelum pulang arahkan kaki untuk mengunjungi tempat minum paling fenomenal di Oxford – Turf Tavern. Konon kedai kecil ini menjadi favorit dan wajib kunjung bagi wisatawan, bahkan para crew film menjadi tempat ini sebagai tempat berkumpul saat beristirahat shooting. Kedai minum kecil ini juga yang menjadi inspirasi kedai minum butterbee pada film harry potter. Saran saya untuk mencoba minuman khasnya, rasanya sangat enak seperti limun buah, tapi mengandung sedikit alkohol.

DSC06945.JPG

IMG_20170424_162332.jpg

Pastikan untuk memiliki waktu cukup dan stamina yang baik saat akan berkunjung ke kota Oxford. Sebenarnya kurang seharian keliling kota, tapi keterbatasan waktu berkunjung memaksa saya untuk memaksimalkan waktu seharian keliling kota dengan berjalan kaki (baru terasa pegal saat duduk santai di kereta dalam perjalanan pulang ke London). Bagi penggemar heritage city seperti saya rasanya tak pernah habis dan bosan untuk menikmati setiap detail dari bangunan yang berusia ratusan tahun di kota Oxford. Dan yang tak kalah cantiknya adalah padang rumput menghijau yang bikin mata segar menatapnya.

DSC06899.JPG

DSC06912.JPG

 

Iklan

2 pemikiran pada “Oxford

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s